Sejarah Bolivia

Sejarah Bolivia mencakup ribuan tahun kehidupan manusia yang tinggal di sana. Danau Titicaca telah menjadi pusat budaya dan pembangunan yang penting selama ribuan tahun. Suku Tiwanaku mencapai tingkat peradaban yang maju sebelum ditaklukkan oleh Kekaisaran Inka yang berkembang pesat pada abad ke-15 dan ke-16. Suku Inka sendiri kemudian ditaklukkan oleh Spanyol yang dipimpin oleh Francisco Pizarro pada awal abad ke-16, lalu membentuk wilayah kolonial Kewizuraian Peru. Bolivia saat itu disebut Peru Hulu, hingga tahun 1779 dipindahkan administrasinya ke Kewizuraian Río de la Plata yang baru dibentuk.

Pemberontakan penduduk pribumi yang terkenal namun berakhir kegagalan dalam melawan kolonial Spanyol terjadi pada akhir abad ke-18 yang dipimpin oleh Túpac Amaru II. Peru Hulu kemudian bergabung dengan perang kemerdekaan Amerika Latin pada awal abad ke-19 dan Republik Bolivia didirikan pada tahun 1825, dinamai menurut nama Simon Bolivar. Sepanjang abad ke-19, Bolivia berulang kali terlibat dalam perang melawan negara-negara tetangganya, bahkan membentuk Konfederasi Peru-Bolivia yang berumur pendek untuk melawan Chili. Puncaknya pada Perang Pasifik, kekalahan telak Bolivia yang mengakibatkan kehilangan provinsi Antofagasta dan wilayah lautnya, yang kaya ladang nitrat. Lalu perang melawan Brasil yang mengakibatkan lepasnya wilayah Acre ke Brasil.

Bolivia mengalami kerugian parah akibat Perang Chaco melawan Paraguay pada tahun 1930-an.[1][2] Revolusi Nasional Bolivia meletus pada tahun 1950-an dan mencoba program nasionalisasi sumber daya dan perluasan hak pilih. Negara itu jatuh ke dalam pemerintahan militer dan mengalami serangkaian kudeta hingga transisi ke pemerintahan demokratis pada tahun 1980-an yang masih berjuang dengan ekonomi yang terus memburuk. Politik Bolivia abad ke-21 didominasi oleh Evo Morales hingga ia mengundurkan diri setelah krisis politik Bolivia tahun 2019.[3]

Lihat pula

Rujukan

  1. ^ Bruce Farcau, The Chaco War (1991)
  2. ^ The Chaco War
  3. ^ McNelly, Angus (2019-11-12). "Bolivia in crisis: how Evo Morales was forced out". doi.org. Diakses tanggal 2026-07-13.

Content Disclaimer

Informasi ini disarikan dari Wikipedia dan disajikan kembali untuk tujuan edukasi. Konten tersedia di bawah lisensi CC BY-SA 3.0. Kami tidak bertanggung jawab atas ketidakakuratan data yang bersumber dari kontribusi publik tersebut.

  1. The information displayed on this website is sourced in part or in whole from Wikipedia and has been adapted for the purpose of restating it. We strive to provide accurate and relevant information, however:
  2. There is no guarantee of absolute accuracy. Wikipedia is an open, collaborative project that can be edited by anyone, so information is subject to change.
  3. It is not intended to constitute professional advice. The content displayed is for informational and educational purposes only. For important decisions (e.g., medical, legal, or financial), please consult a professional.
  4. Content copyright. Wikipedia is licensed under the Creative Commons Attribution-ShareAlike License (CC BY-SA). This means that content may be reused with appropriate attribution and shared under a similar license.
  5. Responsible use. Any risk arising from the use of information from this website is entirely the responsibility of the user.
Kembali kehalaman sebelumnya