Anggrek Bulan Raksasa

Anggrek Bulan Raksasa
Wujud bunga Phalaenopsis gigantea
Klasifikasi ilmiah Sunting klasifikasi ini
Kerajaan: Plantae
Klad: Tracheophyta
Klad: Angiospermae
Klad: Monokotil
Ordo: Asparagales
Famili: Orchidaceae
Subfamili: Epidendroideae
Genus: Phalaenopsis
Spesies:
P. gigantea
Nama binomial
Phalaenopsis gigantea
Persebaran Phalaenopsis gigantea berada di kalimantan
Sinonim[1]

Anggrek Bulan Raksasa adalah spesies anggrek endemik pulau Borneo dan pertama kali dideskripsikan pada tahun 1909. Julukan spesifik gigantea mengacu pada daunnya yang besar dan berdaging, yang dapat tumbuh hingga lebih dari 60 cm panjangnya pada tanaman dewasa. Spesies ini adalah anggrek bulan alami terbesar yang pernah diketahui. [2]

Deskripsi

Wujud tanaman dewasa secara utuh pada musim berbunga
  • Batangnya sangat pendek, Monopodial, dengan 5-6 daun besar berwarna hijau keperakan, tipe daun menggantung, bisa sampai panjang lebih dari 60 cm (20 inchi) dan lebar 22,5 cm (8,9 inchi) [3]
  • Bunganya berukuran sekitar 5 - 6,5 cm, latar belakang krem dengan bintik-bintik merah-coklat yang menonjol, dan berbagai tingkat warna hijau di sekitar kolom, memiliki tekstur lilin.
  • Tanaman dewasa berukuran besar, mampu menghasilkan ratusan bunga pada perbungaan yang menggantung, dan bercabang hingga panjang mencapai 40 sentimeter.
  • Bunga-bunganya memiliki aroma harum dan manis seperti aroma jeruk.
  • Bunga bisa bertahan selama berbulan-bulan.
  • tangkai pada perbungaan dapat memekarkan bunga kembali melewati antar musim.[4]

Taksonomi

Spesies ini merupakan anggota yang memiliki karakteristik warna dan bentuk bunga yang sama dengan 3 spesies lain. meliputi Phalaenopsis kapuasensis, Phalaenopsis rundumensis dan Phalaenopsis doweryensis. [5]

Pada spesies yang memiliki warna latar bunga kuning ke-emasan, dikenal sebagai Phal. gigantea var, aurea.

Teknik Perawatan

  • Jenis ini termasuk ke dalam anggrek yang tumbuh di iklim hangat hingga iklim panas. serta membutuhkan pencahayaan yang lebih terang, namun tidak membakar daunnya.[4]
  • Spesies ini membutuhkan waktu lebih lama untuk mencapai usia dewasa apabila merawat bibit dari usia anakan (seedling). lebih lama dibandingkan phalaenopsis lainnya.
  • Apabila air sering terperangkap disela-sela daun selepas penyiraman, maka pangkal daun mudah mengalami pembusukan.[6]
  • Usahakan pot berada pada kondisi kering usai melakukan penyiraman, ini bertujuan agar tidak terjadi pembusukan pada akar, menjaga kelembapan, dan sirkulasi udara tetap lancar. Selain itu, berfungsi agar anggrek ini tetap sehat. mengingat spesies ini sensitif terhadap gangguan di sistem perakarannya untuk menompang daunnya agar tetap terhidrasi.
  • Ada keyakinan lama terkait bahwa anggrek ini membutuhkan waktu 8 hingga 12 tahun dari bibit anakan untuk mencapai ukuran fase berbunga, tetapi dapat terjadi pengecualian pada lingkungan ideal dengan nutrisi teratur, yang di mana bibit anakan (seedling) berusia 4 tahun sudah dapat langsung berbunga.

Peran dalam Hortikultura

Tanaman ini telah lama digunakan sebagai bahan indukan persilangan. Sifat berupa ukuran bunga yang besar dan tipe perbungaan yang menggantung, merupakan sifat unggul dalam persilangan dengan hibrida kompleks bersifat tetraploid.

Dua pola warna penting yang dihasilkan oleh spesies ini bagi persilangan dalam dunia hortikultura:

  1. Pola cokelat pucat tanpa warna merah dengan warna dasar kuning
  2. Pola cokelat-merah dengan warna dasar kuning.

Pada tahun 2026, sebanyak 342 hibrida F1, baik intergenerik maupun interspesies kompleks, tercatat dan terdaftar secara resmi oleh RHS (Royal Horticultural Society) [7]

Referensi

  1. ^ a b "Phalaenopsis gigantea J.J.Sm". Plants of the World Online (dalam bahasa Inggris). Royal Botanic Gardens, Kew. Diakses tanggal 11 June 2022.
  2. ^ Peter Lin, Phalaenopsis Gigantea: Giant of the Genus Diarsipkan 2011-01-04 di Wayback Machine. IPA Journal - Phalaenopsis - Winter 2003 issue
  3. ^ anonymous (February 6, 2012). "The Largest Orchid Leaf in the World". Diakses tanggal October 26, 2014.
  4. ^ a b "IOSPE PHOTOS". www.orchidspecies.com. Diakses tanggal 2026-07-04.
  5. ^ Metusala, Destario; O’Byrne, Peter (2017-09-25). "Phalaenopsis kapuasensis (ORCHIDACEAE), A NEW SPECIES FROM KALIMANTAN, INDONESIAN BORNEO". Pro-Life (dalam bahasa Inggris). 4 (3): 386–391. doi:10.33541/pro-life.v4i3.434. ISSN 2579-7557.
  6. ^ "Phalaenopsis, The Genus - Beginner's Handbook, XXIII - American Orchid Society". www.aos.orgorchid-care. Diakses tanggal 2026-07-04.
  7. ^ "Phalaenopsis gigantea - Orchidex". orchidex.org (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2026-07-04.

Tautan eksternal

Content Disclaimer

Informasi ini disarikan dari Wikipedia dan disajikan kembali untuk tujuan edukasi. Konten tersedia di bawah lisensi CC BY-SA 3.0. Kami tidak bertanggung jawab atas ketidakakuratan data yang bersumber dari kontribusi publik tersebut.

  1. The information displayed on this website is sourced in part or in whole from Wikipedia and has been adapted for the purpose of restating it. We strive to provide accurate and relevant information, however:
  2. There is no guarantee of absolute accuracy. Wikipedia is an open, collaborative project that can be edited by anyone, so information is subject to change.
  3. It is not intended to constitute professional advice. The content displayed is for informational and educational purposes only. For important decisions (e.g., medical, legal, or financial), please consult a professional.
  4. Content copyright. Wikipedia is licensed under the Creative Commons Attribution-ShareAlike License (CC BY-SA). This means that content may be reused with appropriate attribution and shared under a similar license.
  5. Responsible use. Any risk arising from the use of information from this website is entirely the responsibility of the user.
Kembali kehalaman sebelumnya