Ekottarāgama

Kitab Ekottarāgama atau Ekottarikāgama (Sanskerta untuk "Koleksi Berangka"; disingkat EA; Hanzi Tradisional: 增壹阿含經; Pinyin: Zēngyī Āhán Jīng), juga ditulis sebagai Ekottara Āgama dan Ekottarika Āgama, adalah sebuah kitab buddhis India awal, yang saat ini hanya terjemahan bahasa Tionghoanya saja yang masih bertahan (Taishō 125). Judul Ekottarāgama secara harfiah berarti "Khotbah-Khotbah Berangka/Bernomor," yang mengacu pada prinsip penyusunannya.[1] Kitab ini adalah satu dari empat Āgama dalam Sūtra Piṭaka yang terdapat di dalam Tripitaka Tionghoa.

Asal-usul dan sejarah

Penerjemahan

Menurut Tse Fu Kuan, "pada tahun 385 M, Zhu Fonian (竺佛念) menyelesaikan terjemahan bahasa Tionghoa dari Ekottarika-āgama yang dibacakan oleh Dharmanandin (曇摩難提), seorang biksu dari Tukhāra. Terjemahan pertama ini, yang terdiri dari empat puluh satu jilid, kemudian direvisi dan diperluas oleh Zhu Fonian menjadi Ekottarika-āgama dalam lima puluh satu jilid yang diwariskan kepada kita hingga saat ini. Zhu Fonian kemungkinan menambahkan materi baru pada terjemahan pertamanya dan bahkan mengganti beberapa bagian dari terjemahan pertamanya tersebut dengan materi yang baru."[2]

Atribusi

Para cendekiawan seperti Yin Shun, Zhihua Yao, dan Tse Fu Kuan menganggap bahwa Ekottarāgama merupakan kumpulan teks yang dilestarikan oleh aliran Mahāsāṃghika.[3][4][5] Akan tetapi, menurut A. K. Warder, Ekottarāgama merujuk pada 250 aturan Prātimokṣa untuk para biksu, yang hanya sesuai dengan Vinaya Dharmaguptaka, yang juga terdapat dalam Tripitaka Tionghoa. Ia juga memandang beberapa doktrin bertentangan dengan ajaran-ajaran aliran Mahāsāṃghika, dan menyatakan bahwa ajaran-ajaran tersebut sejalan dengan pandangan Dharmaguptaka yang dikenal saat ini. Oleh karena itu, ia menyimpulkan bahwa Ekottarāgama yang ada saat ini adalah milik aliran Dharmaguptaka.[6]

Menurut Étienne Lamotte, Ekottarāgama diterjemahkan dari sebuah manuskrip yang berasal dari India barat laut, dan mengandung banyak pengaruh Mahāyāna.[7] Hal ini mungkin sejalan dengan pernyataan Buddhayaśas, biksu Dharmaguptaka abad ke-5 sekaligus penerjemah Vinaya Dharmaguptaka dan Dīrghāgama, yang menulis bahwa aliran Dharmaguptaka telah menyerap Tripiṭaka Mahāyāna (Hanzi: 大乘三藏).[8] Menurut Yang Mulia Sheng Yen, Ekottarāgama memuat ajaran tentang Enam Paramita, sebuah konsep sentral dalam Jalan Bodhisatwa, dan dalam ajaran Mahāyāna.[9]

Keparalelan

Secara umum, Ekottarāgama berkorespondensi dengan Aṅguttaranikāya dari tradisi Theravāda. Akan tetapi, di antara keempat Āgama dari Sūtra Piṭaka berbahasa Sanskerta dalam Tripitaka Tionghoa, teks inilah yang paling berbeda dari versi Theravāda. Ekottarāgama bahkan memuat variasi mengenai ajaran-ajaran standar seperti Jalan Mulia Berunsur Delapan.[1] Menurut Keown, "terdapat perbedaan yang sangat mencolok antara versi Pali dan versi Tionghoa, dengan lebih dari dua pertiga sūtra ditemukan di salah satu kompilasi, tetapi tidak di kompilasi lainnya, yang menunjukkan bahwa sebagian besar dari bagian Sūtra Piṭaka ini [kemungkinan] belum terbentuk hingga waktu yang cukup belakangan."[10]

Perhatian penuh pada napas

Sebuah penyertaan yang penting dalam Ekottarāgama adalah khotbah yang memuat instruksi meditasi tentang "Perhatian Penuh pada Napas" yang diberikan oleh Buddha kepada putra-Nya, Rāhula. Di dalamnya, Buddha memberi Rāhula instruksi tentang bagaimana ia dapat berlatih bentuk meditasi ini untuk masuk ke dalam samādhi. Setelah jangka waktu yang tidak diketahui, Rāhula memasuki samādhi, melewati empat tahapan dhyāna, dan mencapai kesempurnaan serta pembebasan seutuhnya. Rāhula kemudian kembali kepada Sang Buddha sebagai seorang arahat, memberikan laporan penuh tentang latihannya, pengalamannya dalam meditasi, serta pencerahan yang telah ia peroleh. Khotbah ini berkorespondensi dengan Mahā-Rāhulovāda Sutta tradisi Theravāda di dalam Majjhimanikāya (MN 62).

Pengaruh di Asia Timur

Dalam berbagai ceramah, guru Buddhis ternama Nan Huaijin sering mengutip Ekottarāgama untuk khotbahnya tentang Perhatian Penuh pada Napas, serta ceramah mengenai laporan Rāhula kepada Sang Buddha. Ia merinci poin-poin mendetail dari praktik tersebut dan hubungan yang ada antara pikiran, tubuh, dan napas, termasuk fenomena eksoterik dan esoterik yang terkait. Turut dibahas pula penyebaran praktik ini ke dalam berbagai bentuk di aliran Buddhisme Mahāyāna di Asia Timur seperti Zen dan Tiantai, serta ke dalam praktik meditasi Taoisme.[11][12][13]

Lihat pula

Referensi

  1. ^ a b Sujato, Bhikkhu. "About the EA". ekottara.googlepages.com. Diarsipkan dari asli tanggal 2007-07-03. Diakses tanggal 2010-09-23.
  2. ^ Tse-fu Kuan 關則富, 'Mahāyāna Elements and Mahāsāṃghika Traces in the Ekottarika-āgama', Religions of South Asia 13.1 (2019) 24–50 https://doi.org/10.1558/rosa.19247, ISSN (online) 1751-2697.
  3. ^ Zhihua Yao (2012) The Buddhist Theory of Self-Cognition, hlm. 8-10. Routledge.
  4. ^ Tse-fu Kuan. (2013). Legends and Transcendence: Sectarian Affiliations of the Ekottarika Āgama in Chinese Translation. Journal of the American Oriental Society, 133(4), 607-634. doi:10.7817/jameroriesoci.133.4.0607
  5. ^ Yin Shun (1971). The Formation of Early Buddhist Texts [ 原始佛教聖典之集成 ], hlm. 755-787.
  6. ^ Warder, A.K. Indian Buddhism. 2000. hlm. 6
  7. ^ Hwang, Soon-il. Metaphor and Literalism in Buddhism: The Doctrinal History of Nirvana. 2006. hlm. 31
  8. ^ Walser, Joseph. Nāgārjuna in Context: Mahāyāna Buddhism and Early Indian Culture. 2005. hlm. 52-53
  9. ^ Sheng Yen. Orthodox Chinese Buddhism. 2007. hlm. 98
  10. ^ Keown, Damien. A Dictionary of Buddhism. Oxford: Oxford University Press, 2004.
  11. ^ Nan, Huai-Chin. Working Toward Enlightenment: The Cultivation of Practice. York Beach: Samuel Weiser, 1993.
  12. ^ Nan, Huai-Chin. To Realize Enlightenment: Practice of the Cultivation Path. York Beach: Samuel Weiser, 1994.
  13. ^ Shi, Hong. "The Conversations of Nan Huai-chin and Peter Senge" Diarsipkan 2009-02-17 di Wayback Machine. William Bodri.

Pranala luar

Terjemahan Ekottarāgama 17.1

Terjemahan dari MN 62, yang paralel dengan Ekottarāgama 17.1

Content Disclaimer

Informasi ini disarikan dari Wikipedia dan disajikan kembali untuk tujuan edukasi. Konten tersedia di bawah lisensi CC BY-SA 3.0. Kami tidak bertanggung jawab atas ketidakakuratan data yang bersumber dari kontribusi publik tersebut.

  1. The information displayed on this website is sourced in part or in whole from Wikipedia and has been adapted for the purpose of restating it. We strive to provide accurate and relevant information, however:
  2. There is no guarantee of absolute accuracy. Wikipedia is an open, collaborative project that can be edited by anyone, so information is subject to change.
  3. It is not intended to constitute professional advice. The content displayed is for informational and educational purposes only. For important decisions (e.g., medical, legal, or financial), please consult a professional.
  4. Content copyright. Wikipedia is licensed under the Creative Commons Attribution-ShareAlike License (CC BY-SA). This means that content may be reused with appropriate attribution and shared under a similar license.
  5. Responsible use. Any risk arising from the use of information from this website is entirely the responsibility of the user.
Kembali kehalaman sebelumnya