Mary Elizabeth Barber
Artikel ini perlu dikembangkan agar dapat memenuhi kriteria sebagai entri Wikipedia. Bantulah untuk mengembangkan artikel ini. Jika tidak dikembangkan, artikel ini akan dihapus. |
| Marie Elizabeth Barber | |
|---|---|
| Lahir | 5 Januari 1818 Wiltshire |
| Meninggal | 4 September 1899 (umur 81) Pietermaritzburg |
| Suami/istri | Frederick William Barber |
| Karier ilmiah | |
| Bidang | botani, entomologi, ornitologi |
Mary Elizabeth Barber (1818 - 1899) adalah peneliti botani, entomologi dan ornitologi berkebangsaan Inggris tanpa pendidikan formal. Mary juga dikenal sebagai penulis puisi, pelukis serta mengilustrasikan kontribusi ilmiahnya yang kemudian dicetak pada komunitas pembelajar, seperti The Royal Entomological Society di London, The Royal Botanical Gardens di Kew dan The Linean Society of London.
Kehidupan awal dan pendidikan
Mary dilahirkan dengan nama Mary Elizabeth Bowker pada 5 Januari 1818 di South Newton, Wiltshire, Britania Raya. Ia merupakan putri kesembilan [1]dari sebelas anak sekaligus putri pertama[2] pasangan Miles dan Anna Bowker yang berdomisili di Gateshead, Northumberland. Miles Bowker merupakan peternak domba berkecukupan yang memiliki bisnis pengolahan wolnya sendiri. Tahun 1820, Miles pindah dengan mengajak keluarganya ke Cape Colony, Afrika Selatan. Pada saat itu, pemerintah Inggris menawarkan tanah seluas 100 acre untuk pria berusia di atas 18 tahun di Afrika Selatan. Keluarga Bowker menerima tanah di Albany sebuah daerah dekat dengan Grahamstown[3]. Mereka mendirikan sekolah untuk anak-anaknya sendiri serta pekerjanya. Miles Bowker yang sangat menyukai sejarah alam secara tidak langsung juga mempengaruhi pembelajaran yang diterima oleh anak-anaknya.
Mary dan saudaranya sangat menyukai sejarah alam, tetapi salah satu yang membuatnya tertarik adalah buku terbitan tahun 1838 berjudul The Genera of South African Plants, arranged according to the Natural System oleh botanist berkebangsaan Irlandia WIlliam Henry Harvey[4]. Mary sangat tertarik pada struktur tumbuhan dan sistem klasifikasi Linnean. Mary berkorespondensi dengan Harvey yang meminta contoh spesimen tanaman di Cape agar bisa didokumentasikan. Proses korespondensi ini menarik dikarenakan pada masa itu perempuan masih belum sepenuhnya diterima untuk terlibat dalam diskusi ilmiah. Namun demikian, Mary sangat menikmati kebebasannya dalam hal ini, mengingat hal ini juga didukung oleh ayahnya yang juga lebih santai mengenai konsep perempuan ideal pada masa pra-Victorian (Georgian) yakni bebas berpendapat. Mary menjadi salah satu pemasok utama Harvey untuk tumbuhan dari Afrika Selatan, serta membantunya dalam menamakan dan mengklasifikasikan beberapa spesies[5]. Selama kurang lebih 30 tahun berkorespondensi, tercatat sekitar 1.000 spesies yang dikirimkan, masing-masing disertai dengan catatan yang dibuat oleh Mary. Mary juga berkorespondensi dengan botanis berkebangsaan Inggris, Joseph Dalton Hooker.
Pada tahun 1842, Mary menikah dengan Frederick William Barber, seorang analis kimia yang juga memiliki peternakan di Afrika Selatan.[6] Mereka memiliki dua anak laki-laki serta satu anak perempuan.[7]Mary Barber merupakan nenek dari perupa Ivan Mitford-Barberton
Kontribusi
Botani
Nama Mary disematkan dalam beberapa spesies tanaman karena kontribusinya melalui koleksi serta observasi ilmiah yang dilakukannya pada tumbuhan dan margasatwa di Afrika Selatan[8]. Mary dan adiknya, naturalis James Henry Bowker mengirimkan beberapa spesies tanaman yang tidak dikenal pada herbarium milik Trinity College Dublin dan Royal Botanic Gardens di Kew[9].
Aloidendron barberae pertama kali ditemukan oleh Mary Barber saat mengumpulkan tanaman di Transkei, Afrika Selatan. Spesimen tanaman itu beserta bunganya dikirimkan ke Royal Botanic Gardens di Kew, epithet spesifiknya kemudian diberikan oleh William Turner Thiselton-Dyer (1843-1928) untuk menghormatinya. Selain itu, Lotonosis harveyi juga dinamai berdasarkan namanya.[10]
Entomologi
Mary mengembangkan minatnya pada entomologi saat suaminya terlibat dalam perang gerilya yang sedang berlangsung antara kolonial Inggris dan penduduk asli Afrika. Bersama saudara laki-lakinya, James Henry Bowker, ia mulai mendokumentasikan ngengat dan kupu-kupu Afrika. Mereka menghubungi ahli entomologi Roland Trimen (1840–1916) pada tahun 1863 untuk berbagi hasil penemuan mereka[11]. Pengamatannya dilaporkan telah berkontribusi pada pertimbangan Charles Darwin tentang peran ngengat dalam penyerbukan anggrek[3]. Mary berkenalan dengan Charles Darwin diperantarai Roland Trimen, seorang ahli entomologi Inggris di Afrika Selatan pada tahun 1863. Mary bertukar surat dan pengamatan dengan Darwin dan para naturalis terhormat lainnya dalam jaringan ilmiahnya[12]. Pengaruhnya pada karya Darwin dikomunikasikan secara tidak langsung, melalui Trimen. Pada tahun 1865, Mary menyatakan bahwa ia akan menulis surat kepada Darwin sendiri tentang "belalang dan burung belalang", tetapi tidak ada catatan tentang hal ini, meskipun Darwin sendiri adalah seorang pengarsip korespondensi yang teliti. Dalam surat-surat lainnya, Barber tampaknya setuju dengan teori seleksi alam Darwin, dengan mengutip dominasi pemukim Eropa di Cape Colony sebagai bukti[13].
Perkumpulan Ilmiah
Kontribusi Mary terhadap ilmu pengetahuan mendapatkan pengakuan pada tahun 1878 dengan diundangnya dia menjadi anggota the South African Philosophical Society – sebuah kehormatan yang luar biasa pada saat itu. Perkumpulan Linnean di London tidak menerima perempuan sebagai anggota hingga tahun 1905, dianggap sebagai progresif pada perkumpulan Afrika Selatan ini, dan dampak yang telah diberikan Barber pada disiplin ilmunya. Jawabannya atas undangan tersebut menunjukkan sikapnya pada masa itu:
"Saya tidak keberatan....dan saya tidak melihat alasan mengapa seorang wanita harus menjadi anggota perkumpulan ilmiah mana pun secara diam-diam... Saya sama sekali tidak menyetujui wanita yang tampil di depan umum dan merebut tempat laki-laki dengan berkhotbah, berpidato, dll., tetapi saya tidak melihat mengapa mereka tidak boleh menjadi anggota perkumpulan mana pun yang sesuai dengan kualifikasi mereka, dan menikmati hak istimewanya secara diam-diam."[3]
Barber bergabung dengan South African Philosophical Society pada tanggal 26 Juni 1878. Makalahnya tentang warna-warna aneh hewan dalam kaitannya dengan kebiasaan hidup mereka diterbitkan pada tahun yang sama.[14] Makalah ini ditulis sebagai tanggapan terhadap sebuah artikel oleh Alfred Russel Wallace di mana ia memperdebatkan teori Darwin tentang pilihan betina dalam seleksi seksual.[15]Mary sepenuhnya memahami (dan memiliki pengamatan untuk membuktikan) bahwa betina memilih jantan berdasarkan fenotip mereka: perilaku pacaran yang mencolok, bulu yang mengkilap.[14]
Ia kemudian menjadi anggota perempuan pertama dari Ornithologischer Verein di Wina, perkumpulan ornitologi utama di Austria,[3]dan beberapa makalahnya diterjemahkan ke dalam bahasa Hungaria.
Aktivitas lainnya
Pada tahun 1850-an, Mary membantu kakak laki-lakinya, Thomas Holden Bowker, dalam pekerjaannya mengumpulkan koleksi pertama peralatan Zaman Batu di Afrika Selatan.[16] Pada tahun 1870-an, Barber menulis kumpulan artikel tentang penemuan berlian dan emas di Afrika Selatan. Dia juga mengilustrasikan pemandangan dari ladang berlian dalam beberapa lukisan[2].
Akhir hayat
Mary memiliki cukup uang untuk membiayai kunjungan ke Eropa pada tahun 1889, ia mengunjungi Kebun Raya Kerajaan di Kew untuk pertama kalinya, serta mengunjungi teman-teman ilmiah di seluruh Eropa. Ia meninggal pada 4 September 1899 di rumah putrinya, Highlie Bailie, Pietermaritzburg, Afrika Selatan.[6][17]
Referensi
- ^ "The Bowker Children". www.bowker.info. Diakses tanggal 2026-04-25.
- ^ a b Creese, Mary R. S.; Creese, Thomas M. (2010-02-08). Ladies in the Laboratory III: South African, Australian, New Zealand, and Canadian Women in Science: Nineteenth and Early Twentieth Centuries (dalam bahasa Inggris). Bloomsbury Publishing PLC. ISBN 978-0-8108-7289-9.
- ^ a b c d COHEN, ALAN (2000-06). "Mary Elizabeth Barber: South Africa's first lady natural historian". Archives of Natural History. 27 (2): 187–208. doi:10.3366/anh.2000.27.2.187. ISSN 0260-9541.
- ^ Harvey, William Henry (1838). The Genera of South African Plants: Arranged According to the Natural System (dalam bahasa Inggris).
- ^ Beinart, William (2008-05-29). The Rise of Conservation in South Africa: Settlers, Livestock, and the Environment 1770-1950 (dalam bahasa Inggris). OUP Oxford. ISBN 978-0-19-954122-5.
- ^ a b COHEN, ALAN (2000-06). "Mary Elizabeth Barber: South Africa's first lady natural historian". Archives of Natural History. 27 (2): 187–208. doi:10.3366/anh.2000.27.2.187. ISSN 0260-9541.
- ^ "S2A3 Biographical Database of Southern African Science". www.s2a3.org.za. Diakses tanggal 2026-04-25.
- ^ Women Marching Into the 21st Century: Wathint' Abafazi, Wathint' Imbokodo (dalam bahasa Inggris). HSRC Press. 2000. ISBN 978-0-7969-1966-3.
- ^ Cohen, Alan (1999). "Mary Elizabeth Barber, the Bowkers and South African Prehistory". The South African Archaeological Bulletin. 54 (170): 120–127. doi:10.2307/3889290. ISSN 0038-1969.
- ^ Platt, John R. "Legacy of South Africa's First Female Botanist Reaffirmed after 147 Years". Scientific American (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2026-04-25.
- ^ Creese, Mary R. S.; Creese, Thomas M. (2010-02-08). Ladies in the Laboratory III: South African, Australian, New Zealand, and Canadian Women in Science: Nineteenth and Early Twentieth Centuries (dalam bahasa Inggris). Bloomsbury Publishing PLC. ISBN 978-0-8108-7289-9.
- ^ Darwin, Charles (1985). The Correspondence of Charles Darwin: Volume 15, 1867 (dalam bahasa Inggris). Cambridge University Press. ISBN 978-0-521-85931-8.
- ^ Johnson, S. D. (2009-12). "Darwin's legacy in South African evolutionary biology". South African Journal of Science (dalam bahasa Inggris). 105 (11–12): 403–409. ISSN 0038-2353.
- ^ a b Barber, M. E. (1877-01). "IV. On the peculiar Colours of Animals in relation to Habits of Life". Transactions of the South African Philosophical Society. 1 (2): 27–45. doi:10.1080/21560382.1877.9526124.
- ^ "Wallace Online Bibliographical Database". wallace-online.org. Diakses tanggal 2026-04-25.
- ^ Deacon, H. J.; Deacon, Janette (1999). Human Beginnings in South Africa: Uncovering the Secrets of the Stone Age (dalam bahasa Inggris). New Africa Books. ISBN 978-0-86486-417-8.
- ^ "S2A3 Biographical Database of Southern African Science". www.s2a3.org.za. Diakses tanggal 2026-03-25.
Content Disclaimer
Informasi ini disarikan dari Wikipedia dan disajikan kembali untuk tujuan edukasi. Konten tersedia di bawah lisensi CC BY-SA 3.0. Kami tidak bertanggung jawab atas ketidakakuratan data yang bersumber dari kontribusi publik tersebut.
- The information displayed on this website is sourced in part or in whole from Wikipedia and has been adapted for the purpose of restating it. We strive to provide accurate and relevant information, however:
- There is no guarantee of absolute accuracy. Wikipedia is an open, collaborative project that can be edited by anyone, so information is subject to change.
- It is not intended to constitute professional advice. The content displayed is for informational and educational purposes only. For important decisions (e.g., medical, legal, or financial), please consult a professional.
- Content copyright. Wikipedia is licensed under the Creative Commons Attribution-ShareAlike License (CC BY-SA). This means that content may be reused with appropriate attribution and shared under a similar license.
- Responsible use. Any risk arising from the use of information from this website is entirely the responsibility of the user.