Makam Joko

Makam Joko adalah kompleks pemakaman yang terletak di Desa Bangkala Loe, Kecamatan Bontoramba, Kabupaten Jeneponto. Berada di belakang permukiman penduduk dengan jarak dari jalan desa kurang lebih 30 meter. Di sekitar wilayah situs berbatasan dengan perkebunan. Luas wilayah situs kurang lebih dua hektare dan sebagian lahan situs dijadikan sebagai lahan perkebunan jagung, cabai dan pisang. Secara keseluruhan kondisi situs sangat tidak terawat karena banyak ditumbuhi semak sehingga beberapa makam tidak terindentifikasi. Selain itu, banyat jirat dan nisan makam yang terkonsentrasi pada titik tertentu tetapi tidak menenti karena lokasinya yang tidak jelas, sehingga bagian makam tersebut dikumpul di bawah pohon dan sebagian dijadikan sebagai batas lahan untuk meratakan tanah agar tidak longsor. Jumlah makam sudah tidak dapat dipastikan, tetapi diperkirakan 500 buah, terkonsentrasi di sebelah utara situs yang langsung berbatasan dengan lahan perkebunan. Situs inimemiliki tipe makam yang berada di sisi utara, dan beberapa makam yang berada di sebelah timur. Tidak banyak diketahui tentang sejarah situs tersebut, tetapi menurut informasi masyarakat lokal mengatakan bahwa pada situs tersebut, dimakamkan salah seorang tokoh masyarakat yang terkenal di Kerajaan Binamu, ialah Karaeng Cappia Matanna, yang merupakan orang yang pertama memeluk agama Islam di daerah Joko. Secara umum, tipe jirat makam yang berkembang di situs tesebut adalah tipe jirat teras berundak, tipe balok batu, tipe peti batu dan tipe tumpukan batu dan tanah. Sedangkan bentuk nisan yang berkembang adalah tipe nisan pipih berbentuk pedang, tipe nisan pipih berbentuk mata tombak, tipe nisan balok, tipe nisan patung manusia dan tipe nisan phallus. Secara umum, bentuk jirat makam, tipe nisan dan ragam hias di situs kompleks makam joko, hampir sama dengan Komples Makam Raja-Raja Binamu, yang agak khas di situs tersebut adalah adanya motif ornamen naga. Secara historis situs Makam Joko merupakan bagian dari pemakaman masyarakat Kerajaan binamu, karena Joko adalah wilayah kekuasaan Kerajaan Binamu pada masa lampau.[1]

Referensi

  1. ^ Duli, A., dkk. (2013). Monumen Islam di Sulawesi Selatan (PDF). Makassar: balai Pelestarian Cagar Budaya Makassar. hlm. 202. ISBN 978-602-8405-50-8. Pemeliharaan CS1: Banyak nama: authors list (link) Pemeliharaan CS1: Status URL (link)

Content Disclaimer

Informasi ini disarikan dari Wikipedia dan disajikan kembali untuk tujuan edukasi. Konten tersedia di bawah lisensi CC BY-SA 3.0. Kami tidak bertanggung jawab atas ketidakakuratan data yang bersumber dari kontribusi publik tersebut.

  1. The information displayed on this website is sourced in part or in whole from Wikipedia and has been adapted for the purpose of restating it. We strive to provide accurate and relevant information, however:
  2. There is no guarantee of absolute accuracy. Wikipedia is an open, collaborative project that can be edited by anyone, so information is subject to change.
  3. It is not intended to constitute professional advice. The content displayed is for informational and educational purposes only. For important decisions (e.g., medical, legal, or financial), please consult a professional.
  4. Content copyright. Wikipedia is licensed under the Creative Commons Attribution-ShareAlike License (CC BY-SA). This means that content may be reused with appropriate attribution and shared under a similar license.
  5. Responsible use. Any risk arising from the use of information from this website is entirely the responsibility of the user.
Kembali kehalaman sebelumnya