Reservoir alami

Dalam ekologi dan epidemiologi penyakit infeksi, reservoir alami, juga dikenal sebagai reservoir penyakit atau reservoir infeksi, adalah populasi organisme atau lingkungan spesifik yang ditempati oleh patogen untuk hidup dan bereproduksi secara alami, atau tempat patogen bergantung untuk kelangsungan hidupnya. Reservoir biasanya merupakan spesies tertentu, seperti hewan dan tumbuhan, yang bertindak sebagai inang tempat patogen hidup di dalamnya dan sering kali (meskipun tidak selalu) tidak menyebabkan penyakit bagi reservoir itu sendiri. Menurut beberapa definisi, reservoir mungkin juga merupakan lingkungan di luar organisme, seperti volume udara atau air yang terkontaminasi.[1][2]
Karena beragamnya mikroorganisme infeksius yang dapat menyebabkan penyakit, definisi tepat untuk mendeskripsikan reservoir alami sangat banyak, beragam, dan sering kali saling bertentangan. Konsep reservoir hanya berlaku untuk patogen yang mampu menginfeksi lebih dari satu populasi inang dan bersifat terbatas pada populasi target yang ditetapkan, yaitu populasi organisme yang menderita penyakit yang disebabkan oleh patogen. Reservoir merupakan populasi organisme (atau lingkungan apa pun) yang menampung patogen dan mentransmisikannya ke populasi target. Reservoir dapat berupa satu spesies atau lebih, dan bisa merupakan spesies yang sama atau spesies yang berbeda dengan populasi target, dan, dalam arti luas, dapat mencakup vektor,[2] yang sebenarnya berbeda dari reservoir alami. Spesies yang dianggap sebagai reservoir bagi patogen tertentu mungkin saja tidak menunjukkan tanda penyakit ketika terinfeksi oleh patogen.
Identifikasi reservoir alami dari suatu patogen infeksius telah terbukti berguna dalam mengobati dan mencegah berjangkitnya penyakit pada manusia dan hewan peliharaan, terutama pada penyakit yang tidak ada vaksinnya. Pada prinsipnya, penyakit zoonotik dapat dikendalikan dengan mengisolasi atau menghilangkan reservoir infeksi patogen. Pemusnahan massal hewan yang dikonfirmasi atau dicurigai sebagai reservoir bagi patogen manusia, seperti burung yang menampung virus flu burung, telah efektif dalam mengendalikan kemungkinan epidemi di banyak bagian dunia; untuk patogen lain, seperti virus Ebola, identitas reservoir alami yang diduga tetap tidak jelas.
Referensi
- ^ "Principles of Epidemiology | Lesson 1 - Section 10". CDC. 2012. Diakses tanggal 2017-11-10.
- ^ a b Haydon, D. T.; Cleaveland, S.; Taylor, L. H.; Laurenson, M. K. (December 2002). "Identifying Reservoirs of Infection: A Conceptual and Practical Challenge". Emerging Infectious Diseases. 8 (12): 1468–1473. doi:10.3201/eid0812.010317. PMC 2738515. PMID 12498665.
Content Disclaimer
Informasi ini disarikan dari Wikipedia dan disajikan kembali untuk tujuan edukasi. Konten tersedia di bawah lisensi CC BY-SA 3.0. Kami tidak bertanggung jawab atas ketidakakuratan data yang bersumber dari kontribusi publik tersebut.
- The information displayed on this website is sourced in part or in whole from Wikipedia and has been adapted for the purpose of restating it. We strive to provide accurate and relevant information, however:
- There is no guarantee of absolute accuracy. Wikipedia is an open, collaborative project that can be edited by anyone, so information is subject to change.
- It is not intended to constitute professional advice. The content displayed is for informational and educational purposes only. For important decisions (e.g., medical, legal, or financial), please consult a professional.
- Content copyright. Wikipedia is licensed under the Creative Commons Attribution-ShareAlike License (CC BY-SA). This means that content may be reused with appropriate attribution and shared under a similar license.
- Responsible use. Any risk arising from the use of information from this website is entirely the responsibility of the user.