Bahasa pijin

Bahasa pijin[1] adalah sebuah bentuk bahasa kontak yang digunakan oleh orang-orang dengan latar belakang penutur bahasa yang berbeda-beda. Sebuah pijin biasanya memiliki tata bahasa yang sangat sederhana dengan kosakata dari bahasa yang berbeda-beda. Sebuah pijin tidak memiliki penutur bahasa ibu. Jika memiliki penutur asli maka bahasa ini disebut bahasa kreol.

Bahasa pijin diperkirakan berasal dari wilayah Afrika Barat di daerah Nigeria dan sekitarnya. Saat zaman perbudakan dimulai oleh bangsa Amerika dan Eropa, penduduk Afrika Barat dijadikan budak oleh mereka. Karena mereka kurang memahami kosakata yang diucapkan majikannya, mereka mencampur kosakata bahasa Inggris atau bahasa Prancis dengan bahasa ibu mereka sehingga menciptakan tata bahasa yang baru.

Bahasa pijin dituturkan di banyak negara di Afrika Barat dan negara kepulauan di Samudra Pasifik sedangkan bahasa kreol dituturkan di Kepulauan Karibia dan Amerika Selatan. Masing-masing bahasa pijin memiliki dialek tersendiri sesuai kondisi geografis, sosial, dan budaya. Namun, bahasa pijin masih bertumpu pada bahasa induknya, kebanyakan kosakata bahasa pijin diambil dan dimodifikasi dari bahasa Inggris dan bahasa Prancis.

Etimologi

Secara etimologis, kata “pijin” kemungkinan besar berasal dari istilah bahasa Inggris “business” yang berarti “perdagangan”. Pada awalnya, kata ini merupakan ragam yang penting sebagai bahasa bantu dalam sebuah kontak bahasa. Karena pengaruh substratum Tiongkok, kemungkinan perkembangan kata “pijin” adalah sebagai berikut: /business/ > /pizin/ > /pizin/ > /pizin/ > /pidgin/ > /pijin/.[2]

Kemunculan

Pada umumnya, bahasa pijin muncul dalam suatu keadaan kebahasaan darurat. Ekspansi kolonialisme dan imperialisme Eropa mengakibatkan bangsa Eropa dan penduduk asli memiliki kebutuhan untuk berkomunikasi. Para penduduk setempat tidak memahami bahasa para pendatang, tapi mereka memiliki keinginan untuk mengerti.[3]

Bangsa Eropa, misalnya, menyederhanakan tata bahasa dan kosakata mereka dengan harapan dapat berkomunikasi dengan penduduk asli. Sebaliknya, penduduk asli juga berusaha untuk mempermudah sistem bahasanya agar bangsa Eropa dapat memahami mereka. Hal ini mengakibatkan kedua belah pihak dapat berkomunikasi, tetapi secara terpatah-patah.[3]

Lama-kelamaan muncullah suatu bahasa campuran dengan sebuah konvensi kebahasaan yang lebih ketat. Bahasa campuran ini sering muncul dalam situasi kontak bahasa dari dua kebudayaan yang berbeda. Di dalam bahasa campuran ini, bahasa yang mempunyai prestise sosial yang lebih tinggi akan berkembang menjadi penyumbang yang dominan.[3]

Referensi

  1. ^ "Entri: Pijin". KBBI V. Diakses tanggal 2024-06-23.
  2. ^ Soekiman 2014, hlm. 31.
  3. ^ a b c Soekiman 2014, hlm. 32.

Daftar pustaka

Lihat pula


Content Disclaimer

Informasi ini disarikan dari Wikipedia dan disajikan kembali untuk tujuan edukasi. Konten tersedia di bawah lisensi CC BY-SA 3.0. Kami tidak bertanggung jawab atas ketidakakuratan data yang bersumber dari kontribusi publik tersebut.

  1. The information displayed on this website is sourced in part or in whole from Wikipedia and has been adapted for the purpose of restating it. We strive to provide accurate and relevant information, however:
  2. There is no guarantee of absolute accuracy. Wikipedia is an open, collaborative project that can be edited by anyone, so information is subject to change.
  3. It is not intended to constitute professional advice. The content displayed is for informational and educational purposes only. For important decisions (e.g., medical, legal, or financial), please consult a professional.
  4. Content copyright. Wikipedia is licensed under the Creative Commons Attribution-ShareAlike License (CC BY-SA). This means that content may be reused with appropriate attribution and shared under a similar license.
  5. Responsible use. Any risk arising from the use of information from this website is entirely the responsibility of the user.
Kembali kehalaman sebelumnya