Tai Zawti
| Bagian dari seri tentang |
| Buddhisme Theravāda |
|---|
| Buddhisme |
Tai Zawti (Shan: တႆးၸေႃးတိ), Ordo Tai Zawti (Shan: ၵိူင်းတႆးၸေႃးတိ), Ordo Zawti (Shan: ၵိူင်းတႆးၸေႃးတိ, Burma: ဇောတိဂိုဏ်း), atau sederhananya Zawti (Shan: ၸေႃးတိ, Burma: ဇောတိ, Pali: Joti) adalah ordo Buddhisme Theravāda yang keras dan heterodoks yang terutama ditemukan di sepanjang perbatasan Myanmar–Tiongkok. Dicirikan oleh kepatuhan yang ketat terhadap ajaran dan praktik ritual yang unik, kelompok ini secara historis menghadapi persekusi dan tetap relatif tidak dikenal di luar komunitasnya.[1]
Sejarah
Asal-usul dari tradisi Tai Zawti terkait dengan Varajoti (1654–1744 M), yang namanya berasal dari istilah Pali untuk "cahaya" atau "pancaran". Varajoti ditahbiskan sebagai bhikkhu pada tahun 1674 M pada usia 20 tahun. Pada tahun 1684 M, ia ditemukan sedang bermeditasi di sebuah gua oleh seorang pemburu, dan kemudian mengumpulkan delapan murid, membentuk inti dari ordo Tai Zawti. Varajoti wafat pada tahun 1744 M pada usia 90 tahun.[2]
Ordo ini mengalami persekusi yang signifikan selama pemerintahan Raja Hsinbyushin (1763–1776 M), yang menindasnya sebagai ajaran sesat. Setelah itu, sekitar tahun 1777 M, komunitas Zawti menetap di Loi Leik di Dehong, Tiongkok, tempat mereka tinggal selama setidaknya 82 tahun. Upaya untuk menangkap anggota di Sinbyugyun pada tahun 1783 M gagal karena suap, mengakibatkan hukuman bagi para penangkap.[2]
Relokasi selanjutnya terjadi sepanjang abad ke-19 dan awal abad ke-20. Pada tahun 1835 M, Sao Wannawaddy dan para pengikutnya melakukan perjalanan ke Rangoon (sekarang Yangon), dan mendirikan sebuah vihara. Dari tahun 1859 hingga 1909 M, berbagai komunitas dari ordo ini membentuk jaringan di seluruh Negara Bagian Shan, Negara Bagian Kachin, Mandalay, Yangon, dan Dehong. Pada tahun 1909 M, mereka mendirikan sebuah vihara permanen di Mong Yang, Mohnyin, Myanmar.[2] Pada tahun 1980 M, selama Reformasi Sangha Burma, Tai Zawti secara resmi diserap ke dalam ordo Thudhamma Gaing.[2]
Kepercayaan dan praktik
Tai Zawti menekankan kesederhanaan dan ketaatan yang ketat terhadap ajaran Buddha, yang membedakan mereka sebagai tradisi heterodoks dalam Buddhisme Theravāda.
Praktik awam
Umat awam mematuhi lima sila setiap saat, bukan hanya pada hari-hari peringatan. Rumah-rumah penganutnya tidak memiliki rupang Buddha; sebagai gantinya, altar dhamma menyimpan lik long (manuskrip daun palem) yang bertuliskan kitab Tripitaka Pali. Pada hari uposatha fase bulan purnama, umat awam bermalam di vihara. Setelah upacara selesai, makanan yang dipersembahkan kepada perwakilan perwujudan Buddha Gotama dibuang ke dalam lubang khusus dan tidak dikonsumsi. Mereka hanya membeli daging yang sudah disembelih, menjauhi alkohol, dan menghindari mata pencaharian yang melibatkan peternakan atau perantara barang-barang terlarang seperti narkoba, senjata, atau alkohol.[2]
Praktik monastik
Penahbisan dilakukan di Vihara Pannyalankara Kyaung Zawti di Mohnyin, dengan penahbisan samanera (poi sang long) diadakan setiap tiga tahun sekali. Para biku tidak memakai sepatu atau sandal, tidak menggunakan transportasi kecuali perahu, menutupi bahu mereka selama khotbah publik, dan menggunakan tirai untuk privasi dalam upacara. Komunikasi dengan umat awam dimediasi melalui zare (perantara). Teknologi modern seperti telepon seluler ditolak, begitu pula musik dan buku kontemporer.[2]

Ritual-ritual tersebut mencakup pemeragaan kembali Kisah Sumedha, yakni memeragakan seorang kepala vihara yang secara simbolis menginjak seorang umat awam untuk melambangkan persembahan tubuh seseorang sebagai jembatan agar Buddha Dīpaṅkara bisa menyeberang.[2]
Status terkini
Saat ini, Tai Zawti memelihara jaringan komunitas yang terdesentralisasi di seluruh Negara Bagian Shan, Negara Bagian Kachin, Mandalay, dan Yangon di Myanmar, serta Dehong di Tiongkok. Mereka mengoperasikan tai wat (vihara tanpa biku tetap). Tradisi ini masih sulit dipahami oleh masyarakat Shan dan Burma yang lebih luas, dengan perhatian kecendekiaan yang terbatas sebelum adanya studi etnografi yang belakangan baru dilakukan. Markas besarnya adalah Vihara Pannyalankara Kyaung Zawti di Mohnyin.[2][3]
Referensi
- ^ Porter, Olivia (2023). Hidden in Plain Sight: The Tai Zawti Buddhists of the Myanmar-China Border (PDF) (PhD thesis). King's College London.
- ^ a b c d e f g h Porter, Olivia (2021). "Who are the Tai Zawti? Hidden in Plain Sight" (PDF). Diakses tanggal 11 November 2025.
- ^ "Olivia Porter on the Tai Zawti of the Myanmar-China border". YouTube. 2021. Diakses tanggal 11 November 2025.
Pranala luar
- Tesis PhD: Hidden in Plain Sight (Tersembunyi di Depan Mata) karya Olivia Porter
- Presentasi Poster UKABS oleh Olivia Porter
- Rekaman tentang Tai Zawti – Transnational Network of Theravada Studies
Content Disclaimer
Informasi ini disarikan dari Wikipedia dan disajikan kembali untuk tujuan edukasi. Konten tersedia di bawah lisensi CC BY-SA 3.0. Kami tidak bertanggung jawab atas ketidakakuratan data yang bersumber dari kontribusi publik tersebut.
- The information displayed on this website is sourced in part or in whole from Wikipedia and has been adapted for the purpose of restating it. We strive to provide accurate and relevant information, however:
- There is no guarantee of absolute accuracy. Wikipedia is an open, collaborative project that can be edited by anyone, so information is subject to change.
- It is not intended to constitute professional advice. The content displayed is for informational and educational purposes only. For important decisions (e.g., medical, legal, or financial), please consult a professional.
- Content copyright. Wikipedia is licensed under the Creative Commons Attribution-ShareAlike License (CC BY-SA). This means that content may be reused with appropriate attribution and shared under a similar license.
- Responsible use. Any risk arising from the use of information from this website is entirely the responsibility of the user.