Danau Burung

Danau Burung
Informasi
Lokasi Kecamatan Pantai Lunci, Kabupaten Sukamara
Negara Indonesia
Luas 76.110 ha

Danau Burung adalah salah satu tempat wisata yang termasuk ke dalam kawasan Suaka Margasatwa Lamandau yang terletak di antara 2 kabupaten yaitu Kabupaten Kotawaringin Barat dan Kabupaten Sukamara. Danau ini berada dalam pengawasan dan pengelolaan BKSDA Kalimantan Tengah.

Akses

Untuk menuju danau Burung bisa ditempuh dengan perjalanan darat selama 1,5-2 jam kemudian dilanjutkan dengan menyusuri sungai selama 30 menit. Namun jika musim hujan, kawasan danau menjadi tergenang setinggi dada orang dewasa dan hanya bisa dengan cara melewati rawa yang tergenang.[1]

Ekosistem

Danau Burung berfungsi sebagai kawasan konservasi burung-burung yang datang dari berbagai spesies baik jenis endemis maupun jenis migran. Keberadaan burung migran biasanya dapat ditemukan pada pertengahan tahun yakni sekitar bulan Juli-September. Jenis burung yang paling banyak ditemui adalah jenis Kuntul besar dan Kuntul kecil.[1]

Danau burung dikeliling hamparan pasir dengan pohon perdu sebagai pagarnya. Burung-burung yang singgah di kawasan danau ini umumnya membentuk sarang di pohon yang tumbuh dan bertelur disana. Umumnya burung yang singgah adalah jenis burung laut atau burung pemakan ikan. Di area tengah danau ini juga terdapat pulau-pulau kecil.[2]

Selain itu, keanekaragaman hayati yang ada di area danau ini adalah jenis primata endemis seperti Orang utan, Owa dan Bekantan serta berbagai jenis ikan air tawar. Di pinggiran danau ini dipenuhi oleh tanaman Bakung.[butuh rujukan]

Kerusakan ekosistem

Namun saat ini sedang ada kerusakan ekosistem dalam bentuk kebakaran hutan seperti yang terjadi pada 2015 lalu. Sebanyak 300 ha lahan gambut di sekitar danau habis terbakar akibat ulah pemburu. Hal ini disebabkan untuk menumbuhkan rumput baru sebagai pakan rusa liar sebagai umpan agar menarik rusa tersebut datang kesana dan memburunya.[3] Selain aktivitas perburuan, kerusakan area danau Burung juga diperparah oleh aktivitas perladangan berpindah dan penambangan emas tidak resmi.[4][5]

Lihat juga

Referensi

  1. ^ a b Yulianti, Lisna. "Potensi Danau Burung di SM Lamandau". Ksdae.menlhk.go.id. Diakses tanggal 2022-06-24.
  2. ^ Ronny (2016-10-11). "Sangat Disayangkan! Objek Wisata Danau Burung Belum Dioptimalkan Dan Butuh Perhatian Khusus". ANTARA News. Diakses tanggal 2022-06-24.
  3. ^ Radio, Kantor Berita. "Kebakaran Kawasan Suaka Margasatwa Lamandau Diduga Akibat Ulah Pemburu - kbr.id". Kantor Berita Radio. Diakses tanggal 2022-06-24.
  4. ^ "Diduga Sidak Tambang Emas Ilegal Bocor, Aparat Hanya Temukan Puluhan Mesin". Cendana News. 2016-06-27. Diakses tanggal 2022-06-24.
  5. ^ "Suaka Margasatwa Sungai Lamandau Dirambah Pemburu Rusa". Kompas.com. 2009-05-01. Diakses tanggal 2022-06-24.

Content Disclaimer

Informasi ini disarikan dari Wikipedia dan disajikan kembali untuk tujuan edukasi. Konten tersedia di bawah lisensi CC BY-SA 3.0. Kami tidak bertanggung jawab atas ketidakakuratan data yang bersumber dari kontribusi publik tersebut.

  1. The information displayed on this website is sourced in part or in whole from Wikipedia and has been adapted for the purpose of restating it. We strive to provide accurate and relevant information, however:
  2. There is no guarantee of absolute accuracy. Wikipedia is an open, collaborative project that can be edited by anyone, so information is subject to change.
  3. It is not intended to constitute professional advice. The content displayed is for informational and educational purposes only. For important decisions (e.g., medical, legal, or financial), please consult a professional.
  4. Content copyright. Wikipedia is licensed under the Creative Commons Attribution-ShareAlike License (CC BY-SA). This means that content may be reused with appropriate attribution and shared under a similar license.
  5. Responsible use. Any risk arising from the use of information from this website is entirely the responsibility of the user.
Kembali kehalaman sebelumnya