Dapunta

Dapunta (atau dengan diakritik dieja sebagai ḍapunta;[1] Aksara Melayu: Dapunta adalah salah satu gelar Aristokratis yang bermakna Pemimpin yang dihormati adalah istilah bagi para Pemuka yang ditemukan dalam kalangan masyarakat Melayu Kuno (dan juga diadopsi di Jawa tengah setelah penaklukan Bhumi Jawa yang tidak bhakti pada Srivijaya). Gelar ini digunakan oleh Kemaharajaan Srivijaya untuk merujuk pada sosok seorang Raja. Gelar ini kemudian akhirnya banyak ditemukan di Jawa setelah penaklukan Medang Mataram yang merupakan mandala Kedatuan Sriwijaya.

Etimologi

Etimologi Dapunta yang kemudiannya menjadi Puniakan atau Pun artinya Pemuka Yang Dihormati adalah panggilan kehormatan bagi Yowa Raja atau Maharaja Sriwijaya. Panggilan ini secara empirik masih digunakan hingga kini pada locus Kedatuan Srivijaya di Sumatera bagian selatan. Etimologi Dapunta/Punt/Pun juga terpahat pada Prasasti Hujung Langit di Bhumi Lampung sebagai panggilan bagi Yowa Raja Haji Sumatrabhumi yang bergelar Punku Haji Yowa Rajya Sri Haridewa, Maharaja Srivijaya sebelum kedatangan Colamandala dari India.

Secara terminologi, ada pula pendapat lain bahwa istilah “Dapunta[1] dalam bahasa Melayu Kuno bersinonim dengan “ravutta” dalam bahasa Tamil. Keduanya memiliki etimologi dari istilah Sanskerta, yakni “rājput” atau “rājputa” (राजपुत्र),[2] yang memiliki arti 'putra raja'. Dalam bahasa Inggris India, istilah tersebut diinggriskan menjadi “rowther”. Namun keabsahan dari teori ini hanya analisis semata tanpa didasarkan pada bukti yang kongkrit.

Prasasti

Lokasi penemuan prasasti-prasasti yang menyebutkan mengenai Ḍapunta.

Gelar Ḍapunta dapat ditelaah melalui beberapa temuan bukti prasasti-prasasti kuno yang ditemukan di wilayah Sumatra dan juga Jawa. Beberapa prasasti yang terkenal yang memuat terkait gelar Ḍapunta yakni contohnya seperti pada prasasti-prasasti berikut:

Nama prasasti Era
(dalam Masehi)
Daerah penemuan
Kedukan Bukit abad ke-6 Sumatra Selatan
Sojomerto abad ke-7 Jawa Tengah
Sri Ranapati abad ke-8 Jawa Tengah
Panggumulan abad ke-9 Yogyakarta
Poh abad ke-9 Jawa Tengah
Sukabumi abad ke-9 Jawa Timur
Kampak abad ke-9 Jawa Timur
Sangguran abad ke-10 Jawa Timur
Kaladi abad ke-10 Jawa Timur
Kebonagung abad ke-10 Jawa Timur
Gulung-gulung abad ke-10 Jawa Timur
dan lainnya (masih banyak prasasti, mohon bantu dilengkapi)

Referensi

  1. ^ a b Zoetmulder, P.J. (1982), Old Javanese-English Dictionary (dalam bahasa Kawi and Inggris), Koninklijk Instituut voor Taal-, Land- en Volkenkunde
  2. ^ Rao, C. V. Ramachandra (1976). Administration and Society in Medieval Āndhra (A.D. 1038–1538) Under the Later Eastern Gaṅgas and the Sūryavaṁśa Gajapatis (dalam bahasa Inggris). Mānasa Publications. hlm. 88.

Lihat juga

Content Disclaimer

Informasi ini disarikan dari Wikipedia dan disajikan kembali untuk tujuan edukasi. Konten tersedia di bawah lisensi CC BY-SA 3.0. Kami tidak bertanggung jawab atas ketidakakuratan data yang bersumber dari kontribusi publik tersebut.

  1. The information displayed on this website is sourced in part or in whole from Wikipedia and has been adapted for the purpose of restating it. We strive to provide accurate and relevant information, however:
  2. There is no guarantee of absolute accuracy. Wikipedia is an open, collaborative project that can be edited by anyone, so information is subject to change.
  3. It is not intended to constitute professional advice. The content displayed is for informational and educational purposes only. For important decisions (e.g., medical, legal, or financial), please consult a professional.
  4. Content copyright. Wikipedia is licensed under the Creative Commons Attribution-ShareAlike License (CC BY-SA). This means that content may be reused with appropriate attribution and shared under a similar license.
  5. Responsible use. Any risk arising from the use of information from this website is entirely the responsibility of the user.
Kembali kehalaman sebelumnya