Sungai Swarangan
Artikel ini sebatang kara, artinya tidak ada artikel lain yang memiliki pranala balik ke halaman ini. Bantulah menambah pranala ke artikel ini dari artikel yang berhubungan. (April 2025) |
| Sungai Swarangan | |
|---|---|
Sungai Swarangan di jalan poros Pelaihari - Batulicin | |
| Lokasi | |
| Negara | Indonesia |
| Provinsi | Kalimantan Selatan |
| Ciri-ciri fisik | |
| Hulu sungai | Pegunungan Meratus |
| Muara sungai | Laut Jawa |
| - lokasi | Kalimantan Selatan |
| Panjang | 58 km (36 mi) |
| Lebar | |
| - rata-rata | 5 m (16 ft) |
| - maksimum | 50 m (160 ft) |
| Kedalaman | |
| - rata-rata | 4 m (13 ft) |
| Daerah Aliran Sungai | |
| Luas DAS | 34.106,32 km2 (13.168,52 sq mi)[1] |
Sungai Swarangan adalah salah satu sungai yang mengalir di Kabupaten Tanah Laut. Sungai ini bermuara di Desa Swarangan, Kecamatan Jorong, Kabupaten Tanah Laut, Kalimantan Selatan.[2]
Sungai Swarangan mengalir melalui Kecamatan Jorong, Batu Ampar dan Pelaihari dengan luas DAS mencapai 34.106,32 ha. Sungai Swarangan semakin lebar di bagian muara, hingga mencapai 50 m. Sungai ini dimanfaatkan masyarakat sekitar sebagai jalur transportasi dari pelabuhan ke pantai dan jalur antar desa.
Ekologis
Muara sungai Swarangan menjadi tempat sedimentasi pasir yang berasal dari gelombang air laut. Sedimentasi semakin besar di musim Timur, ketika gelombang air laut lebih besar dari biasanya.[3] Selain itu, muara sungai Swarangan yang ditumbuhi Nipah, juga merupakan habitat Buaya muara.[4]
Masalah sedimentasi di muara sungai Swarangan menyebabkan gosong sehingga menutup jalur keluar masuk transportasi warga yang ingin melaut ataupun sebaliknya.[5]
Lihat juga
Referensi
- ^ name="https://inilahkalsel.com/sore-romantis-di-bendung-pitap-tempat-santai-warga-balangan-yang-lagi-viral/
- ^ KSDAE, Datin. "Tim Satgas Penanganan Konflik Satwa Liar Melakukan Pengecekan Kemunculan Buaya Muara - Ditjen Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem". ksdae.menlhk.go.id. Diakses tanggal 2024-11-16.
- ^ N, Roynalendra (17 Oktober 2023). "Sedimentasi Kian Parah di Muara Sungai Swarangan Kabupaten Tala Kalsel, Nelayan Kesulitan ke Laut". Banjarmasinpost.co.id. Diakses tanggal 2024-11-16.
- ^ Zainuddin, Hasan (12 September 2021). "Kemunculan buaya muara, gegerkan warga Swarangan". ANTARA News Kalimantan Selatan. Diakses tanggal 2025-10-14.
- ^ Yunus, Zulkifli (2023-10-21). "Gundukan Pasir Penyebab Muara Sungai Swarangan Tanah Laut Dangkal Akan Disedot". iNews.ID. Diakses tanggal 2025-10-14.
Content Disclaimer
Informasi ini disarikan dari Wikipedia dan disajikan kembali untuk tujuan edukasi. Konten tersedia di bawah lisensi CC BY-SA 3.0. Kami tidak bertanggung jawab atas ketidakakuratan data yang bersumber dari kontribusi publik tersebut.
- The information displayed on this website is sourced in part or in whole from Wikipedia and has been adapted for the purpose of restating it. We strive to provide accurate and relevant information, however:
- There is no guarantee of absolute accuracy. Wikipedia is an open, collaborative project that can be edited by anyone, so information is subject to change.
- It is not intended to constitute professional advice. The content displayed is for informational and educational purposes only. For important decisions (e.g., medical, legal, or financial), please consult a professional.
- Content copyright. Wikipedia is licensed under the Creative Commons Attribution-ShareAlike License (CC BY-SA). This means that content may be reused with appropriate attribution and shared under a similar license.
- Responsible use. Any risk arising from the use of information from this website is entirely the responsibility of the user.
