Jathilan Diponegoro

Jathilan Diponegoro adalah kesenian Kuda Lumping kreasi baru yang berasal dari Yogyakarta.

Awal Mula

Para Warok Ponorogo yang mendapatkan tanah perdikan dari Keraton Mataram yang kini bernama Kulonprogo, usai berhasil membantu keraton Mataram melawan pemberontakan Trunojoyo. keberadaan Warok Ponorogo di Yogyakarta turut mewarnai kebudayaan di Yogyakarta sehingga adanya kesenian Jathilan maupun Reog dari Ponorogo, kesenian yang dibawa para Ksatria warok ini turun temurun hingga kemerdekaan.[1]

Setelah kemerdekaan Indonesia dalam upaya mengenang perjuangan Pangeran Diponegoro yang melawan Belanda, maka dibuatlah garapan kesenian Jathilan kreasi Baru bertemakan kepahlawanan Pangeran Diponegoro dengan adanya tokoh penari berpakaian layaknya Pangeran Diponegoro, jenis jathilan kreasi baru ini menggunakan alur peperangan melawan prajurit Belanda.

Referensi

  1. ^ "Muhibah Budaya di Ponorogo, Ngumpulke Balung Pisah - Berita | Portal Pemda DIY". jogjaprov.go.id. Diarsipkan dari asli tanggal 2022-01-06. Diakses tanggal 2021-12-21.

Content Disclaimer

Informasi ini disarikan dari Wikipedia dan disajikan kembali untuk tujuan edukasi. Konten tersedia di bawah lisensi CC BY-SA 3.0. Kami tidak bertanggung jawab atas ketidakakuratan data yang bersumber dari kontribusi publik tersebut.

  1. The information displayed on this website is sourced in part or in whole from Wikipedia and has been adapted for the purpose of restating it. We strive to provide accurate and relevant information, however:
  2. There is no guarantee of absolute accuracy. Wikipedia is an open, collaborative project that can be edited by anyone, so information is subject to change.
  3. It is not intended to constitute professional advice. The content displayed is for informational and educational purposes only. For important decisions (e.g., medical, legal, or financial), please consult a professional.
  4. Content copyright. Wikipedia is licensed under the Creative Commons Attribution-ShareAlike License (CC BY-SA). This means that content may be reused with appropriate attribution and shared under a similar license.
  5. Responsible use. Any risk arising from the use of information from this website is entirely the responsibility of the user.
Kembali kehalaman sebelumnya