Sabbāsava Sutta
| Sabbāsava Sutta Segala Noda | |
|---|---|
| Jenis | Teks kanonis |
| Induk | Majjhimanikāya |
| Singkatan | MN 2 |
| Bagian dari seri tentang |
| Buddhisme Theravāda |
|---|
| Buddhisme |
Sabbāsava Sutta (MN 2, Segala Noda) adalah diskursus kedua dalam kelompok diskursus Mūlapannāsapāli, Majjhima Nikāya. Diskursus ini membahas tentang tujuh metode untuk menghilangkan noda-noda atau kekotoran-kekotoran fundamental (Pali: āsava) agar terbebas dari siklus kelahiran dan kematian.[1]
Tujuh metode
Sutta ini menyebutkan tujuh metode agar noda-noda batin bisa dihilangkan dengan memperhatikan dan merenungkan secara bijaksana (Pali: yoniso manasikāra), sehingga noda-noda yang belum muncul menjadi tidak muncul dan yang telah muncul menjadi menghilang.[2]
Melihat
Dengan melihat secara bijaksana, mengetahui dhamma-dhamma yang patut menjadi perhatian dan mana yang tidak patut jadi perhatian. Dhamma-dhamma yang membuat noda-noda yaitu nafsu indrawi, nafsu-kehausan atas keberadaan, dan ketidaktahuan dari belum muncul menjadi muncul, dan yang sudah muncul menjadi bertumbuh tidak patut menjadi perhatian.[3][4]
16 pertanyaan yang dianggap sebagai “pikiran yang tidak bijaksana” dan menyebabkan keterikatan pada pandangan yang berkaitan dengan diri.[5][6]
- Apakah aku pernah ada di masa lalu?
- Apakah aku tidak pernah ada di masa lalu?
- Siapakah aku di masa lalu?
- Bagaimana aku di masa lalu?
- Setelah menjadi apa, kemudian menjadi apakah aku di masa lalu?
- Apakah aku akan ada di masa depan?
- Apakah aku tidak akan ada di masa depan?
- Siapakah aku di masa depan?
- Bagaimana aku di masa depan?
- Setelah menjadi apa, kemudian menjadi apakah aku di masa depan?
- Apakah aku ada?
- Apakah aku tidak ada?
- Siapakah aku?
- Bagaimanakah aku?
- Dari mana makhluk-makhluk ini datang?
- Akan ke manakah makhluk-makhluk ini akan pergi?
Akibat pikiran tidak bijaksana tersebut, maka salah satu dari 6 jenis pandangan yang salah tentang diri akan muncul:[6]
- Aku memiliki diri
- Aku tidak memiliki diri
- Aku mengetahui sepenuhnya diriku sendiri dengan diri
- Aku mengetahui sepenuhnya bukan diriku dengan diri
- Aku mengetahui sepenuhnya diriku sendiri dengan bukan diri
- Diriku ini - yang berbicara dan merasakan - merasakan buah kamma-kamma yang baik dan buruk di sana sini, Diriku tersebut adalah kekal, stabil, abadi, dhamma yang tidak mengalami perubahan dan akan bertahan persis seperti itu selama-lamanya.
Pandangan ini adalah asal mula dan penyebab dari penderitaan. Setiap pandangan yang melihat diri sebagai “abadi, stabil, kekal, tidak berubah, tetap sama selamanya” adalah “pandangan salah, hutan pandangan, belantara pandangan; diskrepansi pandangan, kebingungan (perjuangan) pandangan, belenggu pandangan.”[5]
Ketika seseorang memperhatikan dengan bijaksana:[a][7][8]
- Ini adalah penderitaan
- Ini adalah asal-mula penderitaan
- Ini adalah akhir dari penderitaan
- Ini adalah jalan menuju akhir penderitaan
Maka tiga belenggu akan ditinggalkan:[7][8]
- Pandangan salah tentang diri
- Keraguan
- Kemelekatan pada aturan dan ritual
Mengendalikan
Memperhatikan dengan bijaksana, mengendalikan atau mengekang indria mata, indria hidung, indria telinga, indria lidah, indria badan, dan indria batin.[8][9]
Noda-noda dan gejolak batin akan muncul pada orang yang tidak mengendalikan indria-indrianya,
Menggunakan
Memperhatikan dengan bijaksana, menggunakan jubah, makanan derma dan tempat tinggal hanya untuk kelangsungan hidup berupa perlindungan dari dingin, panas, lalat, nyamuk, angin, matahari, binatang-binatang melata.[10][11]
- Menggunakan jubah hanya untuk menutupi bagian tubuh.
- Menggunakan dana makanan bukan untuk kenikmatan, bukan untuk kesenangan, bukan untuk kecantikan atau kemenarikan fisik. Semua hanya untuk kelangsungan hidup menjalani kehidupan.
- Menggunakan tempat tinggal hanya untuk menangkis bahaya iklim untuk perasaan sukaria menjalani latihan.
- Menggunakan obat-obatan demi mengobati penyakit dan kesehatan untuk penangkalan perasaan yang menganggu.
Noda-noda dan gejolak batin akan muncul pada orang tidak menggunakan kebutuhan-kebutuhan pokok dengan cara demikian.
Menahan
Memperhatikan dengan bijaksana, menahan dingin, panas, lapar, haus, kontak dengan lalat, nyamuk, matahari, binatang-binatang melata, kata-kata yang buruk, perasaan jasmani yang timbul yang menyakitkan, menyiksa, tajam, menusuk, tidak menyenangkan, menyusahkan, dan mengancam kehidupan.[12][13]
Noda-noda dan gejolak batin akan muncul pada orang yang tidak bisa menahan hal-hal demikian.
Menghindari
Memperhatikan dengan bijaksana, menghindari segala sesuatu yang berbahaya, seperti gajah liar, kuda liar, sapi liar, anjing liar, ular, tunggul pohon, semak berduri, lubang yang dalam, jurang, perlimbahan, saluran pembuangan, menghindari duduk di tempat yang tidak sesuai, menghindari pergi ke tempat yang tidak sesuai, dan menghindari bergaul dengan teman-teman yang tidak baik.[14][15]
Noda-noda batin dan gejolak batin muncul dalam diri orang yang tidak menghindari hal-hal demikian.
Melenyapkan
Memperhatikan dengan bijaksana, tidak menolerir pikiran nafsu keinginan indria yang muncul, pikiran yang disertai niat jahat, pikiran yang disertai kondisi-kondisi jahat yang tidak bermanfaat. Setiap kali pikiran-pikiran tersebut muncul, ia meninggalkannya, melenyapkannya, mengusirnya dan melenyapkannya.[16][17]
Noda-noda batin dan gejolak batin muncul pada diri orang yang tidak membuang dan membiarkan pikiran-pikiran tersebut.
Mengembangkan
Memperhatikan dengan bijaksana, mengembangkan faktor pencerahan perhatian, penyelidikan kondisi-kondisi, faktor pencerahan kegigihan, sukacita, ketenangan, konsentrasi, keseimbangan yang didukung keterasingan, kebosanan, ketiadaan nafsu dan matang dalam pelepasan.[18][19]
Noda-noda dan gejolak batin muncul pada diri orang yang tidak mengembangkan faktor-faktor pencerahan ini.
Catatan
- ^ Empat hal yang disebut Empat Kebenaran Mulia
Referensi
- ^ Ñāṇamoli 2013, hlm. 75.
- ^ Tan 2006, hlm. 43.
- ^ Ñāṇamoli 2013, hlm. 124-127.
- ^ Kheminda 2022, hlm. 3-4.
- ^ a b Shrader, Douglas W. "Between Self and No-Self: Lessons from the Majjhima Nikaya" (PDF). Presented at the annual meeting of ASPAC (Asian Studies on the Pacific Coast), hosted by the East-West Center, Honolulu, HI, June 15–17, 2007. CiteSeerX 10.1.1.462.1435. Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 2015-09-11.
- ^ a b Kheminda 2022, hlm. 5.
- ^ a b Kheminda 2022, hlm. 9.
- ^ a b c Ñāṇamoli 2013, hlm. 127.
- ^ Kheminda 2022, hlm. 9-10.
- ^ Ñāṇamoli 2013, hlm. 128-129.
- ^ Kheminda 2022, hlm. 11-12.
- ^ Ñāṇamoli 2013, hlm. 129.
- ^ Kheminda 2022, hlm. 12-13.
- ^ Ñāṇamoli 2013, hlm. 129-130.
- ^ Kheminda 2022, hlm. 13-14.
- ^ Ñāṇamoli 2013, hlm. 130.
- ^ Kheminda 2022, hlm. 14-15.
- ^ Ñāṇamoli 2013, hlm. 130-131.
- ^ Kheminda 2022, hlm. 15-17.
Sumber
- Sabbāsavasutta — Suttacentral
- Sabb'Āsava Suttaṁ, I.6 — Obo the Awakener
- All the Effluents: Sabbāsava Sutta (MN 2) — dhammatalks.org
- Tan, Piya (2006), Sabb’āsava Sutta: The Discourse on All the Influxes (PDF)
- Ñāṇamoli, Bhikkhu; Bodhi, Bhikkhu (2013), Khotbah-khotbah Menengah Sang Buddha, Majjhima Nikāya (PDF), diterjemahkan oleh Wijaya, Edi; Anggara, Indra, DhammaCitta Press Pemeliharaan CS1: Banyak nama: authors list (link)
- Buddharakkhita, Acharya, Sabbasava Sutta: Exegesis BASED ON COMMENTARY (an excerpt from “Mind overcoming its Cankers”) (PDF)
- Tim Penterjemah Kitab Suci Agama Buddha (1993), Sabasava Sutta, Proyek Sarana Keagamaan Buddha Departemen Agama RI
- Kheminda, Ashin (2022), Kanon Pali dan Komentarnya, Majjhima Nikāya, Mūlapaṇṇāsapāḷi: Lima Puluh Diskursus yang di Akar (I.1B), Yayasan Dhammavihari
Content Disclaimer
Informasi ini disarikan dari Wikipedia dan disajikan kembali untuk tujuan edukasi. Konten tersedia di bawah lisensi CC BY-SA 3.0. Kami tidak bertanggung jawab atas ketidakakuratan data yang bersumber dari kontribusi publik tersebut.
- The information displayed on this website is sourced in part or in whole from Wikipedia and has been adapted for the purpose of restating it. We strive to provide accurate and relevant information, however:
- There is no guarantee of absolute accuracy. Wikipedia is an open, collaborative project that can be edited by anyone, so information is subject to change.
- It is not intended to constitute professional advice. The content displayed is for informational and educational purposes only. For important decisions (e.g., medical, legal, or financial), please consult a professional.
- Content copyright. Wikipedia is licensed under the Creative Commons Attribution-ShareAlike License (CC BY-SA). This means that content may be reused with appropriate attribution and shared under a similar license.
- Responsible use. Any risk arising from the use of information from this website is entirely the responsibility of the user.