Rajagukguk

Rajagukguk
Aksara Batakᯒᯐᯎᯮᯂ᯲ᯎᯮᯂ᯲
(Surat Batak Toba)
Nama marga
  • Aritonang
  • Rajagukguk
  • Aritonang Rajagukguk
Nama/
penulisan
alternatif
Artiraja + gukguk (gukgukhi)
(raja + tumpuk; timbun)
Silsilah
Jarak
generasi
dengan
Siraja Batak
1Si Raja Batak
2Guru Tatea Bulan
3Tuan Saribu Raja
4Si Raja Lontung
5Toga Aritonang
6Rajagukguk
Nama lengkap
tokoh
Raja Gukguk
Nama istriBoru Manurung
Nama anak
  • 1. Manungkol Langit
  • 2. Ompu Pingganpasu
Kekerabatan
Induk margaAritonang
Persatuan
marga
Toga Aritonang
Kerabat
marga
Matani ari
binsar
Manurung
Asal
SukuBatak
Etnis
Daerah asalAritonang, Muara, Tapanuli Utara

Rajagukguk (Surat Batak: ᯒᯐᯎᯮᯂ᯲ᯎᯮᯂ᯲) adalah salah satu marga Batak Toba yang berasal dari Desa Aritonang, Kecamatan Muara, Kabupaten Tapanuli Utara. Rajagukguk merupakan sub-marga dari marga Aritonang, yang mana leluhur marga Rajagukguk adalah anak kedua dari Toga Aritonang.

Asal

Dari perkawinannya, Aritonang memiliki 3 orang anak laki-laki yang tercatat hidup dan menuruskan keturunannya hingga saat ini. Ketiganya kini telah berkembang menjadi belahan marga Aritonang yang semi independen.

Sesuai urutan kelahirannya, ketiga anak laki-laki Aritonang ini adalah sebagai berikut:

  1. Ompu Sunggu
  2. Raja Gukguk
  3. Tuan Simare

Konsentrasi marga Rajagukguk kebanyakan bermukim di daerah Muara yang terletak di pesisir timur Danau Toba dan juga terdapat di Pulau Sibandang, Barus, dan Humbang Hasundutan di Sumatera Utara. Namun di luar daerah-daerah itu banyak pula ditemukan keturunan Aritonang yang telah merantau dan berkembang sejak berabad yang lalu.

Desa Silando, Hutaginjang, Tapian Nauli adalah desa yang banyak ditempati oleh marga Aritonang, yang walaupun jauh dari Muara tetapi hakikat sejatinya Marga Aritonang-lah yang menyatukan ketiga desa ini sehingga masuk dalam wilayah Kecamatan Muara.

Di daerah Muara yang mayoritas penduduknya adalah bermarga Aritonang, umumnya mereka sudah menggunakan nama marga sesuai alur percabangan dari ketiga anak laki-laki dari Aritonang tersebut. Namun untuk di luar Muara, para keturunan Marga Aritonang yang sudah merantau beberapa abad yang lalu, lebih tertarik menggunakan marga Aritonang sebagai satu kesatuan.

Karena pernah terjadinya suatu masalah dalam keluarga besar keturunan Rajagukguk pada masa lalu, yang telah menyebabkan salah seorang generasi keturunannya memisahkan diri. Mereka membentuk marga sendiri khusus untuk keturunannya, yakni marga Haro (Rajagukguk). Meski tidak banyak, tetapi status marga ini juga sudah semi independen dan diakui oleh kalangan marga-marga Batak lainnya.

Catatan: Marga Haro (Rajagukguk) ini berbeda dengan marga Haro (Munte), yang merupakan salah satu marga keturunan dari Kelompok besar Tuan Sorbadijulu (Nai Ambaton) - (Parna) yang juga keturunan dari Si Raja Batak. Walaupun secara garis keturunan adanya perbedaan, karena hakikatnya marga Haro (Rajagukguk) melalui garis Guru Tatea Bulan sedangkan marga Haro (Munte) melalui garis Raja Isumbaon, namun, Sebagian besar meyakini bahwa marga Haro (Rajagukguk) masih berkerabat dengan marga Haro (Munte) dalam garis perantauan dan lainnya.

Karena itulah saat ini kerap ditemukan para keturunan Marga Aritonang dalam kesehariannya menggunakan nama marga yang bervariasi, yaitu:

  1. Marga Aritonang
  2. Marga Ompusunggu
  3. Marga Rajagukguk
  4. Marga Simaremare

Di beberapa tempat masih ditemukan mereka yang menggunakan nama marga Haro (Rajagukguk) sebagai nama marganya, umumnya di jumpai di Negeri Tamba Samosir, Huta Sirait Samosir, Humbang Hasundutan, dan Laguboti. Cukup berbeda dengan yang bermukim di Uluan Narumonda, Porsea, mereka lebih dikenal atau mengenal nama, seperti: Naimunte, Naimunthe, Daimunte, Daimunthe. Meski begitu pada pesta bolon tahun 1964 di bona pasogit Muara telah disampaikan agar seluruh keturunan Rajagukguk yang dari kelompok marga Haro (Rajagukguk), yang berbagai variasi penulisan seperti: Haro, Haromunte, Haromunthe, Naimunte, Naimunthe, Daimunte, Daimunthe, Dadimunte, Dadimunthe, Nanimunte, Nanimunthe, Nadimunte, Nadimunthe, agar sepenuhnya kembali mengenakan atau menambahkan nama Rajagukguk atau Aritonang pada identitasnya dan menghilangkan nama "Munte" atau "Munthe" tersebut yang seharusnya mengenakan nama Haro Rajagukguk atau Haro Aritonang, bukan mengenakan nama "Haro" saja, dan bukan menambahkan nama "Munte", "Munthe", serta berbagai variasi penulisan lainnya, agar dapat diketahui dan dikenal secara luas, umum, jelas, dan benar kalau seorang tersebut rupanya keturunan Rajagukguk. Namun, walaupun demikian masih ada sebagian populasi keturunan Rajagukguk yang menggunakan marga tersebut sebagai identitasnya, sehingga dalam berbagai acara adat mereka umumnya dari Kelompok marga Haro (Rajagukguk) ini tetap digolongkan ke dalam bagian perkumpulan marga Rajagukguk atau Aritonang secara garis besar.

Di daerah Muara, ketiga belahan marga Aritonang ini telah saling menikahi. Karena di daerah Muara mayoritas penduduknya bermarga Aritonang, sehingga sulit mendapatkan pasangan yang berbeda marganya. Hal ini sudah umum terjadi dan sudah diakui secara adat. Namun khusus untuk satu belahan anak marga yang sama, tetap tidak diperbolehkan dilakukan pernikahan. Begitu pula terhadap Marga Haro (Rajagukguk) dengan Rajagukguk tetap dianggap satu marga, sehingga tidak diperbolehkan saling menikahi.

Tokoh

Beberapa tokoh yang bermarga Rajagukguk, di antaranya:

Referensi

Content Disclaimer

Informasi ini disarikan dari Wikipedia dan disajikan kembali untuk tujuan edukasi. Konten tersedia di bawah lisensi CC BY-SA 3.0. Kami tidak bertanggung jawab atas ketidakakuratan data yang bersumber dari kontribusi publik tersebut.

  1. The information displayed on this website is sourced in part or in whole from Wikipedia and has been adapted for the purpose of restating it. We strive to provide accurate and relevant information, however:
  2. There is no guarantee of absolute accuracy. Wikipedia is an open, collaborative project that can be edited by anyone, so information is subject to change.
  3. It is not intended to constitute professional advice. The content displayed is for informational and educational purposes only. For important decisions (e.g., medical, legal, or financial), please consult a professional.
  4. Content copyright. Wikipedia is licensed under the Creative Commons Attribution-ShareAlike License (CC BY-SA). This means that content may be reused with appropriate attribution and shared under a similar license.
  5. Responsible use. Any risk arising from the use of information from this website is entirely the responsibility of the user.
Kembali kehalaman sebelumnya