Artemisia afra
| Artemisia afra | |
|---|---|
| Klasifikasi ilmiah | |
| Kerajaan: | Plantae |
| Klad: | Tracheophyta |
| Klad: | Angiospermae |
| Klad: | Eudikotil |
| Klad: | Asteridae |
| Ordo: | Asterales |
| Famili: | Asteraceae |
| Genus: | Artemisia |
| Spesies: | A. afra
|
| Nama binomial | |
| Artemisia afra | |
| Sinonim[1] | |
| |
Artemisia afra merupakan salah satu spesies yang paling umum dari genus Artemisia di benua Afrika. Tanaman ini memiliki persebaran yang luas, mulai dari wilayah selatan Afrika hingga ke bagian timur dan utara benua tersebut, mencapai sejauh Etiopia di ujung utara jangkauannya.[2]
Deskripsi
Artemisia afra merupakan tanaman yang tumbuh membentuk rumpun dengan batang berkayu dan bergerigi, yang tingginya dapat mencapai antara 0,5 hingga 2 meter. Daunnya berwarna hijau tua, bertekstur lembut, dan memiliki bentuk menyerupai daun pakis, sementara bagian bawahnya berwarna hijau muda dan tertutup lapisan bulu halus berwarna putih. Dari batang utamanya, muncul cabang-cabang samping berukuran lebih kecil. Tanaman ini berbunga pada akhir musim panas, menghasilkan banyak braktea bunga berwarna kuning mentega dengan diameter sekitar 3 hingga 5 milimeter. Seluruh bagian tanaman mengeluarkan aroma tajam bercampur manis ketika diremas atau terluka.[3]
Persebaran
Artemisia afra memiliki persebaran yang luas di berbagai wilayah Afrika, meliputi Kenya, Tanzania, Uganda, Etiopia, Zimbabwe, dan Namibia. Tanaman ini umumnya tumbuh di daerah yang lembap, seperti tepian sungai, serta di zona transisi antara berbagai ekosistem. Habitat alaminya berada pada ketinggian sekitar 20 hingga 2.440 meter di atas permukaan laut, dan sering dijumpai di lereng bukit, tepi hutan, maupun sepanjang aliran sungai. Spesies ini paling sering ditemukan selama bulan Maret hingga Mei. Berdasarkan catatan distribusi, 48% populasinya berada di Afrika Selatan, 14,4% di Tanzania, dan 9,6% di Kenya.[4] Selain itu, A. afra juga dikategorikan sebagai spesies invasif karena kemampuannya untuk menyebar dengan cepat, terutama di kawasan taman alam yang menjadi lokasi penelitian. Tanaman ini tercatat menempati sekitar 15% area cadangan dengan proporsi populasi terdiri dari 71% individu dewasa dan 29% individu muda.[5]
Kegunaan
Artemisia afra memiliki berbagai macam kegunaan tradisional dalam kehidupan masyarakat Afrika. Tanaman ini telah dimanfaatkan sebagai pemurni darah, bahan untuk membuat teh pahit, serta pengobatan berbagai jenis penyakit. Dalam praktik tradisional, daun segar sering dimasukkan ke dalam lubang hidung untuk meredakan hidung tersumbat, sementara daun yang dipanaskan digunakan sebagai baluran untuk mengobati keseleo. Daunnya juga digiling menjadi bubuk untuk mengusir semut dan dikenal sebagai penolak alami terhadap ngengat, serangga, serta kutu.[6] Selain itu, A. afra telah digunakan secara tradisional untuk mengatasi malaria, meskipun penelitian ilmiah belum menemukan bukti atau senyawa aktif seperti artemisinin yang mendukung efektivitasnya terhadap penyakit tersebut.[7] Dalam penggunaan sehari-hari, daun tanaman ini bahkan ditempatkan di dalam kaus kaki sebagai cara alami untuk mengurangi bau akibat kaki yang berkeringat.[8]
Referensi
- ^ The Plant List Artemisia afra Jacq. ex Willd.
- ^ "Artemisia afra Jacq. ex Willd. | Plants of the World Online | Kew Science". Plants of the World Online (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2023-08-11.
- ^ "Artemisia afra | PlantZAfrica". pza.sanbi.org. Diakses tanggal 2023-08-11.
- ^ "Artemisia afra Jacq. ex Willd., 1803". www.gbif.org (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2023-08-11.
- ^ Setshedi, Kgalalelo T. A.; Newete, Solomon W.; Witkowski, Ed T. F. (December 2022). "The threat of an indigenous medicinal plant encroacher: Artemisia afra in Klipriviersberg Nature Reserve, Johannesburg, South Africa". African Journal of Ecology (dalam bahasa Inggris). 60 (4): 1133–1142. doi:10.1111/aje.13057. ISSN 0141-6707.
- ^ "WORMWOOD - AFRICAN, WILDEALS". www.herbgarden.co.za (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2023-08-11.
- ^ du Toit, Anneke; van der Kooy, Frank (2019-11-15). "Artemisia afra, a controversial herbal remedy or a treasure trove of new drugs?". Journal of Ethnopharmacology. 244 112127. doi:10.1016/j.jep.2019.112127. ISSN 1872-7573. PMID 31376515.
- ^ "Artemisia afra - Useful Tropical Plants". tropical.theferns.info. Diakses tanggal 2023-08-11.
Content Disclaimer
Informasi ini disarikan dari Wikipedia dan disajikan kembali untuk tujuan edukasi. Konten tersedia di bawah lisensi CC BY-SA 3.0. Kami tidak bertanggung jawab atas ketidakakuratan data yang bersumber dari kontribusi publik tersebut.
- The information displayed on this website is sourced in part or in whole from Wikipedia and has been adapted for the purpose of restating it. We strive to provide accurate and relevant information, however:
- There is no guarantee of absolute accuracy. Wikipedia is an open, collaborative project that can be edited by anyone, so information is subject to change.
- It is not intended to constitute professional advice. The content displayed is for informational and educational purposes only. For important decisions (e.g., medical, legal, or financial), please consult a professional.
- Content copyright. Wikipedia is licensed under the Creative Commons Attribution-ShareAlike License (CC BY-SA). This means that content may be reused with appropriate attribution and shared under a similar license.
- Responsible use. Any risk arising from the use of information from this website is entirely the responsibility of the user.