Larung Langse


upacara adat larung Langse dalam labuhan Ageng

Larung Langse merupakan salah satu tradisi ritual yang dilaksanakan oleh Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat. Tradisi ini berupa pelarungan kain langse ke laut dan menjadi bagian dari rangkaian upacara peringatan bulan Sura dalam penanggalan Jawa. Ritual ini secara khusus dilakukan sebagai bentuk penghormatan terhadap Sinuhun Amangkurat Agung, salah satu raja Mataram Islam, yang makamnya terletak di wilayah Slawi, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah. Tradisi Larung atau melabuhkan kain kelambu (langse) juga merupakan simbol dari permohonan kepada Tuhan dan menjadi wujud pelestarian warisan leluhur dalam konteks ritus keagamaan serta penghormatan terhadap raja-raja terdahulu. Sejak tahun 2021, Pemerintah menetapkan Larung Langse sebagai Warisan Budaya Takbenda.

Pelaksanaan tradisi

Memasuki bulan Sura, Keraton Kasunanan Surakarta secara turun-temurun menyelenggarakan berbagai tradisi adat, salah satunya adalah ritual Labuhan atau Larungan, yang dilaksanakan di Pantai Parangkusumo, Daerah Istimewa Yogyakarta. Salah satu prosesi penting dalam rangkaian tersebut adalah upacara adat "larung langse", yakni pergantian kelambu (selambu) makam para penerus Dinasti Mataram pasca masa pemerintahan Sultan Agung Prabu Hanyakrakusuma (1613–1645).[1] Kelambu lama yang telah diganti kemudian dilabuhkan (dilarung) ke laut, sebagai bentuk penghormatan dan pelestarian tradisi leluhur.[2]

Menurut adat Keraton, kelambu makam yang telah digunakan wajib dilabuh sebagai bagian dari warisan budaya spiritual. Tradisi ini telah dilakukan secara turun-temurun sejak masa pemakaman Raja Amangkurat, di mana setiap bulan Sura dilaksanakan jamasan (pembersihan) makam dan penggantian kelambu.[3]

Keraton Surakarta memegang teguh kepercayaan bahwa setiap benda milik keraton yang sudah tidak digunakan terutama yang dianggap memiliki nilai sakral atau historis harus dilabuhkan ke laut, khususnya di kawasan Parangkusumo, sesuai dengan titah dan ajaran para pendiri Keraton Mataram.[4]

Pelestarian

Di masa sekarang, tradisi Larung Langse dilestarikan oleh Keraton Surakarta Hadiningrat. Tradisi ini melibatkan berbagai elemen penting dalam lingkungan keraton, termasuk Raja (Susuhunan Paku Buwono XIII) beserta keluarga inti, yang terdiri atas para putra-putri serta kerabat dekat. Selain keluarga kerajaan, prosesi ini juga melibatkan para abdi dalem, yaitu pegawai dan pelayan resmi keraton, serta tokoh-tokoh adat yang memiliki peran dalam pelestarian nilai-nilai tradisional. Masyarakat umum pun turut ambil bagian dalam pelaksanaan Larung Langse, menjadikan ritual ini sebagai bentuk kolaborasi antara institusi kerajaan dan komunitas lokal dalam menjaga warisan budaya.[2]

Makna

Tradisi Larung Langse pada hakikatnya merupakan manifestasi dari doa dan harapan kepada Tuhan Yang Maha Esa, serta berfungsi sebagai bentuk pelestarian warisan budaya leluhur dalam konteks ritus keagamaan, sekaligus menjadi ungkapan penghormatan terhadap para raja dan tokoh leluhur yang telah mendahului.[3]

Referensi

  1. ^ "Upacara Labuhan di Parangkusumo". budaya.jogjaprov.go.id. Diakses tanggal 2025-06-16.
  2. ^ a b crew, kraton. "Labuhan Parangkusumo dan Labuhan Lawu, Doa dan Tapak Tilas Leluhur Keraton". kratonjogja.id (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2025-06-16.
  3. ^ a b Solo, Cakrawala. "Ritual Adat Labuhan Parang Kusumo Keraton Kasunanan Surakarta,Menjelang Sura - Cakrawala". Ritual Adat Labuhan Parang Kusumo Keraton Kasunanan Surakarta,Menjelang Sura - Cakrawala. Diakses tanggal 2025-06-16.
  4. ^ "Prosesi Labuhan Keraton Kasunanan Surakarta | ANTARA Foto". antarafoto.com. Diakses tanggal 2025-06-16.

Content Disclaimer

Informasi ini disarikan dari Wikipedia dan disajikan kembali untuk tujuan edukasi. Konten tersedia di bawah lisensi CC BY-SA 3.0. Kami tidak bertanggung jawab atas ketidakakuratan data yang bersumber dari kontribusi publik tersebut.

  1. The information displayed on this website is sourced in part or in whole from Wikipedia and has been adapted for the purpose of restating it. We strive to provide accurate and relevant information, however:
  2. There is no guarantee of absolute accuracy. Wikipedia is an open, collaborative project that can be edited by anyone, so information is subject to change.
  3. It is not intended to constitute professional advice. The content displayed is for informational and educational purposes only. For important decisions (e.g., medical, legal, or financial), please consult a professional.
  4. Content copyright. Wikipedia is licensed under the Creative Commons Attribution-ShareAlike License (CC BY-SA). This means that content may be reused with appropriate attribution and shared under a similar license.
  5. Responsible use. Any risk arising from the use of information from this website is entirely the responsibility of the user.
Kembali kehalaman sebelumnya