Curculio nucum
| Asai kacang-cokelat | |
|---|---|
| Klasifikasi ilmiah | |
| Kerajaan: | Animalia |
| Filum: | Arthropoda |
| Kelas: | Insecta |
| Ordo: | Coleoptera |
| Famili: | Curculionidae |
| Genus: | Curculio |
| Spesies: | C. nucum
|
| Nama binomial | |
| Curculio nucum | |
Curculio nucum atau asai kacang-cokelat, adalah kumbang berukuran sedang dengan moncong yang sangat panjang, ciri khas dari suku Curculionini dalam keluarga Curculionidae. Larvanya hidup di dalam kacang bunduk (Corylus avellana) dan dapat menjadi hama serius di kebun kemiri. Spesies ini tersebar luas di Eropa, mulai dari selatan Swedia, Finlandia, dan Britania Raya hingga wilayah Laut Tengah.
Deskripsi
Kumbang ini memiliki panjang tubuh antara 6 hingga 8,5 mm. Betina memiliki moncong yang sama panjangnya dengan tubuh lainnya, dengan ujung berwarna kemerahan, sedangkan moncong jantan sekitar sepertiga lebih pendek. Tubuhnya umumnya berwarna coklat muda, menyerupai warna kacang hazel matang. Spesies ini sering disalahartikan dengan kumbang lain dari genus yang sama, seperti Curculio glandium yang hidup di pohon ek. Meskipun terlihat mirip secara keseluruhan, kedua spesies berbeda dalam beberapa detail morfologis; C. nucum memiliki segmen flagel antena yang lebih lebar dan tertutup rambut semi-tegak, sedangkan pada C. glandium rambutnya menempel rata.[1][2]
Curculio glandium dianggap sangat terkait dengan C. nucum dan C. undulatus, yang semuanya termasuk dalam “klad glandium”. C. cameliae dari Jepang juga masuk dalam kelompok ini. Spesies lain di Eropa yang hidup di pohon ek, seperti C. pellitus, C. venosus, dan C. elephas, dikelompokkan dalam “klad elephas”. Spesies dalam klad elephas memiliki elitra cembung dan bulu yang padat sehingga menutupi garis segmen ventral pertama, sedangkan kumbang dalam klad glandium memiliki elitra lebih datar dan segmen ventral pertama terlihat melalui sisik yang jarang. Suku Curculionini berbeda dari kumbang lain, bahkan dari ordo Coleoptera secara umum, dengan rahang bawah berbentuk kerucut yang bergerak secara vertikal, bukan horizontal.[3][4]
Pengendalian
Pengendalian utama terhadap kumbang ini biasanya dilakukan dengan penyemprotan kebun menggunakan insektisida, seperti metomil, tiakloprid, atau deltametrin. Namun, negara-negara penghasil kacang utama, termasuk Turki, Italia, Prancis, dan Spanyol, sedang mengembangkan metode pengendalian alternatif. Beberapa studi menunjukkan penggunaan nematoda entomopatogenik, seperti Heterorhabditis indica, efektif membunuh larva yang hidup di tanah di bawah kanopi pohon. Selain itu, jamur Beauveria bassiana juga dapat digunakan sebagai agen pengendali; penelitian di Italia membuktikan bahwa jika jamur ini diaplikasikan secara tepat ke tanah, hampir semua larva dapat dibasmi. Penerapan harus dilakukan saat larva mulai masuk ke dalam tanah. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa ketebalan cangkang tidak selalu memengaruhi tingkat kerusakan, meskipun kacang dengan cangkang yang mengeras lebih cepat dapat memberikan perlindungan sebagian terhadap serangan kumbang.[5][6][7]
Referensi
- ^ [1] Celeopetera genus
- ^ [2] Diarsipkan 2012-05-12 di Wayback Machine. http://www.colpolon.biol.uni.wroc.pl/curculio%20nucum.htm Diarsipkan 2012-05-12 di Archive.is
- ^ Hughes, J; Vogler, AP (2004). "The phylogeny of acorn weevils (genus Curculio) from mitochondrial and nuclear DNA sequences: the problem of incomplete data". Molecular Phylogenetics and Evolution. 32 (2): 601–615. Bibcode:2004MolPE..32..601H. doi:10.1016/j.ympev.2004.02.007. PMID 15223041.
- ^ LeConte, J.L. & Horn, G.H. 1876. The Rhynchophora of America, North of Mexico. Proceedings of the American Philosophical Society,15: i-xvi, 1-455
- ^ "Archived copy" (PDF). Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 2014-05-21. Diakses tanggal 2025-11-22. Pemeliharaan CS1: Salinan terarsip sebagai judul (link) A. Peters. Control of the hazel nut weevil Curculio nucum with entomopathogenic nematodes.
- ^ [3] Diarsipkan 2014-05-21 di Wayback Machine. B. Paparatti , S. Speranza. Biological Control of Hazelnut Weevil (Curculio nucum L., Coleoptera, Curculionidae) Using the Entomopathogenic Fungus Beauveria bassiana (Balsamo) Vuill. (Deuteromycotina, Hyphomycetes). VI International Congress on Hazelnut 686, 2004 - actahort.org
- ^ Guidone, L. (2007). "Early nut development as a resistance factor to the attacks of Curculio nucum (Coleoptera: Curculionidae)". Annals of Applied Biology. 150 (3): 323–329. doi:10.1111/j.1744-7348.2007.00133.x.
Content Disclaimer
Informasi ini disarikan dari Wikipedia dan disajikan kembali untuk tujuan edukasi. Konten tersedia di bawah lisensi CC BY-SA 3.0. Kami tidak bertanggung jawab atas ketidakakuratan data yang bersumber dari kontribusi publik tersebut.
- The information displayed on this website is sourced in part or in whole from Wikipedia and has been adapted for the purpose of restating it. We strive to provide accurate and relevant information, however:
- There is no guarantee of absolute accuracy. Wikipedia is an open, collaborative project that can be edited by anyone, so information is subject to change.
- It is not intended to constitute professional advice. The content displayed is for informational and educational purposes only. For important decisions (e.g., medical, legal, or financial), please consult a professional.
- Content copyright. Wikipedia is licensed under the Creative Commons Attribution-ShareAlike License (CC BY-SA). This means that content may be reused with appropriate attribution and shared under a similar license.
- Responsible use. Any risk arising from the use of information from this website is entirely the responsibility of the user.