Kali Glidik
| Kali Glidik | |
|---|---|
Plaats tot waar de lavastroom doordrong in de Kali Glidik ten zuiden van de Goenoeng Mohomeroe in het Semeroe-gebergte op Oost-Java | |
Peta OpenStreetMap | |
| Lokasi | |
| Provinsi | Jawa Timur |
| Ciri-ciri fisik | |
| Hulu sungai | Gunung Semeru[1] |
| Muara sungai | Samudera Hindia[1] |
| Daerah Aliran Sungai | |
| Sistem sungai | DAS Glidik (1720012)[1] |
| Luas DAS | 341 km2 (132 sq mi)[1] |
| Air terjun | Tumpak Sewu, Coban Sriti, Kabut Pelangi, Kapas Biru |
| Jembatan | Jembatan Lebakharjo, Jembatan Batas Lumajang - Malang |
| Otoritas DAS/WS | BPDAS Brantas-Sampean;[1] |
| Informasi lokal | |
| GeoNames | Kali Glidik |
| KML Peta DAS Glidik | |
Kali Glidik atau Sungai Glidik adalah sungai yang bermuara di pesisir selatan Jawa Timur perbatasan Malang-Lumajang, di wilayah perairan Samudera Hindia.[2] Kawasan hulu terjauh aliran ini berada di barat daya dan selatan komplek lereng Gunung Semeru yang merupakan bagian dari Taman Nasional Bromo-Tengger-Semeru.[1]
Sungai ini merupakan jalur aliran lahar dingin yang membawa material vulkanik seperti batu dan pasir dari Gunung Semeru. Akibatnya, karakter dan bentuk sungai dapat berubah setiap kali terjadi banjir lahar. Karena tingginya aktivitas vulkanologi Semeru, material vulkanik menumpuk di sekitar kawah. Saat hujan deras, material ini akan terbawa arus menjadi banjir lahar dingin yang berpotensi meluap.[3] Banjir lahar dingin yang meluap sering kali menyebabkan kerusakan serius pada infrastruktur di sekitarnya, seperti tanggul yang jebol dan jembatan yang putus.[4]
Hidrologi DAS
Kali Glidik merupakan aliran utama dalam sistem hidrologi DAS Glidik yang memiliki luas tangkapan air sekitar 341 km2 (132 sq mi). Daerah aliran sungai mencakup selatan lereng hingga puncak Mahameru sebagai kawasan hulu. Di bagian barat, DAS Glidik berbatasan dengan kawasan hulu DAS Brantas. Bagian timur berbatasan dengan DAS Rejali dan DAS Ngrawan.[1]
Pengelolaan DAS
Dalam pengelolaan daerah aliran sungai terkait konservasi, DAS Glidik termasuk ke dalam wilayah kerja BPDAS Brantas-Sampean yang merupakan unit pelaksana teknis pada Ditjen PDASHL dibawah Kementerian Lingkungan Hidup.[5] Sedangkan dalam kaitannya dengan pengelolaan sumber daya air, DAS Glidik merupakan bagian dari satuan wilayah sungai yaitu WS Brantas dibawah otoritas BBWS Brantas.[6]
Potensi wisata
Meskipun berbahaya saat musim hujan, Sungai Glidik juga menawarkan potensi wisata petualangan seperti arung jeram (rafting).[7] Pemerintah Kabupaten Lumajang juga menyusun regulasi terkait pariwisata serta melakukan upaya penertiban di Kali Glidik untuk meningkatkan pengelolaannya, termasuk Wisata Tumpak Sewu. Selain itu masih terdapat beberapa potensi wisata lain didalam ekosistem lereng selatan Mahameru diantaranya, Coban Sriti, Kabut Pelangi, Kapas Biru serta Goa Tetes yang masih bagian dari sistem hidrologi DAS Glidik.[8]
Lihat pula
- Daftar daerah aliran sungai di Indonesia
- Dataran banjir
- Daya rusak air
- Hidrologi pegunungan
- Konservasi daerah aliran sungai
- Krisis air
- Morfologi sungai
Referensi
- ^ a b c d e f g "Peta Interaktif SIGAP Kementerian LHK - Klasifikasi DAS". Geoportal MenLHK. Diakses tanggal 2025-09-17.
- ^ "Kali Glidik". Mapcarta (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2025-10-13.
- ^ "Jutaan Kubik Matrial Semeru Menumpuk di Aliran Sungai Berpotensi Bencana Alam Besar di Lumajang". RRI. 22 Sep 2024. Diakses tanggal 2025-10-13.
- ^ Media, Kompas Cyber (2023-07-10). "Menteri Basuki Ungkap Penyebab Jembatan Kali Glidik Lumajang-Malang Hanyut Diterjang Banjir Lahar". KOMPAS.com. Diakses tanggal 2025-10-13.
- ^ "Peraturan Menteri LHK No.14 Tahun 2022" (PDF). JDIH Kehutanan. 2025. Diakses tanggal 2025-09-21.
- ^ ""PerMenPUPR No.04/PRT/M/2015 - Kriteria dan Penetapan Wilayah Sungai"". PERATURAN.GO.ID.
- ^ Visit Lumajang | by. Pelangi Teknomedia Nusantara. "Glidik Rafting, Petualangan Arung Jeram di Perbatasan Lumajang Malang". Visit Lumajang | by. Pelangi Teknomedia Nusantara (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2025-10-13.
- ^ "Penertiban Sungai Glidik untuk peningkatan pengelolaan Wisata Tumpak Sewu - Website Resmi Pemerintah Kabupaten Lumajang". lumajangkab.go.id. Diakses tanggal 2025-10-13.
Content Disclaimer
Informasi ini disarikan dari Wikipedia dan disajikan kembali untuk tujuan edukasi. Konten tersedia di bawah lisensi CC BY-SA 3.0. Kami tidak bertanggung jawab atas ketidakakuratan data yang bersumber dari kontribusi publik tersebut.
- The information displayed on this website is sourced in part or in whole from Wikipedia and has been adapted for the purpose of restating it. We strive to provide accurate and relevant information, however:
- There is no guarantee of absolute accuracy. Wikipedia is an open, collaborative project that can be edited by anyone, so information is subject to change.
- It is not intended to constitute professional advice. The content displayed is for informational and educational purposes only. For important decisions (e.g., medical, legal, or financial), please consult a professional.
- Content copyright. Wikipedia is licensed under the Creative Commons Attribution-ShareAlike License (CC BY-SA). This means that content may be reused with appropriate attribution and shared under a similar license.
- Responsible use. Any risk arising from the use of information from this website is entirely the responsibility of the user.
