Potong Pantan

Potong Pantan merupakan salah satu upacara adat penyambutan tamu yang dilaksanakan oleh masyarakat suku Dayak Ngaju di Kalimantan Tengah, khususnya di Kabupaten Kapuas.[1][2] Upacara ini telah dilakukan sejak zaman nenek moyang mereka dan diwariskan secara turun-temurun hingga generasi sekarang.[3][4][5]Di dalamnya, seluruh tamu yang datang akan diminta untuk memotong batang bambu hijau yang dipasang melintang di pintu masuk dengan menggunakan sebilah mandau. Upacara potong pantan diiringi dengan musik tradisional dan nyanyian yang menggunakan bahasa Sangian.[6]

Semboyan “Tamu adalah Raja” masih berlaku bagi masyarakat di tempat ini. Dengan demikian, seluruh penduduk desa dari ketua adat hingga anak-anak akan ikut menyambut kedatangan para tamu dengan meriah. Dalam menyambut tamu, mereka juga memotong hewan korban sebagai bentuk penghormatan bagi arwah nenek moyang. Ritual ini dipimpin oleh seorang pemuka agama yang diiringi doa menggunakan bahasa Sangian. Upacara yang sama juga dilakukan saat para tamu hendak meninggalkan tempat tersebut. Olesan minyak kelapa dan taburan bubuk putih di pipi dipercaya mampu melindungi tamu dari ganguan roh jahat dalam perjalanan pulang.[7]

Upacara ini dilakukan untuk mencegah terjadinya hal-hal yang buruk bagi penduduk setempat maupun para tamu. Menurut kepercayaan adat setempat, apabila kayu tersebut dipotong tanpa halangan, berarti tamu tersebut dapat diterima dan dilancarkan jalannya saat berkunjung ke sana. Begitupun sebaliknya, apabila tidak berhasil dipotong secara lancar, maka patut dipertanyakan perihal maksud kedatangan mereka ke tanah suku Dayak tersebut.[6][8]Setelah bambu terpotong, semua orang akan berteriak dan bertepuk tangan. Mereka bergembira lantaran rintangan telah berhasil dilalui. Iringan tetabuhan musik pun kian keras, menandakan puncak tradisi potong pantan. Setelah potong bambu dilalui, para warga mengoleskan bubuk putih atau minyak kelapa di ubun-ubun para tamu.[6] Setelah itu diteruskan dengan tarian potong pantan.[9]

Jenis-Jenis

Berdasarkan sejarah, ternyata penghalang yang digunakan dalam tradisi potong pantan ini memiliki kegunaan dan peruntukannya masing-masing, yaitu:

  • Pantan haur (bambu) digunakan untuk penyambutan bagi orang yang baru pulang dari medan perang dengan membawa kemenangan dan pantan jenisnya menggunakan haur kuning (bambu kuning).
  • Pantan balanga (tajaw) akan digunakan pada saat mengadakan acara perkawinan adat, sebagai simbol kebangsawanan atau status sosial.
  • Pantan garantung (gong) tujuannya sama dengan balanga (tajaw).
  • Pantan bawi, yakni menggunakan para gadis remaja, biasanya dilakukan pada pesta perkawianan.
  • Pantan bahalai (kain panjang) digunakan untuk para tamu pejabat, orang terhormat berstatus perempuan yang sulit menggunakan mandau.
  • Pantan tewu (tebu) digunakan pada acara kegiatan bergotong-royong ketika panen berlangsung atau sedang berladang.

Referensi

  1. ^ "republika online". 13 november 2013. Diakses tanggal 16 maret 2015.
  2. ^ "Dubes Amerika Disambut Potong Pantan - Kalteng Pos". www.kaltengpos.web.id. Diakses tanggal 2025-12-13.
  3. ^ "TETEK PANTAN, BUDAYA DAN TRADISI DAYAK KALIMANTAN TENGAH DALAM MENYAMBUT TAMU". visitKALTENG. Diakses tanggal 2025-12-13.
  4. ^ "InfoPublik - TRADISI POTONG PANTAN". infopublik.id. Diakses tanggal 2025-12-13.
  5. ^ Redaksi. "Potong Pantan dan Tarian Dayak Sambut Kedatangan Kajati Kalteng". seputar borneo. Diakses tanggal 2025-12-13.
  6. ^ a b c "koran jakarta" (dalam bahasa Indonesia). 12 Februari 2014. Diarsipkan dari asli tanggal 2015-04-02. Diakses tanggal 16 maret 2015. ; Pemeliharaan CS1: Bahasa yang tidak diketahui (link)
  7. ^ "wiwinkatingan.com". Diarsipkan dari asli tanggal 2014-12-20. Diakses tanggal 2015-03-21.
  8. ^ Cakti, Aji (2024-06-27). "Kunjungan kerja ke Kalteng, Menteri ATR jalani tradisi potong pantan". Antara News. Diakses tanggal 2025-12-13.
  9. ^ "ayo menari.com". 11 februari 2014. Diarsipkan dari asli tanggal 2015-04-02. Diakses tanggal 16 maret 2015. ;

Content Disclaimer

Informasi ini disarikan dari Wikipedia dan disajikan kembali untuk tujuan edukasi. Konten tersedia di bawah lisensi CC BY-SA 3.0. Kami tidak bertanggung jawab atas ketidakakuratan data yang bersumber dari kontribusi publik tersebut.

  1. The information displayed on this website is sourced in part or in whole from Wikipedia and has been adapted for the purpose of restating it. We strive to provide accurate and relevant information, however:
  2. There is no guarantee of absolute accuracy. Wikipedia is an open, collaborative project that can be edited by anyone, so information is subject to change.
  3. It is not intended to constitute professional advice. The content displayed is for informational and educational purposes only. For important decisions (e.g., medical, legal, or financial), please consult a professional.
  4. Content copyright. Wikipedia is licensed under the Creative Commons Attribution-ShareAlike License (CC BY-SA). This means that content may be reused with appropriate attribution and shared under a similar license.
  5. Responsible use. Any risk arising from the use of information from this website is entirely the responsibility of the user.
Kembali kehalaman sebelumnya