Kali Malang

Saluran Induk Irigasi Tarum Barat
Saluran Induk Irigasi Tarum Barat

Kalimalang atau Saluran Irigasi Tarum Barat adalah sebuah saluran irigasi buatan yang membentang dari Bendung Curug di Kabupaten Karawang, Jawa Barat, hingga ke Sungai Cipinang di Jakarta Timur. Saluran ini dibangun oleh Pemerintah Indonesia dengan tujuan mengalirkan air bersih dari Sungai Citarum untuk memenuhi kebutuhan air masyarakat di Jakarta dan sekitarnya.

Saluran ini melintasi berbagai wilayah mulai dari kawasan industri di Klari (Pindodeli), Perum Peruri Loji Pangkalan, Kobak Beureum, Cikarang, Cibitung, Tambun, Kota Bekasi, hingga Jakarta Timur.

Etimologi

Nama "Kalimalang" berasal dari kata dalam Bahasa Jawa, yaitu malang yang berarti melintang. Penamaan ini merujuk pada arah aliran saluran yang berbeda dari saluran air umumnya—yang biasanya mengalir dari pegunungan ke laut—sementara Kalimalang justru melintang dari timur ke barat.

Peta

Jalan Kali Malang

Di sepanjang sisi kanan dan kiri Kalimalang terdapat Jalan Kalimalang, jalan arteri utama yang membentang sepanjang kurang lebih 20 kilometer, melintasi wilayah Jakarta Timur hingga Bekasi. Jalan ini melewati sejumlah kawasan padat seperti:

Kemacetan lalu lintas merupakan permasalahan utama di jalan ini, antara lain disebabkan oleh jalan yang rusak parah, jalan yang berlubang, banjir di Cipinang Melayu, kurang berfungsinya lampu dan rambu lalu lintas, Metromini dan angkutan kota yang berhenti, dan kecelakaan lalu lintas. Selain itu, Jalan Kalimalang merupakan jalur utama bagi para pemudik beroda dua yang mengarah ke Cikampek, sehingga menjadikan jalan ini sangat padat saat menjelang hari raya.[1]

Permasalahan Lalu Lintas

Kemacetan lalu lintas merupakan masalah utama di sepanjang Jalan Kalimalang. Beberapa faktor penyebab kemacetan di antaranya:[1]

  • Kondisi jalan yang rusak dan berlubang
  • Genangan dan banjir musiman, terutama di kawasan Cipinang Melayu
  • Kurangnya fungsi lampu dan rambu lalu lintas
  • Angkutan umum seperti Metromini dan angkot yang berhenti sembarangan
  • Kecelakaan lalu lintas

Selain itu, jalan ini merupakan jalur utama pemudik sepeda motor ke arah Cikampek, sehingga lalu lintas semakin padat menjelang Hari Raya Idulfitri.


Jalan Tol

Di sepanjang sisi Kalimalang juga dibangun Jalan Tol Bekasi–Cawang–Kampung Melayu (Becakayu), yang awalnya mulai dikerjakan pada tahun 1995. Namun, proyek ini sempat mangkrak pada tahun 1998 akibat krisis moneter. Proyek tersebut dihidupkan kembali pada Maret 2015, dan ditargetkan rampung pada akhir tahun 2017.[2]

Pembangunan tol ini turut memengaruhi tingkat kemacetan di Jalan Kalimalang, disebabkan oleh alih fungsi lahan, masalah sistem drainase yang buruk, serta kehilangan data arsip terkait pembebasan lahan.

Lihat pula

Referensi

  1. ^ a b Hidayat, Mohammad Arief; Nugraha, Bayu (10 Juni 2015). "Polisi Sarankan Pemudik Motor Tak Lewat Jalur Kalimalang". Viva.co.id. Diakses tanggal 7 Januari 2017.
  2. ^ "Tol Becakayu Dibangun, Jakarta-Bekasi Macet Total". Tempo.co. 21 Oktober 2015. Diakses tanggal 23 Juni 2025.

Pranala luar

Content Disclaimer

Informasi ini disarikan dari Wikipedia dan disajikan kembali untuk tujuan edukasi. Konten tersedia di bawah lisensi CC BY-SA 3.0. Kami tidak bertanggung jawab atas ketidakakuratan data yang bersumber dari kontribusi publik tersebut.

  1. The information displayed on this website is sourced in part or in whole from Wikipedia and has been adapted for the purpose of restating it. We strive to provide accurate and relevant information, however:
  2. There is no guarantee of absolute accuracy. Wikipedia is an open, collaborative project that can be edited by anyone, so information is subject to change.
  3. It is not intended to constitute professional advice. The content displayed is for informational and educational purposes only. For important decisions (e.g., medical, legal, or financial), please consult a professional.
  4. Content copyright. Wikipedia is licensed under the Creative Commons Attribution-ShareAlike License (CC BY-SA). This means that content may be reused with appropriate attribution and shared under a similar license.
  5. Responsible use. Any risk arising from the use of information from this website is entirely the responsibility of the user.
Kembali kehalaman sebelumnya