Yudea Hasmoni

Kerajaan Hasmoni

ממלכת החשמונאים
Mamleḵeṯ hāḤašmonaʾim
141–37 SM
Lokasi Yudea
Status
Ibu kotaYerusalem
Bahasa yang umum digunakan
Agama
Yudaisme Bait Suci Kedua
PemerintahanMonarki teokratis
Imam Besar dan etnark/raja 
• 142/1–134 SM
Simon Tasi
• 134 (110)–104 SM
Yohanes Hirkanus
• 104–103 SM
Aristobulus I
• 103–76 SM
Aleksander Yaneus
• 76–67 SM
Salome Aleksandra
• 67–66 SM
Hirkanus II
• 66–63 SM
Aristobulus II
• 63–40 BCE
Hirkanus II
• 40–37 BCE
Antigonus
Era SejarahZaman Helenistik
167 SM
• Dinasti didirikan
141 SM
• Kemerdekaan penuh
110 SM
• Pompeius mengintervensi dalam perang saudara Hasmoni
63 SM
40 BCE
• Dilengserkan oleh Herodes Agung
37 SM
Mata uangUang logam Hasmoni
Didahului oleh
Digantikan oleh
Palestina Helenistik
krjKerajaan
Herodes
Sekarang bagian dari
Sunting kotak info
Sunting kotak info • Lihat • Bicara
Info templat
Bantuan penggunaan templat ini

Yudea Hasmoni, juga dikenal pada sebagian sejarahnya sebagai Kerajaan Hasmoni, adalah sebuah negara Yahudi yang merdeka di Yudea dan wilayah sekitarnya, selama masa Helenistik dari Periode Bait Suci Kedua. Negara Hasmoni muncul dari pemberontakan Makabe terhadap pemerintahan Seleukia. Negara ini diperintah oleh Dinasti Hasmoni, yang merupakan keturunan dari Makabe, dan menggabungkan jabatan imam besar dan etnark. Para pemimpin dinasti tersebut kemudian menyandang gelar raja. Pada awalnya, Yudea masih menjadi negara semi-otonom di bawah Kekaisaran Seleukia, tetapi seiring merosotnya kekuasaan Seleukia, negara Hasmoni meraih kemerdekaan penuh dan memperluas wilayahnya ke daerah-daerah sekitar, termasuk Perea, Samaria, Idumea, Galilea, and Iturea.

Kaum Makabe melancarkan pemberontakan mereka terhadap Kekaisaran Seleukia pada tahun 160-an SM, dengan kemenangan-kemenangan Yudas Makabe dan penyucian kembali Bait Suci Yerusalem setelah dinodai oleh Seleukia. Setelah kematian Yudas dalam pertempuran, saudaranya, Yonatan, membangkitkan kembali gerakan tersebut, memperoleh pengakuan Seleukia, dan ditunjuk menjadi Imam Besar. Menyusul eksekusi Yonatan, saudara mereka, Simon, mengambil alih kepemimpinan, mengusir garnisun Seleukia dari Yerusalem, dan meraih kemerdekaan, menandai berdirinya negara Hasmoni. Simon kemudian tewas dibunuh oleh menantunya sendiri.

Simon digantikan oleh putranya, Yohanes Hirkanus, yang pada awalnya menerima pertuanan Seleukia tetapi kemudian segera menegaskan kemerdekaannya dan memperluas kendali Yahudi terhadap Samaria dan Idumea. Putranya, Yudas Aristobulus menaklukkan Galilea. Di bawah penerusnya, Aleksander Yaneus, Kerajaan Hasmoni mencapai wilayah kekuasaan terluasnya—wilayah terbesar Israel sejak zaman kerajaan dalam Alkitab—tetapi dilanda perang saudara. Setelah kematiannya, kekuasaannya beralih kepada istrinya, Salome Aleksandra, yang masa pemerintahannya membawa stabilitas dan kemakmuran. Namun, kematian Salome memicu perang suksesi antara kedua putra mereka, yang berujung pada intervensi Romawi di bawah kepemimpinan Pompeius pada tahun 63 SM dan akhir dari kemerdekaan Yudea. Hirkanus II diangkat menjadi penguasa bawahan, meskipun otoritasnya ditentang oleh adiknya, Aristobulus II. Kemudian, putra Aristobulus, Matatias Antigonus, sempat memulihkan kembali kemerdekaan Hasmoni secara singkat sebagai raja terakhir dinasti tersebut sebelum Romawi mengangkat Dinasti Herodes sebagai penguasa atas Yudea pada tahun 37 SM.

Kerajaan Hasmoni merupakan entitas politik Yahudi merdeka yang pertama sejak jatuhnya Kerajaan Yehuda pada tahun 587/6 SM, serta menjadi contoh langka dari pemerintahan pribumi pada masa yang didominasi kekaisaran-kekaisaran besar. Ketika Yudea berada di bawah kekuasaan Romawi, orang-orang Yahudi terus mengenang masa Hasmoni sebagai zaman keemasan kemerdekaan. Gagasan bahwa Yudea dapat merdeka kembali membakar aspirasi akan kebebasan dan menginspirasi peperangan Yahudi–Romawi.

Referensi

  1. ^ Neusner 1983, hlm. 911.
  2. ^ Vermes 2014, hlm. 36.
  3. ^ Muraoka 1992, hlm. 1–2.

Catatan

  1. ^ Juga dikenal sebagai Aram Hasmoni dan Aram Setelah Akhemeniyah[3]

Daftar pustaka

Sumber kuno

  • Diodorus Siculus. Bibliotheca Historica.
  • Josephus. Antiquities of the Jews.
  • Josephus. The Jewish War.
  • Tacitus. Histories.
  • 1 Maccabees.
  • 2 Maccabees.
  • Babylonian Talmud.
  • Jerusalem Talmud.
  • Megillat Taanit.
  • Mishnah.

Sumber modern

  • Grabbe, Lester L. (2020). A History of the Jews and Judaism in the Second Temple Period, Volume 3: The Maccabaean Revolt, Hasmonaean Rule, and Herod the Great (175–4 BCE). The Library of Second Temple Studies. T&T Clark. ISBN 978-0-5676-9294-8.

Bacaan tambahan

Content Disclaimer

Informasi ini disarikan dari Wikipedia dan disajikan kembali untuk tujuan edukasi. Konten tersedia di bawah lisensi CC BY-SA 3.0. Kami tidak bertanggung jawab atas ketidakakuratan data yang bersumber dari kontribusi publik tersebut.

  1. The information displayed on this website is sourced in part or in whole from Wikipedia and has been adapted for the purpose of restating it. We strive to provide accurate and relevant information, however:
  2. There is no guarantee of absolute accuracy. Wikipedia is an open, collaborative project that can be edited by anyone, so information is subject to change.
  3. It is not intended to constitute professional advice. The content displayed is for informational and educational purposes only. For important decisions (e.g., medical, legal, or financial), please consult a professional.
  4. Content copyright. Wikipedia is licensed under the Creative Commons Attribution-ShareAlike License (CC BY-SA). This means that content may be reused with appropriate attribution and shared under a similar license.
  5. Responsible use. Any risk arising from the use of information from this website is entirely the responsibility of the user.
Kembali kehalaman sebelumnya