Gunung Malintang

Gunung Malintang
Mount Malintang
Gunung Malintang di Sumatra
Gunung Malintang
Gunung Malintang
Titik tertinggi
Ketinggian1.983 m (6.506 ft)[1]
PuncakPuncak Bendera
Masuk dalam daftarRibu
Koordinat0°28′0″N 99°40′0″E / 0.46667°N 99.66667°E / 0.46667; 99.66667
Geografi
LetakSumatera, Indonesia
WilayahKabupaten Pasaman Barat, Sumatera Barat, Indonesia
PegununganBukit Barisan
Geologi
Jenis gunungStratovolcano Non Aktif
Letusan terakhirEra Kuarter
Pendakian
Rute termudahNagari Ujung Gading
Rute normalNagari Ujung Gading

Gunung Malintang[2] adalah salah satu gunung di Sumatera Barat.[3] Berlokasi di Nagari Ujung Gading, Kecamatan Lembah Melintang, Kabupaten Pasaman Barat. Gunung ini juga disebut Gunung Bendera oleh masyarakat sekitar. Di puncak Gunung Malintang, pada ketinggian 1.900 mdpl, terdapat sebuah danau yaitu Danau Laut Tinggal.[4] Danau ini adalah danau tersembunyi dan belum dikenal banyak orang di Sumatera Barat.

Danau Laut Tinggal diketahui keberadaannya sejak tahun 2009. Tahun 2009 peneliti dari Jerman yang bernama Dr. Renata Rabenstern dan Herwig Zahorka melakukan ekspedisi selama 6 hari bersama masyarakat setempat. Peneliti dari Jerman mengetahui danau ini dari pantauan satelit bahwa di bagian utara Provinsi Sumatera Barat terlihat ada danau yang belum terjamah oleh manusia. Mereka menemukan sebuah danau yang indah, tetapi tidak ada hewan ataupun ikan yang hidup di sana, belum ada penelitian lebih lanjut.

Danau Laut Tinggal

Danau Laut Tinggal, Danau Kaldera yang berada di puncak Gunung Malintang

[5] Danau Laut Tinggal terletak di Gunung Malintang, Kabupaten Pasaman Barat, Sumatera Barat. Danau ini terdapat di puncak gunung pada ketinggian 1.900 mdpl yang tersembunyi dan belum banyak dikenal oleh masyarakat.

Keberadaannya baru diketahui pada tahun 2009 oleh peneliti asal Jerman, Dr. Renata Rabenstern dan Herwig Zahorka yang melakukan ekspedesi selama enam hari bersama masyarakat setempat.

Pada saat itu, danau tersebut belum terjamah oleh manusia, hingga saat ini pun belum banyak yang mengetahui keberadaannya. Hanya beberapa pegiat alam bebas yang dapat menikmati keindahan danau di tengah gunung.

Untuk dapat mencapai danau ini perlu menempuh perjalanan sekitar 3 jam dari Kota Bukittinggi menuju Kota Simpang Empat yang merupakan Ibukota Kabupaten Pasaman Barat. Sedangkan jika jalan dari Kota Padang perlu waktu tempuh sekitar 4 jam.

Namun, perjalanannya masih panjang karena jalanan yang ekstrem untuk sampai di Desa Sitobu yang menjadi pintu masuk terdekat dari Gunung Malintang. Setelah sampai, pengunjung wajib untuk melapor pada perangkat desa sebelum melanjutkan perjalanan menuju Danau Laut Tinggal.

Jarak dari desa ke danau tersebut adalah 20 km sehingga membutuhkan waktu hampir dua hari untuk mencapai danau. Tak menjadi wisata umum, danau ini cocok bagi pecinta alam dan pegiat kegiatan di alam terbuka seperti mendaki gunung dan menjelajah hutan rimba.

Meskipun penuh tantangan untuk dapat menikmati danau ini, nyatanya danau ini merupakan hasil dari letusan erupsi purba Gunung Malintang pada era Kuarter.

Para peneliti dari Jerman menyebutnya sebagai danau hantu karena letaknya di dalam hutan premier. Peneliti juga tidak menemukan ada kehidupan biota di dalam danau yang kedalamannya sekitar 62 meter dari bagian tengah danau. Bentuk danau hampir bulat dan sekitar 300 meter di bawah bibir kawah Melintang.

Meskipun tidak ditemukan kehidupan biota di dalamnya, terdapat keanekaragaman hayati di sekitarnya. Bahkan terdapat flora langka seperti aneka jenis Anggrek Hutan, Kantong Semar (Nepenthes gymnamphora), keluarga paku-pakuan, dan talas raksasa setinggi hampir 2 meter.

Tak hanya itu, terdapat juga Pandan Hutan (Pandanus tectorius) yang pohonnya dapat mencapai tinggi 10 sampai 15 meter dan daunnya menjulur sepanjang 1 sampai 3 meter.

Selain flora, penelitian lanjutan yang dilakukan oleh peneliti muda dari Institut Pertanian Bogor dari Fakultas Kehutanan, Perikanan dan Ilmu Kelautan, Peternakan, Pertanian, Ekonomi, dan Kedokteran Hewan menemukan beberapa satwa terancam punah, seperti Burung Rangkong atau hornbill (Bucerotidae), dan elang ular bido (Spilornis cheela).

Referensi

  1. ^ sumbar.bps.go.id Nama Gunung, Lokasi dan Tingginya
  2. ^ "Salinan arsip". Diarsipkan dari asli tanggal 2022-07-28. Diakses tanggal 2022-07-28.
  3. ^ "Salinan arsip". Diarsipkan dari asli tanggal 2022-07-28. Diakses tanggal 2022-07-28.
  4. ^ "Salinan arsip". Diarsipkan dari asli tanggal 2022-07-28. Diakses tanggal 2022-07-28.
  5. ^ https://thephrase.id/danau-laut-tinggal-danau-hasil-letusan-purba-di-gunung-malintang-sumatera-barat-

Pranala luar


Content Disclaimer

Informasi ini disarikan dari Wikipedia dan disajikan kembali untuk tujuan edukasi. Konten tersedia di bawah lisensi CC BY-SA 3.0. Kami tidak bertanggung jawab atas ketidakakuratan data yang bersumber dari kontribusi publik tersebut.

  1. The information displayed on this website is sourced in part or in whole from Wikipedia and has been adapted for the purpose of restating it. We strive to provide accurate and relevant information, however:
  2. There is no guarantee of absolute accuracy. Wikipedia is an open, collaborative project that can be edited by anyone, so information is subject to change.
  3. It is not intended to constitute professional advice. The content displayed is for informational and educational purposes only. For important decisions (e.g., medical, legal, or financial), please consult a professional.
  4. Content copyright. Wikipedia is licensed under the Creative Commons Attribution-ShareAlike License (CC BY-SA). This means that content may be reused with appropriate attribution and shared under a similar license.
  5. Responsible use. Any risk arising from the use of information from this website is entirely the responsibility of the user.
Kembali kehalaman sebelumnya