Cornelis Wowor

Cornelis Wowor
Lahir(1948-12-05)5 Desember 1948
Indonesia Tomohon, Sulawesi Utara, Indonesia
Meninggal01 Maret 2018
Jakarta
PekerjaanPejabat

Cornelis Wowor, MA. merupakan seorang tokoh yang sangat dikenal di kalangan pemeluk agama Buddha. Ia pernah menjadi seorang bhikkhu dan juga banyak mengisi sejarah perkembangan agama Buddha di Nusantara.[1]

Biografi

Cornelis Wowor dilahirkan di Tomohon, Sulawesi Utara pada tanggal 5 Desember 1948. Ia merupakan putra seorang Purnawirawan ABRI, yaitu Alm. Alexander Wowor dan ibunya bernama Alm. Emma Pangemanan.[1]

Menjalani kebhikkhuan

Cornelis Wowor pernah menjalani kehidupan sebagai seorang bhikkhu dari tahun 1972 -1980 dengan nama Bhikkhu Aggabalo.[1]

Kehidupan berkeluarga

Selepas menjalani kehidupan kebhikkhuan, Cornelis Wowor menikah pada tanggal 2 Januari 1981 dengan Lila Dewi Limartha dan dikaruniai dua orang putra yaitu Vijjayano dan Ariyamano.[1]

Karier

Cornelis Wowor meniti karier di Direktorat Urusan Agama Buddha Departemen Agama RI sejak tahun 1986 sebagai staf. Kariernya yang selanjutnya adalah sebagai berikut:[1]

  1. Kepala Seksi Perumusan Bahan pada Subdit Penerangan Agama Buddha (1988)
  2. PJS. Kasubdit Penerangan Agama Buddha (10 Juni 1991)
  3. Kasubdit Bina Sarana Agama Buddha (16 Juni 1995)
  4. Pejabat Pengganti Sementara (Pgs) Direktur Urusan Agama Buddha (26 Agustus 1999)
  5. Direktur Urusan Agama Buddha (16 Juni 1999)

Karya

Di samping sebagai penulis buku-buku agama Buddha, Cornelis Wowor juga dikenal sebagai Penceramah Dharma atau Dharmaduta. Di era kepemimpinannya sebagai Direktur Urusan Agama Buddha, ia berhasil didirikan Sekolah Tinggi Agama Buddha (STAB) Kertarajasa Batu, Sekolah Tinggi Agama Buddha Syailendra Kopeng Semarang, Sekolah Tinggi Agama Buddha Maha Prajna Jakarta, dan Sekolah Tinggi Agama Buddha Sriwijaya Tangerang, Banten yang akhirnya dapat menjadi satu-satunya STAB Negeri di Indonesia saat ini.[1]

Daftar karya tulis

  1. Ketuhanan dalam Agama Buddha
  2. Pandangan Sosial Agama Buddha (1991)[2]
  3. Hukum Kamma Buddhis (2004)[3]

Referensi

  1. ^ a b c d e f Pondok Meditasi Asri Jakasampura. Cornelis Wowor, MA Diarsipkan 2014-01-08 di Wayback Machine..
  2. ^ Cornelis Wowor. 1991. "Pandangan Sosial Agama Buddha". Penerbit: Arya Surya Candra.
  3. ^ Cornelis Wowor. 2004. "Hukum Kamma Buddhis". Penerbit: CV Nitra Kencana Buana.

Pranala luar


Content Disclaimer

Informasi ini disarikan dari Wikipedia dan disajikan kembali untuk tujuan edukasi. Konten tersedia di bawah lisensi CC BY-SA 3.0. Kami tidak bertanggung jawab atas ketidakakuratan data yang bersumber dari kontribusi publik tersebut.

  1. The information displayed on this website is sourced in part or in whole from Wikipedia and has been adapted for the purpose of restating it. We strive to provide accurate and relevant information, however:
  2. There is no guarantee of absolute accuracy. Wikipedia is an open, collaborative project that can be edited by anyone, so information is subject to change.
  3. It is not intended to constitute professional advice. The content displayed is for informational and educational purposes only. For important decisions (e.g., medical, legal, or financial), please consult a professional.
  4. Content copyright. Wikipedia is licensed under the Creative Commons Attribution-ShareAlike License (CC BY-SA). This means that content may be reused with appropriate attribution and shared under a similar license.
  5. Responsible use. Any risk arising from the use of information from this website is entirely the responsibility of the user.
Kembali kehalaman sebelumnya