Sulam Tumpar

Motif Sulam Tumpar

Sulam Tumpar adalah kerajinan bordir tradisional asli dari Kabupaten Kutai Barat (Kubar). Kerajinan tangan sulam tumpar yang merupakan kerajinan asli etnis Benuaq, suku Dayak asli yang mendiami wilayah tersebut. Tumpar sendiri merupakan kerajinan bordir tradisional suku Etnis Dayak Benuaq yang telah di wariskan dari generasi ke generasi dan sampai saat ini masih terus dipertahankan.[1]

Bentuk Sulam Tumpar terkenal dengan keunikannya dan mencerminkan kekayaan alam serta budaya masyarakat Dayak melalui desain motif yang penuh warna dan simbolis. Inspirasi dari desainnya seringkali mencerminkan nilai-nilai alam dan cerita rakyat setempat. Para perajin seringkali menciptakan motif yang filosofis, tergantung kreativitas para pembuatnya. Sejumlah motif biasanya lahir dari warisan tradisional, sebagian pula motif yang dikembangkan secara modern oleh para perajin.[2]

Sulam Tumpar menjadi salah satu kekayaan budaya Kalimantan Timur dan menjadi warisan budaya yang berkembang secara turun-temurun. Keistimewaannya yang masih terbuat dari tangan, membuatnya menjadi salah satu bentuk kerajinan tradisional yang memiliki penggemarnya sendiri. Produk sulam Tumpar telah dikenal di seluruh penjuru negeri bahkan mancanegara. Para perajin sulam Tumpar yang difasilitasi oleh Dinas Pariwisata Provinsi Kalimantan Timur dan departemen pemerintahan lainnya rutin mengadakan kegiatan pameran kebudayaan, dalam rangka mengenalkan kepada masyarakat tentang warisan budaya tersebut.

Masyarakat bisa dengan mudah mendapatkan berbagai macam produk dari sulam Tumpar secara langsung di pengerajinnya, di tempat penjualan oleh-oleh, atau di butik-butik tertentu ketika berkunjung ke Kalimantan Timur.

Pembuatan Sulam Tumpar

Sulam Tumpar ini dibuat menggunakan peralatan utama yaitu jarum, benang dasar, dan benang yang warna-warni. Sampai hari ini teknik Sulam Tumpar masih dilakukan secara manual dengan tangan. Dahulu kala, benang yang digunakan dalam sulam tumpar terbuat dari serat nanas dan diwarnai dengan pewarna alami. Seiring perkembangan zaman dan teknologi, sulaman ini dibuat dengan menggunakan berbagai jenis benang dan kain.

Langkah pertama pembuatan sulam tumpar dimulai dari benang dasar, yang disulam mengikuti garis pola yang sudah digambarkan sebelumnya di atas kain. Setelah seluruh garis pola tersulam, isi bagian tengah pola dengan benang sulam warna-warni.[3]

Sulam tumpar dikenal dengan desain yang unik dan rumit. Desainnya sering kali terinspirasi dari alam dan cerita suku Suku Dayak Benuaq. Motif-motif yang digunakan dalam sulam tumpar sangat beragam. Desainnya berupa pola geometris sederhana hingga pola rumit yang menggambarkan hewan, tumbuhan, dan elemen-elemen alam lainnya. Beberapa motif khusus hanya ditemukan di daerah, kampung, kecamatan, atau suku tertentu. Sejumlah motif yang terkenal termasuk burung enggang, ayam hutan, anggrek hutan, motif cumi, dan ukiran khas Kalimantan Timur. Warna benang yang warna-warni cerah mencerminkan spirit masyarakat Suku Dayak Benuaq.[3]

Motif

Terdapat sekitar 25 motif sulam Tumpar di Kabupaten Kutai Barat. Ketua Dewan Kerajinan Daerah Kabupaten Kutai Barat, Yayuk Seri Rahayu menyerahkan secara simbolis sertifikat Hak Kekayaan Intelektual (HAKI) untuk motif kerajinan Tumpar di sentra kerajinan Tumpar, di Kampung Tebisaq, Kecamatan Siluq Ngurai, pada tanggal 31 Januari 2023.[4]

Motifnya sulam Tumpar yang kaya warna sebagian besar baru diaplikasikan pada busana wanita. Saat ini sulam Tumpar dapat dilihat aplikasinya pada berbagai macam produk, yaitu pakaian, sarung bantal, sepatu, tas, dompet, bros, kalung, dan masker kain. Semoga kelak dapat dikembangkan lagi beragam motif sulam Tumpar, agar diterapkan pada semua produk kerajinan dan busana agar lebih bersifat uniseks. Tidak hanya diaplikasikan pada pakaian wanita saja, sulam Tumpar kelak bisa untuk ornamen sepatu, sandal, rompi, dompet, peci yang digunakan para pria.

Pelestarian

Pemerintah pun bisa memasukkan kegiatan menyulam Tumpar di kurikulum sekolah, seperti pelajaran Muatan Lokal, dan ekstrakurikuler. Pelajaran sulam Tumpar bisa menjadi bagian dari pelajaran produktif di SMK Jurusan Teknik Pembuatan Kain; para siswa mempelajari berbagai aspek produksi kain termasuk pengetahuan jenis-jenis serat hingga teknik tenun juga rajutan.

Pada Program studi lanjutan, yaitu D-II Teknik Pembuatan Kain Tenun memberikan pemahaman mendalam tentang teknik-teknik pembuatan kain tenun tradisional. Mahasiswa belajar tentang proses-proses pembuatan kain tenun, termasuk penggunaan mesin tenun, pola-pola tenun, dan teknik-teknik tenun khusus. [5]

Galeri

Referensi

  1. ^ Melis, Melky (2024-03-25). "Ragam Motif Tumpar yang Menunjukkan Spirit Suku Dayak Benuaq". Radio Republik Indonesia. Diakses tanggal 2025-11-16.
  2. ^ Saragi, Daulat (2018-06-22). "Pengembangan Tekstil Berbasis Motif dan Nilai Filosofis Ornamen Tradisional Sumatra Utara". Panggung. 28 (2). doi:10.26742/panggung.v28i2.445. ISSN 2502-3640.
  3. ^ a b "Mengenal Sulam Tumpar dari Kalimantan Timur". Indonesia Kaya. Diakses tanggal 2025-11-16.
  4. ^ Diwa, Andreas (2023-02-02). "Motif Tumpar Kutai Barat Dapat Sertifikat HAKI". Radio Republik Indonesia. Diakses tanggal 2025-11-16.
  5. ^ "Teknik Pembuatan Kain Tenun". konselor.id. Diakses tanggal 2025-11-16.

Content Disclaimer

Informasi ini disarikan dari Wikipedia dan disajikan kembali untuk tujuan edukasi. Konten tersedia di bawah lisensi CC BY-SA 3.0. Kami tidak bertanggung jawab atas ketidakakuratan data yang bersumber dari kontribusi publik tersebut.

  1. The information displayed on this website is sourced in part or in whole from Wikipedia and has been adapted for the purpose of restating it. We strive to provide accurate and relevant information, however:
  2. There is no guarantee of absolute accuracy. Wikipedia is an open, collaborative project that can be edited by anyone, so information is subject to change.
  3. It is not intended to constitute professional advice. The content displayed is for informational and educational purposes only. For important decisions (e.g., medical, legal, or financial), please consult a professional.
  4. Content copyright. Wikipedia is licensed under the Creative Commons Attribution-ShareAlike License (CC BY-SA). This means that content may be reused with appropriate attribution and shared under a similar license.
  5. Responsible use. Any risk arising from the use of information from this website is entirely the responsibility of the user.
Kembali kehalaman sebelumnya