Forum Augustus
Forum Augustus (bahasa Latin: Forum Augustum; bahasa Italia: Foro di Augusto) adalah salah satu forum kekaisaran di Roma, Italia. Kompleks ini dibangun oleh Kaisar Augustus di sebelah Forum Caesar dan berpusat pada Kuil Mars Ultor, yaitu kuil bagi Mars sang Pembalas. Forum dan kuilnya diresmikan pada 2 SM, sekitar empat puluh tahun setelah Oktavianus mengikrarkan pembangunan kuil tersebut menjelang Pertempuran Filipi pada 42 SM.[1][2]
Selain berfungsi sebagai tempat pemujaan Mars Ultor, forum tersebut digunakan untuk sidang pengadilan, rapat Senat mengenai perang dan perdamaian, upacara keberangkatan pejabat dan panglima, penyimpanan panji militer, serta pendidikan politik melalui deretan patung tokoh sejarah dan mitologi Romawi.[3][4]
Sisa kompleks berada di antara Forum Caesar, Forum Nerva, dan kawasan Subura. Bagian yang masih terlihat mencakup tiga tiang Kuil Mars Ultor, podium dan tangga kuil, bagian serambi, eksedra, Aula Kolosus, serta tembok pembatas tinggi yang memisahkan forum dari Subura. Situs ini merupakan bagian dari kawasan arkeologi Forum Kekaisaran.[5]
Latar belakang
Pada 42 SM, Oktavianus bersama Markus Antonius dan Lepidus menghadapi pasukan Marcus Junius Brutus dan Gaius Cassius Longinus dalam Pertempuran Filipi. Menurut tradisi sastra Romawi, Oktavianus mengikrarkan pembangunan kuil bagi Mars Ultor apabila para pembunuh ayah angkatnya, Julius Caesar, berhasil dikalahkan.[1][6]
Kemenangan di Filipi memungkinkan Oktavianus menampilkan pembangunan kuil sebagai pemenuhan kewajiban balas dendam terhadap para pembunuh Caesar. Setelah memperoleh gelar Augustus pada 27 SM, ia menempatkan kuil tersebut di dalam forum baru yang dinamai menurut dirinya sendiri. Forum itu mengikuti preseden Forum Caesar, yang memiliki Kuil Venus Genetrix sebagai pusat arsitekturnya.[4]
Kebutuhan praktis turut mendorong pembangunannya. Jumlah perkara hukum dan kegiatan administratif di Roma meningkat, sedangkan Forum Romawi dan Forum Caesar tidak lagi menyediakan ruang yang mencukupi. Forum Augustus dengan demikian menjadi forum kekaisaran kedua setelah Forum Caesar.[1]
Pembangunan dan peresmian
Augustus menyatakan bahwa forum dan kuil dibangun di atas tanah miliknya dengan menggunakan hasil rampasan perang. Namun, lahan yang berhasil diperolehnya tidak cukup untuk melaksanakan rancangan awal secara sepenuhnya. Menurut Suetonius, Augustus tidak bersedia merampas rumah-rumah pemilik yang menolak menjual tanah mereka.[7]
Keterbatasan tersebut menyebabkan denah kompleks tidak sepenuhnya simetris, terutama pada sisi timur laut. Pembangunan juga berlangsung lama karena masalah tanah dan kesulitan teknis. Forum dan Kuil Mars Ultor akhirnya diresmikan pada 2 SM, meskipun beberapa bagian mungkin belum selesai sepenuhnya.[1][2]
Pada 19 M, Kaisar Tiberius menambahkan dua gerbang kemenangan di kedua sisi kuil untuk memperingati kemenangan Drusus Muda dan Germanicus di Germania.[2]
Tata ruang dan arsitektur
Forum Augustus berbentuk persegi panjang dengan panjang sekitar 125 meter dan lebar sekitar 85–90 meter. Sumbu panjangnya berada tegak lurus terhadap Forum Caesar. Kuil Mars Ultor berdiri pada ujung timur laut, sementara alun-alun terbuka membentang di depannya.[2][8]
Kedua sisi panjang alun-alun dibatasi serambi bertiang. Di belakang serambi terdapat ruang setengah lingkaran besar atau eksedra, yang digunakan untuk menampilkan patung dan kemungkinan juga untuk kegiatan pengadilan. Denahnya dibuat tidak teratur pada bagian yang berbatasan dengan permukiman lama karena Augustus gagal mendapatkan seluruh tanah yang diperlukan.[2]
Lantai alun-alun dihiasi batu pualam berwarna. Bahan bangunan yang digunakan berasal dari berbagai wilayah kekuasaan Romawi, termasuk marmer Carrara, giallo antico dari Numidia, pavonazzetto dari Frigia, dan batu africano. Perpaduan bahan tersebut menciptakan kesan kemegahan sekaligus melambangkan luasnya dunia kekuasaan Romawi.[4][9]
Tembok pembatas
Pada sisi yang menghadap Subura, forum dilindungi tembok besar dari blok batu tuf peperino dan travertin. Tembok tersebut memiliki panjang lebih dari 100 meter dan pada mulanya mencapai tinggi sekitar 30–36 meter.[9][8]
Tembok berfungsi sebagai pemisah visual antara forum yang dihiasi marmer dengan permukiman padat di belakangnya. Tembok itu juga dirancang sebagai penghalang kebakaran, karena Subura dikenal sebagai kawasan berpenduduk padat dengan risiko kebakaran tinggi.[2]
Salah satu pintu kuno pada tembok masih bertahan dan dikenal sebagai Arco dei Pantani. Permukaan luar tembok menunjukkan berbagai jejak pemanfaatan dan perubahan dari masa kuno hingga modern. Pada 2025, Sovrintendenza Capitolina melaksanakan pekerjaan restorasi dan penguatan pada bagian tembok yang menghadap Via Tor de' Conti.[10]
Kuil Mars Ultor
Kuil Mars Ultor berdiri di atas podium tinggi pada ujung forum. Bagian depannya memiliki delapan tiang Korintus, sedangkan bagian belakangnya menempel pada tembok pembatas. Tiga tiang marmer putih beserta sebagian entablatur masih berdiri.[2]
Ruang utama atau cella kuil memiliki bagian dalam yang luas dan dibagi oleh barisan tiang. Pada apsis di ujungnya ditempatkan patung pemujaan Mars Ultor. Kelompok patung di dalam kuil kemungkinan juga mencakup Venus dan Julius Caesar yang telah didewakan, sehingga menyatukan tema leluhur, balas dendam, dan legitimasi keluarga Julia.[4]
Kuil menjadi tempat penyimpanan panji-panji yang diperoleh kembali oleh Augustus dari Kekaisaran Partia pada 20 SM. Panji tersebut sebelumnya direbut dari pasukan Marcus Licinius Crassus dalam Pertempuran Carrhae pada 53 SM. Pengembaliannya melalui diplomasi dipresentasikan Augustus sebagai kemenangan besar dan menjadi salah satu tema utama propaganda pemerintahannya.[4][11]
Serambi, eksedra, dan Aula Kolosus
Serambi di kedua sisi alun-alun memiliki dua tingkat. Bagian atasnya dihiasi karyatid yang meniru bentuk patung pada Erekhtheion di Athena, diselingi perisai marmer dengan kepala dewa.[9][11]
Eksedra besar di belakang serambi menyediakan ruang bagi patung tokoh-tokoh Romawi dan kemungkinan digunakan untuk sidang pengadilan. Penelitian arkeologi menunjukkan bahwa rancangan kompleks mungkin juga mencakup eksedra kecil tambahan, meskipun bentuk lengkap sisi yang tertutup jalan modern tidak diketahui dengan pasti.[2]
Pada ujung serambi utara terdapat ruang yang kini disebut Aula Kolosus. Ruangan tersebut memuat patung raksasa setinggi lebih dari sepuluh meter. Patung itu biasanya ditafsirkan sebagai representasi Augustus atau Genius Augusti, tetapi identifikasi tepatnya masih diperdebatkan.[9][12]
Fungsi politik, hukum, dan keagamaan
Forum dibangun untuk menampung sebagian perkara hukum yang tidak lagi dapat ditangani secara memadai di Forum Romawi dan Forum Caesar. Eksedra dan serambinya menyediakan ruang bagi pengadilan, pertemuan, dan kegiatan administratif.[1]
Kuil Mars Ultor memiliki kedudukan khusus dalam kehidupan negara. Senat bermusyawarah di sana ketika membahas perang, perdamaian, dan pemberian kemenangan kepada para panglima. Utusan dan penguasa asing juga dapat diterima di kompleks tersebut.[3]
Pejabat yang akan berangkat memimpin provinsi melakukan persembahan di kuil sebelum memulai tugasnya. Panglima yang kembali dengan kemenangan mempersembahkan lambang dan hasil rampasan perang kepada Mars. Para pemuda dari keluarga elite menandai kedewasaan mereka dengan mengenakan toga virilis dan mendaftarkan diri untuk kewajiban militer di forum tersebut.[3][7]
Dengan fungsi-fungsi tersebut, Forum Augustus dirancang sebagai pusat militer, administratif, keagamaan, dan politik Kekaisaran Romawi. Tata ruangnya kemudian menjadi model bagi forum-forum di berbagai kota provinsi.[3]
Program patung dan prasasti
Forum dipenuhi patung yang menyajikan sejarah Roma sebagai rangkaian tokoh teladan yang berpuncak pada Augustus. Di tengah alun-alun berdiri patung Augustus dalam kereta perang empat kuda atau quadriga, yang didirikan atas keputusan Senat.[12][13]
Salah satu sisi kompleks menampilkan leluhur keluarga Julia dan tokoh mitologi yang berkaitan dengannya. Patung Aeneas menggambarkannya membawa ayahnya, Anchises, sambil membimbing putranya, Ascanius. Patung lain menampilkan Romulus dengan perlengkapan kemenangan. Rangkaian tersebut menghubungkan Augustus dengan pendiri mitologis Roma dan keturunan dewi Venus.[11]
Sisi yang lain diisi patung para summi viri atau “tokoh-tokoh terbesar”, yaitu raja, panglima, negarawan, dan pemenang Romawi. Tokoh yang diwakili antara lain Marcus Furius Camillus, Appius Claudius Caecus, Quintus Fabius Maximus Verrucosus, Scipio Africanus, Marcus Claudius Marcellus, Gaius Marius, dan Sulla.[12]
Setiap patung ditempatkan bersama prasasti yang mencantumkan nama, jabatan, dan pencapaian tokoh tersebut. Prasasti ini dikenal oleh para sarjana modern sebagai elogia. Sebagian prasasti asli dan salinan dari kota-kota lain telah membantu merekonstruksi susunan program patung forum.[13]
Program tersebut menyampaikan gagasan bahwa Augustus melanjutkan kebajikan dan pencapaian para pendahulu Romawi. Forum berfungsi sebagai ruang pendidikan publik, tempat sejarah dan identitas negara ditampilkan melalui arsitektur, patung, dan prasasti.[13][4]
Perkembangan pada masa kekaisaran
Setelah Forum Trajan diresmikan pada 112 M, sebagian fungsi hukum dan administratif Forum Augustus kemungkinan berpindah ke kompleks baru yang lebih besar. Kaisar Hadrianus melakukan perbaikan pada forum, meskipun cakupan pekerjaannya tidak diketahui secara pasti.[2]
Forum tetap digunakan pada masa kekaisaran akhir. Eksedra masih memiliki fungsi budaya dan pendidikan, sementara catatan terakhir yang secara jelas menyebut forum berasal dari sekitar 395 M.[2]
Kemunduran dan Abad Pertengahan
Data arkeologi menunjukkan bahwa bangunan forum mulai dibongkar secara sistematis pada paruh pertama abad ke-6. Kerusakan akibat gempa bumi, peperangan, dan pengambilan kembali bahan bangunan kemungkinan mempercepat kehancurannya.[2]
Pada abad ke-9, sebuah biara Basilian dibangun di atas podium Kuil Mars Ultor. Pada abad berikutnya, kawasan tersebut telah dipenuhi reruntuhan, tanah, dan tumbuhan sehingga disebut Hortus mirabilis, yang berarti “taman menakjubkan”.[9]
Bangunan keagamaan dan permukiman terus berkembang di atas reruntuhan forum sepanjang Abad Pertengahan dan awal zaman modern. Sebagian tembok kuno dimanfaatkan sebagai dasar kompleks Ksatria Malta dan bangunan-bangunan di lingkungan Alessandrino.[14]
Penggalian dan pelestarian modern
Penggalian besar-besaran di kawasan Forum Kekaisaran dilakukan antara 1924 dan 1932 bersamaan dengan pembongkaran lingkungan Alessandrino dan pembangunan Via dell'Impero, yang kini bernama Via dei Fori Imperiali. Penggalian tersebut menyingkap bagian Forum Augustus, tetapi sebagian area barat dayanya tetap berada di bawah jalan.[14][15]
Proyek penggalian dan penelitian baru pada akhir abad ke-20 dan awal abad ke-21 mengungkap sisa permukiman, jalan, dan lapisan bangunan yang sebelumnya tertutup. Temuan arsitektur dan patung dari forum dipamerkan di Museum Forum Kekaisaran di Pasar Trajanus.[5]
Sovrintendenza Capitolina terus melaksanakan konservasi, penguatan tembok, penelitian arkeologi, dan program kunjungan. Sebagian kawasan dapat dikunjungi sebagai bagian dari area arkeologi Forum Kekaisaran, sedangkan struktur lainnya terlihat dari Via dei Fori Imperiali dan jalan-jalan di sekitarnya.[10][5]
Signifikansi
Forum Augustus merupakan salah satu contoh utama penggunaan arsitektur publik untuk menyampaikan ideologi pemerintahan pada masa Romawi. Kompleks tersebut menggabungkan pemujaan keagamaan, kegiatan hukum, tradisi militer, sejarah nasional, dan legitimasi dinasti dalam satu ruang monumental.[4][13]
Pembangunannya membantu mengembangkan kawasan forum kekaisaran sebagai pusat baru kehidupan politik Roma. Tata ruang, penggunaan marmer berwarna, program patung, dan hubungan simbolis antara Augustus dengan masa lalu Romawi kemudian memengaruhi pembangunan forum dan monumen di berbagai wilayah kekaisaran.[3]
Lihat pula
Referensi
- ^ a b c d e "Il Foro di Augusto". Sovrintendenza Capitolina ai Beni Culturali (dalam bahasa Italia). Roma Capitale. Diakses tanggal 2026-08-02.
- ^ a b c d e f g h i j k Claridge, Amanda (2010). Rome: An Oxford Archaeological Guide (Edisi 2). Oxford: Oxford University Press. hlm. 176–180. ISBN 978-0-19-954683-1.
- ^ a b c d e "Ruolo e funzione del Foro di Augusto". Sovrintendenza Capitolina ai Beni Culturali (dalam bahasa Italia). Roma Capitale. Diakses tanggal 2026-08-02.
- ^ a b c d e f g Galinsky, Karl (1996). Augustan Culture: An Interpretive Introduction. Princeton: Princeton University Press. hlm. 197–213. ISBN 978-0-691-05890-0.
- ^ a b c "The Forum of Augustus". Turismo Roma. Roma Capitale. Diakses tanggal 2026-08-02.
- ^ Simpson, C. J. (1977). "The Date of Dedication of the Temple of Mars Ultor". The Journal of Roman Studies. 67: 91–94. doi:10.2307/299923. JSTOR 299923.
- ^ a b Suetonius. "The Life of Augustus, 29 and 56". LacusCurtius. Diterjemahkan oleh Rolfe, J. C. University of Chicago. Diakses tanggal 2026-08-02.
- ^ a b Richardson, L. Jr. (1992). A New Topographical Dictionary of Ancient Rome. Baltimore: Johns Hopkins University Press. hlm. 160–162. ISBN 978-0-8018-4300-6.
- ^ a b c d e "Forum Augustum (Forum of Augustus)". Ancient Rome Live. American Institute for Roman Culture. 2026-05-25. Diakses tanggal 2026-08-02.
- ^ a b "Cantieri ai Fori. Il grande muro del Foro di Augusto". Sovrintendenza Capitolina ai Beni Culturali (dalam bahasa Italia). Roma Capitale. 2025-03-18. Diakses tanggal 2026-08-02.
- ^ a b c Zanker, Paul (1988). The Power of Images in the Age of Augustus. Ann Arbor: University of Michigan Press. hlm. 195–210. ISBN 978-0-472-08124-0.
- ^ a b c Geiger, Joseph (2008). The First Hall of Fame: A Study of the Statues in the Forum Augustum. Leiden: Brill. ISBN 978-90-04-16858-9.
- ^ a b c d Shaya, Josephine (2013). "The Public Life of Monuments: The Summi Viri of the Forum of Augustus". American Journal of Archaeology. 117 (1): 83–110. doi:10.3764/aja.117.1.0083. JSTOR 10.3764/aja.117.1.0083.
- ^ a b "Il quartiere Alessandrino e il Monastero di Sant'Urbano ai Pantani". Sovrintendenza Capitolina ai Beni Culturali (dalam bahasa Italia). Roma Capitale. Diakses tanggal 2026-08-02.
- ^ "Il parco archeologico dei Fori Imperiali: un trentennio di scavi e scoperte". Sovrintendenza Capitolina ai Beni Culturali (dalam bahasa Italia). Roma Capitale. Diakses tanggal 2026-08-02.
Bacaan lanjutan
- Geiger, Joseph (2008). The First Hall of Fame: A Study of the Statues in the Forum Augustum. Leiden: Brill. ISBN 978-90-04-16858-9.
- Spannagel, Martin (1999). Exemplaria Principis: Untersuchungen zu Entstehung und Ausstattung des Augustusforums (dalam bahasa Jerman). Heidelberg: Verlag Archäologie und Geschichte. ISBN 978-3-9804648-4-0.
- Zanker, Paul (1988). The Power of Images in the Age of Augustus. Ann Arbor: University of Michigan Press. ISBN 978-0-472-08124-0.
Pranala luar
Content Disclaimer
Informasi ini disarikan dari Wikipedia dan disajikan kembali untuk tujuan edukasi. Konten tersedia di bawah lisensi CC BY-SA 3.0. Kami tidak bertanggung jawab atas ketidakakuratan data yang bersumber dari kontribusi publik tersebut.
- The information displayed on this website is sourced in part or in whole from Wikipedia and has been adapted for the purpose of restating it. We strive to provide accurate and relevant information, however:
- There is no guarantee of absolute accuracy. Wikipedia is an open, collaborative project that can be edited by anyone, so information is subject to change.
- It is not intended to constitute professional advice. The content displayed is for informational and educational purposes only. For important decisions (e.g., medical, legal, or financial), please consult a professional.
- Content copyright. Wikipedia is licensed under the Creative Commons Attribution-ShareAlike License (CC BY-SA). This means that content may be reused with appropriate attribution and shared under a similar license.
- Responsible use. Any risk arising from the use of information from this website is entirely the responsibility of the user.