Palang Merah Remaja

Palang Merah Remaja
Kegiatan Palang Merah Remaja tingkat Madya
Tanggal pendirian1 Maret 1950
JenisEkstrakurikuler, organisasi amal
TujuanBantuan kemanusiaan
Pemajuan karakter

Palang Merah Remaja (disingkat PMR) adalah wadah pembinaan dan pengembangan anggota remaja PMI di sekolah atau lembaga pendidikan formal dalam kepalangmerahan melalui kegiatan ekstrakurikuler.[1] PMR terdapat di PMI kota maupun kabupaten di seluruh Indonesia, dengan anggota lebih dari 5 juta orang, anggota PMR merupakan salah satu kekuatan PMI dalam melaksanakan kegiatan-kegiatan kemanusiaan dibidang kesehatan dan siaga bencana, mempromosikan prinsip-prinsip dasar gerakan palang merah dan bulan sabit merah internasional, serta mengembangkan kapasitas organisasi PMR.

Dalam PMR dikenalkan 7 Prinsip Dasar yang harus diketahui dan dilaksanakan oleh setiap anggotanya. Prinsip-prinsip ini dikenal dengan nama "7 Prinsip Dasar Palang Merah dan Bulan Sabit Merah Internasional" (Seven Fundamental Principle of Red cross and Red Crescent).

Sejarah PMR

Palang Merah Remaja (PMR) dibentuk oleh Palang Merah Indonesia (PMI) pada Kongres PMI keempat yang diselenggarakan pada tanggal 25–27 Januari 1950 di Jakarta. Palang Merah Remaja dibentuk pada 1 Maret 1950 dan dipimpin oleh Nn. Siti Dasima.[2] Saat itu, didirikan 15 cabang serta merekrut 2.047 anggota.[3] Gerakan ini pertama kali berada di Bandung, lalu keduanya berada di Kudus.

Di berbagai negara, termasuk Indonesia, dilatarbelakangi oleh peristiwa Perang Dunia I. Pada masa itu, Austria yang sedang mengalami peperangan mengerahkan anak-anak sekolah untuk turut membantu sesuai kemampuan mereka. Para siswa tersebut diberi tugas-tugas ringan, seperti mengumpulkan pakaian bekas, menghimpun majalah bekas dari para dermawan, menggulung pembalut, dan sebagainya. Anak-anak ini kemudian dihimpun dalam suatu organisasi untuk menangani hal-hal tersebut.[4][2]

Prakarsa tersebut kemudian diterima oleh Liga Perhimpunan Palang Merah dan Bulan Sabit Merah. Pada sidang pertamanya tahun 1919, diputuskan bahwa gerakan Palang Merah Remaja menjadi bagian dari perhimpunan nasional Palang Merah dan Bulan Sabit Merah. Sejak itu, inisiatif ini diikuti oleh banyak negara. Hingga tahun 1990, dari 149 perhimpunan nasional yang tergabung, sebagian besar telah memiliki organisasi PMR.[5]

Prinsip

PMR berpegang pada prinsip yang sama dengan PMI, yaitu mengimani tujuh Prinsip Dasar Gerakan Palang Merah dan Bulan Sabit Merah, yaitu:[6][7]

  1. Kemanusiaan
  2. Kesamaan
  3. Kenetralan
  4. Kemandirian
  5. Kesukarelaan
  6. Kesatuan
  7. Kesemestaan

Tingkatan PMR

Di Indonesia, dikenal ada 3 tingkatan PMR sesuai dengan jenjang pendidikan atau usianya, yaitu:[5]

  1. PMR Mula adalah PMR dengan tingkatan setara pelajar Sekolah Dasar (10-12 tahun). Warna slayer hijau muda
  2. PMR Madya adalah PMR dengan tingkatan setara pelajar Sekolah Menengah Pertama (12-15 tahun). Warna slayer biru langit
  3. PMR Wira adalah PMR dengan tingkatan setara pelajar Sekolah Menengah Atas (15-17 tahun). Warna slayer kuning cerah

Lihat pula

Pranala luar

Referensi

  1. ^ "Relawan PMI". pmijabar.or.id. Diakses tanggal 2024-05-19.
  2. ^ a b Aswab Nanda Pratama, Bayu Galih (17 September 2018). "Sejarah Palang Merah, Berawal dari Nerkai, PMI, hingga Lahirnya PMR". Kompas Nasional. Diakses tanggal 15 Juli 2025.
  3. ^ Irvan Sjafari (13 Juli 2025). "Catatan Ringkas Sejarah Palang Merah Remaja: Palang Merah Pemuda ke Korps PMR". Kompasiana. Diakses tanggal 15 Juli 2025.
  4. ^ rizalhadizan (03 Maret 2023). "Sejarah Terbentuknya Pmr Di Indonesia Terlengkap". Sosiologiku. Diakses tanggal 15 Juli 2025.
  5. ^ a b Leni (27 Juli 2023). "Mengenal Sejarah Palang Merah Remaja (PMR)". Tambah Pinter. Diakses tanggal 15 Juli 2025.
  6. ^ "7 Prinsip Dasar - PMI Kota Semarang". Diakses tanggal 2025-07-23.
  7. ^ Retia Kartika Dewi (21 Oktober 2023). "7 Prinsip Dasar Gerakan Palang Merah dan Bulan Sabit Merah Internasional". Kompas.com. Diakses tanggal 29 Juli 2025.

www.pmimedan.or.id

Content Disclaimer

Informasi ini disarikan dari Wikipedia dan disajikan kembali untuk tujuan edukasi. Konten tersedia di bawah lisensi CC BY-SA 3.0. Kami tidak bertanggung jawab atas ketidakakuratan data yang bersumber dari kontribusi publik tersebut.

  1. The information displayed on this website is sourced in part or in whole from Wikipedia and has been adapted for the purpose of restating it. We strive to provide accurate and relevant information, however:
  2. There is no guarantee of absolute accuracy. Wikipedia is an open, collaborative project that can be edited by anyone, so information is subject to change.
  3. It is not intended to constitute professional advice. The content displayed is for informational and educational purposes only. For important decisions (e.g., medical, legal, or financial), please consult a professional.
  4. Content copyright. Wikipedia is licensed under the Creative Commons Attribution-ShareAlike License (CC BY-SA). This means that content may be reused with appropriate attribution and shared under a similar license.
  5. Responsible use. Any risk arising from the use of information from this website is entirely the responsibility of the user.
Kembali kehalaman sebelumnya