Politik dalam The Simpsons

Politik adalah tema umum dalam sitkom animasi The Simpsons, dan fenomena ini telah mengalami penyeberangan dengan politik Amerika di dunia nyata. Politik lokal dari kota fiktif Springfield tampil menonjol di banyak episode, dan arketipe karakter mewakili berbagai konsep politik yang berbeda dalam suatu komunitas. Acara ini menyindir gagasan-gagasan di seluruh spektrum politik, meskipun secara keseluruhan digambarkan memiliki bias sayap kiri dan anti-pemerintah. Para politisi telah dikarikaturkan dalam banyak episode The Simpsons, termasuk sebuah episode yang mengikuti Presiden George H. W. Bush sebagai tanggapan atas kritik publiknya terhadap acara tersebut. Referensi ke acara ini juga muncul dalam politik dunia nyata. The Simpsons membahas isu-isu kontemporer termasuk penyalahgunaan zat, ekonomi, pendidikan, lingkungan hidup, politik senjata, politik kesehatan, hak-hak LGBTQ, imigrasi, dan peradilan pidana. Episode-episode dari acara ini juga telah menyebabkan perselisihan politik internasional karena penggambaran negara-negara asing.

Sistem politik

Latar tempat Springfield telah berkembang sebagai mikrokosmos pemerintah daerah yang dapat digunakan oleh penulis dan pengkritik untuk merefleksikan dan mengomentari isu-isu politik dunia nyata. Acara ini menampilkan proses demokrasi dalam politik lokal, termasuk pemilihan umum dan rapat warga.[1] Politik nasional Amerika Serikat juga telah ditampilkan dalam acara ini. Dalam episode musim ke-3 "Mr. Lisa Goes to Washington", Lisa mengunjungi Washington, D.C. dan menyaksikan seorang anggota kongres menerima suap sambil mengekspresikan keyakinan seksis. Episode ini mengeksplorasi kepercayaan terhadap demokrasi, mempertimbangkan kelemahan maupun cara demokrasi memperbaikinya.[2]

Karakter

Jajaran karakter yang luas dan berkembang membuat The Simpsons unik di antara acara televisi dalam kemampuannya untuk membingkai isu-isu kompleks dalam pengaturan komunitas. Di antara karakter utama, Lisa Simpson adalah yang paling berkembang secara politik. Dia mengekspresikan keyakinan liberal dan dukungan untuk keadilan sosial. Lisa adalah advokat vokal untuk lingkungan hidup, vegetarianisme, dan feminisme. Marge Simpson digambarkan sebagai seorang ibu rumah tangga yang bekerja terlalu keras yang dikaitkan dengan gagasan konservatif tentang keluarga inti dan peran perempuan, meskipun dia juga diakui sebagai seorang feminis di dalam acara tersebut. Homer sempat memegang jabatan politik sebagai Komisaris Sanitasi Springfield, yang mana selama waktu itu dia ditampilkan sebagai seorang politisi populis yang tidak jujur yang membuat janji-janji yang tidak dapat dia penuhi.[1] Episode musim ke-23 "Politically Inept, with Homer Simpson" menampilkan Homer sebagai pengamat berita TV kabel yang mendukung Ted Nugent untuk menjadi presiden.[3]

​Karakter berulang juga digunakan untuk berfungsi sebagai arketipe untuk keyakinan politik tertentu atau digunakan untuk mengeksplorasi isu-isu tertentu. Wali Kota Quimby adalah karakter politisi paling menonjol dalam acara ini, secara terbuka terlibat dalam korupsi dan pergaulan bebas sambil mengabaikan kepemimpinan. Mr. Burns digambarkan sebagai pengusaha licik jahat yang mementingkan dirinya sendiri di atas orang lain.[2] Apu Nahasapeemapetilon adalah karakter dari India yang digunakan untuk memberikan perspektif seorang imigran di Amerika Serikat.[4] Kepala Polisi Wiggum, kepala polisi kota, digambarkan tidak kompeten dan simbol dari korupsi polisi.[5] Ned Flanders, tetangga sebelah rumah keluarga Simpson, berfungsi sebagai contoh seorang Kristen Evangelikal. Karakter Flanders sering digunakan untuk memarodikan kelebihan-kelebihan agama, meskipun sikapnya yang ramah dan kesalehannya digambarkan secara positif.[6] Lionel Hutz digunakan untuk menggambarkan seorang pengacara curang.[7]

Kampanye politik

Kampanye politik dan pemilihan umum ditampilkan dalam beberapa episode The Simpsons. Episode musim ke-2 "Two Cars in Every Garage and Three Eyes on Every Fish" menampilkan Mr. Burns yang mencalonkan diri sebagai gubernur melawan petahana yang populer dengan niat melonggarkan peraturan keselamatan untuk bisnisnya. Politisi karir digambarkan sebagai alternatif menguntungkan yang peduli pada negara bagian dibandingkan dengan Mr. Burns, yang hanya mencari jabatan untuk keuntungannya sendiri. Episode musim ke-6 "Sideshow Bob Roberts" menampilkan pemilihan wali kota, mempertemukan petahana Wali Kota Quimby melawan Sideshow Bob, seorang pria yang pernah mencoba membunuh Bart Simpson. Keluarga Simpson membantu Quimby dalam kampanye pemilihan kembalinya, tetapi Sideshow Bob yang terpilih. Sideshow Bob menggunakan kekuasaan politiknya untuk menyulitkan hidup keluarga Simpson, tetapi kemudian terungkap bahwa dia menang melalui kecurangan pemilu. Episode musim ke-9 "Trash of the Titans" mengikuti Homer Simpson saat dia mencalonkan diri untuk jabatan komisaris sanitasi, menggambarkannya sebagai seorang rakyat biasa yang tidak memenuhi syarat untuk peran tersebut.[1] Episode musim ke-14 "Mr. Spritz Goes to Washington" mengikuti Krusty the Clown saat dia mencalonkan diri untuk Kongres demi menyelesaikam masalah lokal melalui regulasi pemerintah.[8] Dalam episode musim ke-19 "E Pluribus Wiggum", Springfield menyelenggarakan pemilihan primer presiden AS paling awal, dan kota tersebut mencalonkan anak berusia delapan tahun Ralph Wiggum untuk mengekspresikan rasa jijik mereka terhadap sirkus media yang menyertainya.[9]

Sikap politik

The Simpsons telah dipuji karena kecenderungannya untuk menyindir gagasan-gagasan di seluruh spektrum politik, meskipun para penulis telah menunjukkan dukungan untuk gagasan-gagasan progresif dan beberapa pengamat mengatakan bahwa acara tersebut secara keseluruhan mengekspresikan bias sayap kiri. Acara ini juga dituduh memiliki bias anti-pemerintah, menggambarkan pemerintah dan perusahaan besar sebagai entitas jahat yang memanfaatkan warga negara.[10] Dalam The Simpsons, para politisi sering kali korup, Pendeta Lovejoy acuh tak acuh terhadap jemaah gereja, dan pasukan polisi lokal tidak kompeten sekaligus korup.[5] Meskipun demikian, ada juga kejadian di mana politisi karir digambarkan lebih kompeten atau masuk akal daripada kandidat populis atau luar, seperti lawan Homer saat mencalonkan diri sebagai komisaris sanitasi atau lawan Mr. Burns dalam pemilihan gubernur.[2] Produser Al Jean menyatakan dalam sebuah wawancara bahwa "Kami [acara ini] berhaluan liberal".[11] Kecondongan acara tersebut terhadap liberalisme yang diakui telah dijadikan lelucon di dalam acara, seperti pada episode musim ke-7 "The Simpsons 138th Episode Spectacular", di mana referensi dibuat untuk "ratusan pesan radikal sayap kanan yang dimasukkan ke dalam setiap acara oleh pencipta Matt Groening".[12]

Politik dunia nyata

The Simpsons telah menyinggung para politisi sepanjang penayangannya, yang terkadang menghasilkan perhatian media. Presiden George H. W. Bush dan Bill Clinton keduanya pernah diparodikan beberapa kali dalam serial tersebut.[2] Episode musim ke-8 "Treehouse of Horror VII" memarodikan pemilihan presiden AS 1996 dengan menampilkan Clinton dan Bob Dole sebagai penyamar alien jahat, yang menegaskan bahwa pemilih harus tetap memilih salah satu dari mereka karena sistem dua partai.[13] Episode musim ke-11 "Bart to the Future" mendapat perhatian karena menyebutkan kepresidenan Trump di masa depan, 16 tahun sebelum hal itu benar-benar terjadi.[14] Perdana Menteri Inggris yang menjabat saat itu Tony Blair mengisi suaranya sendiri dalam penampilan kameo di episode musim ke-15 "The Regina Monologues".[15] Menteri Perdagangan Serikat Robert Reich muncul sebagai dirinya sendiri dalam episode musim ke-33 "Poorhouse Rock".[16] Wali Kota New York Bill de Blasio membuat dua penampilan sebagai dirinya sendiri di acara tersebut.[17] Arnold Schwarzenegger digambarkan sebagai presiden dalam The Simpsons Movie.[18]

​Acara ini juga telah dirujuk dalam politik. Senator Ted Cruz menggabungkan referensi ke acara ini sebagai bagian dari identitas politiknya meskipun ada penolakan kuat dari para penulis dan anggota pemeran.[19][20] Menteri Luar Negeri Mike Pompeo menjadi subjek kontroversi setelah menggunakan gambar Lisa Simpson di Twitter dengan cara yang menurut para pengkritik bertentangan dengan keyakinan karakter tersebut.[21][22] Beberapa frasa yang diciptakan oleh The Simpsons telah memainkan peran dalam leksikon politik. "Saying the quiet part loud" (Mengatakan bagian yang diam secara keras) dipopulerkan sebagai ekspresi politik menyusul penggunaannya dalam episode musim ke-6 "A Star Is Burns".[23] Istilah hinaan untuk orang Prancis, "cheese eating surrender monkeys", telah diadopsi oleh tokoh-tokoh konservatif, khususnya Jonah Goldberg.[23]

George H. W. Bush

George H. W. Bush bersama boneka Bart Simpson pada tahun 1991

Pada tanggal 27 Januari 1992, selama kampanye pemilihan kembalinya, Presiden George H. W. Bush memicu perselisihan antara keluarga Simpson dan keluarga Bush dengan merujuk pada Simpsons dalam sebuah pidato di konvensi National Religious Broadcaster di Washington:

Nilai berikutnya yang saya bicarakan harus selamanya diukir pada batu. Saya berbicara tentang kesopanan, keberanian moral untuk mengatakan apa yang benar dan mengutuk apa yang salah, dan kita membutuhkan sebuah bangsa yang lebih dekat dengan keluarga Walton daripada keluarga Simpson. Sebuah Amerika yang menolak ketidakselarasan, gelombang ketidakselarasan dan gelombang intoleransi.

— George H. W. Bush[24]

​Siaran berikutnya dari The Simpsons adalah siaran ulang episode musim ke-3 "Stark Raving Dad". Dalam siaran tersebut, tergesa-gesa dimasukkan pembukaan baru yang merupakan tanggapan terhadap pidato Bush. Adegan dimulai di ruang tamu keluarga Simpson. Homer, Patty, dan Selma duduk di sofa. Maggie ada di kursi tingginya di sebelah sofa. Bart dan Lisa tergeletak di karpet. Mereka semua menatap TV dan menonton pidato Bush. Ketika Bush berkata, "Kita membutuhkan sebuah bangsa yang jauh lebih seperti keluarga Walton daripada keluarga Simpson", Bart menjawab "Hei, kami persis seperti keluarga Walton. Kami juga berdoa agar Depresi ini segera berakhir".[24]

​Produser acara mengembangkan tanggapan mereka lebih lanjut dengan membuat episode musim ke-7 "Two Bad Neighbors", yang menceritakan Bush pindah ke lingkungan yang sama dengan keluarga Simpson. Josh Weinstein mengatakan bahwa episode tersebut sering disalahpahami. Banyak penonton mengharapkan sindiran politik, sementara para penulis melakukan upaya khusus untuk menjaga agar parodi tersebut tetap apolitis. Bill Oakley menegaskan bahwa "ini bukan serangan politik, ini serangan pribadi!", dan bukannya mengkritik Bush atas kebijakannya, episode tersebut justru mengejek "sifat pemarahnya".[25]

==bersama boneka Bart Simpson pada tahun 1991]] Pada tanggal 27 Januari 1992, selama kampanye pemilihan kembalinya, Presiden George H. W. Bush memicu perselisihan antara keluarga Simpson dan keluarga Bush dengan merujuk pada Simpsons dalam sebuah pidato di konvensi National Religious Broadcaster di Washington:

Nilai berikutnya yang saya bicarakan harus selamanya diukir pada batu. Saya berbicara tentang kesopanan, keberanian moral untuk mengatakan apa yang benar dan mengutuk apa yang salah, dan kita membutuhkan sebuah bangsa yang lebih dekat dengan keluarga Walton daripada keluarga Simpson. Sebuah Amerika yang menolak ketidakselarasan, gelombang ketidakselarasan dan gelombang intoleransi.

— George H. W. Bush[24]

​Siaran berikutnya dari The Simpsons adalah siaran ulang episode musim ke-3 "Stark Raving Dad". Dalam siaran tersebut, tergesa-gesa dimasukkan pembukaan baru yang merupakan tanggapan terhadap pidato Bush. Adegan dimulai di ruang tamu keluarga Simpson. Homer, Patty, dan Selma duduk di sofa. Maggie ada di kursi tingginya di sebelah sofa. Bart dan Lisa tergeletak di karpet. Mereka semua menatap TV dan menonton pidato Bush. Ketika Bush berkata, "Kita membutuhkan sebuah bangsa yang jauh lebih seperti keluarga Walton daripada keluarga Simpson", Bart menjawab "Hei, kami persis seperti keluarga Walton. Kami juga berdoa agar Depresi ini segera berakhir".[24] ​Produser acara mengembangkan tanggapan mereka lebih lanjut dengan membuat episode musim ke-7 "Two Bad Neighbors", yang menceritakan Bush pindah ke lingkungan yang sama dengan keluarga Simpson. Josh Weinstein mengatakan bahwa episode tersebut sering disalahpahami. Banyak penonton mengharapkan sindiran politik, sementara para penulis melakukan upaya khusus untuk menjaga agar parodi tersebut tetap apolitis. Bill Oakley menegaskan bahwa "ini bukan serangan politik, ini serangan pribadi!", dan bukannya mengkritik Bush atas kebijakannya, episode tersebut justru mengejek "sifat pemarahnya".[26]

Isu-isu

Hukum Tata Negara

Konstitusi Amerika Serikat menjadi subjek lelucon dalam The Simpsons. Episode musim ke-7 "The Day the Violence Died" mencakup parodi dari Schoolhouse Rock! yang menjelaskan Amandemen Konstitusi serta hukum hak cipta federal. Episode musim ke-8 "Homer vs. the Eighteenth Amendment" memarodikan Era Larangan yang dimulai dengan ratifikasi Amandemen Kedelapan Belas. Dalam episode musim ke-10 "Make Room for Lisa", Homer menunjukkan ketidaktahuan total tentang Piagam Hak-Hak, dan dia kehilangan perlindungan Amandemen Kedelapan dari hukuman yang kejam dan tidak biasa setelah secara tidak sengaja mengusap tulisan dari dokumen tersebut. Episode musim ke-15 "Bart-Mangled Banner" menampilkan keluarga Simpson yang memperjuangkan hak Amandemen Pertama mereka atas kebebasan berbicara setelah Bart secara tidak sengaja memamerkan bokong ke bendera Amerika Serikat. Dalam episode musim ke-19 "E Pluribus Wiggum", Lisa keberatan dengan pencalonan presiden dari anak berusia delapan tahun, tetapi Bart menjelaskan bahwa Konstitusi tidak lagi berlaku karena Patriot Act.[9]

Hak kepemilikan senjata

Tema hak kepemilikan senjata dieksplorasi dalam episode musim ke-9 "The Cartridge Family". Sam Simon telah menyampaikan ide episode untuk salah satu musim pertama yang memperlihatkan Homer mendapatkan senjata dan tidak ada yang ingin dia memilikinya. Episode tersebut disimpulkan dengan Homer menggagalkan perampokan dan menyatakan bahwa meskipun senjata membawa kehancuran, itu berhasil untuknya. Namun, episode ini disampaikan oleh Mike Scully untuk musim ke-7 atau ke-8, sebelum digunakan untuk musim ke-9. Ini memberikan garis besar dasar, dan John Swartzwelder menulis naskahnya. Banyak kalimat dalam episode ini menempatkan senjata dalam pandangan positif, karena para staf merasa bahwa mereka tidak bisa hanya membuat episode tentang betapa buruknya senjata. Beberapa staf bersifat "pro senjata", meskipun yang lain seperti Matt Groening mendukung "pengendalian senjata". Episode ini dirancang untuk tidak bias dan menggambarkan setiap sisi argumen secara seimbang. Scully mencatat bahwa jika ada pesan dalam episode ini, pesan itu adalah bahwa pria seperti Homer tidak boleh memiliki senjata. Para sensor merasa gugup tentang beberapa materi subjek episode tersebut, seperti Homer yang mengarahkan senjata ke wajah Marge, dan Bart mengarahkan senjata ke Milhouse Van Houten dengan apel di mulutnya, tetapi akhirnya meloloskannya.[27]

Ekonomi

Ekonomi dan bisnis ditampilkan di seluruh serial The Simpsons. Banyak karakter terlibat dalam usaha bisnis dan skema cepat kaya, dan banyak episode berfokus pada bagaimana usaha ini secara ekonomi tidak sehat.[28] Episode musim ke-4 "Marge vs. the Monorail" mengikuti seorang penipu yang meyakinkan kota untuk berinvestasi dalam monorelnya yang bertentangan dengan kepentingan mereka sendiri.[29] Episode musim ke-5 "$pringfield (or, How I Learned to Stop Worrying and Love Legalized Gambling)" membahas perdebatan perjudian terlegalisasi, menunjukkan kasino sebagai investasi positif di kota tersebut tetapi juga menggambarkan bahaya dari judi patologis.[30] Episode musim ke-14 "Mr. Spritz Goes to Washington" mengikuti Krusty the Clown sebagai kandidat Kongres yang mencalonkan diri untuk menyelesaikan eksternalitas negatif yang disebabkan oleh perilaku bisnis.[8] Episode musim ke-19 "Husbands and Knives" membahas monopoli dan persaingan ketika Comic Book Guy menyalahgunakan kurangnya persaingan di tokonya sampai sebuah toko baru dibuka untuk bersaing.[31]

​Beberapa episode membahas isu-isu tenaga kerja di tempat kerja Homer. Dalam episode musim ke-4 "Last Exit to Springfield", para karyawan melakukan mogok kerja demi tunjangan perawatan gigi mereka. Dalam episode musim ke-17 "Kiss Kiss, Bang Bangalore", Mr. Burns memindahkan bisnisnya ke India, tetapi dia mendapati pemindahan itu terlalu mahal setelah Homer mengajari para pekerja untuk menjadi malas. Dalam episode musim ke-21 "Once Upon a Time in Springfield", Mr. Burns terpaksa mengembalikan penyediaan donat bagi para karyawannya untuk mempertahankan mereka.[32]

​Perpajakan ditampilkan dalam beberapa episode. Episode musim ke-9 "The Trouble with Trillions" berfokus pada perpajakan dan Internal Revenue Service (IRS). Dalam episode ini, Homer berbuat curang pada pajaknya dan secara tidak sengaja membawa pemeriksaan pajak pada dirinya sendiri, tetapi dia bekerja sama dengan IRS dengan membantu mereka menagih kembali uang yang diutang oleh bosnya.[33] Keduanya kemudian pergi ke Kuba, di mana mereka menyimpulkan bahwa sistem pajak Amerika lebih baik daripada alternatifnya.[34] Episode musim ke-7 "Much Apu About Nothing" menampilkan pajak baru untuk membiayai patroli beruang, tetapi Wali Kota Quimby menyalahkan pajak tersebut pada imigran ilegal untuk mengalihkan tekanan dari dirinya sendiri.[33]

​=== Pendidikan === The Simpsons membahas isu-isu di sekolah negeri melalui dua karakter utamanya yang berusia sekolah, Bart dan Lisa Simpson, saat mereka bersekolah di Sekolah Dasar Springfield. Bart adalah seorang pembuat masalah yang terus-menerus merusak fasilitas sekolah, sementara Lisa adalah murid ideal yang tidak puas dengan pendidikannya. Guru-guru dalam acara ini digambarkan tidak kompeten dan sangat cacat; mereka kurang percaya pada kapasitas siswa dan karenanya tidak tertarik untuk mendukung mereka. Siswa lain di sekolah memainkan peran arketipe sederhana, seperti Nelson Muntz sebagai perundung, Ralph Wiggum sebagai siswa bodoh, dan Martin Prince sebagai murid kesayangan guru. Kota Springfield digambarkan sebagai kota yang anti-intelektual, dan sekolah tersebut mendapatkan sedikit dukungan dari masyarakat. Sekolah ini sering menjadi latar untuk tema otoritas dan pemberontakan, dengan Kepala Sekolah Skinner mencoba menjaga ketertiban di sekolah di tengah kenakalan Bart. Ujian terstandar adalah subjek sindiran umum lainnya dalam acara ini.[35] Acara ini juga mempertimbangkan banyak jenis persekolahan lainnya, termasuk PAUD, akademi militer, sekolah persiapan perguruan tinggi, sekolah Katolik, sekolah rumah, dan sekolah berbakat terpusat pada siswa.[36]

​Acara ini menggambarkan dan menyindir banyak aspek kehidupan sekolah. Episode musim ke-2 "Lisa's Substitute" menampilkan penggambaran positif seorang guru ketika seorang guru pengganti menginspirasi Lisa dan berfungsi sebagai panutan positif yang berlawanan dengan Homer. Episode musim ke-3 "Separate Vocations" mengikuti penurunan prestasi sekolah Lisa setelah tes bakat karir menyarankan agar dia menjadi seorang ibu rumah tangga. Dia mencuri buku teks edisi guru untuk membuktikan bahwa para guru tidak mampu mengajar tanpa buku tersebut. Episode musim ke-6 "The PTA Disbands" mengikuti pemogokan guru, menyajikan situasi yang merugikan siswa ketika sekolah terpaksa mempekerjakan guru pengganti yang tidak memenuhi syarat.[35] Episode musim ke-17 "Girls Just Want to Have Sums" membahas pendidikan tunggal gender dan kekurangan dalam pendidikan perempuan.[36]

Lingkungan hidup

Lisa Simpson digambarkan sebagai seorang aktivis lingkungan.[37][38] Lingkungan hidup paling menonjol dibahas dalam episode musim ke-12 "Lisa the Tree Hugger", di mana dia menyukai seorang aktivis lingkungan dan mulai melakukan aksi duduk di atas pohon. Episode lain yang berpusat pada aktivisme lingkungannya termasuk episode musim ke-21 "The Squirt and the Whale", di mana dia merawat paus yang terdampar; episode musim ke-8 "The Old Man and the Lisa", di mana dia mencoba mengajarkan kesadaran lingkungan kepada Mr. Burns; dan episode musim ke-14 "'Scuse Me While I Miss the Sky", di mana dia menyebabkan pemadaman listrik di seluruh kota untuk melawan polusi cahaya.[37] Kepedulian lingkungannya juga disindir dalam satu episode di mana dia dan Marge bepergian untuk membantu membersihkan tumpahan minyak di Alaska tetapi melarikan diri setelah menemukan bahwa pekerjaan yang bagus diambil oleh para selebriti dan menemukan bahwa pekerjaan itu tidak menyenangkan.[39] The Simpsons Movie berfokus secara khusus pada lingkungan hidup, dengan alur cerita yang didorong oleh polusi dan tindakan dari Badan Perlindungan Lingkungan Serikat.[37][40]

​Sikap peduli lingkungan Lisa digambarkan berlawanan dengan sikap acuh tak acuh atau permusuhan dari karakter lain.[38] Pada tahun 2019, pidato aktivis lingkungan Greta Thunberg di Perserikatan Bangsa-Bangsa dibandingkan dengan peran Lisa.[41] The Simpsons telah memenangkan beberapa Environmental Media Awards atas pembahasannya mengenai topik tersebut.[42] Saat membuat acara tersebut, Groening memilih untuk membuat Homer bekerja di pembangkit listrik tenaga nuklir untuk memberikan kesempatan bagi komentar lingkungan.[43]

Kesehatan

The Simpsons telah membuat lelucon yang berkaitan dengan kekuasaan yang dipegang oleh para dokter, termasuk satu episode di mana Dr. Hibbert mengekspresikan dukungan untuk industri farmasi sambil mengenakan barang-barang dari beberapa perusahaan farmasi besar. Dalam episode musim ke-4 "Homer's Triple Bypass", Homer mencoba menipu penyedia asuransi kesehatan dengan memberikan laporan palsu tentang riwayat medisnya, tetapi dia mengalami serangan jantung saat melakukannya.[44] Dalam episode musim ke-13 "Sweets and Sour Marge", Marge menerapkan tekanan hukum untuk mencegah penjualan makanan manis di Springfield, tetapi keputusan tersebut terbukti tidak populer dan membuat keluarga Marge berbalik melawannya.[1] Sebuah studi tahun 2004 menemukan bahwa sekitar 40 persen pesan terkait kesehatan di acara tersebut memperkuat perilaku tidak sehat, termasuk pesan yang berkaitan dengan nutrisi buruk, citra tubuh yang berbahaya, pengobatan medis yang tidak tepat, dan penggunaan obat-obatan.Scanning...[45]

Obat-obatan

Duff Beer berdasarkan merek bir fiktif dari The Simpsons

The Simpsons menampilkan karakter-karakter yang terlibat dalam perilaku kesehatan yang tidak direkomendasikan terkait obat-obatan, seperti merokok dan konsumsi alkohol berlebih. Bir adalah hal yang umum dalam acara ini, menyusun sekitar sembilan persen dari semua makanan atau minuman yang ditampilkan dalam sembilan musim pertama.[45] Konsumsi alkohol berlebih biasanya digambarkan sebagai sumber komedi dalam acara tersebut, meskipun beberapa episode menggambarkan aspek negatif dari alkoholisme. Konsumsi alkohol dalam acara ini dikaitkan dengan Moe's Tavern, tempat umum di mana beberapa karakter pria kelas pekerja mengembangkan identitas.[46] Episode musim ke-8 "Homer vs. the Eighteenth Amendment" membahas larangan alkohol. Kota menuntut perubahan tersebut setelah Bart Simpson terlibat dalam minum di bawah umur, tetapi itu digambarkan sebagai kegagalan yang membuat alkohol lebih luas tersedia melalui pasar gelap.[47]

​Peminum terberat di antara para karakter, Homer Simpson dan Barney Gumble, biasanya digambarkan lebih buruk akibat konsumsi alkohol berlebih mereka. Dalam episode musim ke-4 "Mr. Plow", diusulkan bahwa Homer menyebabkan bahaya signifikan pada Barney dengan memperkenalkannya pada bir. Homer dan Barney mencari pengobatan untuk alkoholisme mereka masing-masing dalam episode musim ke-4 "Duffless" dan episode musim ke-11 "Days of Wine and D'oh'ses", di mana alkoholisme diperlakukan sebagai masalah serius. Pengobatan Homer dimulai setelah dia ditangkap karena mengkonsumsi alkohol saat mengemudi, sementara pengobatan Barney dimulai setelah dia menonton video tentang bagaimana dia berperilaku saat mabuk.[46]

​Penggunaan ganja digambarkan melalui karakter pemakai ganja pengemudi bus sekolah Otto Mann. Ini menjadi fokus utama dari episode musim ke-13 "Weekend at Burnsie's", di mana Homer diresepkan ganja medis. Episode tersebut menggambarkan obat tersebut bermanfaat bagi Homer dan menunjukkan cara-cara di mana obat itu meningkatkan hidupnya, meskipun dia juga menderita hilang ingatan jangka pendek dan memilih untuk tidak melanjutkan penggunaan obat tersebut untuk memberi contoh bagi anak-anaknya.[48] Episode musim ke-31 "Highway to Well" kembali ke subjek tersebut ketika beberapa karakter mulai menjual ganja legal.[49]

​Beberapa episode berkaitan dengan obat resep. Episode musim ke-16 "Midnight Rx" menampilkan karakter-karakter yang bepergian ke Winnipeg untuk menyelundupkan obat resep ke Amerika Serikat.[50] Pemberian obat pada anak-anak adalah fokus utama dari episode musim ke-11 "Brother's Little Helper", di mana Bart dipaksa menggunakan obat ADHD baru yang bertentangan dengan keinginannya. Obat tersebut digambarkan secara negatif, berujung pada Bart yang mencuri tank sebagai bagian dari delusi paranoid, meskipun episode tersebut mengakui Ritalin sebagai alternatif yang sah.[48] Alur cerita ini dikunjungi kembali dalam episode musim ke-30 "Crystal Blue-Haired Persuasion" ketika Bart harus mengubah pengobatannya.[51]

Isu-isu LGBT

Tema dan isu LGBT dieksplorasi dalam beberapa episode. Dalam sebuah wawancara, Matt Groening mengekspresikan persahabatan dan dukungannya kepada kaum homoseksual, dengan mengatakan bahwa "pria gay haus akan penggambaran positif dari cinta yang langgeng".[52] Penampilan pertama dari karakter yang diindikasikan sebagai gay adalah dalam episode musim ke-2 "Simpson and Delilah", di mana karakter Karl (disuarakan oleh Harvey Fierstein) mencium Homer.[53] Episode musim ke-8 "Homer's Phobia" adalah episode pertama yang secara keseluruhan berkisar pada tema-tema homoseksual.[54] Episode ini menampilkan karakter gay John (disuarakan oleh John Waters), yang tidak langsung teridentifikasi sebagai pria gay dan tidak menyesuaikan dengan stereotip gay yang khas. Setelah awalnya menyukai John, Homer bertindak keras menentangnya ketika dia mengetahui tentang seksualitasnya. Homer akhirnya menerima John apa adanya.[55] Episode ini memenangkan GLAAD Media Award,[56] dengan GLAAD menyebut episode tersebut "sebuah contoh bersinar tentang bagaimana membawa representasi komunitas kami yang cerdas, adil, dan lucu ke dalam televisi".[57] ​Dua episode kemudian yang mengeksplorasi isu-isu LGBT adalah episode musim ke-14 "Three Gays of the Condo" dan episode musim ke-16 "There's Something About Marrying". Yang pertama menampilkan masa di mana Homer tinggal bersama teman sekmarnya yang gay, sedangkan yang terakhir berpusat pada hak bagi homoseksual untuk menikah dan memasukkan cerita saudara perempuan Marge, Patty, yang mengaku sebagai seorang lesbian.[58] Gay & Lesbian Alliance Against Defamation menggambarkan episode terakhir tersebut sebagai "titik terang".[59]

​Karakter Waylon Smithers diduga gay di sebagian besar penayangan acara ini dan akhirnya berterus terang (coming out) dalam episode musim ke-27 "The Burns Cage", di mana dia sempat berkencan dengan Julio.[60][61] Smithers ditampilkan memiliki cinta yang mendalam dan bergairah untuk Mr. Burns; hingga akhir tahun 2007, selama musim ke-18 acara ini, Matt Groening dan produser eksekutif James L. Brooks menulis dalam sebuah wawancara bahwa Smithers, karena terfokus pada satu individu tertentu, bukan seorang homoseksual, melainkan "tertarik khusus pada Burns" (Burns-sexual).[62] Smithers telah mengekspresikan perasaannya pada Mr. Burns dalam beberapa episode sebelum pengakuannya.[63][64][65]

Imigrasi

Episode musim ke-7 "Much Apu About Nothing" mengikuti perdebatan imigrasi saat Wali Kota Quimby menyalahkan pajak yang lebih tinggi pada imigran ilegal, dan kota tersebut mengalami periode xenofobia yang menargetkan warga asing. Ini menunjukkan bagaimana retorika dan kemungkinan deportasi mempengaruhi Apu Nahasapeemapetilon, karakter yang terungkap dalam episode ini berada di Amerika Serikat dengan visa yang telah kadaluwarsa. Episode ini menyajikan isu tersebut dengan sikap yang jelas-jelas mendukung imigran.[4] Episode musim ke-20 "Coming to Homerica" mengunjungi kembali perdebatan imigrasi, dengan alur cerita mengikuti penduduk Springfield yang mendaftar dalam kelompok patroli perbatasan dan membangun pembatas perbatasan untuk menolak masuknya komunitas Norwegia-Amerika.[66]

Sistem peradilan

Daya tarik massa The Simpsons memungkinkannya memengaruhi persepsi penonton tentang sistem hukum Amerika. Hal ini dapat berkontribusi pada kesalahpahaman dan ketidakpercayaan publik terhadap sistem hukum, karena sistem hukum fiktif biasanya digambarkan dengan cara yang tidak akurat dan secara tidak proporsional berdampak negatif. Acara ini mengekspresikan gagasan realisme hukum, sebuah kritik terhadap sistem hukum yang menekankan pada keterbatasan manusia. Departemen kepolisian Springfield ditampilkan sangat tidak kompeten dan korup, dengan Wali Kota Quimby pada satu kesempatan memberikan uang sogokan kepada Kepala Polisi Wiggum selama konferensi pers di televisi. Berita lokal ditampilkan berkontribusi pada masalah kriminal dengan memberi makan histeria massa. Dalam episode musim ke-5 "Homer the Vigilante", patroli warga diorganisir, tetapi itu memperburuk situasi, menunjukkan bahwa sistem kepolisian saat ini lebih unggul daripada alternatifnya. Acara ini secara serupa memarodikan persidangan pengadilan dan hakim. Dalam episode musim ke-2 "Bart Gets Hit by a Car", baik Mr. Burns maupun keluarga Simpson secara bebas membuat klaim palsu di pengadilan setelah Burns menabrak Bart Simpson dengan mobilnya. Dalam episode musim ke-5 "The Boy Who Knew Too Much", Bart terpaksa mempertimbangkan dilema moral dalam memberikan kesaksian, dan hakim memutuskan untuk membuka kembali persidangan secara ilegal.[7]

Hubungan luar negeri

Beberapa episode The Simpsons telah menyebabkan kontroversi internasional karena penggambaran politik mereka di berbagai negara. Episode musim ke-6 "Bart vs. Australia" menyebabkan kontroversi pada tahun 1995, menampilkan negara tersebut sebagai "bangsa yang terbelakang, kasar, terobsesi dengan alkohol dengan kecenderungan kriminal" dan memasukkan referensi ke kematian Azaria Chamberlain. Pencipta Matt Groening dan pengisi suara Yeardley Smith keduanya meminta maaf atas nada dalam episode tersebut.[67] Episode musim ke-16 "Goo Goo Gai Pan" menampilkan keluarga Simpson yang mengunjungi Tiongkok. Episode tersebut kritis terhadap pemerintah Tiongkok, dan membuat beberapa referensi ke Unjuk rasa dan pembantaian Alun-alun Tiananmen 1989. Ini termasuk referensi ke Mao Zedong sebagai "malaikat kecil yang membunuh 50 juta orang", sebuah adegan yang diatur agar menyerupai foto Tank Man, dan sebuah plakat yang menyatakan "Alun-Alun Tian An Men: Di tempat ini, pada tahun 1989, tidak terjadi apa-apa" yang merujuk pada sensor pemerintah Tiongkok terhadap topik tersebut. Ketika Disney+ dirilis di Hong Kong pada tahun 2021, episode tersebut tidak disediakan.[68][69] Episode musim ke-10 "Thirty Minutes over Tokyo" tidak ditayangkan di jaringan Jepang Wowow saat dirilis pada tahun 1999. Episode tersebut menceritakan keluarga Simpson yang mengunjungi Jepang dan menampilkan adegan di mana Homer terlibat perkelahian dengan Kaisar.[67]

Argentina

Episode musim ke-19 "E Pluribus Wiggum" menyebabkan kontroversi di Argentina sebelum disiarkan di sana. Kontroversi tersebut terjadi akibat komentar dari Carl Carlson, yang mengatakan, "Aku sangat menginginkan jenis diktator militer, seperti Juan Perón. Ketika dia 'menghilangkan' Anda, Anda tetap 'menghilang!'". Komentar Carl adalah referensi ke Dirty War, periode diktator militer di mana hingga 30.000 pembangkang politik dihilangkan. Klip tersebut ditonton lebih dari 10.000 kali di YouTube di Argentina, dan beberapa politisi di negara tersebut menyerukan agar episode tersebut disensor atau dilarang.[70][71]

​Lorenzo Pepe, mantan anggota kongres Partai Justisialis dan presiden Institut Perón, mengatakan bahwa "jenis program seperti ini menyebabkan bahaya besar, karena orang-orang yang hilang masih merupakan luka terbuka di sini".[71] Beberapa bereaksi negatif terhadap tanggapan Lenny atas komentar Carl: "Lagipula, istrinya adalah Madonna", sebuah referensi ke film Evita, di mana Madonna memerankan Eva Perón.[71] Pepe menambahkan bahwa "bagian tentang Madonna—itu sudah terlalu jauh".[71] Permintaan Pepe untuk melarang episode tersebut ditolak oleh Komite Penyiaran Federal Argentina atas dasar kebebasan berbicara.[72] Dalam keputusan yang belum pernah terjadi sebelumnya, Fox memutuskan untuk tidak menayangkan episode tersebut di Amerika Latin; dalam email yang dikirim kemudian ke media, jaringan tersebut mengatakan bahwa keputusan ini didasarkan pada "kemungkinan bahwa episode tersebut akan berkontribusi untuk membuka kembali luka yang sangat menyakitkan bagi Argentina". Komite Penyiaran Federal memperjelas bahwa episode tersebut tidak ditayangkan di Argentina atas pilihan Fox sendiri.[72]

Brazil

Pada tahun 2002, papan pariwisata Rio de Janeiro menemukan bahwa episode musim ke-13 "Blame It on Lisa" sangat menyinggung banyak orang Brasil hingga mereka mengancam akan menuntut para produser.[73] Kata-kata tepat dari papan tersebut adalah: "Yang benar-benar menyakitkan adalah ide tentang monyet, gambaran bahwa Rio de Janeiro adalah hutan ... Ini adalah gambaran kota yang sepenuhnya tidak nyata".[74] Presiden Brasil saat itu, Fernando Henrique Cardoso, menemukannya sebagai "pandangan yang terdistorsi dari realitas Brasil".[75] Rio de Janeiro baru saja menghabiskan jutaan uang untuk mempromosikan kota tersebut secara internasional. Produser James L. Brooks meminta maaf kepada "kota Rio de Janeiro yang indah", menambahkan bahwa "jika ini tidak menyelesaikan masalah, Homer Simpson menawarkan diri untuk bertarung dengan presiden Brasil di Celebrity Boxing".[73] Setelah permintaan maaf tersebut, masalah ini tidak berlanjut lebih jauh. Namun, hal itu sempat menjadi berita internasional untuk sementara waktu.[74]

​"Blame It on Lisa" telah menjadi sumber studi akademis di Amerika Serikat dan Brasil. Alessandro de Almeida dari Federal University of Uberlândia menghubungkan penggambaran Brasil dalam episode tersebut dengan "kekacauan sosial" dari masa jabatan kedua Cardoso sebagai presiden. Menurut pendapatnya, "asosiasi sosok presiden Fernando Henrique Cardoso dengan tokoh-tokoh selebriti yang meredup dari Celebrity Boxing menarik untuk dipikirkan tentang makna politik dari episode tersebut". Pada saat itu, di mana Brasil sedang menghadapi isu-isu sosial yang serius akibat krisis keuangan Asia 1997, "kepercayaan terhadap pemerintah federal Brasil sangat terguncang dan citra presiden Brasil tidak diragukan lagi sedang menurun". Dia juga berargumen bahwa kritik episode tersebut "tidak hanya berfokus pada Brasil", mengutip bahwa sementara "di AS Bart biasa menonton kartun kekerasan, di Brasil dia menonton program 'edukasi' yang terhubung dengan seksualitas". Pelarian karakter dari realitas, menurutnya, "menunjukkan masalah masyarakat kontemporer". Dia menyimpulkan artikelnya dengan mengatakan bahwa episode tersebut dapat menghasilkan perdebatan tentang pemerintahan Cardoso yang akan menguntungkan masyarakat Brasil, jika tidak dilarang dari penayangan televisi siaran oleh Rede Globo.[73]

Perancis

​"Cheese-eating surrender monkeys", terkadang dipersingkat menjadi "surrender monkeys", adalah frasa penghinaan Groundskeeper Willie yang merujuk pada orang Prancis, yang memperoleh ketenaran di Amerika Serikat, terutama menjelang Perang Irak.[76] Kalimat tersebut pertama kali diambil dan digunakan terutama oleh para politisi dan publikasi Partai Republik. Mereka dipimpin, menurut surat kabar nasional Inggris The Guardian, oleh Jonah Goldberg, seorang kolumnis populer untuk majalah dua mingguan AS National Review dan editor situs web mereka National Review Online.[23] Prancis menentang banyak posisi dan tindakan AS, khususnya invasi Irak 2003.[77] Beberapa orang berargumen bahwa keberhasilan frasa tersebut mencerminkan antipati yang mendalam di AS terhadap negara-negara Eropa, seperti Prancis, yang menentang AS di forum-forum internasional.[76] New York Post membangkitkan kembali frasa "Surrender Monkeys" sebagai judul utama untuk halaman depan 7 Desember 2006, yang merujuk pada Iraq Study Group dan rekomendasinya agar brigadir tempur AS ditarik dari Irak pada awal 2008.[78]

Referensi

  1. ^ a b c d Woodcock, Pete (Juni 1, 2008). "Gender, Politicians and Public Health: Using The Simpsons to Teach Politics". European Political Science (dalam bahasa Inggris). 7 (2): 153–164. doi:10.1057/eps.2008.5. ISSN 1682-0983. S2CID 145142627.
  2. ^ a b c d Woodcock, Pete (2008). "The Depiction of Politicians in The Simpsons". Dalam Robinson, David (ed.). Narrative and Fiction: An Interdisciplinary Approach. University of Huddersfield. hlm. 91–99. ISBN 9781862180635.
  3. ^ Childs, Hayden (Januari 9, 2012). "The Simpsons: "Politically Inept, With Homer Simpson"". The A.V. Club (dalam bahasa American English). Diakses tanggal September 30, 2022.
  4. ^ a b "The Simpsons (Classic): "Much Apu About Nothing"". The A.V. Club (dalam bahasa American English). Juli 13, 2014. Diakses tanggal Agustus 30, 2022.
  5. ^ a b Turner 2004, hlm. 56.
  6. ^ Feltmate, David (2013). "It's Funny Because It's True? The Simpsons, Satire, and the Significance of Religious Humor in Popular Culture". Journal of the American Academy of Religion. 81 (1): 222–248. doi:10.1093/jaarel/lfs100.
  7. ^ a b Ho, Kevin K. (2003). ""The Simpsons" and the Law: Revealing Truth and Justice to the Masses". UCLA Entertainment Law Review. 10 (2): 275–288. doi:10.5070/LR8102027049. ISSN 1073-2896.
  8. ^ a b Hall 2014, hlm. 91.
  9. ^ a b "What we can learn about the Constitution from The Simpsons". National Constitution Center. Januari 14, 2018. Diakses tanggal Oktober 6, 2022.
  10. ^ Turner 2004, hlm. 224.
  11. ^ Turner 2004, hlm. 223.
  12. ^ Oakley, Bill & Vitti, Jon (2005). The Simpsons The Complete Seventh Season DVD commentary for the episode "The Simpsons 138th Episode Spectacular" (DVD). 20th Century Fox.
  13. ^ "The Simpsons (Classic): "Treehouse Of Horror VII"". The A.V. Club (dalam bahasa Inggris). Oktober 5, 2014. Diakses tanggal Oktober 6, 2022.
  14. ^ Cilizza, Chris (Juli 28, 2015). "'The Simpsons' predicted President Trump way back in 2000". The Washington Post. Diakses tanggal September 5, 2015.
  15. ^ "Tony Blair a 'Simpsons' guest star". CNN.com. November 24, 2003. Diakses tanggal September 1, 2022.
  16. ^ Tapp, Tom (Mei 24, 2022). "'The Simpsons' Rips Fox News, Tucker Carlson And Facebook With Help From Hugh Jackman & Robert Reich In Musical Season Finale". Deadline (dalam bahasa American English). Diakses tanggal September 30, 2022.
  17. ^ Goodman, J. David (Januari 6, 2019). "Why De Blasio Loves 'The Simpsons' (and Where He'd Take Homer in New York City)". The New York Times (dalam bahasa American English). ISSN 0362-4331. Diakses tanggal September 30, 2022.
  18. ^ Turner 2004, hlm. 532.
  19. ^ Bradley, Laura (Februari 22, 2018). "A Brief History of Ted Cruz's One-Sided Obsession With The Simpsons". Vanity Fair (dalam bahasa American English). Diakses tanggal September 2, 2022.
  20. ^ Cavna, Michael (Februari 22, 2018). "Ted Cruz used 'The Simpsons' to make a political point. The head of the show says he's wrong". The Washington Post. Diakses tanggal September 2, 2022.
  21. ^ Cummings, William. "'Is this a coded cry for help?': Pompeo ripped for using Lisa Simpson GIF to mock Pelosi". USA TODAY (dalam bahasa American English). Diakses tanggal September 2, 2022.
  22. ^ Arkin, Daniel (Februari 5, 2020). "Lisa Simpson voice actress blasts Mike Pompeo over tweet mocking Nancy Pelosi". NBC News (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal September 2, 2022.
  23. ^ a b c Younge, Gary; Henley, Jon (Februari 11, 2003). "Wimps, weasels and monkeys — the US media view of 'perfidious France'". The Guardian. Diakses tanggal Juni 30, 2007. {{cite news}}:
  24. ^ a b c d Turner 2004, hlm. 225-226.
  25. ^ Weinstein, Josh; Oakley, Bill (2005). The Simpsons season 7 DVD commentary for the episode "Two Bad Neighbors" (DVD). 20th Century Fox.
  26. ^ Weinstein, Josh; Oakley, Bill (2005). The Simpsons season 7 DVD commentary for the episode "Two Bad Neighbors" (DVD). 20th Century Fox.
  27. ^ Meyer, George; Scully, Mike; Groening, Matt; Michels, Pete (2006). The Simpsons The Complete Ninth Season DVD commentary for the episode "The Cartridge Family" (DVD). 20th Century Fox.
  28. ^ Hall 2014, hlm. 52–60.
  29. ^ Hall 2014, hlm. 100–101.
  30. ^ Hall 2014, hlm. 151–153.
  31. ^ Hall 2014, hlm. 72–73.
  32. ^ Hall 2014, hlm. 121–123.
  33. ^ a b Nitti, Tony. "Your Complete Guide To Every Tax Reference In 'The Simpsons' Marathon". Forbes (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal September 2, 2022.
  34. ^ Hall 2014, hlm. 102–103.
  35. ^ a b Kantor, Ken; Lerner Kantor, Nancy; Kantor, Josh; Eaton, Mary; Kantor, Benjamin (2000). "'I Will Not Expose the Ignorance of the Faculty': The Simpsons as School Satire". Dalam Bolotin Joseph, Pamela; Burnaford, Gail E. (ed.). Images of Schoolteachers in America (Edisi 2nd). Taylor & Francis. hlm. 185–200. ISBN 9781135674755.
  36. ^ a b Walsh, Mark (September 2, 2014). "'The Simpsons' Top 10 Education Episodes". Education Week (dalam bahasa Inggris). ISSN 0277-4232. Diakses tanggal Oktober 6, 2022.
  37. ^ a b c Mules, Ineke (April 28, 2017). "Celebrating 30 years of Lisa Simpson's environmental activism". DW (dalam bahasa Inggris (Britania)). Diakses tanggal Agustus 29, 2022.
  38. ^ a b Peach, Sara (Februari 5, 2011). "'The Simpsons' Take on Climate Change". Yale Climate Connections (dalam bahasa American English). Yale School of the Environment. Diakses tanggal Agustus 29, 2022.
  39. ^ Turner 2004, Simpsonian Liberalism: The Political Slant of The Simpsons.
  40. ^ Collett-White, Mike (Juli 5, 2007). "Simpsons movie targets church, environmentalists". Reuters (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal Agustus 29, 2022.
  41. ^ Jones, Damian (September 27, 2019). "'The Simpsons' predicted Greta Thunberg's climate change speech in 2007". NME (dalam bahasa Inggris (Britania)). Diakses tanggal Agustus 29, 2022.
  42. ^ "EMA Awards - Past Recipients and Honorees". Environmental Media Association (dalam bahasa American English). Diakses tanggal Agustus 29, 2022.
  43. ^ Turner 2004, Reality TV: The Satirical Universe of The Simpsons.
  44. ^ Hall 2014, hlm. 130–133.
  45. ^ a b Byrd-Bredbenner, Carol (Januari 1, 2004). "An internationally shared health frame of reference created by a television program: The Simpsons, a content analysis of health messages". Health Education. 104 (1): 18–24. doi:10.1108/09654280410511752. ISSN 0965-4283.
  46. ^ a b Katovich, Michael; Rosenthal Vaughan, Sarah (2016). "Alcoholism and The Simpsons: Connecting Symbolic Interactionism and Pastiche". Dalam Musolf, Gil Richard (ed.). The Astructural Bias Charge: Myth Or Reality?. Emerald Group Publishing Limited. hlm. 189–214. doi:10.1108/S0163-239620160000046030. ISBN 9781786350350.
  47. ^ Hall 2014, hlm. 139–150.
  48. ^ a b Muaddi, Nadeem; Moskowitz, Peter (Mei 4, 2014). "Six episodes of The Simpsons that made us scream 'Ay, caramba!'". Al Jazeera America. Diakses tanggal September 2, 2022.
  49. ^ Longo, Chris (Maret 23, 2020). "The Simpsons Season 31 Episode 17 Review: Highway to Well". Den of Geek (dalam bahasa American English). Diakses tanggal Oktober 31, 2022.
  50. ^ "'Simpsons' visit 'Peg for prescription drugs". CBC. Januari 17, 2005. Diakses tanggal September 2, 2022.
  51. ^ Sokol, Tony (Mei 13, 2019). "The Simpsons Season 30 Episode 23 Review: Crystal Blue-Haired Persuasion". Den of Geek (dalam bahasa American English). Diakses tanggal September 2, 2022.
  52. ^ Alberti, p. 230
  53. ^ Kiehl, Stephen, "Homersexual debate splits Springfield," The Ottawa Citizen, February 12, 2005, pg. L.7.
  54. ^ Raju Mudhar, "Springfield's coming-out party; Cartoon to reveal gay character And it might not be Smithers," Toronto Star, July 28, 2004, pg. A.03.
  55. ^ Alberti, p. 240
  56. ^ Alberti, p. 241
  57. ^ "Homer's Phobia?". GLAAD. Gay & Lesbian Alliance Against Defamation. Februari 21, 1997. Diarsipkan dari asli tanggal September 29, 2007. Diakses tanggal Februari 14, 2007.
  58. ^ "Springfield awaits its first outing," Calgary Herald, July 29, 2004, pg. E.2.
  59. ^ "Simpsons' gay character is Patty". BBC News. Februari 21, 2005. Diakses tanggal Juli 7, 2007.
  60. ^ Warburton, Matt; Kirkland, Mark (April 13, 2003). "Three Gays of the Condo". The Simpsons. Musim 14. Episode 17. Fox.
  61. ^ Swartzwelder, John; Moore, Steven Dean (Februari 25, 1996). "Homer the Smithers". The Simpsons. Musim 7. Episode 17. Fox.
  62. ^ Carroll, Larry (Juli 26, 2007). "'Simpsons' Trivia, From Swearing Lisa To 'Burns-Sexual' Smithers". MTV. Diarsipkan dari asli tanggal Januari 21, 2008. Diakses tanggal Oktober 24, 2007.
  63. ^ Oakley, Bill; Weinstein, Josh; Lynch, Jeffrey (Februari 17, 1994). "Lisa vs. Malibu Stacy". The Simpsons. Musim 05. Episode 14. Fox.
  64. ^ Cohen, David S.; Affleck, Neil (November 23, 1997). "Lisa the Skeptic". The Simpsons. Musim 09. Episode 08. Fox.
  65. ^ Oakley, Bill (2005). The Simpsons season 7 DVD commentary for the episode "The Simpsons 138th Episode Spectacular" (DVD). 20th Century Fox.
  66. ^ Choueifaty, Elie (Juli 19, 2016). "Donald Trump campaign eerily mirrors The Simpsons 2009 episode Coming to Homerica". The Sydney Morning Herald (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal Agustus 30, 2022.
  67. ^ a b Dobson, Hugo (2006). "Mister Sparkle Meets the Yakuza: Depictions of Japan in The Simpsons". The Journal of Popular Culture. 39 (1): 44–68. doi:10.1111/j.1540-5931.2006.00203.x. ISSN 0022-3840.
  68. ^ Liu, Narayan (November 27, 2021). "Disney+ Removes Simpsons Episode in Hong Kong Due to Tiananmen Square Reference". Comic Book Resources (dalam bahasa American English). Diakses tanggal September 14, 2022.
  69. ^ Wang, Vivian (November 29, 2021). "A 'Simpsons' Episode Lampooned Chinese Censorship. In Hong Kong, It Vanished". The New York Times (dalam bahasa American English). ISSN 0362-4331. Diakses tanggal September 14, 2022.
  70. ^ Newbery, Charles (April 14, 2008). "'Simpsons' stirs uproar in Argentina". Variety. Diarsipkan dari asli tanggal Mei 12, 2008. Diakses tanggal April 15, 2008.
  71. ^ a b c d Reel, Monte (April 17, 2008). "D'oh! 'Simpsons' Again Angers South Americans". Washington Post. Diakses tanggal April 20, 2008.
  72. ^ a b BBC Brasil (Juli 30, 2008). "Referência a Perón leva TV argentina a não exibir 'Os Simpsons'". O Estado de S. Paulo (dalam bahasa Portuguese). Diakses tanggal Oktober 24, 2009.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Bahasa yang tidak diketahui (link)
  73. ^ a b c Almeida, Alessandro de (2007). "Problemas e imagens do Brasil contemporâneo: uma análise do episódio "O feitiço de Lisa", da série Os Simpsons, de Matt Groening." Espaço Plural. (in Portuguese). 16 (8). 83–86. ISSN 1518-4196.
  74. ^ a b Turner 2004, hlm. 326.
  75. ^ Turner 2004, hlm. 325.
  76. ^ a b Younge, Gary; Henley, Jon (Februari 11, 2003). "Wimps, weasels and monkeys - the US media view of 'perfidious France'". The Guardian (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal September 2, 2022.
  77. ^ "France threatens rival UN Iraq draft". BBC News, October 26, 2002. Retrieved on April 23, 2007
  78. ^ Lathem, Niles (Desember 7, 2006). "Iraq 'Appease' Squeeze on W." New York Post. Diarsipkan dari asli tanggal Desember 11, 2006. Diakses tanggal Desember 7, 2006.
Bibliografi

Bacaan lebih lanjut

  • Foy, Joseph J. (Agustus 22, 2008). Homer Simpson Goes to Washington: American Politics through Popular Culture. University Press of Kentucky. ISBN 978-0-8131-2512-1.

Content Disclaimer

Informasi ini disarikan dari Wikipedia dan disajikan kembali untuk tujuan edukasi. Konten tersedia di bawah lisensi CC BY-SA 3.0. Kami tidak bertanggung jawab atas ketidakakuratan data yang bersumber dari kontribusi publik tersebut.

  1. The information displayed on this website is sourced in part or in whole from Wikipedia and has been adapted for the purpose of restating it. We strive to provide accurate and relevant information, however:
  2. There is no guarantee of absolute accuracy. Wikipedia is an open, collaborative project that can be edited by anyone, so information is subject to change.
  3. It is not intended to constitute professional advice. The content displayed is for informational and educational purposes only. For important decisions (e.g., medical, legal, or financial), please consult a professional.
  4. Content copyright. Wikipedia is licensed under the Creative Commons Attribution-ShareAlike License (CC BY-SA). This means that content may be reused with appropriate attribution and shared under a similar license.
  5. Responsible use. Any risk arising from the use of information from this website is entirely the responsibility of the user.
Kembali kehalaman sebelumnya