Prasasti Sapu Angin
Artikel ini sudah memiliki daftar referensi, bacaan terkait, atau pranala luar, tetapi sumbernya belum jelas karena belum menyertakan kutipan pada kalimat. |
| Prasasti Sapu Angin | |
|---|---|
| Nama sebagaimana tercantum dalam Sistem Registrasi Nasional Cagar Budaya | |
Prasasti Sapu Angin dari masa Kadiri ditemukan di lereng Gunung Sapu Angin, Distrik Karangrejo, Kabupaten Tulungagung. | |
| Kategori | Situs Benda Cagar Budaya |
| No. Regnas | D.139. |
| Lokasi keberadaan | Museum Nasional Jakarta Indonesia |
| Tanggal SK | 1112 Śaka (1190 Masehi) |
| Pemilik | |
| Pengelola | Museum Nasional Jakarta Indonesia |
| Koordinat | 6°10′34″S 106°49′18″E / 6.17611°S 106.82167°E |
Prasasti Sapu Angin adalah sebuah prasasti batu yang dikeluarkan oleh Kertajaya, raja terakhir dari Kerajaan Kadiri atau Panjalu pada saat masih menjadi putra mahkota. Kertajaya mengeluarkan prasasti ini pada tahun 1190 Masehi melalui candrasangkala yang berbunyi pakṣa tuṇgal sabumi kaḍiri atau 1112 Saka.
Status Kertajaya yang belum menjadi seorang raja bisa dilihat dari bentuk lanchana di Prasasti Sapu Angin yang berbeda dengan lanchana Kertajaya pada prasasti yang ia keluarkan pada masa kepemimpinannya, seperti yang terlihat pada Prasasti Kamulan sampai Prasasti Lawadan.
Prasasti Sapu Angin berbahasa Jawa Kuno dan aksara Kadiri kwadrat, isi dari prasasti menjelaskan tentang hibah berupa zuhud dari Kertajaya. Sepanjang masa pemerintahannya, Kertajaya cukup sering mengeluarkan prasasti. Setidaknya ada sembilan prasasti dikeluarkannya dan sebagian besar dilengkapi dengan ikon dan simbol seperti bentuk kotak, patung namanya sendiri, atau tanduk dengan kombinasi sulur seperti pada prasasti ini.
Prasasti Sapu Angin ditemukan di Gunung Sapu Angin yang dahulu masuk wilayah Distrik Karangrejo. Kabupaten Tulungagung. Prasasti Sapu Angin kini tersimpan di Museum Nasional Jakarta.
Lihat pula
- Daftar prasasti di Nusantara
- Prasasti Paradah
- Jayabhaya
- Airlangga
- Kerajaan Panjalu
- Kerajaan Kadiri
- Kerajaan Janggala
- Wangsa Isyana
Referensi
- Muljana, Prof. Dr. Slamet (2006). Tafsir Sejarah Nagara Kretagama. LKiS Yogyakarta. ISBN 979-25-5254-5. Cet. IV, hlm. 46. Diaksés 6 Agustus 2012.
Content Disclaimer
Informasi ini disarikan dari Wikipedia dan disajikan kembali untuk tujuan edukasi. Konten tersedia di bawah lisensi CC BY-SA 3.0. Kami tidak bertanggung jawab atas ketidakakuratan data yang bersumber dari kontribusi publik tersebut.
- The information displayed on this website is sourced in part or in whole from Wikipedia and has been adapted for the purpose of restating it. We strive to provide accurate and relevant information, however:
- There is no guarantee of absolute accuracy. Wikipedia is an open, collaborative project that can be edited by anyone, so information is subject to change.
- It is not intended to constitute professional advice. The content displayed is for informational and educational purposes only. For important decisions (e.g., medical, legal, or financial), please consult a professional.
- Content copyright. Wikipedia is licensed under the Creative Commons Attribution-ShareAlike License (CC BY-SA). This means that content may be reused with appropriate attribution and shared under a similar license.
- Responsible use. Any risk arising from the use of information from this website is entirely the responsibility of the user.