Pesakitan Asia

Frasa "pesakitan Asia" atau "pesakitan Asia Timur" (Hanzi: 亞洲病夫、東亞病夫; Pinyin: Dōngyà bìngfū) awalnya mengacu pada Tiongkok pada akhir abad ke-19 dan awal abad ke-20 ketika negara tersebut dirongrong oleh konflik dalam negeri dan dimanfaatkan oleh negara-negara besar secara paksa melalui serangkaian Perjanjian Tidak Adil. Situasi ini diakhiri dengan serbuan Jepang ke Tiongkok pada Perang Dunia II. Istilah ini merupakan bentuk lain dari "pesakitan Eropa" yang mengacu pada jatuhnya kejayaan Kesultanan Utsmaniyah pada Perang Dunia I.[1]

Pada Euromoney Philippines Investment Forum 2014, Presiden Benigno Aquino III dari Filipina menyatakan bahwa ia tidak mau negaranya dicap sebagai "pesakitan Asia" yang baru. Pernyataan tersebut merujuk survei Organisasi Perdagangan Luar Negeri Jepang yang menunjukkan bahwa "Filipina merupakan negara ASEAN-5 paling menguntungkan nomor dua setelah Thailand."[2] Persepsi yang dibantah Aquino adalah pertumbuhan tak merata dan kemiskinan massal; pada tahun 2000 sampai 2006, pendapatan nominal Filipina naik 37% dan koefisien Gini-nya turun 5%.[3] Filipina juga dicap sebagai "pesakitan" karena banyaknya skandal korupsi politik di sana, misalnya penipuan Priority Development Assistance Fund.

Pada tahun yang sama, Bloomberg menyebut Thailand sebagai "pesakitan Asia" yang baru karena melambatnya pertumbuhan ekonomi nasional dan kudeta Thailand 2014.[4]

Lihat pula

Referensi

  1. ^ Scott, David (2008). China and the international system, 1840-1949: power, presence, and perceptions in a century of humiliation. State University of New York Press. hlm. 9. ISBN 978-0-7914-7627-7.
  2. ^ Lopez, Ron (Feb 18, 2014). "Aquino: Philippines 'Sick Man of Asia' no more". Manila Bulletin. Diakses tanggal 19 June 2014.
  3. ^ NSO. Philippines in Figures 2010. Philippines: Republic of the Philippines National Statistics Office. 2010.
  4. ^ Yap, Karl Lester (May 28, 2014). "Thailand Risks Inheriting Asia's Sick-Man Tag on Unrest". Bloomberg. Diakses tanggal 19 June 2014.

Content Disclaimer

Informasi ini disarikan dari Wikipedia dan disajikan kembali untuk tujuan edukasi. Konten tersedia di bawah lisensi CC BY-SA 3.0. Kami tidak bertanggung jawab atas ketidakakuratan data yang bersumber dari kontribusi publik tersebut.

  1. The information displayed on this website is sourced in part or in whole from Wikipedia and has been adapted for the purpose of restating it. We strive to provide accurate and relevant information, however:
  2. There is no guarantee of absolute accuracy. Wikipedia is an open, collaborative project that can be edited by anyone, so information is subject to change.
  3. It is not intended to constitute professional advice. The content displayed is for informational and educational purposes only. For important decisions (e.g., medical, legal, or financial), please consult a professional.
  4. Content copyright. Wikipedia is licensed under the Creative Commons Attribution-ShareAlike License (CC BY-SA). This means that content may be reused with appropriate attribution and shared under a similar license.
  5. Responsible use. Any risk arising from the use of information from this website is entirely the responsibility of the user.
Kembali kehalaman sebelumnya