Klorin monoksida
|
| |||
| Nama | |||
|---|---|---|---|
| Nama IUPAC (preferensi)
Klorin monoksida | |||
| Nama IUPAC (sistematis)
Klorooksidanil | |||
| Nama lain
Klorin(II) oksida
| |||
| Penanda | |||
Model 3D (JSmol)
|
|||
| Singkatan | ClO(.) | ||
| ChEBI | |||
| ChemSpider | |||
| Nomor EC | |||
| MeSH | Chlorosyl | ||
PubChem CID
|
|||
| Nomor RTECS | {{{value}}} | ||
| UNII | |||
CompTox Dashboard (EPA)
|
|||
| |||
| |||
| Sifat | |||
| ClO | |||
| Massa molar | 51,45 g·mol−1 | ||
| Termokimia | |||
| Entalpi pembentukan standar (ΔfH |
101.8 kJ/mol[1] | ||
Kecuali dinyatakan lain, data di atas berlaku pada suhu dan tekanan standar (25 °C [77 °F], 100 kPa). | |||
| Referensi | |||
Klorin monoksida adalah suatu spesi radikal dengan rumus kimia ClO. Senyawa ini adalah gas berwarna merah-kuning, sangat reaktif dan tidak stabil. Senyawa ini biasanya disimpan dalam bentuk hidratnya pada bentuk beku. Senyawa ini digunakan sebagai pemutih kayu,[2] biosida[3] dan pembersihan air kolam renang.[4]
Reaksi dan reaktivitas
Senyawa ini meluruh dalam air, membentuk gas klorin dan oksigen.[4]
Senyawa ini meledak apabila dipanaskan atau apabila bereaksi dengan bahan organik, termasuk: karbon, karbon disulfida, eter, hidrokarbon, disianogen, bahan yang mudah teroksidasi (amonia, kalium, arsen, antimon, belerang, kalsium fosfida, fosfina, fosforus, hidrogen sulfida, antimon sulfida, barium sulfida, raksa sulfida, dan timah sulfida). Senyawa ini larut dalam basa, membentuk campuran klorit dan klorat.[4] Konsentrasi gas dari senyawa ini harus dibatasi hingga kurang dari 10% untuk mengurangi bahaya ledakan.
Peran dalam penipisan ozon
Zat ini berperan penting dalam proses penipisan ozon.[5] Di stratosfer, atom klor bereaksi dengan molekul ozon untuk membentuk klorin monoksida dan oksigen.[6]
- Cl· + O3 → ClO· + O2
Reaksi ini menyebabkan penipisan lapisan ozon.[1] Reaksi ini terus berlangsung dan radikal ClO· dapat bereaksi lebih lanjut:
- ClO· + O· → Cl· + O2
menghasilkan radikal klor. Dalam reaksi tersebut, keseluruhan reaksi peluruhan ozon dikatalisis oleh klor, karena klor pada akhirnya tidak mengalami perubahan. Persamaan reaksi secara keseluruhan adalah:
- O· + O3 → + 2O2
Penipisan ozon tersebut diakibatkan oleh penggunaan CFC yang meningkat. Karenanya, banyak negara menyetujui penggunaan CFC. Keadaan CFC yang nonreaktif membuatnya dapat melewati stratosfer, yang membuatnya mengalami fotodisosiasi untuk membentuk radikal Cl. Senyawa ini kemudian membentuk klorin monoksida, dan siklus ini terus berlanjut hingga dua radikal bereaksi untuk membentuk diklorin monoksida, yang mengakhiri reaksi radikal. Karena konsentrasi CFC di atmosfer sangat rendah, kemungkinan berakhirnya reaksi tersebut sangat rendah, berarti setiap radikal dapat meluruhkan ribuan molekul ozon.[7]
Walaupun penggunaan CFC telah dilarang di beberapa negara, CFC dapat berada di atmosfer hingga sekitar 50-500 tahun. Hal ini menyebabkan banyak radikal klor yang dihasilkan dan karenanya sejumlah molekul ozon mengalami peluruhan sebelum radikal klor mampu bereaksi dengan klorin monoksida untuk menghasilkan diklorin monoksida.
Referensi
- ^ a b Egon Wiberg; Nils Wiberg; Arnold Frederick Holleman (2001). Inorganic chemistry (dalam bahasa Inggris). Academic Press. hlm. 462. ISBN 0-12-352651-5.
- ^ Kolar, J.J., Lindgren, B.O. & Pettersson, B. (1983). "Chemical reactions in chlorine dioxide stages of pulp bleaching". Wood Sci.Technol. (dalam bahasa Inggris). 17 (2): 117–128. doi:10.1007/BF00369129. Pemeliharaan CS1: Banyak nama: authors list (link)
- ^ Mayack, Lynn A.; Soracco, Reginald J.; Wilde, Edward W.; Pope, Daniel H. (1984). "Comparative effectiveness of chlorine and chlorine dioxide biocide regimes for biofouling control". Water Research (dalam bahasa Inggris). 18 (5): 593–599. doi:10.1016/0043-1354(84)90209-4. ISSN 0043-1354.
- ^ a b c "CHLORINE MONOXIDE". CAMEO Chemicals (dalam bahasa Inggris). National Oceanic and Atmospheric Administration. Diakses tanggal 12 Mei 2015.
- ^ Anderson, J. G., Brune, W. H., dan Profitt, M. H. (1989). "Kinetics of O3 destruction by ClO and BrO within the Antarctic vortex: An analysis based on in situ ER-2 data". J. Geophys. Res. (dalam bahasa Inggris). 94 (D9): 11480–11520. doi:10.1029/JD094iD09p11480. Pemeliharaan CS1: Banyak nama: authors list (link)
- ^ Brune, W. H., Anderson, J. G. (1986). "In situ observations of midlatitude stratospheric ClO and BrO". Geophys. Res. Lett. (dalam bahasa Inggris). 13 (13): 1391–1394. doi:10.1029/GL013i013p01391. Pemeliharaan CS1: Banyak nama: authors list (link)
- ^ Mumma, M. J., Rogers, J. D., Kostiuk, T., Deming, D., Hillman, J. J., Zipoy, D. (1983). "Is there any chlorine monoxide in the stratosphere?". Science (dalam bahasa Inggris). 221 (4607): 268–271. doi:10.1126/science.221.4607.268. Pemeliharaan CS1: Banyak nama: authors list (link)
Content Disclaimer
Informasi ini disarikan dari Wikipedia dan disajikan kembali untuk tujuan edukasi. Konten tersedia di bawah lisensi CC BY-SA 3.0. Kami tidak bertanggung jawab atas ketidakakuratan data yang bersumber dari kontribusi publik tersebut.
- The information displayed on this website is sourced in part or in whole from Wikipedia and has been adapted for the purpose of restating it. We strive to provide accurate and relevant information, however:
- There is no guarantee of absolute accuracy. Wikipedia is an open, collaborative project that can be edited by anyone, so information is subject to change.
- It is not intended to constitute professional advice. The content displayed is for informational and educational purposes only. For important decisions (e.g., medical, legal, or financial), please consult a professional.
- Content copyright. Wikipedia is licensed under the Creative Commons Attribution-ShareAlike License (CC BY-SA). This means that content may be reused with appropriate attribution and shared under a similar license.
- Responsible use. Any risk arising from the use of information from this website is entirely the responsibility of the user.

