Rita Miljo

Rita Miljo
LahirRita Neumann
(1931-02-18)18 Februari 1931
Heilsberg, East Prussia, Jerman
Meninggal27 Juli 2012(2012-07-27) (umur 81)
Provinsi Limpopo, Afrika Selatan
PekerjaanAnimal rights activist and conservator

Rita Miljo (née Neumann; 18 Februari 1931 – 27 Juli 2012) adalah seorang konservasionis dan pelopor hak-hak hewan asal Jerman yang kemudian bermukim di Afrika Selatan. Ia dikenal sebagai pendiri dan pengelola Centre for Animal Rehabilitation and Education (CARE) yang terletak di dekat Phalaborwa, Afrika Selatan. Lahir di Prusia Timur sesaat sebelum Perang Dunia II, sejak kecil ia bercita-cita menjadi seorang dokter hewan. Saat perang pecah, ia bergabung dengan sayap perempuan Hitler Youth, tetapi keluar setelah ayahnya tidak lagi mendukung Nazi. Setelah sempat belajar psikologi di universitas, ia bekerja di pabrik dan kemudian di Kebun Binatang Hagenbeck.

Setelah tunangannya pindah ke Johannesburg, Neumann mengikutinya dan mereka menikah. Awalnya, Miljo bekerja di kantor, tetapi menghabiskan akhir pekannya untuk mempelajari satwa liar di Taman Nasional Kruger. Pada tahun 1963, ia membeli sebidang tanah seluas 50 hektare di Provinsi Limpopo, di tepi Sungai Olifants. Pada tahun 1980, ia menyelamatkan seekor bayi babon betina yatim piatu dan bertekad mendirikan suaka margasatwa di propertinya. Pada tahun 1989, ia mendirikan CARE dan mengembangkan sistem untuk merehabilitasi hewan yang terluka atau yatim piatu agar bisa dilepasliarkan kembali. Awalnya, ilmuwan memandang karyanya dengan skeptis karena ia tidak memiliki pelatihan formal, tetapi ia kemudian diakui sebagai pakar dalam perawatan babon. Miljo meninggal dalam kebakaran di properti CARE pada tahun 2012. Kehidupan dan pekerjaannya dikenang dalam beberapa film, program televisi, dan sebuah buku.

Masa Kecil dan Pendidikan

Rita Neumann lahir pada 18 Februari 1931 di Heilsberg, sebuah desa kecil di Prusia Timur dekat Königsberg, Jerman (sekarang Kaliningrad, Rusia).[1] Ia tumbuh dalam keluarga kelas menengah bersama seorang saudara laki-lakinya dan sejak kecil bercita-cita menjadi dokter hewan.[2] Ibunya yang sangat disiplin dan protektif membatasi aktivitas yang bisa diikuti oleh Neumann.[3] Pada usia delapan tahun, ia bergabung dengan League of German Girls (sayap perempuan Hitler Youth), menikmati kesempatan berkompetisi dalam olahraga. Dalam satu tahun, ia menjadi pemimpin termuda di program tersebut di provinsinya. Ayahnya, yang awalnya bertugas di militer, mulai menentang rezim Nazi setelah invasi Polandia, sehingga Neumann berhenti berpartisipasi dalam Hitler Youth.[4]

Setelah perang berakhir pada tahun 1945, keluarganya pindah ke Bavaria untuk mencari pekerjaan dan pendidikan bagi anak-anak. Mereka akhirnya menetap di Hamburg, tempat ayahnya bekerja di dinas sipil dan Neumann melanjutkan pendidikan di Kloster Schule, sebuah sekolah menengah khusus perempuan. Setelah lulus pada tahun 1949, impiannya untuk menjadi dokter hewan terhambat oleh kebijakan pascaperang Jerman Barat yang memprioritaskan veteran perang dalam penerimaan universitas. Ia sempat mendaftar di jurusan psikologi, tetapi tidak menikmatinya dan akhirnya berhenti setelah ibunya didiagnosis menderita kanker. Setelah ibunya meninggal pada tahun 1951, Neumann bekerja di pabrik dan merawat adiknya, Peter.[4]

Karier

Awal Karier (1951–1989)

Setelah ayahnya menikah lagi, Peter kembali ke rumah keluarga, dan Neumann mulai bekerja di Kebun Binatang Hagenbeck, merawat primata. Pada usia 19 tahun, ia bertemu dengan Lothar Simon, seorang mahasiswa teknik pertambangan di Universitas Teknik Berlin. Setelah Simon lulus dan mendapat pekerjaan di Afrika Selatan pada tahun 1953, Neumann memutuskan untuk beremigrasi, berharap bisa bekerja dengan hewan. Mereka menikah pada Februari 1954.[5]

Neumann sering mengunjungi Taman Nasional Kruger pada akhir pekan dan bertemu dengan seorang ahli ornitologi, Dr. Kleynhans, yang mengajarinya sejarah Afrika Selatan. Bersama Kleynhans, ia menjelajahi Zambia dan Zimbabwe untuk merekam suara burung, sementara Neumann membantu dalam pencatatan data. Pada tahun 1963, ia membeli tanah seluas 50 hektare di tepi Sungai Olifants di Provinsi Limpopo. Ia sering tinggal di sana, awalnya hanya dengan tenda, kemudian membangun gubuk satu ruangan dan membawa putrinya, Karin. Pada tahun 1972, suaminya Simon dan Karin yang berusia 17 tahun meninggal dalam kecelakaan pesawat ringan yang dikemudikan Simon.[2]

Pada tahun 1980, Neumann menikah dengan Piet Miljo, seorang Afrikaner. Dalam perjalanan ke Angola, ia menemukan seekor bayi babon betina yatim piatu. Pada saat itu, hukum Apartheid menandai babon sebagai hama yang harus dimusnahkan, sehingga hewan-hewan ini tidak boleh dipelihara dan pemburu didorong untuk menembaknya.[6] Neumann, yang menamai babon itu "Bobby", membawanya secara diam-diam melewati Botswana ke Afrika Selatan. Tak lama setelah itu, ia bercerai dengan Piet Miljo.[7]

Seiring berjalannya waktu, Rita mulai merawat lebih banyak hewan yang terluka atau kehilangan induknya, seperti babun, landak, warthog, reptil, dan burung. Meskipun tidak memiliki pelatihan formal dalam rehabilitasi hewan, semangat kemanusiaannya mendorongnya untuk terus menyelamatkan satwa liar.

Mendirikan CARE

Kawanan babon Chacma

Pada 1989, Rita secara resmi mendirikan "Centre for Animal Rehabilitation and Education" (CARE), dengan fokus utama pada penyelamatan babun, meskipun ia juga merawat berbagai jenis satwa lainnya, seperti buaya, kijang, kerbau, kuda nil, dan meerkat.[8]

Tujuan utama CARE adalah menyembuhkan dan merehabilitasi babun yatim piatu atau terluka agar dapat dikembalikan ke habitat alami mereka. Sebelum CARE berdiri, tidak ada fasilitas rehabilitasi babun di Afrika Selatan. Namun, banyak ilmuwan skeptis terhadap metodenya karena menganggapnya sebagai antropomorfisme.[9] Rita tetap gigih dalam misinya meskipun mendapat banyak tantangan, termasuk hukum yang masih memperbolehkan perburuan babun dan peraturan yang mengharuskan ia membayar ganti rugi kepada pemburu.[9]

Ia mengembangkan sistem perawatan babun yatim dengan menjadikan manusia sebagai ibu asuh. Bayi babun diberi susu botol dan selalu dalam dekapan ibu asuhnya dengan bantuan kain gendongan. Ketika mereka mulai tumbuh, mereka diperkenalkan ke kelompok kecil dan akhirnya ke dalam satu kawanan besar. Setelah sekitar empat tahun beradaptasi dan belajar mencari makan sendiri, kelompok babun akan dievaluasi untuk dilepaskan kembali ke alam liar.[10]

Pada 1994, Rita berhasil melepasliarkan kelompok pertama yang terdiri dari sepuluh babun ke habitat alami mereka. Keberhasilan ini mengejutkan banyak primatolog yang awalnya meragukan pendekatannya. Dalam satu tahun pertama setelah pelepasan, sekitar 70% babun yang telah direhabilitasi berhasil bertahan hidup di alam liar.

Perjuangan yang Berlanjut

Pada 1995, Afrika Selatan meratifikasi Konvensi Keanekaragaman Hayati, yang membawa harapan bahwa "Vermin Law" akan dicabut. Meskipun Apartheid berakhir, butuh waktu bertahun-tahun untuk menghapus kebijakan yang diskriminatif terhadap babun dan satwa liar lainnya. CARE terus berkembang dan menjadi pusat rehabilitasi babun terkemuka di Afrika Selatan.

Sepanjang hidupnya, Rita dikenal sebagai sosok yang berani menentang peraturan yang dianggapnya tidak adil terhadap satwa liar. Meskipun tidak memiliki latar belakang akademis dalam biologi atau zoologi, ia dihormati sebagai ahli dalam perawatan dan rehabilitasi babun.

Akhir Hayat dan Warisan

Pada 27 Juli 2012, Rita Miljo meninggal dunia dalam kebakaran yang melanda kompleks CARE. Tragedi ini juga merenggut nyawa beberapa babun yang ia rawat. Namun, warisannya tetap hidup dalam upaya konservasi dan rehabilitasi satwa liar yang ia pelopori. Kisah hidup dan perjuangannya telah diabadikan dalam beberapa film, program televisi, dan sebuah buku.[11]

Rita Miljo bukan hanya seorang pelopor dalam konservasi babun, tetapi juga simbol keberanian dan dedikasi dalam melindungi satwa liar dari ancaman kepunahan dan eksploitasi. Perjuangannya terus menginspirasi banyak orang di seluruh dunia untuk peduli terhadap kehidupan hewan dan menjaga keseimbangan ekosistem.[12]

Daftar pustaka

  1. ^ Blumenthal, Michael (2008-10-19). "Learning to Speak Baboon" (dalam bahasa American English). ISSN 0190-8286. Diakses tanggal 2025-03-19.
  2. ^ a b Blumenthal, Michael (2016). "Because they needed me" : Rita Miljo and the orphaned baboons of South Africa. Internet Archive. New York : Aequitas Books/Pleasure Boat Studio. ISBN 978-0-912887-38-8.
  3. ^ Bigalke, R. C.; van Hensbergen, H. J. (1990-03-01). "Baboon Damage in Plantation Forestry in South Africa". South African Forestry Journal. 152 (1): 26–33. doi:10.1080/00382167.1990.9629016. ISSN 0038-2167.
  4. ^ a b Blumenthal, Michael (2016). "Because they needed me" : Rita Miljo and the orphaned baboons of South Africa. Internet Archive. New York : Aequitas Books/Pleasure Boat Studio. ISBN 978-0-912887-38-8.
  5. ^ "n2:1040-3027 - Search Results". search.worldcat.org. Diakses tanggal 2025-03-19.
  6. ^ "Geology of the Pringletown, Ridgeville, Summerville, and Summerville Northwest 7.5-minute quadrangles, Berkeley, Charleston, and Dorchester Counties, South Carolina". 1997.
  7. ^ Martin, Douglas (2012-08-01). "Rita Miljo, 'the Mother Teresa of Baboons,' Dies at 81". The New York Times (dalam bahasa American English). ISSN 0362-4331. Diakses tanggal 2025-03-19.
  8. ^ Blumenthal, Michael (2008-10-19). "Learning to Speak Baboon" (dalam bahasa American English). ISSN 0190-8286. Diakses tanggal 2025-03-19.
  9. ^ a b Patterson, Freyr; Fleming, Jennifer; Doig, Emmah (2019-01). "Patient perceptions of participation in group-based rehabilitation in an inpatient brain injury rehabilitation setting". Patient Education and Counseling. 102 (1): 148–154. doi:10.1016/j.pec.2018.08.001. ISSN 0738-3991.
  10. ^ Blumenthal, Michael (2008-10-19). "Learning to Speak Baboon" (dalam bahasa American English). ISSN 0190-8286. Diakses tanggal 2025-03-19.
  11. ^ Copeland, Rita (2002-06-13). Introduction: Remembering After Postmodernism. Oxford University PressOxford. hlm. 1–6. ISBN 978-0-19-925250-3.
  12. ^ "Law professor's new book chronicles baboon conservationist | College of Law | West Virginia University". www.law.wvu.edu. Diakses tanggal 2025-03-19.

Content Disclaimer

Informasi ini disarikan dari Wikipedia dan disajikan kembali untuk tujuan edukasi. Konten tersedia di bawah lisensi CC BY-SA 3.0. Kami tidak bertanggung jawab atas ketidakakuratan data yang bersumber dari kontribusi publik tersebut.

  1. The information displayed on this website is sourced in part or in whole from Wikipedia and has been adapted for the purpose of restating it. We strive to provide accurate and relevant information, however:
  2. There is no guarantee of absolute accuracy. Wikipedia is an open, collaborative project that can be edited by anyone, so information is subject to change.
  3. It is not intended to constitute professional advice. The content displayed is for informational and educational purposes only. For important decisions (e.g., medical, legal, or financial), please consult a professional.
  4. Content copyright. Wikipedia is licensed under the Creative Commons Attribution-ShareAlike License (CC BY-SA). This means that content may be reused with appropriate attribution and shared under a similar license.
  5. Responsible use. Any risk arising from the use of information from this website is entirely the responsibility of the user.
Kembali kehalaman sebelumnya