Sarah

Sarah adalah salah satu istri dari Ibrahim dan wanita pertama yang menjadi muslim melalui dakwah oleh Ibrahim dalam ajaran Islam. Keislaman Sarah dimulai sebelum Ibrahim hijrah dari negerinya yang dihuni oleh penyembah patung sebagai berhala. Dalam beberapa hadis sahih dikisahkan bahwa Sarah memiliki wajah yang cantik dan jelita. Kecantikan Sarah menjadi salah satu penyebab kedustaan Ibrahim terhadap hubungan kesuami-istriannya dengan Sarah untuk menyelamatkan Sarah dan dirinya dari kezaliman raja yang menyukai wanita yang telah menikah dengan wajah yang cantik.
Keislaman
Dalam ajaran Islam diyakini bahwa Sarah adalah perempuan pertama yang membenarkan dakwah tentang ajaran Islam yang disampaikan oleh Ibrahim.[1] Sarah merupakan istri dari Ibrahim yang terus mengikuti Ibrahim untuk menyebarkan ajaran tauhid sejak masih tinggal di wilayah kaum Ibrahim yang menyembah berhala berupa patung. Setelah ayah Ibrahim yang merupakan pembuat patung berhala bersama dengan kaumnya mengusir Ibrahim, Sarah tetap mengikuti suaminya untuk berhijrah ke negeri lain.[2]
Penampilan fisik
Sarah dalam ajaran Islam diyakini sebagai seorang perempuan yang memiliki wajah yang sangat cantik dan jelita. Keyakinan bahwa Sarah memiliki wajah yang sangat cantik dan jelita berdasarkan kepada hadis sahih yang disebutkan dalam Shahih Bukhari yang diriwayatkan oleh Al-Bukhari hingga terhubung ke periwayatan hadis oleh Abu Hurairah. Periwayatan hadis mengenai kecantikan Sarah disebutkan dalam kisah Ibrahim dan Sarah ketika berhijrah ke suatu negeri. Negeri yang didatangi oleh Ibrahim dan Sarah diketahui memiliki raja yang zalim dan suka melecehkan wanita-wanita yang berwajah cantik dan telah bersuami termasuk Sarah. Kecantikan Sarah dalam hadis ini diketahui dengan pertanyaan raja yang zalim kepada Ibrahim mengenai hubungannya dengan Sarah. Ibrahim menjawab bahwa Sarah adalah saudarinya agar Sarah tidak dilecehkan karena raja tersebut tertarik dengan kecantikan Sarah.[3]
Pengisahan
Kedustaan Ibrahim terhadap raja yang zalim
Sarah menjadi salah satu tokoh yang dikisahkan berkaitan dengan kedustaan Ibrahim terhadap hubungannya dengan Sarah di hadapan raja yang zalim. Pengisahan kedustaan Ibrahim terhadap hubungannya dengan Sarah dinyatakan dalam hadis sahih dalam Shahih Muslim yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah. Kedustaan Ibrahim dalam hadis tersebut dilakukan untuk menyelamatkan dirinya dan Sarah sebagai istrinya. Raja yang zalim itu dikenal suka dengan wanita yang telah bersuami dan memiliki wajah yang cantik. Demi keselamatan Ibrahim dan Sarah, Ibrahim meminta istrinya untuk menyatakan bahwa dirinya adalah saudaranya. Sedangkan Ibrahim juga akan menjawab bahwa Sarah adalah saudarinya. Hubungan ini dalam hadis sebenarnya bukanlah kedustaan karena keduanya merupakan saudara seiman yaitu menganut ajaran Islam.[4]
Keselamatan dari penjamahan raja yang zalim
Kisah Sarah yang terselamatkan dari penjamahan raja yang zalim diriwayatkan dalam Shahih Muslim. Sarah dibawa menghadap ke raja yang menyukai wanita cantik untuk dijamah di dalam istana. Dalam hadis tersebut, raja langsung berusaha merangkul Sarah ketika menemuinya dan melihat kecantikannya. Namun Sarah diselamatkan oleh Allah melalui pembelengguan tangan dari raja yang zalim yang membuat kedua tangannya tergenggam secara erat dan tidak dapat menyentuh Sarah. Raja yang zalim itu meminta Sarah berdoa kepada Allah untuk melepaskan belenggunya dan berjanji tidak akan menjamah Sarah. Namun setelah lepas, raja berusaha menjamah Sarah dan kedua tangannya kembali terbelenggu. Kejadian ini terulang sebanyak tiga kali dan kemudian raja menyerah untuk menjamah Sarah. Setelah gagal menjamah Sarah, raja yang zalim ini memerntahkan agar Sarah dipulangkan dan sebelum itu, ia diberi seorang pelayan bernama Hajar.[5]
Referensi
- ^ Nareswari, Maryam Kinanthi (Mei 2015). Albi (ed.). Wanita-Wanita yang Diabadikan dalam Al Qur'an. Medpress Digital. hlm. 43. ISBN 978-979-878-347-0. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
- ^ Halim, Wahidin (2006). Memahami Al-Qur'an, Menjelajah Islam: Mengenang Sejarah MTQ. Pendulum. hlm. 20. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
- ^ Al-Asyqar, Umar Sulaiman (April 2022). Mahmudi, A., dan Amri, Y. (ed.). Kisah-kisah Nubuat dari Nabi [Shahihul Qashash an-Nabawy]. Diterjemahkan oleh Mujtahid, Umar. Jakarta Timur: Ummul Qura. hlm. 67. ISBN 978-602-6579-08-9. Pemeliharaan CS1: Banyak nama: editors list (link) Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
- ^ Muslim (2021). Rasyad, Azfa (ed.). Kitab Para Nabi dan Keutamaan Shahabat: Seri Mukhtashar Shahih Muslim. Hikam Pustaka. hlm. 8. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
- ^ Alita Aksara Media (2021). Ensiklopedia Al-Quran dan Hadis Per Tema: Bagian 2, Nabi dan Rasul. Jakarta: Penerbit PT Elex Media Komputindo. hlm. 89. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
Content Disclaimer
Informasi ini disarikan dari Wikipedia dan disajikan kembali untuk tujuan edukasi. Konten tersedia di bawah lisensi CC BY-SA 3.0. Kami tidak bertanggung jawab atas ketidakakuratan data yang bersumber dari kontribusi publik tersebut.
- The information displayed on this website is sourced in part or in whole from Wikipedia and has been adapted for the purpose of restating it. We strive to provide accurate and relevant information, however:
- There is no guarantee of absolute accuracy. Wikipedia is an open, collaborative project that can be edited by anyone, so information is subject to change.
- It is not intended to constitute professional advice. The content displayed is for informational and educational purposes only. For important decisions (e.g., medical, legal, or financial), please consult a professional.
- Content copyright. Wikipedia is licensed under the Creative Commons Attribution-ShareAlike License (CC BY-SA). This means that content may be reused with appropriate attribution and shared under a similar license.
- Responsible use. Any risk arising from the use of information from this website is entirely the responsibility of the user.