Candi Ngampel
Candi Ngampel (atau Candi Ampel) adalah sebuah candi tunggal dengan didukung sebuah yoni. Bangunan bersejarah ini berada di lingkungan pemukiman di wilayah Dusun ampel, Desa Joho, Kalidawir, Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur. Lingkungan sekitar candi merupakan pemukiman yang tidak begitu padat.[butuh rujukan]
Kondisi Lapangan
Lahan di sekeliling candi berupa halaman yang ditanami berbagai jenis tanaman keras.[butuh rujukan] Jarak dari jalan raya ber raspal yang menghubungkan Kalidawir dan Tulungagung sekitar satu kilometer.[butuh rujukan]
Candi mengarah ke barat dan berukuran 19,7 x 15 m. Keadaan candi sudah hancur sehingga yang tampak sekarang hanyalah tumpulan bata setinggi 1,65m. Walaupun demikian pada sisa kaki candi di sisi selatan masih terlihat ornament sulur–suluran dalam motif flora. Kerusakan candi disebabkan adanya tujuh pohon besar yang tumbuh di tengah sisa bangunan tersebut. Pohon-pohon tersebut adalah pohon:[butuh rujukan]
- Joho
- Winong
- Aren
- Kendal
- Serut
- Ingas dan
- Leran.
Tinggalan lain yang terdapat disekitar halaman candi adalah dua buah Arca Dwarapala, sebuah Yoni dan beberapa balok bata andesit.[butuh rujukan]
Latar Belakang Sejarah
Sangat menarik untuk diamati bahwa candi ini terdapat pada dataran rendah di sekitar kaki perbukitan Walikukun. Sebagian besar percandian yang berada di lokasi lain pada dataran rendah yang sama diketahui berasal dari Masa Kerajaan Majapahit. Berdasarkan keletakan maupun maupun rancang bangunanya dapat dipastikan bahwa candi Ampel juga dibangun pada waktu yang sama, yaitu suatu periode di mana cukup banyak dibangun percandian dengan menggunakan bahan bata.[butuh rujukan]
Latar Belakang Budaya
Walaupun hanya berupa tumpukan bata yang saat ini “diikat” oleh akar – akar pohon besar, kekuatan situs ini tetap dapat dikenali. Pada diding kaki candi, antara lain, masih tampak adanya ornamen berupa sulur–suluran. Selain arca Dwarapala dan Yoni,di sana terdapat pula tujuh umpak batu.[butuh rujukan]
Keberadaan Yoni jelas menunjukan bahwa bangunan candi itu berlatar belakang keagamaan Hindu. Adapun tujuh buah umpak yang terdapat di sana menunjukkan adanya manfaat bangunan terbuat dari bahan lain yang digunakan untuk menaungi bagian atas candi tersebut.[butuh rujukan]
Sebagaiman kebanyakan candi di Nusantara, Candi Ampel dahulu dugunakan pula sebagai tempat pemujaan. Sekarang hanya berfungsi sebagai objek wisata saja. Walaupun tidak lagi digunakan sebagai tempat pemujaan bagi umat Hindu, dalam kasus tertentu situs ini masih dijadikan tempat nyuwun donga oleh sementara penduduk di sekitarnya.[butuh rujukan]
Referensi
Content Disclaimer
Informasi ini disarikan dari Wikipedia dan disajikan kembali untuk tujuan edukasi. Konten tersedia di bawah lisensi CC BY-SA 3.0. Kami tidak bertanggung jawab atas ketidakakuratan data yang bersumber dari kontribusi publik tersebut.
- The information displayed on this website is sourced in part or in whole from Wikipedia and has been adapted for the purpose of restating it. We strive to provide accurate and relevant information, however:
- There is no guarantee of absolute accuracy. Wikipedia is an open, collaborative project that can be edited by anyone, so information is subject to change.
- It is not intended to constitute professional advice. The content displayed is for informational and educational purposes only. For important decisions (e.g., medical, legal, or financial), please consult a professional.
- Content copyright. Wikipedia is licensed under the Creative Commons Attribution-ShareAlike License (CC BY-SA). This means that content may be reused with appropriate attribution and shared under a similar license.
- Responsible use. Any risk arising from the use of information from this website is entirely the responsibility of the user.