Salghurid

Salghurid (Persia: سلغُریان), juga dikenal sebagai Atabeg Fars (اتابکان فارس), adalah sebuah dinasti berbudaya Persia[1] yang berasal dari suku Turkmen Salur yang memerintah Fars,[2][3] pertama sebagai vasal Seljuk, kemudian untuk Khwarazm Shah pada abad ke-13.

Sejarah

Dinasti Salghurid didirikan oleh Sunqur pada tahun 1148, yang memperoleh keuntungan dari pemberontakan-pemberontakan selama masa pemerintahan sultan Seljuk Mas'ud bin Muhammad. Kemudian, Salghurid mampu mengukuhkan posisinya di Persia selatan hingga melakukan kampanye melawan suku Kurdi dan terlibat dalam suksesi Seljuk Kirman,[4] serta menahan putra sultan Seljuk Malik-Shah III, Mahmud, sebagai salah satu calon yang mungkin untuk takhta Seljuk.[5] Mereka sempat menduduki Isfahan pada 1203–1204,[3] dan kemudian menduduki Bahrain yang direbut dari dinasti Uyunid pada tahun 1235.[6]

Pada masa Sa'd I bin Zangi, Salghurid mengalami kemakmuran yang signifikan, meskipun tercoreng oleh pengakuannya terhadap Khwarazm Shah sebagai penguasa tertinggi. Penyair Persia Saadi Shirazi mendedikasikan karyanya Bostan dan Gulistan kepada Sa'd I dan Sa'd II.[4] Setelah wafatnya Sa'd I, saudaranya Zangi bin Mawdud berkuasa pada tahun 1161. Tekele menggantikan ayahnya, Zangi, hanya setelah menyingkirkan putra Sunqur, Toghril.[3]

Pada tahun-tahun terakhir pemerintahan Abu Bakr bin Sa'd dan Sa'd II, Fars berada di bawah kekuasaan Kekaisaran Mongol dan kemudian Ilkhanat di bawah Hulegu. Di bawah Mongol, Abu Bakr diberi gelar Qutlugh Khan. Salghurid selanjutnya hanya menjadi penguasa boneka yang tidak berdaya, hingga putri Sa'd II, Abish Khatun, diberi gelar Atabeg Fars. Ia menjadi penguasa tunggal Fars selama satu tahun, kemudian menikah dengan Mengu Temur, putra kesebelas Hulegu.[7] Setelah keduanya wafat, Fars diperintah langsung oleh Ilkhanat.[4]

Budaya

Pada abad ke-13, Salghurid mendukung suasana budaya dan intelektual yang melibatkan tokoh-tokoh seperti Qadi Baydawi, Qutb al-Din al-Shirazi, Saadi Shirazi, dan sejarawan Wassaf.[7] Salghurid secara sadar mempromosikan diri sebagai dinasti Iran dan Islam, sebagian melalui keterkaitan mereka dengan reruntuhan Kekaisaran Akhemeniyah pra-Islam (550–330 SM).[8] Di bawah pemerintahan mereka, Shiraz menjadi pusat kebudayaan Persia.[9]

Daftar atabeg

  • Sunqur bin Mawdud (1148–1161)
  • Zangi bin Mawdud (1161–1178)
  • Tekele bin Zangi (1178–1198)
  • Sa'd I bin Zangi (1198–1226)
  • Abu Bakr bin Sa'd (1226–1260)
  • Sa'd II (1260–1260)
  • Muhammad I bin Sa'd (1260–1262)
  • Muhammad II bin Salghur (1263)
  • Saljuk Shah bin Salghur (1263)
  • Abish Khatun (1263–1284)
  • Kurdujin Khatun (1319–1338, diperdebatkan)

Referensi

  1. ^ de Nicola 2020, hlm. 281.
  2. ^ Spuler 1987, hlm. 894–896.
  3. ^ a b c Bosworth 1995, hlm. 978.
  4. ^ a b c Bosworth 1996, hlm. 207.
  5. ^ Bosworth 1968, hlm. 169.
  6. ^ Curtis E. Larsen, Life and Land Use on the Bahrain Islands: The Geoarchaeology of an Ancient Society, (University of Chicago Press, 1984), 66.
  7. ^ a b Bosworth 1995, hlm. 979.
  8. ^ Kamola 2019, hlm. 69.
  9. ^ Darling 2013, hlm. 101.

Bibliografi

  • Bosworth, C. E. (1968). "The Political and Dynastic History of the Iranian World (A.D. 1000–1217)". Dalam Frye, R. N. (ed.). The Cambridge History of Iran, Volume 5: The Saljuq and Mongol periods. Cambridge University Press. hlm. 1–202. ISBN 978-0-521-06936-6. Diarsipkan dari asli tanggal 2022-01-23. Diakses tanggal 2022-01-23.
  • Bosworth, C. E. (1995). "Salg̲h̲urids". Dalam Bosworth, C. E.; van Donzel, E.; Heinrichs, W. P. & Lecomte, G. (ed.). Encyclopaedia of Islam. Volume VIII: Ned–Sam (Edisi 2). Leiden: E. J. Brill. hlm. 978–979. ISBN 978-90-04-09834-3.
  • Bosworth, C. E. (1996). The New Islamic Dynasties: A Chronological and Genealogical Manual. Columbia University Press. ISBN 0-231-10714-5.
  • Darling, Linda T. (2013). A History of Social Justice and Political Power in the Middle East: The Circle of Justice from Mesopotamia to Globalization. Routledge. ISBN 978-0415503624.
  • de Nicola, Bruno (2020). "Pādshāh Khatun: An Example of Architectural, Religious, and Literary Patronage in Ilkhanid Iran". Dalam Biran, Michal; Brack, Jonathan; Fiaschetti, Francesca (ed.). Along the Silk Roads in Mongol Eurasia: Generals, Merchants, and Intellectuals. University of California Press. hlm. 270–289. ISBN 978-0520298743.
  • Durand-Guédy, David (2015). "1147: The Battle of Qara-Tegin and the Rise of Azarbayjan". Der Islam. 92 (1). De Gruyter: 161–196. doi:10.1515/islam-2015-0007.
  • Kamola, Stefan (2019). Making Mongol History Rashid al-Din and the Jamiʿ al-Tawarikh. Edinburgh University Press. ISBN 978-1474421423.
  • Katouzian, Homa (2007). Iranian History and Politics: The Dialectic of State and Society. Routledge. ISBN 978-0415297547.
  • Khanbaghi, Aptin (2016). "Champions of the Persian Language: The Mongols or the Turks?". Dalam Nicola, Bruno; Melville, Charles (ed.). The Mongols' Middle East: Continuity and Transformation in Ilkhanid Iran. Brill. hlm. 193–215. ISBN 978-9004311992.
  • Ingenito, Domenico (2013). ""Tabrizis in Shiraz are Worth Less than a Dog:" Sa'dī and Humām, a Lyrical Encounter". Dalam Pfeiffer, Judith (ed.). Politics, Patronage and the Transmission of Knowledge in 13th – 15th Century Tabriz. Brill. hlm. 77–129. ISBN 978-9004255395.
  • Limbert, John (2004). Shiraz in the Age of Hafez. University of Washington Press. ISBN 978-0295983912.
  • Spuler, B. (1983). "Abū Bakr b. Saʿd". Dalam Yarshater, Ehsan (ed.). Encyclopædia Iranica, Volume I/3: Ablution, Islamic–Abū Manṣūr Heravı̄. London and New York: Routledge & Kegan Paul. hlm. 261. ISBN 978-0-71009-092-8.
  • Spuler, B. (1987). "Atābakān-e Fārs". Dalam Yarshater, Ehsan (ed.). Encyclopædia Iranica, Volume II/8: Aśoka IV–Āṯār al-Wozarāʾ. London and New York: Routledge & Kegan Paul. hlm. 894–896. ISBN 978-0-71009-108-6.

Content Disclaimer

Informasi ini disarikan dari Wikipedia dan disajikan kembali untuk tujuan edukasi. Konten tersedia di bawah lisensi CC BY-SA 3.0. Kami tidak bertanggung jawab atas ketidakakuratan data yang bersumber dari kontribusi publik tersebut.

  1. The information displayed on this website is sourced in part or in whole from Wikipedia and has been adapted for the purpose of restating it. We strive to provide accurate and relevant information, however:
  2. There is no guarantee of absolute accuracy. Wikipedia is an open, collaborative project that can be edited by anyone, so information is subject to change.
  3. It is not intended to constitute professional advice. The content displayed is for informational and educational purposes only. For important decisions (e.g., medical, legal, or financial), please consult a professional.
  4. Content copyright. Wikipedia is licensed under the Creative Commons Attribution-ShareAlike License (CC BY-SA). This means that content may be reused with appropriate attribution and shared under a similar license.
  5. Responsible use. Any risk arising from the use of information from this website is entirely the responsibility of the user.
Kembali kehalaman sebelumnya