Kuil Mars Ultor
Templum Martis Ultoris | |
Sisa Kuil Mars Ultor di Forum Augustus | |
| Nama alternatif | Kuil Mars sang Pembalas |
|---|---|
| Lokasi | Forum Augustus, Roma, Italia |
| Wilayah | Lazio |
| Koordinat | 41°53′39.42″N 12°29′12.64″E / 41.8942833°N 12.4868444°E |
| Jenis | Kuil Romawi |
| Sejarah | |
| Pendiri | Augustus |
| Didirikan | Diresmikan pada 2 SM |
| Periode | Kekaisaran Romawi |
| Budaya | Romawi kuno |
| Catatan situs | |
| Kondisi | Reruntuhan |
| Akses umum | Terbatas sebagai bagian dari kawasan arkeologi Forum Kekaisaran |
Kuil Mars Ultor (bahasa Latin: Templum Martis Ultoris), atau Kuil Mars sang Pembalas, adalah sebuah kuil Romawi yang didirikan oleh Augustus di Forum Augustus, Roma, dan diresmikan pada 2 SM. Kuil tersebut dipersembahkan kepada Mars dengan julukan Ultor, yang berarti “pembalas” atau “penuntut balas”. Bangunan ini menjadi pusat arsitektur, keagamaan, dan politik Forum Augustus serta salah satu monumen terpenting dalam program monumental pemerintahan Augustus.[1][2]
Menurut tradisi sastra Romawi, Oktavianus mengikrarkan pembangunan kuil tersebut menjelang Pertempuran Filipi pada 42 SM untuk membalas pembunuhan ayah angkatnya, Julius Caesar. Setelah Augustus memperoleh kembali panji-panji militer Romawi yang sebelumnya direbut Partia, kuil itu juga menjadi lambang pemulihan kehormatan militer Romawi. Di bawah pemerintahan Augustus, kuil digunakan untuk upacara keberangkatan dan kepulangan panglima, penyimpanan lambang kemenangan, serta rapat Senat mengenai perang dan pemberian pawai kemenangan.[3]
Sisa bangunan yang masih terlihat mencakup podium, tangga, bagian dinding ruang utama, sebuah pilaster, dan tiga tiang luar dari marmer putih. Sebagian unsur arsitektur dan dekorasinya disimpan serta direkonstruksi di Museum Forum Kekaisaran di Mercati di Traiano.[1]
Nama dan pemujaan
Kata Latin ultor berarti pembalas atau orang yang menuntut balas. Gelar tersebut membedakan Mars Ultor dari aspek-aspek pemujaan Mars lainnya, seperti Mars Gradivus, yang lebih langsung berkaitan dengan keberangkatan menuju perang. Dalam program Augustus, makna pembalasan mempunyai beberapa lapisan: pembalasan terhadap para pembunuh Caesar, pemulihan kehormatan Romawi setelah kekalahan dari Partia, dan penghukuman terhadap musuh-musuh negara.[4][5]
Mars juga dipahami sebagai ayah Romulus, pendiri mitologis Roma. Dengan menempatkan Mars bersama Venus, leluhur mitologis keluarga Julia, Augustus menghubungkan asal-usul Roma dengan silsilah keluarganya sendiri. Hubungan tersebut menjadikan kuil bukan hanya monumen kemenangan, tetapi juga pernyataan mengenai kedudukan keluarga Julia dalam sejarah dan agama Romawi.[6]
Ikrar dan pembangunan
Pertempuran Filipi
Julius Caesar dibunuh pada 15 Maret 44 SM oleh sekelompok senator yang antara lain dipimpin Marcus Junius Brutus dan Gaius Cassius Longinus. Dua tahun kemudian, pasukan Oktavianus dan Markus Antonius menghadapi Brutus dan Cassius dalam Pertempuran Filipi di Makedonia.
Suetonius dan Ovidius menyatakan bahwa Oktavianus mengikrarkan sebuah kuil kepada Mars sebelum atau dalam konteks perang tersebut. Kemenangan pihak triumvir pada 42 SM kemudian ditampilkan sebagai pemenuhan pembalasan yang sah terhadap pembunuh Caesar.[3][4]
Keandalan setiap rincian kisah ikrar tersebut pernah diperdebatkan, karena sumber-sumber sastra yang masih bertahan ditulis setelah Augustus berkuasa. Meskipun demikian, tema pembalasan terhadap pembunuh Caesar secara konsisten muncul dalam propaganda Oktavianus. Dalam Res Gestae Divi Augusti, Augustus menyatakan bahwa ia menghukum orang-orang yang membunuh ayahnya dan mengalahkan mereka ketika mereka mengangkat senjata melawan negara.[7]
Forum baru
Kuil ditempatkan pada ujung timur Forum Augustus, kompleks monumental yang dibangun berdampingan dengan Forum Caesar. Augustus menyatakan bahwa kuil dan forum dibangun di atas tanah miliknya sendiri dengan hasil rampasan perang.[8]
Pemilihan tempat itu mengikuti preseden Julius Caesar, yang menempatkan Kuil Venus Genetrix sebagai pusat Forum Caesar. Namun, Forum Augustus menghadapi keterbatasan lahan karena Augustus tidak memperoleh seluruh tanah yang semula diperlukan. Akibatnya, denah forum harus menyesuaikan diri dengan bangunan dan jalan di sekitar kawasan Subura.[9]
Panji-panji Partia
Pada 53 SM, pasukan Marcus Licinius Crassus dikalahkan oleh Partia dalam Pertempuran Carrhae. Beberapa panji legiun dan lambang militer Romawi jatuh ke tangan lawan. Panji tambahan hilang dalam kekalahan Romawi yang lain pada dasawarsa berikutnya.
Pada 20 SM, Augustus memperoleh pengembalian panji-panji tersebut melalui penyelesaian diplomatik dengan Raja Phraates IV. Pemerintahannya menggambarkan pengembalian itu sebagai kemenangan yang setara dengan keberhasilan militer. Mars Ultor dengan demikian tidak lagi hanya melambangkan pembalasan pribadi terhadap pembunuh Caesar, tetapi juga pembalasan nasional atas kekalahan Romawi.[5]
Senat pada mulanya mengusulkan sebuah tempat suci Mars Ultor di Bukit Capitolium untuk menampung panji-panji yang dikembalikan. Hubungan tepat antara rencana tersebut, gambar kuil pada uang logam, dan kuil di Forum Augustus telah lama diperdebatkan. Yang jelas, panji-panji Partia akhirnya berkaitan erat dengan Kuil Mars Ultor di Forum Augustus dan menjadi bagian utama simbolismenya.[5][10]
Peresmian
Kuil dan Forum Augustus diresmikan pada 2 SM, sekitar empat puluh tahun setelah ikrar di Filipi. Tahun peresmian tersebut didukung oleh kesaksian Velleius Paterculus, catatan Augustus, dan sumber kalender Romawi.[11]
Tanggal tepat dalam tahun itu masih diperdebatkan. Tanggal 1 Agustus telah lama diterima berdasarkan hubungan dengan permainan untuk Mars dan konsulat ketiga belas Augustus. C. J. Simpson mengusulkan 12 Mei berdasarkan uraian Ovidius dalam Fasti serta perbandingan dengan kalender keagamaan. Perdebatan tersebut tidak mengubah kepastian bahwa peresmian berlangsung pada 2 SM.[11]
Peresmian berlangsung pada periode ketika Augustus menerima gelar Pater Patriae atau “Bapak Tanah Air”. Kuil dan forum memperlihatkan bagaimana pemerintahan Augustus menyatukan kemenangan militer, tradisi Republik, agama negara, sejarah keluarga, dan kedudukan penguasa dalam satu kompleks monumental.[12]
Arsitektur
Tata letak
Kuil berdiri di tengah sisi timur Forum Augustus, di depan tembok pembatas tinggi yang memisahkan kompleks dari Subura. Tangga lebar menghubungkan alun-alun dengan podium kuil. Penempatan tersebut membuat bangunan mendominasi pandangan orang yang memasuki alun-alun forum.[1][9]
Bangunan dirancang sebagai kuil berlanggam peripteral sine postico: barisan tiang mengelilingi bagian depan dan sisi-sisinya, tetapi tidak membentuk barisan bebas di belakang karena bagian belakang kuil berdekatan dengan tembok forum. Fasadnya mempunyai delapan tiang (octastyle), sedangkan masing-masing sisi mempunyai tujuh tiang.[13]
Podium dan bahan
Kuil ditopang podium setinggi sekitar 3,55 meter yang dibangun dari balok tufa Grotta Oscura dan dilapisi marmer putih dari Luna, kawasan yang sekarang berkaitan dengan Carrara. Penggunaan marmer putih dalam skala besar menempatkan kuil di antara contoh utama monumentalitas arsitektur pada zaman Augustus.[13]
Ordo luarnya menggunakan Ordo Korintus. Museum Forum Kekaisaran menyebut Kuil Mars Ultor sebagai salah satu contoh awal—dan secara umum dianggap sebagai contoh pertama—penerapan bentuk baku Ordo Korintus Romawi. Entablatur terdiri atas arkitraf tiga jalur, friz polos, serta cornice dengan konsol dan talang berbentuk kepala singa.[13]
Tiang, dinding, tangga, serta unsur dekoratif tidak dibuat sebagai massa marmer tunggal. Seperti bangunan lain di Forum Augustus, beberapa komponen besar dibentuk dari sejumlah balok yang disusun dan dikaitkan secara teliti.
Pronaos dan cella
Pengunjung memasuki kuil melalui pronaos bertiang, kemudian melewati pintu besar menuju cella, yaitu ruang pemujaan utama. Peralihan visual dari bagian luar yang didominasi marmer putih menuju bagian dalam diperkuat oleh lantai dan dinding dari berbagai marmer berwarna.[14]
Di sepanjang dinding cella terdapat podium memanjang yang menopang susunan tiang dan pilaster bertingkat. Beberapa batang tiang dibuat dari marmer pavonazzetto, marmer putih dengan urat keunguan yang berasal dari Frigia, sedangkan kapitel Korintus dipahat dari marmer patung Luna. Sejumlah kapitel pilaster dihiasi kuda bersayap atau Pegasus.[14]
Pada ujung belakang cella terdapat apsis yang menampung kelompok patung pemujaan. Susunan ruang tersebut mengarahkan perhatian pengunjung menuju patung dewa dan rangkaian dinasti di bagian terdalam kuil.
Dekorasi dan patung
Pedimen
Susunan pedimen kuil direkonstruksi dari fragmen arsitektur dan penggambaran bangunan dalam seni Romawi, terutama relief yang biasanya dikaitkan dengan Ara Pietatis Augustae. Di bagian tengah terdapat Mars dan Venus. Tokoh lain mencakup Fortuna, Roma bersenjata, Romulus sebagai augur, serta personifikasi Bukit Palatium dan Sungai Tiber.[1][15]
Rangkaian itu menghubungkan tempat, dewa, dan tokoh asal-usul Roma. Mars dan Romulus mewakili pendirian kota; Venus dan garis keturunan Aeneas mewakili leluhur keluarga Julia; Roma, Palatium, dan Tiber mewakili kota serta lanskapnya; sedangkan Fortuna menekankan dukungan ilahi terhadap kemenangan Augustus.[12]
Kelompok patung pemujaan
Sumber arkeologi dan sastra menunjukkan bahwa cella menampung patung kolosal Mars dan Venus. Mars berfungsi sekaligus sebagai pembalas kematian Caesar dan ayah Romulus, sedangkan Venus adalah ibu Aeneas dan leluhur mitologis keluarga Julia.[6]
Keberadaan patung ketiga lebih tidak pasti. Sejumlah rekonstruksi mengidentifikasinya sebagai Divus Julius, yaitu Julius Caesar yang telah didewakan. Hipotesis lain menghubungkannya dengan Genius Kaisar Nero yang ditambahkan pada masa kemudian. Karena bukti yang bertahan tidak menentukan, identitas patung ketiga sebaiknya tidak dianggap pasti.[6]
Sebuah tipe patung Mars berjanggut dengan zirah, helm, perisai, dan tombak sering disebut “Mars Ultor”. Akan tetapi, tidak semua salinan yang bertahan dapat dipastikan meniru secara langsung patung pemujaan di kuil. Gambar pada uang logam dan relief juga dapat menggunakan representasi umum Mars, bukan reproduksi arkeologis yang tepat.[11]
Hiasan interior
Dekorasi cella menggabungkan marmer putih dan marmer berwarna. Selain kapitel Korintus berukir Pegasus, fragmen yang ditemukan menunjukkan penggunaan ornamen tumbuhan, palmet, dan unsur figuratif dengan pengerjaan yang sangat halus. Skala dan mutu dekorasinya membantu membentuk model bagi arsitektur negara pada masa Kekaisaran awal.[14]
Fungsi keagamaan dan kenegaraan
Kuil Mars Ultor menjalankan fungsi yang lebih luas daripada tempat ibadah biasa. Menurut Suetonius, Augustus menetapkan bahwa Senat harus bersidang di kuil ketika mempertimbangkan perang dan permohonan pawai kemenangan. Panglima yang akan berangkat menuju provinsi dengan komando militer diantar dari kuil, sedangkan mereka yang kembali sebagai pemenang membawa lambang kemenangan ke tempat tersebut.[3]
Fungsi yang dikaitkan dengan kuil dan forum meliputi:
- rapat Senat mengenai pernyataan perang, urusan militer, dan pemberian pawai kemenangan;
- upacara keberangkatan gubernur atau panglima menuju provinsi;
- persembahan senjata, panji, dan harta rampasan;
- penyimpanan panji-panji yang diperoleh kembali dari Partia;
- penerimaan utusan asing dalam urusan yang berkaitan dengan perang dan diplomasi;
- peringatan kemenangan militer dan jasa keluarga kekaisaran.
Kuil menjadi titik simbolis yang menghubungkan kewenangan Senat dengan kepemimpinan militer princeps. Upacara yang sebelumnya tersebar pada berbagai tempat di Roma dipusatkan dalam kompleks yang secara arsitektural dan ideologis dikaitkan dengan Augustus.[2][5]
Kegiatan tersebut juga mengubah makna “pembalasan”. Perang yang disahkan negara, kemenangan panglima, dan pengembalian kehormatan militer dipresentasikan sebagai tindakan yang berada di bawah pengawasan Mars Ultor, bukan sekadar kekerasan pribadi.
Makna politik
Kuil dan Forum Augustus merupakan bagian dari pembentukan citra politik rezim baru setelah perang saudara. Augustus tidak secara resmi menghapus lembaga-lembaga Republik, tetapi menempatkan dirinya sebagai pusat kehidupan militer, keagamaan, dan historis negara.
Program patung di forum menampilkan Aeneas, raja-raja Alba Longa, Romulus, tokoh-tokoh besar Republik atau summi viri, dan anggota keluarga Julia. Kuil Mars Ultor menjadi puncak rangkaian tersebut. Dengan demikian, Augustus ditampilkan sebagai penerus seluruh sejarah Roma, bukan hanya penerus Julius Caesar.[16]
Kemenangan Filipi menimbulkan masalah ideologis karena merupakan kemenangan orang Romawi atas sesama orang Romawi. Pengembalian panji Partia menyediakan tema yang lebih mudah dipresentasikan sebagai kemenangan seluruh negara atas kekuatan asing. Kuil menyatukan kedua peristiwa tersebut dalam gagasan pembalasan yang sah dan pemulihan ketertiban.[5]
Ovidius dalam Fasti menggambarkan Mars turun untuk melihat kuil dan kehormatan yang diberikan kepadanya di forum Augustus. Puisi tersebut menampilkan bangunan sebagai tempat yang sepadan dengan kebesaran dewa dan kota, tetapi juga memperlihatkan eratnya hubungan antara agama Mars dan politik dinasti Augustus.[4]
Perubahan pada masa Kekaisaran
Kuil tetap menjadi tempat penting pada masa penerus Augustus. Pada 19 M, dua gerbang kehormatan didirikan di sisi kuil dalam Forum Augustus untuk memperingati kemenangan Germanicus dan Drusus Muda. Gerbang-gerbang tersebut mengintegrasikan pencapaian keluarga kekaisaran berikutnya ke dalam ruang monumental Augustus.[2]
Sejumlah perbaikan dilakukan pada masa Kekaisaran, dan unsur arsitektur mungkin mengalami penggantian atau pemulihan. Namun, tidak semua perubahan dapat direkonstruksi dengan pasti karena sebagian besar bangunan telah dibongkar dan fragmennya digunakan kembali.
Setelah Forum Trajanus dibuka pada abad ke-2 M, sebagian fungsi pengadilan dan seremoni Forum Augustus mungkin berpindah ke kompleks baru tersebut. Kuil Mars Ultor tetap mempunyai nilai keagamaan dan historis, tetapi bukti mengenai penggunaannya menjadi semakin jarang pada masa kuno akhir.
Kemunduran dan penggunaan kembali
Pembongkaran kuil telah berlangsung paling lambat antara akhir abad ke-5 dan paruh pertama abad ke-6. Sebuah tanda kepemilikan pada potongan tiang menunjukkan bahwa marmer bangunan telah dipisahkan untuk digunakan kembali pada masa keluarga bangsawan Decii dan pemerintahan Teoderik Agung.[17]
Pada abad ke-9 atau ke-10, komunitas biarawan Basilian mendirikan Biara San Basilio di atas podium kuil. Pembangunan tersebut menandai perubahan kawasan dari pusat keagamaan Romawi kuno menjadi kompleks Kristen abad pertengahan. Pada akhir abad ke-12 atau awal abad ke-13, kawasan itu ditempati Kesatria Santo Yohanes dari Yerusalem, yang kemudian dikenal sebagai Kesatria Rodos dan Malta.[1][17]
Pada 1566, Paus Pius V menyerahkan kompleks kepada para biarawati Dominikan. Mereka membangun Biara dan Gereja Santissima Annunziata di atas serta di sekitar sisa kuil. Bangunan-bangunan tersebut bertahan hingga abad ke-20.[1]
Antara 1924 dan 1932, sebagian besar bangunan pascakuno di kawasan itu dibongkar dalam proyek pembukaan kembali Forum Kekaisaran. Pekerjaan tersebut menyingkap podium, tangga, tiang, dinding, serta banyak fragmen dekorasi Kuil Mars Ultor. Metode “pembebasan” monumen pada masa itu juga menghilangkan sejumlah besar lapisan sejarah abad pertengahan dan modern dari situs tersebut.[1][17]
Sisa arkeologis
Tiga tiang Korintus pada sisi tenggara kuil masih berdiri bersama entablatur di atasnya dan sebuah pilaster yang melekat pada dinding belakang. Podium dan tangga depan dapat dikenali, sementara sebagian denah cella dan pronaos terlihat dari fondasi serta susunan balok yang bertahan.[1]
Fragmen bangunan yang ditemukan selama penggalian mencakup:
- bagian kapitel Korintus luar dan dalam;
- potongan cornice dengan kepala singa;
- batang tiang marmer Luna dan pavonazzetto;
- bagian lantai marmer berwarna;
- kapitel pilaster berhiaskan Pegasus;
- fragmen pedimen dan patung;
- unsur tangga, podium, pintu, dan dinding cella.
Banyak fragmen tersebut dipelajari dan dipamerkan di Museum Forum Kekaisaran. Rekonstruksi museum membantu menjelaskan skala unsur arsitektur yang sulit dipahami apabila hanya dilihat sebagai pecahan terpisah.[13][14]
Kuil berada dalam kawasan arkeologi Forum Kekaisaran. Sisa-sisanya dapat dilihat dari Via dei Fori Imperiali dan jalan di sekitarnya, sementara akses langsung bergantung pada pengaturan kunjungan kawasan arkeologi.
Sumber dan rekonstruksi
Pengetahuan mengenai kuil berasal dari gabungan sumber sastra, prasasti, uang logam, relief, fragmen arsitektur, dan penggalian arkeologi. Sumber sastra utama mencakup Res Gestae karya Augustus, Fasti karya Ovidius, Kehidupan Augustus karya Suetonius, karya Velleius Paterculus, serta sejarah Kasius Dio.
Sumber-sumber tersebut mempunyai tujuan yang berbeda. Res Gestae adalah catatan pencapaian resmi Augustus; Ovidius menulis puisi kalender keagamaan; Suetonius menyusun biografi kekaisaran lebih dari satu abad kemudian. Karena itu, informasi mengenai ikrar, tanggal peresmian, susunan patung, dan fungsi bangunan perlu dibandingkan dengan bukti material.[11][5]
Penggambaran kuil pada uang logam dan relief tidak selalu merupakan rekaman arsitektur yang sepenuhnya harfiah. Seniman dapat menyederhanakan jumlah tiang, memindahkan patung, atau menyesuaikan komposisi dengan ruang gambar. Rekonstruksi modern karena itu membedakan unsur yang dibuktikan oleh temuan arkeologi dari unsur yang bersifat hipotesis.
Lihat pula
- Forum Augustus
- Forum Kekaisaran
- Mars (mitologi)
- Augustus
- Pertempuran Filipi
- Pertempuran Carrhae
- Kuil Venus Genetrix
- Arsitektur Romawi kuno
- Daftar kuil Romawi kuno
Catatan
- ^ a b c d e f g h "Tempio di Marte Ultore". Sovrintendenza Capitolina ai Beni Culturali (dalam bahasa Italia). Roma Capitale. Diakses tanggal 3 Agustus 2026.
- ^ a b c Richardson, Lawrence (1992). A New Topographical Dictionary of Ancient Rome (dalam bahasa Inggris). Baltimore: Johns Hopkins University Press. hlm. 160–162. ISBN 978-0-8018-4300-6.
- ^ a b c Suetonius. "Life of Augustus, 29". Lexundria (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 3 Agustus 2026.
- ^ a b c Ovidius. "Fasti, Buku V". ToposText (dalam bahasa Inggris). Diterjemahkan oleh Frazer, James George. Diakses tanggal 3 Agustus 2026.
- ^ a b c d e f Rich, J. W. (1998). "Augustus's Parthian Honours, the Temple of Mars Ultor and the Arch in the Forum Romanum". Papers of the British School at Rome (dalam bahasa Inggris). 66: 71–128. doi:10.1017/S0068246200004244. JSTOR 40310976.
- ^ a b c "La cella del Tempio". Sovrintendenza Capitolina ai Beni Culturali (dalam bahasa Italia). Roma Capitale. Diakses tanggal 3 Agustus 2026.
- ^ Augustus. "Res Gestae Divi Augusti". Livius.org (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 3 Agustus 2026.
- ^ Augustus. "Res Gestae Divi Augusti, 21". LacusCurtius (dalam bahasa Inggris). Diterjemahkan oleh Shipley, Frederick W. Diakses tanggal 3 Agustus 2026.
- ^ a b "La pianta del Foro". Sovrintendenza Capitolina ai Beni Culturali (dalam bahasa Italia). Roma Capitale. Diakses tanggal 3 Agustus 2026.
- ^ Simpson, C. J. (1993). "A Shrine of Mars Ultor Re-visited". Revue belge de philologie et d'histoire (dalam bahasa Inggris). 71 (1): 116–122. doi:10.3406/rbph.1993.3875.
- ^ a b c d Simpson, C. J. (1977). "The Date of Dedication of the Temple of Mars Ultor". The Journal of Roman Studies (dalam bahasa Inggris). 67: 91–94. doi:10.2307/299921. JSTOR 299921.
- ^ a b Galinsky, Karl (1996). Augustan Culture: An Interpretive Introduction (dalam bahasa Inggris). Princeton: Princeton University Press. hlm. 197–213. ISBN 978-0-691-05890-0.
- ^ a b c d "Decorazione esterna del Tempio di Marte Ultore". Mercati di Traiano Museo dei Fori Imperiali (dalam bahasa Italia). Roma Capitale. Diakses tanggal 3 Agustus 2026.
- ^ a b c d "Decorazione interna del Tempio di Marte Ultore". Mercati di Traiano Museo dei Fori Imperiali (dalam bahasa Italia). Roma Capitale. Diakses tanggal 3 Agustus 2026.
- ^ "Introduzione al Foro di Augusto". Mercati di Traiano Museo dei Fori Imperiali (dalam bahasa Italia). Roma Capitale. Diakses tanggal 3 Agustus 2026.
- ^ Zanker, Paul (1988). The Power of Images in the Age of Augustus (dalam bahasa Inggris). Diterjemahkan oleh Shapiro, Alan. Ann Arbor: University of Michigan Press. hlm. 193–215. ISBN 978-0-472-08124-0.
- ^ a b c "I Fori Imperiali dal Medioevo ad oggi". Sovrintendenza Capitolina ai Beni Culturali (dalam bahasa Italia). Roma Capitale. Diakses tanggal 3 Agustus 2026.
Daftar pustaka
- Galinsky, Karl (1996). Augustan Culture: An Interpretive Introduction (dalam bahasa Inggris). Princeton: Princeton University Press. ISBN 978-0-691-05890-0.
- Richardson, Lawrence (1992). A New Topographical Dictionary of Ancient Rome (dalam bahasa Inggris). Baltimore: Johns Hopkins University Press. ISBN 978-0-8018-4300-6.
- Rich, J. W. (1998). "Augustus's Parthian Honours, the Temple of Mars Ultor and the Arch in the Forum Romanum". Papers of the British School at Rome (dalam bahasa Inggris). 66: 71–128. doi:10.1017/S0068246200004244.
- Simpson, C. J. (1977). "The Date of Dedication of the Temple of Mars Ultor". The Journal of Roman Studies (dalam bahasa Inggris). 67: 91–94. doi:10.2307/299921.
- Zanker, Paul (1988). The Power of Images in the Age of Augustus (dalam bahasa Inggris). Diterjemahkan oleh Shapiro, Alan. Ann Arbor: University of Michigan Press. ISBN 978-0-472-08124-0.
Pranala luar
Media terkait Temple of Mars the Avenger, Rome di Wikimedia Commons- Kuil Mars Ultor di Sovrintendenza Capitolina ai Beni Culturali
- Dekorasi luar Kuil Mars Ultor di Museum Forum Kekaisaran
Content Disclaimer
Informasi ini disarikan dari Wikipedia dan disajikan kembali untuk tujuan edukasi. Konten tersedia di bawah lisensi CC BY-SA 3.0. Kami tidak bertanggung jawab atas ketidakakuratan data yang bersumber dari kontribusi publik tersebut.
- The information displayed on this website is sourced in part or in whole from Wikipedia and has been adapted for the purpose of restating it. We strive to provide accurate and relevant information, however:
- There is no guarantee of absolute accuracy. Wikipedia is an open, collaborative project that can be edited by anyone, so information is subject to change.
- It is not intended to constitute professional advice. The content displayed is for informational and educational purposes only. For important decisions (e.g., medical, legal, or financial), please consult a professional.
- Content copyright. Wikipedia is licensed under the Creative Commons Attribution-ShareAlike License (CC BY-SA). This means that content may be reused with appropriate attribution and shared under a similar license.
- Responsible use. Any risk arising from the use of information from this website is entirely the responsibility of the user.