Akuntansi nasional
| Bagian dari seri tentang |
| Akuntansi |
|---|
Akuntansi nasional, juga disebut neraca nasional atau sistem akun nasional, adalah penerapan seperangkat teknik pencatatan yang terpadu dan konsisten untuk mengukur kegiatan ekonomi suatu negara atau wilayah. Kerangka ini mencatat produksi, pembentukan dan distribusi pendapatan, konsumsi, tabungan, investasi, transaksi keuangan, serta perubahan aset dan kewajiban. Hasilnya disajikan dalam bentuk akun, tabel, dan agregat makroekonomi, seperti produk domestik bruto (PDB), pendapatan nasional bruto (PNB), pendapatan disposabel, tabungan, dan kekayaan neto.[1][2]
Akuntansi nasional berbeda dari akuntansi keuangan perusahaan. Akuntansi perusahaan berfokus pada posisi keuangan dan kinerja suatu badan hukum, sedangkan akuntansi nasional menggambarkan keseluruhan perekonomian berdasarkan konsep ekonomi, wilayah ekonomi, dan status kependudukan atau residensi. Meskipun demikian, keduanya menggunakan gagasan yang serupa, seperti akun, transaksi, aset, kewajiban, pendapatan, pengeluaran, dan pencatatan berpasangan.[3]
Standar internasional yang menjadi acuan adalah Sistem Neraca Nasional atau System of National Accounts (SNA). Komisi Statistik Perserikatan Bangsa-Bangsa mengadopsi SNA 2025 pada 2025 sebagai pembaruan atas SNA 2008. SNA 2025 mempertahankan kerangka dasar edisi sebelumnya, tetapi memperluas pedoman mengenai digitalisasi, globalisasi, aset data, inovasi keuangan, ekonomi informal, keuangan Islam, kesejahteraan, dan keberlanjutan.[4] Implementasinya dilakukan secara bertahap; selama masa peralihan, banyak negara masih menyusun dan melaporkan neraca nasional berdasarkan SNA 2008.[5]
Tujuan dan ruang lingkup
Akuntansi nasional bertujuan memberikan gambaran kuantitatif yang menyeluruh mengenai struktur dan perkembangan perekonomian. Kerangka ini dipakai untuk:[2][3]
- mengukur tingkat dan pertumbuhan produksi, pendapatan, konsumsi, tabungan, dan investasi;
- menganalisis sumbangan lapangan usaha dan sektor institusional terhadap perekonomian;
- membandingkan perkembangan ekonomi antartahun, antarwilayah, dan antarnegara;
- menyediakan dasar bagi kebijakan fiskal, moneter, perdagangan, ketenagakerjaan, dan pembangunan;
- menyusun proyeksi, model ekonomi, serta analisis produktivitas dan siklus bisnis;
- merekonsiliasi arus barang dan jasa, pendapatan, modal, serta pembiayaan;
- mengukur stok aset, kewajiban, dan kekayaan neto suatu perekonomian.
Ruang lingkup akuntansi nasional tidak terbatas pada PDB. PDB merupakan salah satu agregat dari akun produksi, sedangkan sistem secara keseluruhan juga mencakup akun pendapatan, penggunaan pendapatan, modal, keuangan, perubahan lain dalam aset, dan neraca posisi.
Akuntansi nasional mencatat dua jenis informasi utama:
- Arus, yaitu kegiatan dan perubahan yang terjadi selama suatu periode, seperti produksi, upah, pajak, konsumsi, investasi, ekspor, dan impor.
- Stok, yaitu posisi aset dan kewajiban pada suatu titik waktu, biasanya pada awal atau akhir periode.
Hubungan antara arus dan stok memungkinkan perubahan kekayaan neto dijelaskan melalui transaksi, perubahan harga, penemuan atau hilangnya aset, bencana, dan perubahan klasifikasi.
Kerangka konseptual
Wilayah ekonomi dan residensi
Batas perekonomian dalam akuntansi nasional ditentukan menurut wilayah ekonomi dan residensi, bukan semata-mata kewarganegaraan. Suatu unit institusional dianggap sebagai penduduk atau residen apabila memiliki pusat kepentingan ekonomi utama di wilayah ekonomi tersebut. Karena itu, kegiatan perusahaan asing yang beroperasi secara menetap di suatu negara dapat menjadi bagian dari produksi domestik negara tersebut, sedangkan pendapatan yang diterima residen dari luar negeri dicatat dalam hubungan dengan akun dunia lainnya.[1]
Perbedaan ini mendasari pemisahan antara:
- konsep domestik, yang berpusat pada kegiatan produksi di dalam wilayah ekonomi dan menghasilkan PDB; dan
- konsep nasional, yang berpusat pada pendapatan unit-unit residen dan menghasilkan pendapatan nasional bruto.
Unit dan sektor institusional
Unit dasar akuntansi nasional adalah unit institusional, yakni entitas ekonomi yang dapat memiliki aset, menanggung kewajiban, melakukan transaksi, dan menyusun seperangkat akun. Unit-unit residen dikelompokkan menurut fungsi, perilaku, dan tujuan ekonomi utama ke dalam lima sektor institusional:[6]
| Sektor institusional | Cakupan umum |
|---|---|
| Perusahaan nonkeuangan | Perusahaan dan badan usaha yang terutama menghasilkan barang dan jasa nonkeuangan untuk pasar. |
| Perusahaan keuangan | Bank sentral, bank, perusahaan asuransi, dana pensiun, dan lembaga perantara keuangan lainnya. |
| Pemerintahan umum | Pemerintah pusat dan daerah serta dana jaminan sosial yang menghasilkan jasa nonpasar dan melakukan redistribusi pendapatan. |
| Rumah tangga | Individu atau kelompok individu sebagai konsumen serta pemilik usaha yang tidak berbadan hukum. |
| Lembaga nonprofit yang melayani rumah tangga | Organisasi nonprofit nonpasar yang memberikan barang atau jasa kepada rumah tangga, seperti sebagian yayasan, organisasi keagamaan, dan perkumpulan. |
Transaksi antara residen dan nonresiden dicatat dalam akun dunia lainnya atau rest of the world. Akun ini bukan sektor domestik, tetapi berfungsi sebagai pasangan pencatatan hubungan ekonomi luar negeri.
Untuk menganalisis produksi, unit kegiatan juga dikelompokkan menurut lapangan usaha atau industri. Pengelompokan sektor institusional menjawab pertanyaan tentang siapa yang melakukan kegiatan ekonomi, sedangkan klasifikasi lapangan usaha menjawab pertanyaan mengenai jenis kegiatan produksi yang dilakukan.
Batas produksi
Batas produksi menentukan kegiatan yang diperlakukan sebagai produksi dalam sistem. SNA mencakup produksi barang dan jasa pasar, jasa pemerintah dan nonprofit yang diberikan tanpa harga pasar yang signifikan, produksi barang untuk penggunaan sendiri, serta beberapa jasa yang diproduksi rumah tangga untuk dirinya sendiri, terutama jasa tempat tinggal yang dihuni pemilik dan jasa rumah tangga berbayar.[7]
Sebagian besar jasa domestik dan pribadi yang dihasilkan serta dikonsumsi dalam rumah tangga sendiri—seperti memasak, membersihkan rumah, dan merawat anggota keluarga tanpa bayaran—berada di luar batas produksi utama. Pengecualian tersebut dibuat antara lain karena kesulitan penilaian dan agar ukuran produksi tetap dapat dibandingkan, tetapi menyebabkan sebagian kegiatan ekonomi dan sosial tidak tercermin dalam PDB.
Kegiatan yang tidak teramati secara langsung, termasuk sebagian ekonomi informal, kegiatan ilegal yang berupa transaksi suka sama suka, serta produksi tersembunyi untuk menghindari pajak atau aturan, secara konseptual tetap berada dalam batas produksi apabila memenuhi definisi produksi. Dalam praktiknya, kegiatan tersebut memerlukan metode estimasi tidak langsung.[8]
Harga dan penilaian
Transaksi dan stok umumnya dinilai pada harga yang berlaku ketika transaksi terjadi atau pada tanggal neraca. Beberapa konsep harga yang digunakan adalah:[1]
- harga dasar, yaitu jumlah yang diterima produsen, tidak termasuk pajak atas produk tetapi termasuk subsidi atas produk;
- harga produsen, yaitu harga yang diterima produsen, termasuk pajak tertentu atas produk;
- harga pembeli, yaitu jumlah yang dibayar pembeli, termasuk pajak dan margin perdagangan serta pengangkutan yang terkait;
- harga pasar, yaitu dasar penilaian agregat seperti PDB.
Aset dan kewajiban pada neraca dinilai menggunakan harga atau nilai kini, bukan semata-mata biaya historis. Konsumsi modal tetap juga dihitung berdasarkan penurunan nilai ekonomi aset pada harga kini dan berbeda dari penyusutan menurut aturan pajak atau laporan keuangan perusahaan.
Waktu pencatatan dan prinsip akrual
Transaksi dicatat dengan dasar akrual, yakni pada saat nilai ekonomi diciptakan, dialihkan, diubah, atau dihapus, bukan hanya ketika uang tunai dibayarkan. Upah, bunga, pajak, dan transaksi lain karena itu dicatat pada periode ketika hak dan kewajiban ekonominya timbul.[1]
Pencatatan berpasangan dan empat sisi
Setiap transaksi dicatat dua kali dalam akun suatu unit, sebagai sumber daya dan penggunaan atau sebagai perubahan aset dan kewajiban. Karena transaksi antara dua unit dicatat dari sudut pandang kedua pihak, sistem secara keseluruhan menghasilkan pencatatan empat sisi atau quadruple-entry accounting. Misalnya, pembayaran upah dicatat sebagai biaya dan utang atau pembayaran oleh pemberi kerja, sekaligus sebagai pendapatan dan penerimaan oleh pekerja.
Prinsip ini membantu menjaga konsistensi antara produksi, pendapatan, pengeluaran, tabungan, investasi, dan pembiayaan. Namun, karena data nyata berasal dari sumber yang berbeda, hasil awal sering tidak seimbang dan harus direkonsiliasi melalui proses penyelarasan statistik.
Urutan akun
SNA menyusun transaksi dan perubahan posisi keuangan dalam suatu urutan akun yang saling terhubung. Setiap akun memiliki pos penyeimbang yang menjadi masukan bagi akun berikutnya.[1][9]
| Kelompok akun | Isi utama | Pos penyeimbang utama |
|---|---|---|
| Akun produksi | Produksi barang dan jasa serta konsumsi antara | Nilai tambah bruto atau neto |
| Akun pembentukan pendapatan | Pembagian nilai tambah kepada tenaga kerja, pemerintah, dan pemilik modal | Surplus usaha atau pendapatan campuran |
| Akun alokasi pendapatan primer | Pendapatan tenaga kerja, pajak dan subsidi, bunga, dividen, sewa, dan pendapatan properti lainnya | Pendapatan primer atau pendapatan nasional |
| Akun distribusi sekunder pendapatan | Pajak penghasilan, kontribusi dan manfaat sosial, serta transfer berjalan lainnya | Pendapatan disposabel |
| Akun redistribusi pendapatan dalam bentuk natura | Transfer sosial dalam bentuk barang dan jasa, seperti pendidikan dan kesehatan pemerintah | Pendapatan disposabel tersesuaikan |
| Akun penggunaan pendapatan | Konsumsi akhir dan pendapatan disposabel | Tabungan |
| Akun modal | Pembentukan modal, transfer modal, serta perolehan dan pelepasan aset nonkeuangan | Pinjaman neto atau kebutuhan pembiayaan neto |
| Akun keuangan | Perolehan aset keuangan dan timbulnya kewajiban | Pinjaman neto atau kebutuhan pembiayaan neto |
| Akun perubahan lain dalam aset | Revaluasi dan perubahan volume aset yang bukan transaksi | Perubahan kekayaan neto |
| Neraca posisi | Stok aset nonkeuangan, aset keuangan, dan kewajiban | Kekayaan neto |
SNA 2025 mengubah beberapa penamaan dan memperluas penjelasan akun, tetapi mempertahankan hubungan dasar antara produksi, pendapatan, konsumsi, akumulasi, dan neraca yang terdapat dalam SNA 2008.
Agregat utama
Produk domestik bruto
Produk domestik bruto adalah nilai produksi akhir yang dihasilkan oleh unit-unit residen di dalam wilayah ekonomi selama suatu periode. PDB dapat dihitung melalui tiga pendekatan yang secara konseptual menghasilkan nilai yang sama.[5][10]
Pendekatan produksi
Pendekatan produksi menjumlahkan nilai tambah bruto seluruh produsen residen, kemudian menambahkan pajak atas produk dan mengurangi subsidi atas produk:
Nilai tambah bruto adalah nilai keluaran dikurangi konsumsi antara. Pengurangan konsumsi antara mencegah penghitungan ganda atas barang dan jasa yang digunakan dalam proses produksi.
Pendekatan pengeluaran
Pendekatan pengeluaran menjumlahkan pengeluaran akhir atas barang dan jasa domestik:
dengan:
- = konsumsi akhir rumah tangga dan lembaga nonprofit yang melayani rumah tangga;
- = konsumsi akhir pemerintah;
- = pembentukan modal bruto, termasuk pembentukan modal tetap, perubahan inventori, dan perolehan dikurangi pelepasan barang berharga;
- = ekspor barang dan jasa; dan
- = impor barang dan jasa.
Impor dikurangkan karena komponen konsumsi, investasi, dan ekspor dapat memuat barang atau jasa yang diproduksi di luar wilayah ekonomi.
Pendekatan pendapatan
Pendekatan pendapatan menjumlahkan pendapatan yang dihasilkan dalam proses produksi:
Pendapatan campuran digunakan untuk usaha rumah tangga tidak berbadan hukum karena imbalan tenaga kerja pemilik tidak selalu dapat dipisahkan dari keuntungan usahanya.
Secara teori, ketiga pendekatan sama karena nilai produksi akhir menjadi pendapatan bagi pemilik faktor produksi dan sekaligus sama dengan pengeluaran pengguna akhir. Dalam praktiknya, perbedaan sumber dan waktu pencatatan dapat menimbulkan diskrepansi statistik.
Domestik dan nasional
PDB mengukur produksi di wilayah ekonomi, sedangkan pendapatan nasional bruto mengukur pendapatan primer yang diterima unit residen. Hubungannya adalah:
Pendapatan primer neto mencakup antara lain kompensasi pekerja dan pendapatan properti yang diterima dari luar negeri dikurangi pembayaran kepada nonresiden.[11]
Pendapatan nasional disposabel bruto diperoleh setelah menambahkan transfer berjalan neto dari luar negeri kepada PNB. Agregat ini menunjukkan sumber daya yang tersedia bagi residen untuk konsumsi akhir dan tabungan.
Bruto dan neto
Agregat bruto belum dikurangi konsumsi modal tetap, sedangkan agregat neto telah dikurangi penurunan nilai aset tetap yang digunakan dalam produksi. Dengan demikian:
Ukuran neto lebih dekat pada pendapatan yang dapat dipertahankan tanpa mengurangi stok modal produktif, tetapi konsumsi modal tetap lebih sulit diestimasi daripada nilai bruto.
SNA 2025 meningkatkan penekanan pada ukuran neto dan memperlakukan deplesi sumber daya alam sebagai biaya produksi dalam penghitungan ukuran neto tertentu. Perubahan ini dimaksudkan untuk membantu analisis keberlanjutan ekonomi.[12]
Tabungan, investasi, dan pembiayaan
Tabungan adalah bagian pendapatan disposabel yang tidak digunakan untuk konsumsi akhir. Setelah memperhitungkan transfer modal dan perolehan aset nonkeuangan, akun modal menghasilkan pinjaman neto apabila sektor menyediakan dana kepada sektor lain atau kebutuhan pembiayaan neto apabila sektor memerlukan dana.
Pos penyeimbang akun modal secara konseptual sama dengan hasil akun keuangan, yaitu perubahan aset keuangan dikurangi perubahan kewajiban. Perbedaan antara keduanya dalam data terbitan biasanya menunjukkan diskrepansi statistik.
Kekayaan neto
Kekayaan neto adalah nilai seluruh aset ekonomi dikurangi seluruh kewajiban pada suatu tanggal:
Untuk perekonomian secara keseluruhan, klaim keuangan antarunit residen saling meniadakan. Kekayaan neto nasional karena itu terutama terdiri atas aset nonkeuangan dan posisi aset keuangan neto terhadap luar negeri.
Harga berlaku dan ukuran volume
Akun dapat disajikan pada harga berlaku atau dalam ukuran volume. Nilai harga berlaku mencerminkan perubahan jumlah dan harga, sedangkan ukuran volume berusaha menghilangkan pengaruh perubahan harga untuk menunjukkan perubahan kuantitas produksi atau pengeluaran.
PDB nominal adalah PDB pada harga berlaku. PDB riil adalah ukuran volume PDB yang dapat dihitung menggunakan harga tahun dasar tetap atau indeks berantai. Perbandingan antara nilai nominal dan volume menghasilkan indeks harga implisit atau deflator PDB.
Penggantian tahun dasar atau rebasing dilakukan agar struktur bobot mencerminkan keadaan ekonomi yang lebih mutakhir. Dalam sistem indeks berantai, bobot diperbarui lebih sering sehingga mengurangi distorsi ketika harga dan pola produksi berubah secara besar. Namun, nilai berantai dapat kehilangan sifat aditif, sehingga komponen rinci tidak selalu menjumlah tepat menjadi total.[3]
Tabel penawaran dan penggunaan
Tabel penawaran dan penggunaan atau supply and use tables (SUT) menghubungkan produk dengan industri dan memperlihatkan bagaimana barang serta jasa disediakan dan digunakan. Tabel penawaran mencatat produksi domestik dan impor, sedangkan tabel penggunaan mencatat konsumsi antara, konsumsi akhir, pembentukan modal, dan ekspor.
Kerangka tersebut didasarkan pada dua identitas:
dan:
SUT digunakan untuk merekonsiliasi estimasi PDB dari pendekatan produksi dan pengeluaran. Setelah diseimbangkan, tabel tersebut dapat diubah menjadi tabel masukan-keluaran yang menunjukkan hubungan antarlapangan usaha dan digunakan dalam analisis pengganda, rantai pasok, produktivitas, serta dampak kebijakan.[13]
Penyusunan dan sumber data
Neraca nasional tidak diperoleh dari satu survei. Penyusunnya mengintegrasikan berbagai sumber data, antara lain:
- sensus ekonomi dan sensus penduduk;
- survei perusahaan, rumah tangga, harga, tenaga kerja, dan perdagangan;
- laporan keuangan dan laporan pengawasan lembaga keuangan;
- data perpajakan, kepabeanan, anggaran, dan administrasi pemerintah;
- statistik produksi pertanian, pertambangan, industri, energi, dan jasa;
- data perdagangan internasional dan neraca pembayaran;
- registrasi bisnis, perizinan, jaminan sosial, dan sumber data administratif lainnya.
Data tersebut sering menggunakan konsep, cakupan, periode, dan klasifikasi yang berbeda. Penyusun neraca nasional melakukan penyesuaian untuk cakupan yang tidak lengkap, ekonomi informal, perubahan inventori, konsumsi modal tetap, jasa perantara keuangan yang diukur secara tidak langsung, produksi nonpasar, dan transaksi yang tidak memiliki harga pasar langsung.[14]
Estimasi awal biasanya bergantung pada data berfrekuensi tinggi dan indikator sementara. Ketika data tahunan, sensus, atau tabel penawaran dan penggunaan tersedia, angka dapat direvisi. Revisi tidak selalu menandakan kesalahan; revisi merupakan bagian dari proses untuk meningkatkan kelengkapan, konsistensi, metode, klasifikasi, dan tahun dasar.
Banyak negara menerbitkan neraca nasional secara triwulanan dan tahunan. Data triwulanan lebih cepat tetapi kurang rinci, sedangkan data tahunan menyediakan cakupan dan integrasi yang lebih lengkap.
Sejarah
Upaya memperkirakan pendapatan dan kekayaan suatu negara telah dilakukan sejak abad ke-17. Perkembangan akuntansi nasional modern terutama berlangsung pada dekade 1930-an dan 1940-an, ketika Depresi Besar meningkatkan kebutuhan akan ukuran kegiatan ekonomi yang sistematis dan Perang Dunia II memerlukan perencanaan produksi serta penggunaan sumber daya.[15]
Di Amerika Serikat, Simon Kuznets dan timnya menyusun estimasi resmi pendapatan nasional untuk 1929–1932 yang disampaikan kepada Kongres pada 1934. Estimasi produk nasional bruto tahunan kemudian dikembangkan untuk membantu perencanaan ekonomi masa perang.[16] Di Britania Raya, James Meade dan Richard Stone menghasilkan neraca nasional pertama pada 1941.[17]
Stone mengembangkan sistem akun yang konsisten dan dapat digunakan lintas negara. Atas kontribusinya terhadap pengembangan sistem neraca nasional, ia menerima Penghargaan Nobel Memorial dalam Ilmu Ekonomi pada 1984.[18]
Perserikatan Bangsa-Bangsa menerbitkan standar internasional pertama pada 1953. Kerangka tersebut kemudian mengalami revisi dan perluasan, terutama melalui SNA 1968, SNA 1993, SNA 2008, dan SNA 2025. SNA 1968 memperluas peran tabel masukan-keluaran, neraca posisi, dan ukuran harga konstan. SNA 1993 meningkatkan harmonisasi dengan standar statistik internasional lain, sedangkan SNA 2008 memperbarui perlakuan terhadap penelitian dan pengembangan, sistem persenjataan, aset, pensiun, globalisasi, dan sektor keuangan.[19]
Pada Maret 2025, Komisi Statistik PBB mengadopsi SNA 2025 sebagai edisi keenam. Edisi ini disusun bersama oleh PBB, Komisi Eropa, Dana Moneter Internasional, Organisasi Kerja Sama dan Pembangunan Ekonomi, dan Bank Dunia.[4]
Sistem Neraca Nasional 2025
SNA 2025 mempertahankan prinsip dasar SNA 2008, tetapi memperbarui pencatatan untuk perubahan ekonomi dan kebutuhan kebijakan. Perubahan penting meliputi:[4][12][5]
- pengakuan data tertentu sebagai aset yang diproduksi;
- penyajian yang lebih rinci mengenai kecerdasan buatan, komputasi awan, platform digital, perdagangan elektronik, dan produk digital;
- klasifikasi baru atau penjelasan tambahan untuk aset kripto dan instrumen keuangan;
- pengukuran yang lebih baik atas perusahaan multinasional, produksi global, dan rantai nilai lintas negara;
- pengakuan deplesi sumber daya alam dalam ukuran neto dan pemisahan sumber daya alam sebagai kelas aset;
- penjelasan mengenai keuangan Islam dan ekonomi informal;
- pengembangan akun distribusi rumah tangga, kesejahteraan, tenaga kerja, dan keberlanjutan;
- peningkatan rincian aset dan kewajiban untuk menganalisis risiko serta kerentanan keuangan;
- penyelarasan dengan edisi ketujuh manual neraca pembayaran dan posisi investasi internasional.
Perubahan konseptual tidak selalu langsung tampak dalam statistik resmi. Negara perlu mengembangkan sumber data, sistem teknologi, klasifikasi, rangkaian waktu, serta strategi komunikasi sebelum menerapkan standar baru. Organisasi internasional menargetkan dukungan transisi secara luas menuju akhir dekade 2020-an.[12]
Akuntansi nasional di Indonesia
Di Indonesia, penyusunan PDB dan produk domestik regional bruto (PDRB) terutama dilakukan oleh Badan Pusat Statistik (BPS). BPS juga menyusun tabel penawaran dan penggunaan, tabel masukan-keluaran, neraca institusi dan sektor tertentu, serta sistem neraca sosial ekonomi. Data moneter, keuangan, dan neraca pembayaran yang disusun Bank Indonesia menjadi bagian penting dari sumber dan kerangka statistik makroekonomi.
BPS mengubah tahun dasar PDB dari 2000 menjadi 2010 dan menerapkan sejumlah rekomendasi SNA 2008 mulai rilis PDB pada Februari 2015. Perubahan tersebut menggunakan SUT 2010 sebagai kerangka acuan untuk menyelaraskan pendekatan produksi, pengeluaran, dan pendapatan serta memperluas cakupan kegiatan ekonomi.[20]
Dalam pendekatan produksi, PDB dan PDRB Indonesia tahun dasar 2010 dikelompokkan ke dalam 17 kategori lapangan usaha berdasarkan Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia 2009. Dalam pendekatan pengeluaran, komponen utamanya meliputi konsumsi rumah tangga, konsumsi lembaga nonprofit yang melayani rumah tangga, konsumsi pemerintah, pembentukan modal tetap bruto, perubahan inventori, ekspor, dan impor.
Publikasi BPS yang terbit pada 2026 untuk seri 2021–2025 masih menyajikan PDB dan PDRB atas dasar harga berlaku serta harga konstan 2010 dengan konsep SNA 2008.[21][22] Penerapan SNA 2025 memerlukan proses persiapan dan tidak dengan sendirinya menggantikan seri statistik nasional pada saat standar internasional tersebut diadopsi.
Sistem Neraca Sosial Ekonomi (SNSE), yang secara internasional dikenal sebagai matriks akuntansi sosial, memperluas kerangka neraca nasional dengan menghubungkan produksi, faktor produksi, sektor institusional, distribusi pendapatan rumah tangga, konsumsi, tabungan, dan investasi dalam sebuah matriks.[23]
Kegunaan
Neraca nasional digunakan oleh pemerintah, bank sentral, lembaga internasional, perusahaan, peneliti, dan masyarakat. Penggunaannya meliputi:
- mengamati pertumbuhan, resesi, inflasi implisit, produktivitas, dan perubahan struktur ekonomi;
- memperkirakan penerimaan pajak, kebutuhan anggaran, serta keberlanjutan fiskal;
- menilai konsumsi, tabungan, investasi, dan posisi pembiayaan tiap sektor;
- menyusun kebijakan suku bunga dan proyeksi ekonomi;
- membandingkan ukuran ekonomi melalui PDB per kapita, paritas daya beli, atau rasio terhadap PDB;
- menganalisis dampak perubahan permintaan, perdagangan, dan rantai pasok menggunakan tabel masukan-keluaran;
- mengukur utang, defisit, investasi, perdagangan, emisi, atau indikator lain secara konsisten terhadap ukuran ekonomi;
- menjadi kerangka penghubung bagi statistik pemerintah, neraca pembayaran, statistik moneter, dan statistik keuangan.
SNA tidak menentukan kebijakan yang harus diambil. Kerangka ini menyediakan bahasa statistik bersama agar data dari berbagai sektor dan negara dapat dibandingkan serta dianalisis secara konsisten.
Keterbatasan
Bukan ukuran menyeluruh kesejahteraan
PDB mengukur produksi, bukan seluruh dimensi kesejahteraan manusia. Kenaikan PDB tidak dengan sendirinya menunjukkan perbaikan distribusi pendapatan, kesehatan, pendidikan, keamanan, waktu luang, kualitas lingkungan, atau kepuasan hidup. OECD karena itu menegaskan bahwa PDB berguna sebagai ukuran produksi, tetapi bukan ukuran lengkap kemajuan masyarakat atau kesejahteraan.[5]
Kegiatan tertentu dapat meningkatkan PDB meskipun berkaitan dengan kerusakan atau biaya sosial, misalnya pengeluaran untuk memulihkan kerusakan akibat bencana. Sebaliknya, pekerjaan rumah tangga tanpa bayaran dan banyak kegiatan sukarela menghasilkan manfaat tetapi tidak masuk ke dalam batas produksi utama.
Distribusi tidak terlihat dalam agregat
Agregat nasional dapat meningkat ketika manfaatnya terkonsentrasi pada sebagian kecil penduduk. Akun sektor rumah tangga tradisional menyajikan rumah tangga sebagai satu sektor agregat sehingga tidak langsung menunjukkan perbedaan menurut kelompok pendapatan, usia, wilayah, atau karakteristik lain.
Untuk mengatasi hal tersebut, dikembangkan akun distribusi rumah tangga yang menghubungkan total neraca nasional dengan data mikro mengenai pendapatan, konsumsi, tabungan, dan kekayaan. SNA 2025 memberi perhatian lebih besar pada pengukuran distribusi dan kesejahteraan.
Kesulitan pengukuran
Beberapa kegiatan sulit diukur karena tidak memiliki harga pasar atau data langsung. Contohnya meliputi jasa pemerintah, jasa perbankan tidak langsung, ekonomi digital gratis, aset tidak berwujud, perubahan mutu, ekonomi informal, transaksi lintas perusahaan multinasional, dan konsumsi modal tetap.
Perekonomian yang berubah cepat juga dapat membuat klasifikasi dan tahun dasar menjadi kurang representatif. Oleh karena itu, statistik neraca nasional bersifat estimasi dan dapat mengalami revisi.
Lingkungan dan keberlanjutan
PDB bruto tidak mengurangi penyusutan aset tetap maupun deplesi sebagian sumber daya alam. Produksi yang meningkatkan PDB dapat disertai penurunan kekayaan alam atau kerusakan ekosistem. Pengukuran lingkungan dikembangkan melalui Sistem Akuntansi Lingkungan-Ekonomi atau System of Environmental-Economic Accounting (SEEA), akun ekosistem, dan ukuran produk domestik neto yang diperluas.[24]
SNA 2025 memperkuat hubungan antara neraca nasional, sumber daya alam, ukuran neto, kesejahteraan, dan keberlanjutan, tetapi tidak menjadikan PDB sebagai ukuran tunggal seluruh aspek tersebut.
Akun satelit dan perluasan
Akun satelit menggunakan konsep dasar neraca nasional tetapi memberikan rincian atau cakupan tambahan untuk bidang tertentu tanpa membebani kerangka inti. Akun satelit dapat mencakup:
- pariwisata;
- kesehatan;
- pendidikan;
- kebudayaan dan ekonomi kreatif;
- ekonomi digital;
- tenaga kerja;
- rumah tangga dan pekerjaan tidak berbayar;
- lingkungan, energi, emisi, dan sumber daya alam;
- organisasi nonprofit;
- penelitian dan pengembangan.
Akun satelit memungkinkan penggunaan klasifikasi, indikator fisik, atau batas analisis yang lebih luas, sambil tetap mempertahankan hubungan dengan agregat seperti PDB, pendapatan, konsumsi, dan investasi.
Perbedaan dengan akuntansi perusahaan
| Aspek | Akuntansi nasional | Akuntansi perusahaan |
|---|---|---|
| Objek | Perekonomian, sektor institusional, industri, dan hubungan dengan luar negeri | Satu badan hukum atau kelompok usaha |
| Tujuan utama | Statistik makroekonomi dan analisis kebijakan | Pelaporan posisi keuangan, kinerja, dan arus kas entitas |
| Dasar unit | Residensi dan fungsi ekonomi | Kepemilikan serta batas hukum entitas |
| Penilaian | Harga dan nilai kini menurut konsep ekonomi | Mengikuti standar akuntansi; dapat menggunakan biaya historis atau dasar lain |
| Pencatatan | Berpasangan pada setiap unit dan empat sisi untuk transaksi antarpihak | Pencatatan berpasangan dalam satu entitas |
| Pendapatan dan produksi | Mencakup produksi pasar dan nonpasar dalam batas produksi | Terutama pendapatan dan beban entitas pelapor |
| Hasil utama | PDB, PNB, pendapatan disposabel, tabungan, investasi, pinjaman neto, dan kekayaan neto | Laporan posisi keuangan, laba rugi, perubahan ekuitas, dan arus kas |
Data laporan keuangan perusahaan merupakan salah satu sumber bagi neraca nasional. Namun, data tersebut harus disesuaikan karena perbedaan konsolidasi, waktu pencatatan, klasifikasi, keuntungan kepemilikan, penyusutan, dan penilaian aset.
Lihat pula
- Produk domestik bruto
- Pendapatan nasional bruto
- Pendapatan nasional
- Produk domestik regional bruto
- Sistem Akuntansi Lingkungan-Ekonomi
- Matriks akuntansi sosial
- Analisis masukan-keluaran
- Neraca pembayaran
- Akuntansi pemerintahan
- Statistik resmi
- Ekonomi makro
Referensi
- ^ a b c d e System of National Accounts 2025 (PDF) (Report) (dalam bahasa Inggris). United Nations, European Commission, International Monetary Fund, Organisation for Economic Co-operation and Development, dan World Bank. 2025. Diakses tanggal 4 Agustus 2026.
- ^ a b "The System of National Accounts" (dalam bahasa Inggris). United Nations Statistics Division. Diakses tanggal 4 Agustus 2026.
- ^ a b c Lequiller, François; Blades, Derek (2014). Understanding National Accounts (Edisi 2). Paris: OECD Publishing. doi:10.1787/9789264214637-en. ISBN 9789264214620.
- ^ a b c "System of National Accounts 2025" (dalam bahasa Inggris). United Nations Statistics Division. Diakses tanggal 4 Agustus 2026.
- ^ a b c d "Annual National Accounts: Frequently Asked Questions" (dalam bahasa Inggris). Organisation for Economic Co-operation and Development. 18 Mei 2026. Diakses tanggal 4 Agustus 2026.
- ^ "Information on data—Institutional sector accounts" (dalam bahasa Inggris). Eurostat. Diakses tanggal 4 Agustus 2026.
- ^ System of National Accounts 2008 (PDF) (Report) (dalam bahasa Inggris). European Commission, International Monetary Fund, Organisation for Economic Co-operation and Development, United Nations, dan World Bank. 2009. Diakses tanggal 4 Agustus 2026.
- ^ Measuring the Non-Observed Economy: A Handbook (PDF). OECD, International Monetary Fund, International Labour Organization, dan CIS-STAT. 2002. ISBN 9789264197459.
- ^ "Sequence of accounts by institutional sector" (dalam bahasa Inggris). Eurostat. Diakses tanggal 4 Agustus 2026.
- ^ Callen, Tim. "Gross Domestic Product: An Economy's All" (dalam bahasa Inggris). International Monetary Fund. Diakses tanggal 4 Agustus 2026.
- ^ "Gross national income" (dalam bahasa Inggris). Organisation for Economic Co-operation and Development. Diakses tanggal 4 Agustus 2026.
- ^ a b c Klyuev, Vladimir; Tebrake, James (31 Juli 2025). "New Standards for Economic Data Aim to Sharpen View of Global Economy" (dalam bahasa Inggris). International Monetary Fund. Diakses tanggal 4 Agustus 2026.
- ^ "Handbook on Supply, Use and Input-Output Tables with Extensions and Applications" (PDF) (dalam bahasa Inggris). United Nations Statistics Division. 2018. Diakses tanggal 4 Agustus 2026.
- ^ "National Accounts Statistics" (dalam bahasa Inggris). International Monetary Fund. Diakses tanggal 4 Agustus 2026.
- ^ Vanoli, André (2005). A History of National Accounting. Amsterdam: IOS Press. ISBN 9781586034696.
- ^ "GDP and the National Accounts: One of the Great Inventions of the 20th Century" (dalam bahasa Inggris). U.S. Bureau of Economic Analysis. 9 April 2012. Diakses tanggal 4 Agustus 2026.
- ^ "Fifty years of the preliminary estimate of UK GDP" (dalam bahasa Inggris). Office for National Statistics. 18 Agustus 2022. Diakses tanggal 4 Agustus 2026.
- ^ "Richard Stone—Facts" (dalam bahasa Inggris). Nobel Prize Outreach. Diakses tanggal 4 Agustus 2026.
- ^ "Historic Versions of the System of National Accounts" (dalam bahasa Inggris). United Nations Statistics Division. Diakses tanggal 4 Agustus 2026.
- ^ "Perubahan Tahun Dasar PDB Indonesia Berbasis SNA 2008". Badan Pusat Statistik. 31 Desember 2014. Diakses tanggal 4 Agustus 2026.
- ^ "Produk Domestik Bruto Indonesia Menurut Pengeluaran 2021–2025". Badan Pusat Statistik. 29 Mei 2026. Diakses tanggal 4 Agustus 2026.
- ^ "Produk Domestik Regional Bruto Provinsi-Provinsi di Indonesia Menurut Lapangan Usaha 2021–2025". Badan Pusat Statistik. 13 April 2026. Diakses tanggal 4 Agustus 2026.
- ^ "Sistem Neraca Sosial Ekonomi Indonesia 1976–2008". Badan Pusat Statistik. 7 November 2011. Diakses tanggal 4 Agustus 2026.
- ^ "System of Environmental-Economic Accounting" (dalam bahasa Inggris). United Nations. Diakses tanggal 4 Agustus 2026.
Bacaan lebih lanjut
- Lequiller, François; Blades, Derek (2014). Understanding National Accounts (Edisi 2). Paris: OECD Publishing. doi:10.1787/9789264214637-en. ISBN 9789264214620.
- System of National Accounts 2008 (PDF) (Report). European Commission, International Monetary Fund, Organisation for Economic Co-operation and Development, United Nations, dan World Bank. 2009. ISBN 9789211615227.
- System of National Accounts 2025 (PDF) (Report). United Nations, European Commission, International Monetary Fund, Organisation for Economic Co-operation and Development, dan World Bank. 2025.
- Stone, Richard (1984). The Accounts of Society (PDF). Nobel Foundation.
- Vanoli, André (2005). A History of National Accounting. Amsterdam: IOS Press. ISBN 9781586034696.
Pranala luar
Content Disclaimer
Informasi ini disarikan dari Wikipedia dan disajikan kembali untuk tujuan edukasi. Konten tersedia di bawah lisensi CC BY-SA 3.0. Kami tidak bertanggung jawab atas ketidakakuratan data yang bersumber dari kontribusi publik tersebut.
- The information displayed on this website is sourced in part or in whole from Wikipedia and has been adapted for the purpose of restating it. We strive to provide accurate and relevant information, however:
- There is no guarantee of absolute accuracy. Wikipedia is an open, collaborative project that can be edited by anyone, so information is subject to change.
- It is not intended to constitute professional advice. The content displayed is for informational and educational purposes only. For important decisions (e.g., medical, legal, or financial), please consult a professional.
- Content copyright. Wikipedia is licensed under the Creative Commons Attribution-ShareAlike License (CC BY-SA). This means that content may be reused with appropriate attribution and shared under a similar license.
- Responsible use. Any risk arising from the use of information from this website is entirely the responsibility of the user.