Taman Vanda

Infotaula de geografia políticaTaman Vanda
taman Suntingan nilai di Wikidata

Tempat
PetaKoordinat: 6°54′50.58166″S 107°36′36.60624″E / 6.9140504611°S 107.6101684000°E / -6.9140504611; 107.6101684000 
Negara berdaulatIndonesia
Provinsi di IndonesiaJawa Barat
Kota di IndonesiaBandung
KecamatanSumur Bandung
KelurahanBabakan Ciamis Suntingan nilai di Wikidata
NegaraIndonesia Suntingan nilai di Wikidata


Taman Vanda adalah sebuah taman yang terletak di Kota Bandung, Jawa Barat. Taman ini memiliki latar belakang pemandangan air mancur yang menyala pada malam hari. Pada malam hari, air mancur dipasang di 20 titik dengan sorotan lampu warna-warni.[butuh rujukan]

Untuk melengkapi fasilitas bagi masyarakat yang ingin bersantai, di Taman Vanda disediakan bangku-bangku taman. Keberadaan pepohonan rimbun yang ditanam di sekitar area taman menambah kesan segar dan asri. Pada siang hari, taman ini juga menjadi tempat yang nyaman untuk bersantai berkat angin semilir dan sinar matahari yang terhalang oleh rimbunnya pepohonan.[1]

Sejarah

Nama Taman Vanda diambil dari nama bunga anggrek vanda, yang menjadi salah satu bunga nasional Nusantara. Sebelum direvitalisasi, kawasan ini dikenal sebagai tempat yang sepi.[butuh rujukan]

Pada awalnya, lokasi Taman Vanda merupakan tempat berdirinya gedung Gereja Katolik pertama di Bandung, yaitu Gereja Santo Franciscus Regis, yang didirikan pada tahun 1895. Gereja tersebut dirobohkan pada tahun 1920 dan diubah fungsinya menjadi Bioskop Rex. Pada tahun 1950, bioskop ini sempat dialihfungsikan menjadi Panti Budaya. Kemudian, tempat tersebut kembali beralih fungsi menjadi ruang kuliah Perguruan Tinggi Katolik Parahyangan, yang kini dikenal sebagai Universitas Katolik Parahyangan.[butuh rujukan]

Setelah tidak lagi digunakan sebagai ruang kuliah, area ini kembali difungsikan sebagai bioskop, dan pada tahun 1970 berganti nama menjadi Bioskop Vanda. Bioskop ini juga sempat digunakan untuk latihan tari Viatikara. Pada tahun 1990, Bioskop Vanda dirobohkan dan kawasan tersebut ditata ulang menjadi taman tematik. Saat ini, Taman Vanda menjadi salah satu ruang terbuka hijau yang dapat dinikmati masyarakat Bandung untuk berekreasi di tengah kota.[butuh rujukan]

Taman Vanda memiliki model berbentuk segitiga memanjang yang dikelilingi tembok, dengan luas sekitar 2.000 meter persegi. Di bagian tengah taman ditanami beberapa tanaman hias, sementara pohon-pohon besar yang rindang juga ditanam di sekelilingnya. Dengan demikian, taman ini menjadi salah satu paru-paru kota. Taman ini juga dilengkapi bangku-bangku taman serta undakan yang mengelilingi area, sehingga memungkinkan pengunjung untuk duduk dan bersantai.[2]

Referensi

  1. ^ "Taman Vanda". MauCariApa.com. Diarsipkan dari asli tanggal 2020-11-27. Diakses tanggal 2020-04-22.
  2. ^ "Taman Vanda Bandung Keindahan di Tengah Kota". Pesona Indonesia. Diakses tanggal 2020-04-22.[pranala nonaktif permanen]

Pranala luar


Content Disclaimer

Informasi ini disarikan dari Wikipedia dan disajikan kembali untuk tujuan edukasi. Konten tersedia di bawah lisensi CC BY-SA 3.0. Kami tidak bertanggung jawab atas ketidakakuratan data yang bersumber dari kontribusi publik tersebut.

  1. The information displayed on this website is sourced in part or in whole from Wikipedia and has been adapted for the purpose of restating it. We strive to provide accurate and relevant information, however:
  2. There is no guarantee of absolute accuracy. Wikipedia is an open, collaborative project that can be edited by anyone, so information is subject to change.
  3. It is not intended to constitute professional advice. The content displayed is for informational and educational purposes only. For important decisions (e.g., medical, legal, or financial), please consult a professional.
  4. Content copyright. Wikipedia is licensed under the Creative Commons Attribution-ShareAlike License (CC BY-SA). This means that content may be reused with appropriate attribution and shared under a similar license.
  5. Responsible use. Any risk arising from the use of information from this website is entirely the responsibility of the user.
Kembali kehalaman sebelumnya