Festival Thadingyut


Festival Thadingyut
သီတင်းကျွတ်ပွဲတော်
Nama lainFestival Cahaya
Dirayakan olehMyanmar
JenisBuddha
TanggalHari bulan purnama Thadingyut
Terkait denganVap Poya (di Sri Lanka)
Wan Ok Phansa (di Thailand)
Boun Suang Huea (di Laos) Lhabab Duchen (di Tibet dan Bhutan)

Festival Thadingyut (bahasa Burma: သီတင်းကျွတ်ပွဲတော်), juga dikenal sebagai Festival Cahaya Myanmar, merupakan festival yang diadakan pada hari bulan purnama pada kalender bulan lunar Burma, Thadingyut. Secara tradisional, Festival Thadingyut diselenggarakan pada akhir masa Retret Hujan Buddha (Vassa) dan dianggap sebagai perayaan terbesar kedua di Myanmar setelah Festival Thingyan atau Festival Air Tahun Baru. Festival ini memperingati turunnya Buddha dari surga setelah menyampaikan khutbah Abhidhamma kepada ibunya, Maya, yang telah terlahir kembali di alam surgawi. Thadingyut merupakan perayaan budaya dan keagamaan yang setiap tahun dirayakan oleh masyarakat Burma dengan penuh penghormatan dan kegembiraan.[1]

Asal-usul

Thadingyut, yang merupakan bulan ketujuh dalam kalender Myanmar, menandai berakhirnya masa retret Buddha atau Vassa. Festival Thadingyut biasanya dirayakan selama tiga hari, meliputi sehari sebelum purnama, hari purnama itu sendiri yang diyakini sebagai saat Buddha turun dari surga dan sehari setelahnya. Menurut ajaran Buddhis, ibu Buddha, Ratu Maya, wafat tujuh hari setelah kelahiran Buddha dan kemudian terlahir kembali sebagai dewa laki-laki di Surga Trayastrimsa.[2]

Sebagai ungkapan rasa bakti dan penghormatan kepada ibunya, Buddha mengajarkan Abhidhamma kepada sang ibu yang telah terlahir sebagai dewa selama tiga bulan. Saat beliau kembali ke dunia manusia, Sakra-devanam-indra, penguasa Surga Trayastrimsa, memerintahkan para makhluk suci dan roh jahat untuk membangun tiga tangga berharga yang terbuat dari emas, perak, dan batu rubi. Buddha menuruni tangga tengah yang terbuat dari batu mirah delima, sementara para Nat menggunakan tangga emas di sisi kanan dan para Brahma menuruni tangga perak di sisi kiri.[3]

Perayaan

Umat Buddha di Myanmar merayakan Festival Thadingyut sebagai bentuk penyambutan terhadap kembalinya Buddha dan para muridnya ke dunia. Dalam perayaan ini, jalan-jalan, rumah, serta bangunan umum dihiasi dengan lampu listrik atau lilin berwarna-warni yang melambangkan tiga tangga suci tempat turunnya Buddha. Selama festival berlangsung, berbagai hiburan rakyat seperti zat pwes (drama musikal khas Myanmar), pemutaran film gratis, dan pertunjukan panggung digelar di banyak kota. Suasana meriah juga diwarnai dengan deretan warung makan yang menawarkan hidangan tradisional serta kios yang menjual mainan, peralatan rumah tangga, dan berbagai barang lainnya. Selain itu, banyak masyarakat menikmati suasana malam dengan berjalan-jalan, menyalakan petasan, atau menerbangkan balon api sebagai bagian dari kesenangan perayaan.[4]

Selama hari raya, umat Buddha di Myanmar biasa mengunjungi pagoda dan wihara untuk menghormati Tiga Permata, memberi salam kepada para bhikkhu, serta menyumbang makanan. Beberapa umat juga berpuasa pada hari purnama. Anak-anak muda biasanya menghormati (gadaw) orang tua, guru, dan kerabat lansia dengan memberikan buah atau hadiah lain. Saat itu, mereka juga memohon maaf atas kesalahan yang pernah dilakukan sepanjang tahun. Secara tradisi, para lansia menyatakan memaafkan dan mendoakan keberuntungan sambil memberi uang saku. Adik-adik juga biasa menghormati kakaknya, dan sebagai balasan, kakak mendoakan serta memberi uang saku kepada adiknya.[5]

Referensi

  1. ^ "Thadingyut Lighting Festival". Ye Lwin Oo. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 20 October 2015.
  2. ^ Shaw, M. (2006). Buddhist Goddesses of India (hlm. 45-46).
  3. ^ "Chapter115 Buddha Preached Doctrine to His Mother-Fascinating Mural Stories from Dunhuang Grottoes". Nwp.cn. Diarsipkan dari asli tanggal 2014-03-10. Diakses tanggal 2014-03-05.
  4. ^ "Full moon day of Thadingyut (Lighting festival)2012 | Myanmar Upper Land". Word.myanmarupperland.com. 2012-10-30. Diarsipkan dari asli tanggal 2014-03-05. Diakses tanggal 2014-03-05.
  5. ^ "Thadingyut Festival by Htar Htar Wai | ESL Graduating Class". Elmonteesl.blog.com. 2011-12-01. Diarsipkan dari asli tanggal 2013-06-27. Diakses tanggal 2014-03-05.

Content Disclaimer

Informasi ini disarikan dari Wikipedia dan disajikan kembali untuk tujuan edukasi. Konten tersedia di bawah lisensi CC BY-SA 3.0. Kami tidak bertanggung jawab atas ketidakakuratan data yang bersumber dari kontribusi publik tersebut.

  1. The information displayed on this website is sourced in part or in whole from Wikipedia and has been adapted for the purpose of restating it. We strive to provide accurate and relevant information, however:
  2. There is no guarantee of absolute accuracy. Wikipedia is an open, collaborative project that can be edited by anyone, so information is subject to change.
  3. It is not intended to constitute professional advice. The content displayed is for informational and educational purposes only. For important decisions (e.g., medical, legal, or financial), please consult a professional.
  4. Content copyright. Wikipedia is licensed under the Creative Commons Attribution-ShareAlike License (CC BY-SA). This means that content may be reused with appropriate attribution and shared under a similar license.
  5. Responsible use. Any risk arising from the use of information from this website is entirely the responsibility of the user.
Kembali kehalaman sebelumnya