Tari Boran

Tari Boran merupakan kesenian tradisional yang lahir di Kabupaten Lamongan, Jawa Timur. Tarian ini dirancang berdasarkan kehidupan sehari-hari para penjual nasi boran, kuliner khas Lamongan yang berjalan membawa bakul bambu berisi nasi dan lauk di kepala mereka.[1] Sejak diciptakan pada tahun 2006 oleh koreografer desa, tarian ini pertama kali tampil dalam Festival Karya Tari Jawa Timur di Taman Krida Budaya Malang dan meraih penghargaan juara umum dari delapan kategori penampilan, termasuk penata tari, kostum, dan musik, sehingga mewakili Jawa Timur ke tingkat nasional pada Parade Tari Nusantara 2007 di Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta, di mana Tari Boran juga mendapat juara umum dari sembilan nominasi.[2]
Musik Pengiring
Dalam pementasannya, Tari Boran ditampilkan oleh banyak penari serta diiringi gamelan Jawa Timur atau orkestra ringan. Fokus utama terletak pada formasi kekompakan serta irama yang menyatu dengan gerakan, sehingga menciptakan nuansa estetis sekaligus naratif yang merefleksikan interaksi penjual dan pembeli di pasar.[butuh rujukan]
Rekor MURI
Tari Boran meraih dua rekor Museum Rekor Indonesia (MURI) pada 23 Juli 2023 dan rekor dunia untuk tari massal terbanyak dan penyajian nasi boran gratis terbanyak. Tarian ini melibatkan 1.569 Penari dan sajian 4.540 porsi nasi boran di Lamongan. Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Lamongan melibatkan pelajar Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan Sekolah Menangah Atas (SMA) sederajat dengan waktu hampir dua pekan untuk berlatih.[3]
Kostum
Penari dalam Tari Boran mengenakan busana tradisional khas daerah Lamongan. Kostum ini umumnya terdiri dari kebaya lengan panjang untuk penari perempuan, yang dipadukan dengan warna-warna mencolok seperti merah, kuning, dan hijau. Pilihan warna tersebut digunakan untuk menciptakan kesan ceria dan dinamis, sejalan dengan karakter gerakan tarian. Aksesori seperti selendang digunakan sebagai elemen pendukung koreografi.[butuh rujukan] Dalam pertunjukan Tari Boran, properti utama berupa boran (wadah makanan tradisional) digunakan sebagai simbol dari aktivitas keseharian masyarakat Lamongan yang menjajakan makanan khas. Selain boran, properti lain seperti kipas turut digunakan untuk menambah variasi gerakan.[4]
Daftar Referensi
- ^ Sumarianah (2019-11-21). "Refleksi Kehidupan Penjual Nasi dalam Tari Boran". infobudaya.net (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 2025-06-19.
- ^ "Tari Sego Boran". suara lamongan. 2012-09-06. Diakses tanggal 2025-06-19.
- ^ "Tari Boran Libatkan 1.569 Penari dan Sajian 4.540 Porsi Sego Boran di Lamongan Masuk Rekor MURI | Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Lamongan". disparbud.lamongankab.go.id. Diakses tanggal 2025-06-19.
- ^ Kompasiana.com (2024-12-23). "Keunikan Tari Boran Sebagai Pesona Budaya Kota Lamongan". KOMPASIANA. Diakses tanggal 2025-06-19.
Content Disclaimer
Informasi ini disarikan dari Wikipedia dan disajikan kembali untuk tujuan edukasi. Konten tersedia di bawah lisensi CC BY-SA 3.0. Kami tidak bertanggung jawab atas ketidakakuratan data yang bersumber dari kontribusi publik tersebut.
- The information displayed on this website is sourced in part or in whole from Wikipedia and has been adapted for the purpose of restating it. We strive to provide accurate and relevant information, however:
- There is no guarantee of absolute accuracy. Wikipedia is an open, collaborative project that can be edited by anyone, so information is subject to change.
- It is not intended to constitute professional advice. The content displayed is for informational and educational purposes only. For important decisions (e.g., medical, legal, or financial), please consult a professional.
- Content copyright. Wikipedia is licensed under the Creative Commons Attribution-ShareAlike License (CC BY-SA). This means that content may be reused with appropriate attribution and shared under a similar license.
- Responsible use. Any risk arising from the use of information from this website is entirely the responsibility of the user.