Pelat sambung

Pelat sambung pada rel kereta api.
Pelat sambung pada rel kereta api.

Pelat sambung (bahasa Inggris: [fishplate] Galat: {{Lang}}: text has italic markup (bantuan)) adalah pelat logam yang dibaut hingga ujung-ujungnya dengan dua ujung batang rel untuk menyambung dua rel. Istilah fishplate berasal dari kata bahasa Inggris fish, dalam hal ini berarti 'batang kayu dengan penampang melengkung untuk memperkuat tiang kapal'.[1] Ujung atas dan bawahnya diruncingkan agar terikat kuat di antara ujung atas dan bawah rel ketika dibaut.[2] Dalam kereta model, pelat sambung terkadang berupa pelat tembaga atau campuran nikel dengan tembaga yang disisipkan di antara kedua ujung rel.

Sejarah

Pelat sambung pertama, dipatenkan oleh William Adams dan Robert Richardson pada tahun 1847

Peralatan ini ditemukan oleh William Bridges Adams[3] pada bulan Mei 1842, karena ketidakpuasannya terhadap sambungan miring (scarf joint) dan sistem sambungan lainnya yang dipergunakan[4] pada saat itu. Ia menyatakan bahwa untuk membuat sambungan miring, rel harus dibagi dua menurut ketebalan pada ujung-ujungnya, dan tekanan ada pada bagian yang terbesar.[5] Pertama kalinya dipergunakan pada jalur milik Eastern Counties Railway tahun 1844, tetapi hanya berupa baji di antara rel yang disambung. Adams dan Robert Richardson mematenkan penemuan tersebut tahun 1847,[6] tetapi tahun 1849 James Samuel, insinyur ECR mengembangkan pelat sambung yang dapat dibaut pada rel.[7]

Referensi

  1. ^ "Fish 2". Oxford English Dictionary (Edisi Second). Oxford, England: Oxford University Press. 1989.
  2. ^ Morgan, C. D. (1946). "Permanent way". Dalam Pendred, Loughan (ed.). The Engineer's Year-Book for 1946 (Edisi 52). London: Morgan Brothers. hlm. 2015.
  3. ^ Ransom, P. J. G. (1990). The Victorian Railway and How it Evolved. London: Heinemann. p. 224.
  4. ^ Ransom, P. J. G. (1990). The Victorian Railway and How it Evolved. London: Heinemann. pp. 224 - 229.
  5. ^ Manby, Charles (ed.) (1857). "Permanent Way". Minutes of proceedings of the Institution of Civil Engineers. XV1. London: Institution of Civil Engineers: 289.
  6. ^ Manby (1857: 273)
  7. ^ Marshall, C.F. Dendy (1963). A history of the Southern Railway Vol.1. London: Ian Allan. hlm. 212.
  • Ellis, C. Hamilton (1958). Twenty Locomotive Men, Ian Allan Ltd, London.

Pranala luar

Content Disclaimer

Informasi ini disarikan dari Wikipedia dan disajikan kembali untuk tujuan edukasi. Konten tersedia di bawah lisensi CC BY-SA 3.0. Kami tidak bertanggung jawab atas ketidakakuratan data yang bersumber dari kontribusi publik tersebut.

  1. The information displayed on this website is sourced in part or in whole from Wikipedia and has been adapted for the purpose of restating it. We strive to provide accurate and relevant information, however:
  2. There is no guarantee of absolute accuracy. Wikipedia is an open, collaborative project that can be edited by anyone, so information is subject to change.
  3. It is not intended to constitute professional advice. The content displayed is for informational and educational purposes only. For important decisions (e.g., medical, legal, or financial), please consult a professional.
  4. Content copyright. Wikipedia is licensed under the Creative Commons Attribution-ShareAlike License (CC BY-SA). This means that content may be reused with appropriate attribution and shared under a similar license.
  5. Responsible use. Any risk arising from the use of information from this website is entirely the responsibility of the user.
Kembali kehalaman sebelumnya