Terminal Purabaya

Terminal Purabaya
Bus antarkota Mobil penumpang umum

R101A R401A 12A01

Terminal Purabaya
Kenampakan aktivitas dari beberapa bus antarkota di depan peron Terminal Purabaya, Mei 2022.
Nama lainTerminal Bungurasih
Lokasi
Koordinat7°21′01″S 112°43′29″E / 7.350278°S 112.724722°E / -7.350278; 112.724722
PemilikDinas Perhubungan Kota Surabaya
Operator
Jumlah jalur
  • 26 (Bus antarkota)
  • 10 (Bus perkotaan)
Operator busLihat di sini.
Layanan
  • MPU
  • Bus perkotaan modern
  • Bus antarkota
  • Angkutan wisata
Konstruksi
Jenis strukturAtas tanah
Fasilitas sepedaYa
Akses difabelYa
Informasi lain
StatusBeroperasi
Kode stasiunPBY[1]
KlasifikasiTipe A[1]
Sejarah
Dibuka11 Maret 1991
Operasi layanan
Terminal sebelumnya Layanan bus antarkota Terminal berikutnya
Terminus Lintas Utara
Surabaya–Tuban–Semarang–Pekalongan–Cirebon–Jakarta, p.p.
Paciran
Lintas Utara
Surabaya–Bojonegoro–Blora–Semarang, p.p.
Bunder
menuju Mangkang
Lintas Utara
Surabaya–Probolinggo–Situbondo–Bali, p.p.
Larangan
menuju Mengwi
Lintas Utara
Surabaya–Sampang–Pamekasan–Sumenep, p.p.
Trunojoyo
Lintas Tengah
Surabaya–Madiun–Yogyakarta–Magelang–Banjarnegara–Bumiayu, p.p.
Krian
menuju Bumiayu
Lintas Selatan
Surabaya–Malang–Blitar–Yogyakarta–Tasikmalaya–Bandung–Sukabumi–Jakarta, p.p.
Larangan
Lintas Selatan
Surabaya–Malang–Lumajang–Jember–Bali, p.p.
Selengkapnya, lihat di sini:
Daftar layanan bus antarkota Terminal Purabaya
Halte sebelumnya Halte berikutnya
Terminus Rute 1
dari Terminal Purabaya
05.30–21.00
Dukuh Menanggal
Rute 4
dari Terminal Purabaya
05.30–21.00
Dukuh Menanggal
menuju PENS
Halte sebelumnya Halte berikutnya
Terminus Feeder 12
Rute 12A
dari Terminal Purabaya
05.30–21.00
Dukuh Menanggal
Halte sebelumnya Halte berikutnya
Medaeng
Perjalanan satu arah
Koridor 1
dari Sidoarjo
05.00–21.00
Bungurasih Luar
menuju Gresik
Koridor 1
dari Gresik
05.00–21.00
Bungurasih Luar
menuju Sidoarjo
Pondok Mutiara
Perjalanan satu arah
Koridor 1
Gerbangkertosusila
Luxury Class
dari Sidoarjo
05.20–20.00
Bungurasih Luar
menuju Gresik
Segoromadu
(2)
Perjalanan satu arah
Koridor 1
Gerbangkertosusila
Luxury Class
dari Gresik
05.50–19.30
Bungurasih Luar
menuju Sidoarjo
Terminus Koridor 4
Gerbangkertosusila
Luxury Class
Surabaya–Gresik
dari Surabaya
08.40–11.30
Bungurasih Luar
menuju Gresik
Koridor 4
Gerbangkertosusila
Luxury Class
Surabaya–Gresik–Paciran
dari Surabaya
16.50–20.00
Bungurasih Luar
Koridor 5
dari Surabaya
05.00–21.00
Bungurasih Luar
Layanan lain
Bus bandara Damri
menuju Bandar Udara Internasional Juanda (Terminal 1)
menuju Bandar Udara Internasional Juanda (Terminal 2)
Layanan penghubung
Stasiun sebelumnya Logo PT KAI Aglomerasi Stasiun berikutnya
Wonokromo Probowangi
Surabaya Gubeng–Ketapang, p.p.
transfer di Waru
Sidoarjo
menuju Ketapang
Stasiun sebelumnya Stasiun berikutnya
Lihat di sini: Stasiun Waru
Fasilitas
Fasilitas umumParkir Jalur difabel Tempat naik/turun Pemesanan langsung di loket Layanan pelanggan Cetak tiket mandiri Ruang/area tunggu VIP Pusat informasi Musala Toilet Ruang menyusui Pos kesehatan Galeri ATM Isi baterai Area merokok Air minum Restoran Pertokoan/area komersial 
Stasiun pengisian kendaraan listrikAda
Lokasi pada peta
Peta
Sunting kotak info
Sunting kotak info • L • B
Info templat
Bantuan penggunaan templat ini


Terminal Purabaya (atau juga dikenal Terminal Bungurasih) adalah terminal bus penumpang tipe A yang melayani perjalanan bus untuk wilayah Surabaya Raya dan sekitarnya. Terminal Purabaya terletak di Desa Bungurasih, Kecamatan Waru, Kabupaten Sidoarjo, Provinsi Jawa Timur. Terminal ini merupakan gerbang utama Kota Surabaya dari arah barat, selatan dan timur. Terminal ini memiliki lahan seluas 11,9 hektar. Walau bertempat di wilayah administrasi Kabupaten Sidoarjo, terminal ini dikelola oleh Pemerintah Kota Surabaya melalui Dinas Perhubungan Kota Surabaya dengan perjanjian kerja sama antara kedua daerah sejak awal berdirinya pada tahun 1991. Sejak tahun 2022, status pengelolaan terminal ini diambilalih oleh Kementerian Perhubungan Republik Indonesia. Setiap harinya, rata-rata terdapat 1.078 unit bus antarkota datang dengan membawa 27.833 penumpang dan 1.063 unit bus antarkota berangkat dengan membawa 30.790 penumpang dari terminal ini. Hal tersebut menyebabkan beberapa media massa mengklaim terminal ini sebagai terminal bus tersibuk di Asia Tenggara.

Terminal Purabaya menjadi titik lintasan dan transit dari berbagai jalur trayek moda mobil penumpang umum (MPU) non bus seperti angkutan pedesaan Sidoarjo, angkutan perbatasan lintas Sidoarjo–Surabaya dan MPU antarkota. Adapun beberapa moda bus perkotaan yang beroperasi dari terminal ini antara lain seperti bus kota reguler, bus bandara, Suroboyo Bus, Trans Jatim dan Trans Semanggi Suroboyo. Sedangkan moda bus antarkota dengan berbagai tingkatan kelas layanan menghubungkan Surabaya dengan daerah kota atau kabupaten di Pulau Jawa, Madura, Bali, Nusa Tenggara, hingga Sumatra.

Gambaran umum

Asal nama Purabaya

Sebuah papan penunjuk identitas nama terminal terpasang di akses jalur masuk bus antarkota Terminal Purabaya.

Nama terminal bus ini berasal dari akronim "Purabaya", gabungan dari kata "gapura" dan "Surabaya". Jika disatukan, "Terminal Purabaya" dapat dimaknai sebagai terminal bus yang terletak pada akses masuk atau pintu gerbang Kota Surabaya. Hal tersebut sesuai dengan fakta yang menunjukkan bahwa fisik bangunan terminal terletak di Desa Bungurasih, sebuah desa yang berada tepat di luar perbatasan selatan antara Kota Surabaya dengan wilayah administasi Kabupaten Sidoarjo. Nama terminal ini sendiri dicetuskan oleh Bupati Sidoarjo, Edi Sanyoto dan Wali kota Surabaya, Poernomo Kasidi sejak awal pembangunannya pada tahun 1990.[2]

Lingkungan sekitar

Kenampakan unit angkutan perkotaan trayek H2P relasi Wonokromo–Pagesangan–Bungurasih yang terparkir di depan gedung Ramayana Bungurasih, sebuah pusat perbelanjaan yang terletak tepat di samping area Terminal Purabaya, 2021.

Fisik bangunan Terminal Purabaya berdiri pada lahan tanah Barang Milik Daerah (BMD) seluas 119.950 m2 atau sekitar 11,9 hektar di wilayah administrasi Desa Bungurasih.[a][3] Lokasi lahan tanah sebelum dibangunnya terminal bus merupakan wilayah administrasi Dukuh Kasian (sekarang menjadi RW I Bungurasih Timur), sebelum akhirnya pedukuhan ini digabungkan dengan Desa Bungur menjadi Desa Bungurasih saat ini.[4] Lingkungan sekitar terminal bus ini berada di lintasan Daerah Aliran Sungai (DAS) Kali Buntung, yang juga melewati sebagian besar desa di Kecamatan Waru. Sering kali sungai tersebut menyebabkan banjir dan genangan pada kawasan sekitar terminal bus, apalagi jika terjadi curah hujan yang tinggi dengan intensitas waktu yang cukup lama.[5][6][7]

Area Terminal Purabaya berseberangan dengan fasilitas transportasi kereta api berupa Stasiun Waru, yang dapat diakses dengan jalan kaki melalui jembatan penyeberangan.[8][9] Kendati berada di pinggiran Kota Surabaya, posisi terminal ini tergolong strategis dan mudah dijangkau dari berbagai arah. Pada radius tidak lebih dari 5 km, terminal ini berdekatan kawasan permukiman penduduk, pusat industri, pusat perbelanjaan (Ramayana Bungurasih, Pasar Waru, City of Tomorrow (CITO) dan Pasar/Terminal Taman), kawasan pendidikan (Universitas PGRI Adi Buana Surabaya dan Universitas Sunan Giri (UNSURI) Surabaya), wisata religi Masjid Nasional Al-Akbar, Terminal Menanggal, Stasiun Sepanjang, dll.[10][11][12] Lokasi terminal juga berada persis di dekat simpang susun bernama Bundaran Waru, sebuah bundaran yang menjadi titik temu (interchange) jalan nasional rute Nasional 1 di {{Rute/Kode daerah dan Nasional 17 di {{Rute/Kode daerah dengan beberapa lajur jalan tol pada ruas Surabaya–Gempol, Waru–Juanda dan Surabaya–Mojokerto/Trans Jawa.[13][14][15]

Penghargaan

UPTD Terminal Purabaya berhasil meraih penghargaan Wahana Tata Laksana (WTL) kategori kebersihan yang diadakan oleh Unit Kerja Presiden Pengawasan dan Pengendalian Pembangunan (UKP4) pada tahun 2013. Penghargaan tersebut diserahkan oleh Dirjen Hubdat Kemenhub RI, Suroyo Alimoeso kepada Kadishub Surabaya, Eddie di Kota Semarang pada 19 Juni 2013.[16] Penghargaan WTL merupakan bentuk apresiasi pemerintah pusat kepada penyelenggara terminal penumpang demi mewujudkan penyelenggaraan terminal penumpang yang bersih dan nyaman sebagai dambaan masyarakat pengguna jasa.[17] Dari kesepuluh nominasi, terminal ini menduduki posisi teratas, disusul oleh Terminal Lebak Bulus dan Terminal Giwangan, masing-masing di posisi kedua dan ketiga.[18][19]

Sejarah

Pada dekade sebelum tahun 1990-an, beberapa jalur trayek angkutan umum lokal di Kota Surabaya mempunyai titik terminus (ujung) paling selatan di Bundaran Aloha, dekat dengan Halte Sawotratap. Sedangkan angkutan umum lokal di Kabupaten Sidoarjo mempunyai pangkalan yang terdapat di sekitaran titik keramaian seperti Pasar Waru, Stasiun Waru dan Pabrik Paku Kedungrejo.[20] Salah satunya seperti Perum DAMRI, yang sudah mengoperasikan layanan bus tingkat dengan relasi Aloha–Tugu Pahlawan sejak tahun 1985.[21]

Berbeda dengan angkutan umum lokal, bus antarkota pada dekade sebelum tahun 1990-an masih diperbolehkan melintasi kawasan dalam kota. Hal tersebut dikarenakan seluruh jaringan trayek bus antarkota dari dan ke Kota Surabaya mempunyai titik terminus pada terminal bus eksisting yang tersedia di dalam kota pada masa tersebut. Seluruh layanan bus antarkota dalam provinsi mempunyai pangkalan di Terminal Joyoboyo, dan sebagian lainnya di Terminal Jayengrono. Sedangkan layanan bus antarkota antarprovinsi dan bus jarak jauh mempunyai pangkalan di Terminal Bratang.[22]

Ide pembangunan terminal bus di Desa Bungurasih sudah dicanangkan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Timur di bawah kepemimpinan Soenandar Prijosoedarmo pada tahun 1982. Ide tersebut tertuang dalam dokumen Surat Persetujuan Gubernur Jawa Timur Nomor 645.7/9605/210/82 tertanggal 2 September 1982. Latar belakangnya didasari oleh kapasitas kendaraan dan penumpang pada terminal bus eksisting yang sudah tidak memadai (overloud) saat itu. Selain itu, terminal bus eksisting berdiri pada lahan tanah yang sempit di kawasan dalam kota, sehingga tidak memungkinkan untuk dilakukan pengembangan lebih lanjut menjadi terminal induk bus antarkota di masa depan. Langkah awalnya, pada tahun 1982–1989, Pemerintah Kota Surabaya bertanggungjawab terhadap pembiayaan pembebasan tanah di Desa Bungurasih. Sedangkan Pemerintah Kabupaten Sidoarjo turut membantu sepenuhnya pelaksanaan pembebasan tanah yang dimaksud.[2][23]

Realisasi pembangunan terminal bus di Desa Bungurasih baru dilaksanakan pada tahun 1989, dengan jangka pembangunan sekitar dua tahun. Pada 11 Maret 1991, terminal bus bernama Terminal Purabaya ini diresmikan oleh Menteri Perhubungan, Azwar Anas serta mulai dibuka untuk umum sejak saat itu. Seluruh aktivitas kendaraan dan penumpang bus antarkota dari Terminal Joyoboyo dan Terminal Bratang sepenuhnya dipindahkan ke lokasi terminal yang baru.[b][2]

Secara faktual, bentuk perjanjian kerjasama (MoU) antara Pemerintah Kota Surabaya dan Pemerintah Kabupaten Sidoarjo dalam pengelolaan Terminal Purabaya sudah dilaksanakan sejak tahun 1991. Pelaksanaan kerja sama tersebut tertuang dalam Keputusan Bersama Walikotamadya Kepala Daerah Tingkat II Surabaya dan Bupati Kepala Daerah Tingkat II Sidoarjo Nomor 31 dan 32 Tahun 1991 tertanggal 11 Maret 1991 tentang Pengelolaan Terminal Angkutan Penumpang Umum Antarkota. Implementasinya, Pemerintah Kota Surabaya akan membangun terminal bus skala regional di wilayah administrasi Kabupaten Sidoarjo. Sedangkan Pemerintah Kabupaten Sidoarjo akan membangun terminal kargo yang bisa dimanfaatkan bersama oleh kedua belah pihak. Pada perjanjian tersebut juga tertuang pembagian hasil 30% digunakan untuk biaya operasional, 30% untuk Pemerintah Kabupaten Sidoarjo dan 40% untuk Pemerintah Kota Surabaya.[24][25]

Angkutan umum lokal

MPU non bus

Beberapa unit MPU jalur trayek JSP (carry kuning) relasi Purabaya–Sidoarjo–Porong mengantre jam pemberangkatan dan MPU antarkota (elf) relasi Surabaya–Malang bergerak melintasi area peron MPU non bus di Terminal Purabaya, November 2022.

Selain moda transportasi bus perkotaan dan bus antarkota, Terminal Purabaya juga menjadi salah satu titik singgah dan lintasan dari beberapa jaringan trayek mobil penumpang umum (MPU) non bus.[26] Berdasarkan data Dishub Sidoarjo tahun 2006, terdapat 222 unit yang tersebar pada enam jalur trayek angkutan pedesaan yang menjangkau kawasan utara Kabupaten Sidoarjo seperti Kecamatan Waru dan Taman.[27][28] Sedangkan seluruh moda jaringan trayek angkutan perbatasan kota dan MPU antarkota yang melintasi terminal ini terkonsentrasi dari Terminal Joyoboyo, yang menghubungkan Kota Surabaya dengan wilayah di selatan kota pada Kabupaten Sidoarjo hingga Kota Malang.[29][30][31]

Daftar jaringan trayek MPU non bus yang melintasi kawasan Terminal Purabaya dan sekitarnya.
No Jenis kendaraan Moda MPU Kode trayek Rute perjalanan (PP)
1 elf (bison) AKDP - Surabaya–Malang
2 carry
(mikrolet)
AKDP JoyoboyoSidoarjoPorong
Angkutan Perbatasan Surabaya–Sidoarjo Wonokromo–Waru–Sepanjang
Wonokromo–PagesanganBungurasih
Joyoboyo–WaruTambak Sawah
Angkutan Pedesaan Sidoarjo Taman–Waru–Tambak Sawah
Taman–Waru–Tambak Oso
HN Krian–Taman–Waru

Banyaknya jenis moda angkutan umum yang mempunyai lintasan berhimpitan pada ruas antara Terminal Joyoboyo dengan Terminal Purabaya sering kali menimbulkan singgungan dan konflik.[32][33] Pada Agustus 2010, ratusan awak bus AKDP relasi Joyoboyo–Mojokerto melakukan aksi protes ke Dishub LLAJ Jawa Timur terkait adanya pelanggaran trayek yang dilakukan oleh oknum awak MPU antarkota relasi Surabaya–Malang. Hal ini disebabkan karena beberapa awak MPU berizin trayek dari Dishub Sidoarjo mengangkut penumpang pada ruas Joyoboyo–Bundaran Waru.[34] Padahal sesuai perizinan trayeknya, hanya sejumlah 80 unit MPU berizin trayek dari Dishub LLAJ Jawa Timur yang diizinkan mengangkut penumpang hingga Terminal Joyoboyo. Sisanya, sekitar 70 unit MPU lainnya yang berizin trayek dari Dishub Sidoarjo hanya diizinkan mengangkut penumpang hingga Terminal Purabaya saja.[35]

Di sisi lain, awak bus AKDP relasi Joyoboyo–Mojokerto juga pernah mempermasalahkan perizinan trayek dari MPU antarkota relasi Surabaya–Mojokerto (Lespadangan). Jalur lintasan MPU ini seharusnya hanya sampai di Terminal Purabaya saja. Namun, karena adanya penolakan dari awak angkutan pedesaan Sidoarjo trayek HN relasi Krian–Waru, akhirnya MPU mengambil trayek bus AKDP dengan pemberhentian terakhir di Taman Ngagel Tirto.[36]

Angkutan umum tidak dalam trayek

Nampak unit Taksi Bluebird (depan) dan Taksi Express (belakang) terparkir pada area penurunan penumpang di depan gedung utama Terminal Purabaya, November 2022.

Terminal Purabaya menjadi zona hijau atau zona naik-turun penumpang dari berbagai angkutan umum tidak dalam trayek konvensional seperti ojek pangkalan, angguna, travel (carter) legal dan beberapa layanan taksi seperti Bluebird, Express, Silver, Yellow, Bosowa (BSW), Citra, Mandala, dll.[37][38][39] Guna menghindari singgungan dan konflik dengan angkutan umum konvensional, area dalam terminal ini ditetapkan sebagai zona merah atau zona larangan menaikkan penumpang bagi angkutan umum daring (online).[40][41] Beberapa operator penyedia layanan angkutan umum daring yang populer di Kota Surabaya adalah Gojek dan Grab.[42] Umumnya, angkutan umum daring tersebut memiliki titik penjemputan khusus yang legal di luar area terminal.[43][44][45] Misalnya manajemen Grab Indonesia yang menyediakan gedung Grab Lounge, yang berfungsi sebagai area parkir angkutan (pool), tempat istirahat pengemudi, sekaligus sebagai ruang tunggu penumpang(lounge).[46][47]

Bus perkotaan dan aglomerasi

Penampakan unit bus kota reguler dari beberapa perusahaan bus yang berbeda dan unit bus kota modern Suroboyo Bus milik Pemerintah Kota Purabaya terparkir di peron Terminal Purabaya, Mei 2021.

Sebagai kota terbesar kedua di Indonesia, Kota Surabaya memiliki beberapa sarana angkutan umum berupa layanan bus perkotaan. Bus perkotaan ini menunjang mobilisasi antar kawasan dalam kota maupun aglomerasi Gerbangkertosusila.[48][49] Jenis-jenis bus perkotaan yang terdapat di kota ini antara lain seperti bus kota reguler, bus pemadu moda, Suroboyo Bus, Trans Semanggi Suroboyo, Trans Sidoarjo (nonaktif) dan Trans Jatim. Beberapa koridor dari masing-masing bus perkotaan tersebut sama-sama mempunyai titik terminus serta terkoneksi satu sama lain pada kawasan selatan kota di Terminal Purabaya.[50][51]

Bus kota reguler

Suasana peron bus kota reguler Terminal Purabaya (11 Juli 2022). Nampak unit bus kota milik Perum DAMRI dan beberapa perusahaan bus milik swasta sedang mengisi jalur keberangkatan masing-masing sesuai jalur trayek.

Setelah Perum DAMRI menonaktifkan layanannya sejak awal September 2022, seluruh operasional jalur trayek bus kota reguler di Surabaya kini hanya dioperasikan oleh sepuluh perusahaan otobus (PO) swasta saja.[52][53] Total jumlah unit bus tersisa yang masih beroperasi sejumlah 32 unit dari Terminal Purabaya, yang tersebar pada tiga jalur trayek berbeda. Ketiga jalur trayek tersebut masing-masing menghubungkan terminal ini dengan Terminal Bratang (jalur F) dan Jembatan Merah Plaza (JMP) (jalur F atau P5).[54][55] Di antara ketiga jalur, hanya jalur trayek P5 yang mempunyai okupansi penumpang yang lebih tinggi daripada jalur trayek bus kota reguler lainnya, terutama pada jam-jam berangkat dan pulang kerja. Sama-sama mempunyai tujuan akhir di JMP, jalur trayek P5 mempunyai waktu tempuh yang lebih singkat daripada koridor R1/R2 Suroboyo Bus (via Darmo) ataupun bus kota reguler jalur trayek F (via Diponegoro).[56][57]

Statistik bus kota reguler di Terminal Purabaya, September 2022.
Nomor Perusahaan otobus operator Relasi perjalanan Jumlah unit operasional
ekonomi ekonomi patas
1 PO Estraa Mandiri 0 2 6 8
2 PO Ladju 0 0 7 7
3 PO Akas 3 1 1 5
4 PO Mandiri 1 2 0 3
5 PO Dua Putra 1 1 1 3
6 PO Indrapura 0 1 1 2
7 PO DME 0 1 0 1
8 PO Mandala 1 0 0 1
9 PO Sabar Indah 0 0 1 1
10 PO Sari Indah 0 0 1 1
Jumlah unit per jalur trayek 6 8 18 32
Keterangan kode trayek: [58]
Purabaya–Bratang (ekonomi)
Purabaya–Diponegoro–JMP (ekonomi)
Purabaya–Tol–JMP (patas)

Bus pemadu moda

Nampak beberapa unit medium bus terparkir pada halte pemberangkatan bus pemadu moda (bus bandara) di Terminal Purabaya (13 Juni 2022).

Layanan pemadu moda dari dan ke Bandara Juanda pertama kali diluncurkan di Kota Surabaya pada April 2012.[59][60] Pengadaan layanan ini adalah bentuk kerja sama PT Angkasa Pura I dengan Dishub Jatim beserta LLAJ Jawa Timur.[61][62] Sebanyak 23 unit medium bus Angkutan Khusus Bandara Juanda (AKBJ) (atau biasa disebut bus bandara) milik Perum DAMRI cabang Surabaya difungsikan pada jalur trayek Terminal Purabaya–Juanda PP.[63][64] Keberadaan layanan pemadu moda ini menjadi salah satu penyumbang utama laba usaha Perum DAMRI. Hal tersebut dibuktikan dengan besaran laba yang mencapai Rp24,1 miliar pada Semester I tahun 2012.[65][66]

Bus perkotaan modern

Nampak unit bus kota modern seperti Trans Jatim (depan) dan Suroboyo Bus (belakang) melintasi halte penumpang di area Terminal Purabaya (20 Agustus 2022).

Lebih lambat dari kehadiran beberapa moda bus perkotaan modern seperti Trans Sidoarjo (2015–2020), Suroboyo Bus (April 2018) ataupun Trans Jatim (Agustus 2022), Trans Semanggi Suroboyo baru menjangkau Terminal Purabaya melalui kehadiran koridor terbaru pada periode tahun 2022–2023.[67] Puluhan unit bus listrik produksi PT INKA akan dihibahkan ke Perum DAMRI cabang Surabaya untuk operasional bus kota berskema buy the service (BTS) setelah perhelatan KTT G20 di Bali selesai.[68][69]

Daftar rute bus perkotaan modern yang dilayani di Terminal Purabaya
Layanan Koridor Relasi perjalanan Awal beroperasi
Suroboyo Bus PurabayaRajawali [70][71] 7 April 2018
PurabayaUNAIR C via Bratang[72] 25 November 2024
Trans Semanggi Suroboyo PurabayaKenjeran Park via SIER-MERR[69][73] 20 Desember 2022
Trans Jatim PorongPurabayaBunder [74][75] 19 Agustus 2022
PurabayaBangkalan[76] 30 September 2024

Bus antarkota

Kelas layanan

Sebuah papan informasi lajur pemberangkatan berbagai jalur trayek bus antarkota di Terminal Purabaya. Lajur dibedakan berdasarkan kelas layanan dari ekonomi, patas hingga eksekutif.

Lebih dari seratus jalur trayek bus antarkota dari berbagai tingkatan kelas layanan mempunyai titik terminus ataupun jalur lintasan di Terminal Purabaya.

Trayek bus antarkota

Lalu lintas bus antarkota di depan peron Terminal Purabaya (11 Oktober 2022). Nampak beberapa bus antarkota seperti Ladju, Sugeng Rahayu dan Restu bergerak keluar menuju ke tujuan akhir masing-masing.

Jalur bus antarkota dari Terminal Purabaya yang mempunyai rute terpendek adalah trayek AKDP relasi SurabayaMalang, yang memiliki panjang lintasan sejauh 85 km.[77][78] Sedangkan jalur bus dengan rute terpanjang adalah trayek AKAP relasi JemberMedan. Jarak sejauh 2.839 km ini membentang pada sepuluh provinsi dari Jawa Timur di Pulau Jawa hingga Sumatera Utara di Pulau Sumatra.[79][80] Selain itu, terminal ini juga dilintasi oleh bus antarkota jalur trayek AKAP relasi Pelabuhan Merak (Kota Cilegon, Banten)–Bima, yang mempunyai lintasan membentang sejauh 1.850 km. Lintasan yang dilalui menjelajahi tujuh provinsi, menyeberangi tiga selat dan menapaki empat pulau dari Jawa, Bali, Lombok hingga Sumbawa.[81][82]

Selain di Terminal Purabaya, beberapa operator perusahaan otobus penyedia layanan bus antarkota jarak jauh juga mempunyai titik penjemputan penumpang di luar area terminal. Beberapa depo (garasi atau pool) dan lapak loket pembelian tiket bus jarak jauh tersebar di beberapa titik di luar Terminal Purabaya di sepanjang Jalan Letjen Sutoyo (dari Desa Medaeng sampai Desa Bungurasih).[83] Lokasi lainnya terdapat di sepanjang Jalan Makam Peneleh, di dekat area sekitar Stasiun Surabaya Kota (Semut).[84]

Lajur Bus Antar Kota Dalam Provinsi

Bus Patas Antar Kota Dalam Provinsi

Lajur 1 : Magetan

  1. Surabaya - Nganjuk - Madiun - Magetan

Lajur 2 : Ambulu / Bondowoso / Situbondo

  1. Surabaya - Pasuruan - Probolinggo - Ambulu
  2. Surabaya - Pasuruan - Probolinggo - Besuki - Bondowoso
  3. Surabaya - Pasuruan - Probolinggo - Besuki - Situbondo
  4. Surabaya - Pasuruan - Probolinggo - Besuki - Situbondo - Ketapang

Lajur 3 : Sampang / Pamekasan / Sumenep

  1. Surabaya - Sampang - Pamekasan - Sumenep

Lajur 4 : Pacitan

  1. Surabaya - Nganjuk - Madiun - Ponorogo - Pacitan

Lajur 5 : Pasuruan / Probolinggo / Jember / Banyuwangi

  1. Surabaya - Pasuruan - Probolinggo - Jember - Kalisat
  2. Surabaya - Pasuruan - Probolinggo - Jember - Bondowoso
  3. Surabaya - Pasuruan - Probolinggo - Jember - Muncar
  4. Surabaya - Pasuruan - Probolinggo - Jember - Banyuwangi

Lajur 6 : Kediri / Blitar / Tulungagung / Trenggalek

  1. Surabaya - Pare - Blitar - Tulungagung - Trenggalek
  2. Surabaya - Kertosono - Kediri - Tulungagung - Trenggalek

Lajur 7 : Malang / Blitar / Tulungagung / Trenggalek

  1. Surabaya - Pandaan - Malang
  2. Surabaya - Pandaan - Malang - Dampit
  3. Surabaya - Pandaan - Malang - Blitar
  4. Surabaya - Pandaan - Malang - Blitar - Tulungagung - Trenggalek

Lajur 8 : Nganjuk / Madiun / Ponorogo

  1. Surabaya - Nganjuk - Madiun - Ponorogo

Bus Ekonomi Antar Kota Dalam Provinsi

Lajur 9 : Malang / Blitar / Tulungagung / Trenggalek

  1. Surabaya - Pandaan - Malang
  2. Surabaya - Pandaan - Malang - Dampit
  3. Surabaya - Pandaan - Malang - Blitar
  4. Surabaya - Pandaan - Malang - Blitar - Tulungagung - Trenggalek

Lajur 10 : Sampang / Pamekasan / Sumenep

  1. Surabaya - Sampang - Pamekasan - Sumenep
  2. Surabaya - Sampang - Pamekasan - Sumenep - Kalianget

Lajur 11 : Nganjuk / Madiun / Magetan / Ponorogo / Pacitan

  1. Surabaya - Nganjuk - Madiun - Magetan
  2. Surabaya - Nganjuk - Madiun - Ponorogo
  3. Surabaya - Nganjuk - Madiun - Ponorogo - Pacitan

Lajur 12 : Pasuruan / Probolinggo / Jember / Bondowoso / Situbondo / Banyuwangi

  1. Surabaya - Pasuruan - Probolinggo - Jember - Kalisat
  2. Surabaya - Pasuruan - Probolinggo - Jember - Bondowoso
  3. Surabaya - Pasuruan - Probolinggo - Jember- Muncar
  4. Surabaya - Pasuruan - Probolinggo - Jember - Banyuwangi
  5. Surabaya - Pasuruan - Probolinggo - Jember - Banyuwangi
  6. Surabaya - Pasuruan - Probolinggo - Besuki - Bondowoso
  7. Surabaya - Pasuruan - Probolinggo - Besuki - Situbondo
  8. Surabaya - Pasuruan - Probolinggo - Besuki - Situbondo - Ketapang

Lajur 13 : Kediri / Blitar / Tulungagung / Trenggalek

  1. Surabaya - Pare - Blitar - Tulungagung - Trenggalek
  2. Surabaya - Kertosono - Kediri - Blitar - Tulungagung - Trenggalek

Lajur 15 : Lamongan / Bojonegoro / Tuban / Blora

  1. Surabaya - Lamongan - Bojonegoro
  2. Surabaya - Lamongan - Bojonegoro
  3. Surabaya - Lamongan - Tuban

Lajur 16 : Jalur Bebas

Lajur Bus Antar Kota Antar Provinsi

Bus Ekonomi Antar Kota Antar Provinsi

Lajur 17 : Jawa Tengah (Magelang / Temanggung / Wonosobo / Banjarnegara / Purbalingga / Purworejo / Kebumen / Cilacap / Banyumas) // Jawa Barat (Sumedang / Pangandaran / Banjar / Ciamis / Tasikmalaya / Garut / Bandung / Cimahi)[c]

Lajur 18 : DKI Jakarta (Jakarta / Bekasi / Bogor / Depok / Tangerang / Tangerang Selatan) // Jawa Barat (Cianjur / Sukabumi / Subang / Purwakarta / Karawang)[c] // Jawa Tengah (Wonogiri / Surakarta / Salatiga / Semarang / Klaten) // Daerah Istimewa Yogyakarta (Gunungkidul / Kota Yogyakarta) // Banten (Serang / Lebak / Pandeglang / Cilegon)[c]

Lajur 19 : Jawa Barat (Cirebon / Indramayu / Kuningan / Majalengka)[c] // Jawa Tengah (Grobogan / Rembang / Pati / Jepara / Kudus / Semarang / Pekalongan / Pemalang / Tegal / Brebes)

Bus Patas Antar Kota Antar Provinsi

  • Lajur 20 : Jawa Tengah (Wonogiri / Surakarta / Salatiga / Semarang / Klaten) // Daerah Istimewa Yogyakarta (Kota Yogyakarta)
  • Lajur 21 : Jawa Tengah (Grobogan / Rembang / Pati / Jepara / Kudus / Semarang)

Bus Malam Antar Kota Antar Provinsi

  • Lajur 22 : Jawa Tengah (Magelang / Temanggung / Wonosobo / Banjarnegara / Purbalingga / Purworejo / Kebumen / Cilacap / Banyumas) // Daerah Istimewa Yogyakarta (Bandara Internasional Yogyakarta)
  • Lajur 23 : Bali (Singaraja / Denpasar) // Nusa Tenggara Barat (Mataram / Sumbawa / Dompu / Bima)
  • Lajur 24 : Jawa Barat (Cirebon / Indramayu / Kuningan / Majalengka / Sumedang / Pangandaran / Banjar / Ciamis / Tasikmalaya / Garut / Bandung / Cimahi)[c] // Jawa Tengah (Pekalongan / Pemalang / Tegal / Brebes)
  • Lajur 25 : DKI Jakarta (Jakarta / Bekasi / Bogor / Depok / Tangerang / Tangerang Selatan) // Jawa Barat (Cianjur / Sukabumi / Subang / Purwakarta / Karawang)[c]
  • Lajur 26 : Banten (Lebak / Pandeglang / Serang / Cilegon)[c]
  • Parkir Bus Malam : Lintas Sumatra
Catatan
  1. ^ Pintu masuk Terminal Purabaya di Jalan Letjen Sutoyo masuk dalam wilayah administrasi Desa Medaeng. Sedangkan pintu keluar terminal di Jalan Raya Waru masuk dalam wilayah administrasi Desa Kedungrejo.
  2. ^ Kendati seluruh aktivitas bus antarkota dari dan ke Kota Surabaya dipindahkan ke Terminal Purabaya, hanya bus antarkota jarak pendek relasi Mojokerto–Surabaya saja yang masih diizinkan masuk kawasan dalam kota hingga Terminal Joyoboyo sesuai izin trayeknya.
  3. ^ a b c d e f g Kecuali Kota Bekasi, Kota Bogor, serta Kota Depok, Jawa Barat, Kota Tangerang dan Kota Tangerang Selatan, Banten karena termasuk ranah transportasi antarkota untuk DKI Jakarta

Bus Antar Kota Dalam Provinsi

Rute Bojonegoro

Ekonomi  :

Rute Malang

Ekonomi :Restu panda,Bagong,Tentrem,kalisari

Patas :Restu panda,Bagong,Manggala

Rute Kediri

Ekonomi :Harapan Jaya

Patas  :

Rute Madiun

Ekonomi  :

Patas  : Restu panda

Rute Madura

Ekonomi :akas

Patas :akas

Rute Tapal Kuda

Ekonomi  :

Patas  :

Bus Antar Kota Antar Provinsi

Rute Muria Raya & Kedungsepur

Ekonomi  :

Patas :

Rute Daerah Istimewa Surakarta, Kedungsepur, & Daerah Istimewa Yogyakarta

Ekonomi : Tivdi,Handoyo,Roslia indah,Sugeng Rahayu,Eka

Patas : Sugeng Rahayu,Eka,Mira,Mlia

Rute Purwomanggu & Banlingmascakeb

Ekonomi :

Eksekutif :

Rute Petalong, Bregas, & Cirebon Raya

Ekonomi :

Eksekutif :

Rute Tasikmalaya Raya & Cekungan Bandung

Ekonomi :

Eksekutif :

Rute Purwasuka, Sukabumi Raya, Jabodetabekpunjur, & Banten

Ekonomi :

Eksekutif :

Bus Antar Kota Antar Pulau

Bali, Lombok, & Sumbawa

Ekonomi :

Eksekutif : wisata komodo, Gurung Hatta dan balideva transport

Lintas Sumatera

Eksekutif :

Angkutan wisata KSPN

Nampak sebuah unit kendaraan minbus Toyota HiAce milik Perum DAMRI sebagai angkutan KSPN relasi Stasiun Pasar Turi–Sukapura terparkir di area Terminal Purabaya, Juni 2022.

Guna mendukung program Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN), Ditjen Hubdat Kemenhub RI bersama Perum DAMRI menyediakan layanan angkutan wisata dari Kota Surabaya menuju Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) sejak Oktober 2020.[85][86] Perum DAMRI cabang Malang pun ditunjuk menjadi operator layanan tersebut di kota ini dengan melayani relasi perjalanan Stasiun Pasar TuriSukapura via Tol Probolinggo, dengan salah satu titik penjemputan penumpangnya di Terminal Purabaya.[87][88] Jenis kendaraan yang digunakan berupa mikrobus sasis Toyota HiAce berkapasitas enam belas penumpang.[89] Sebelumnya Perum DAMRI juga pernah mengoperasikan layanan serupa yang melintasi terminal ini dengan relasi perjalanan BatuWali Limo (Tuban) dan JuandaTosari, tetapi sudah tidak dioperasikan lagi.[90][91][92]

Statistik

Dalam kurun waktu pada tahun 2008–2017, Dishub Surabaya telah melakukan pencatatan jumlah kendaraan dan penumpang di Terminal Purabaya. Data dikelompokkan berdasarkan jumlah kedatangan dan keberangkatan per tahun. Berdasarkan nilai rerata yang diperoleh, diketahui bahwa setiap harinya terdapat 384 unit bus kota datang dengan membawa 10.903 penumpang dan 380 unit bus kota berangkat dengan membawa 11.454 penumpang. Sementara itu, terdapat 1.078 unit bus antarkota datang dengan membawa 27.833 penumpang dan 1.063 unit bus antarkota berangkat dengan membawa 30.790 penumpang setiap harinya.[93][94] Tingginya angka rerata jumlah kendaraan dan penumpang per harinya membuat terminal ini menjadi sebagai salah satu terminal bus tersibuk di Indonesia.[95]

Jumlah arus kendaraan dan penumpang angkutan umum di Terminal Purabaya, 2008–2017.
Statistik bus kota
Tahun Arus kendaraan Arus penumpang
datang berangkat datang berangkat
2008 109.500 105.200 2.299.000 2.419.600
2009 113.800 109.400 2.698.300 2.991.400
2010 117.970 110.725 2.849.250 3.001.700
2011 159.904 148.889 4.246.074 4.341.453
2012 144.648 156.648 3.726.504 3.914.940
2013 168.088 166.781 5.635.669 6.081.618
2014 126.821 132.411 5.294.970 5.411.727
2015 139.850 138.925 4.691.496 4.776.717
2016 158.773 158.380 4.428.055 4.350.741
2017 163.581 155.804 3.925.944 4.518.316
Jumlah 1.402.935 1.383.163 39.795.262 41.808.212
Rerata per tahun 140.293,5 138.316,3 3.979.526,2 4.180.821,2
Rerata per hari 384 380 10.903 11.454
Statistik bus antarkota
Jenis kendaraan Tahun Arus kendaraan Arus penumpang
datang berangkat datang berangkat
Bus antarkota 2008 460.900 460.300 8.510.500 10.713.920
2009 490.320 500.400 9.806.400 11.509.200
2010 401.053 367.125 10.797.557 10.282.185
2011 313.541 315.408 9.494.890 10.606.630
2012 305.541 295.162 12,832.722 11.806.480
2013 356.728 352.211 10.611.675 9.822.766
2014 283.411 281.444 10.937.624 10.011.532
2015 367.717 365.347 10.888.003 10.774.913
2016 389.708 387.573 11.107.541 11.033.971
2017 369.220 365.293 10.522.538 11.336.314
Bus malam cepat 2008 14.300 13.960 157.300 195.440
2009 13.980 13.670 164.250 200.070
2010 15.715 14.777 235.725 295.540
2011 17.997 16.465 233.084 312.470
2012 18.384 17.052 373.500 495.516
2013 21.450 19.679 412.871 338.952
2014 24.981 25.902 727.592 847.718
2015 27.677 27.499 719.676 811.014
2016 29.339 29.841 616.119 686.343
2017 13.505 11.680 243.090 303.680
Jumlah 3.935.467 3.880.788 101.591.657 112.384.654
Rerata per tahun 393.546,7 388.078,8 10.159.165,7 11.238.465,4
Rerata per hari 1.078 1.063 27.833 30.790

Pada periode antara Januari 2019–Maret 2020 (sebelum pandemi Covid-19), terdapat 1.078 unit bus antarkota datang dengan membawa 28.325 penumpang dan 1.081 unit bus antarkota berangkat dengan membawa 30.215 penumpang rata-rata setiap harinya.[96][97] Sejak pembatasan sosial mulai diberlakukan di Surabaya dan sekitarnya, rerata jumlah kendaraan dan penumpang di Terminal Purabaya merosot tajam. Selama tiga bulan pertama pemberlakuan pembatasan sosial atau pada periode antara April–Juni 2020, setiap hari terdapat 143 unit bus antarkota datang dengan membawa 1.296 penumpang dan 141 unit bus antarkota berangkat dengan membawa 1.289 penumpang saja.[98]

Galeri

Kenampakan fisik bangunan Terminal Purabaya beserta angkutan umum yang terdapat di dalamnya.

Referensi

Catatan penjelas

Referensi

  1. ^ a b Keputusan Direktur Jenderal Perhubungan Darat Nomor: SK.5520/AJ.104/DRJD/2018 Tentang Penetapan Kode Terminal Penumpang Tipe A (PDF). Jakarta: Direktorat Jenderal Perhubungan Darat, Kementerian Perhubungan Indonesia. Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 20 Desember 2022. ;
  2. ^ a b c Asijah; Priyatmoko (2010). "Kerjasama antar daerah: Studi tentang pengelolaan Terminal Purabaya-Bungurasih". Program Studi Manajemen Pemerintahan dan Ilmu Politik Lokal, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Airlangga.
  3. ^ Ni'am Kurniawan; Zaki Zubaidi (1 April 2022). "Ambil alih Terminal Purabaya, Kemenhub optimistis tingkatkan pelayanan". jatimnow.com. Diakses tanggal 25 November 2022.
  4. ^ Femi Dwi Arista; Achmad Murtafi Haris (2014). "Pengembangan pendidikan Islam melalui pendampingan pengorganisasian komunitas dalam upaya penumbuhan kesadaran masyarakat Desa Bungurasih Timur Kecamatan Waru Kabupaten Sidoarjo". Program Studi Pengembangan Masyarakat Islam, Jurusan Menejemen dan Pengembangan Masyarakat, Fakultas Sosial dan Ilmu Komunikasi, Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya.
  5. ^ Rizky Ari Aditya; Moch. Shofwan (2021). "Kajian tingkat kerentanan bencana banjir di Kecamatan Waru Kabupaten Sidoarjo". Jurusan Perencanaan Wilayah dan Kota, Fakultas Teknik, Universitas PGRI Adibuana Surabaya.
  6. ^ Hendro Wardhono; Budiyono; Fadjar Kurnia Hartati (2020). "Desa Wisma Siaga Bencana di Desa Bungurasih Sidoarjo". Journal Community Development and Society. 2 (1): 56–72.
  7. ^ Tobari (18 Desember 2017). "Desa Bungurasih menjadi desa tanggap bencana". infopublik.id. Diakses tanggal 9 Desember 2022.
  8. ^ PT Kereta Api Indonesia (Persero) (2017). "Profil Stasiun Waru". heritage.kai.id. Diakses tanggal 25 November 2022.
  9. ^ "Pakar pilih jalan kaki". surabaya.tribunnews.com. 19 November 2009. Diakses tanggal 25 November 2022.
  10. ^ Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Jawa Timur (19 Januari 2012). "Masjid Al -Akbar minta Pemkot Surabaya segera realisasikan trayek baru". kominfo.jatimprov.go.id. Diakses tanggal 25 November 2022.
  11. ^ PPTI Universitas Negeri Surabaya (2022). "Rute menuju Kampus FE Unesa Ketintang bisa dilakukan dengan berbagai moda transportasi". pe.feb.unesa.ac.id. Diakses tanggal 25 November 2022.
  12. ^ Agus Setya Fakhruddin (April 2014). "Nama stasiun yang ada di Kabupaten Sidoarjo". railway.web.id. Diakses tanggal 25 November 2022.
  13. ^ Indra Dwi Laksono; Catur Arif Prastyanto (2020). "Studi kelayakan pembangunan underpass di Bundaran Waru ditinjau dari segi lalu lintas dan ekonomi jalan raya". Jurnal Teknik ITS. 9 (2): 284–290.
  14. ^ Aqwamit Torik; Zainuddin (21 Januari 2019). "Bukan berada di Kecamatan Waru, Sidoarjo, kenapa bundaran di Surabaya Ini disebut Bundaran Waru?". suryamalang.tribunnews.com. Diakses tanggal 25 November 2022.
  15. ^ Rahmat Ilyasan; Aan Haryono; Ihya Ulumuddin (7 Juli 2021). "Akses masuk Surabaya di Bundaran Waru ditutup, lalu lintas macet warga marah". jatim.inews.id. Diakses tanggal 25 November 2022.
  16. ^ Ahmad Amru Muiz; Parmin (20 Juni 2013). "Terminal Purabaya raih WTL Kebersihan 2013". surabaya.tribunnews.com. Diakses tanggal 25 November 2022.
  17. ^ Biro Komunikasi dan Informasi Publik Departemen Perhubungan (6 Mei 2014). "Sembilan terminal bus terima penghargaan Wahana Tata Laksana". dephub.go.id. Diakses tanggal 25 November 2022.
  18. ^ "Terminal Purabaya raih Wahana Tata Laksana Kebersihan 2013". surabayanewsweek.com. 20 Juni 2013. Diakses tanggal 25 November 2022.
  19. ^ "Bagi hasil bersengketa dengan Pemkab Sidoarjo, Terminal Purabaya raih award". mediakorannusantara.com. 21 Juni 2013. Diakses tanggal 25 November 2022.
  20. ^ Taufiqurrahman; Thomas Kukuh (20 Januari 2017). "Kenangan DAMRI, bus kota, dan transportasi masal Surabaya: Bus tumpuk primadona warga Surabaya". jawapos.com. Diakses tanggal 4 Desember 2022.
  21. ^ Perpustakaan Nasional (28 April 2021). "Bus tingkat dengan trayek jurusan Aloha (tratap Waru)-Tugu Pahlawan, 1981". Koleksi Surat Kabar Langka Terjilid Perpusnas RI Salemba (SKJIL-Team) bersumber dari Angkatan Bersenjata, 5 Agustus 1981. Diakses tanggal 4 Desember 2022.
  22. ^ Muhammad Toyyib Amiruddin; Khoirul Yahya (2017). "Konflik kewenangan Pemerintah Kota Surabaya dan Pemerintah Kabupaten Sidoarjo dalam pengelolaan Terminal Purabaya". Program Studi Politik Islam, Fakultas Ushuluddin dan Filsafat, Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya.
  23. ^ Vina Zahirotul Husna (2018). "Kerjasama antar daerah dalam hal pengelolaan pelayanan publik dan kaitannya dengan pendapatan asli daerah (Kerjasama Pemerintah Kota Surabaya dengan Pemerintah Kabupaten Sidoarjo dalam Pengelolaan Terminal Purabaya)". Socia. 15 (2): 212–222.
  24. ^ Himmatul Aliyah; Gitadi Tegas S. (2012). "Konflik dalam pelaksanaan kerjasama antara Pemerintah Kota Surabaya dengan Pemerintah Kabupaten Sidoarjo dalam pengelolaan Terminal Purabaya". Jurusan Administrasi Negara, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Airlangga.
  25. ^ Qur’anin Riedha Hidayati; Muhammad Farid Ma’ruf (2018). "Efektifitas kerja sama antar daerah (Studi tentang kerjasama Pemerintah Kota Surabaya dengan Pemerintah Kabupaten Sidoarjo dalam pengelolaan Terminal Purabaya)". Publika. 6 (7). Diarsipkan dari asli tanggal 2018-09-24. Diakses tanggal 2022-12-04.
  26. ^ Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Sidoarjo (2018). "Fasilitas Transportasi Kabupaten Sidoarjo". sidoarjokab.go.id. Diarsipkan dari asli tanggal 2021-05-24. Diakses tanggal 22 Oktober 2022.
  27. ^ Dadang Supriyatno; Ari Widayanti (2015). "Evaluasi kinerja angkutan umum di Kabupaten Sidoarjo". Jurnal Transportasi. 15 (1).
  28. ^ Nashrul (2014). "Info trayek angkutan di Sidoarjo". Wisata Sidoarjo. Diakses tanggal 22 Oktober 2022.
  29. ^ Bidang Pengendalian Operasional Dinas Perhubungan Kota Surabaya (2015). "Naskah Akademik Rancangan Peraturan Daerah Kota Surabaya tentang Izin Penyelenggaraan Bengkel Umum Kendaraan Bermotor". Dinas Perhubungan Kota Surabaya.
  30. ^ Bidang Informasi dan Komunikasi Publik serta Statistik Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Surabaya (2015). "Transportasi umum di Kota Surabaya". surabaya.go.id. Diakses tanggal 22 Oktober 2022.
  31. ^ Dinas Perhubungan Kota Surabaya (2017). "Data jumlah mikrolet di Kota Surabaya tahun 2017" (PDF). dpm-ptsp.surabaya.go.id. Diakses tanggal 22 Oktober 2022.
  32. ^ Rizky Janu (2 Desember 2017). "Siapkan bus lewati frontage, layani rute Purabaya–Joyoboyo". jawapos.com. Diakses tanggal 3 Oktober 2022.
  33. ^ Sub Dinas Teknik Sarana dan Prasarana DLLAJ Provinsi Jawa Timur (2006). "Gambaran problematika transportasi angkutan umum di kawasan Surabaya Metropolitan Area". Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Timur.
  34. ^ Satwika Rumeksa (9 Agustus 2010). "Massa awak bus mini Mojokerto-Surabaya sweeping bison". surabaya.tribunnews.com. Diakses tanggal 3 Oktober 2022.
  35. ^ Ignatius Sawabi (9 Agustus 2010). "Awak "bus ijo" turunkan paksa penumpang". amp.kompas.com. Diakses tanggal 3 Oktober 2022.
  36. ^ "Bus hijau ancam demo". surabaya.tribunnews.com. 28 Juli 2010. Diakses tanggal 3 Oktober 2022.
  37. ^ Dinas Perhubungan Kota Surabaya (2017). "Data jumlah mikrolet di Kota Surabaya tahun 2017" (PDF). dpm-ptsp.surabaya.go.id. Diakses tanggal 23 November 2022.
  38. ^ Titis Jati Permata (6 September 2013). "Mimpi bandara pakai argo taksi". surabaya.tribunnews.com. Diakses tanggal 23 November 2022.
  39. ^ "30 Taksi tanpa trayek dijaring di Terminal Bungurasih". news.detik.com. 13 Mei 2008. Diakses tanggal 23 November 2022.
  40. ^ Suparno (3 Oktober 2017). "Gawat! Sopir angkot paksa Taksi dan Gojek turunkan penumpang". news.detik.com. Diakses tanggal 23 November 2022.
  41. ^ Suparno (3 Mei 2017). "Angkutan online sepakat tak ambil penumpang di Terminal Purabaya". news.detik.com. Diakses tanggal 23 November 2022.
  42. ^ "Manajemen Grab dan Go-jek temui driver taksi dan ojek online Surabaya". ngopibareng.id. 2 April 2018. Diakses tanggal 23 November 2022.
  43. ^ Zaenal Effendi (13 Desember 2017). "Ojek online desak sahkan aturan bawa penumpang di zona merah". news.detik.com. Diakses tanggal 23 November 2022.
  44. ^ "Titik penjemputan ojek online (Grab & Go-jek) di Surabaya". kokosten.com. 22 Juni 2019. Diakses tanggal 23 November 2022.
  45. ^ "Peta lokasi titik jemput penumpang ojek online Gojek-Grab di Terminal Bungurasih Purabaya Surabaya". ajarnulis.com. 15 Januari 2019. Diakses tanggal 23 November 2022.
  46. ^ M. Taufik; Arie Noer Rachmawati (6 Agustus 2019). "Grab Indonesia bangun 'Grab Lounge' di Terminal Purabaya, biar tak bikin driver mangkal sembarangan". jatim.tribunnews.com. Diakses tanggal 23 November 2022.
  47. ^ M. Ismail (5 Agustus 2019). "Grab punya tempat mangkal nyaman dekat Terminal Bungurasih". beritajatim.com. Diakses tanggal 23 November 2022.
  48. ^ Dipo Wahjoeono Hariyono; Wahyu Prawesthi (2015). "Penyelenggaraan angkutan orang dengan kendaraan umum di Surabaya". Jurnal Manajemen Transportasi & Logistik (JMTransLog). 2 (2): 177–190.
  49. ^ M. Sholahuddin (27 April 2022). "Ini saran pakar untuk mengatur transportasi publik di Kota Surabaya". jawapos.com. Diakses tanggal 24 Oktober 2022.
  50. ^ Aisyah Salma Izzatunnisa; Panji Prayitno (11 Agustus 2022). "Daftar transportasi umum di Surabaya lengkap dengan rutenya". liputan6.com. Diakses tanggal 24 Oktober 2022.
  51. ^ Dhifa NA (16 Juni 2022). "Revitalisasi transportasi umum di Surabaya untuk menunjang mobilitas masyarakat". kompasiana.com. Diakses tanggal 24 Oktober 2022.
  52. ^ Febrianto Ramadani; Ndaru Wijayanto (5 September 2022). "Bus DAMRI di Terminal Purabaya berhenti beroperasi mulai 1 September 2022". jatim.tribunnews.com. Diakses tanggal 23 Oktober 2022.
  53. ^ Dhimas Ginanjar (7 September 2022). "Tiga trayek bus DAMRI di Surabaya ditutup". jawapos.com. Diakses tanggal 23 Oktober 2022.
  54. ^ Bidang Informasi dan Komunikasi Publik serta Statistik Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Surabaya (2015). "Transportasi umum di Kota Surabaya". surabaya.go.id. Diakses tanggal 23 Oktober 2022.
  55. ^ Dinas Perhubungan Kota Surabaya (2017). "Data jumlah mikrolet di Kota Surabaya tahun 2017" (PDF). dpm-ptsp.surabaya.go.id. Diakses tanggal 23 Oktober 2022.
  56. ^ Dhimas Ginanjar; Dipta Wahyu (26 September 2022). "Pengin cepat naik P-5, tidak terburu-buru bisa pilih Suroboyo Bus". jawapos.com. Diakses tanggal 23 Oktober 2022.
  57. ^ Dwi Muryanto; Rudy Santosa; Veronika Nugraheni Sri Lestari (2019). "Kajian demand bis kota trayek F terhadap rencana penerapan trem koridor utara selatan Kota Surabaya". Spirit Pro Patria. 5 (2): 118–135.
  58. ^ Pemerintah Provinsi Jawa Timur (2005). "Peraturan Gubernur Jawa Timur Nomor 9 Tahun 2005 tentang Tarif Dasar Angkutan Penumpang Bus Kota Kelas Ekonomi Menggunakan Mobil Bus Umum di Propinsi Jawa Timur" (PDF). jdih.mkri.id. Diakses tanggal 27 September 2022.
  59. ^ Dinas Komunikasi dan Informatika Pemerintah Provinsi Jawa Timur (28 Maret 2012). "Akhir April, bus pemadu moda beroperasi". kominfo.jatimprov.go.id. Diakses tanggal 23 Oktober 2022.
  60. ^ PT Angkasa Pura I (2010). "Analisis Permintaan Pelayanan Taksi Argometer di Bandar Udara Juanda Surabaya". Surabaya. hlm. 40.
  61. ^ Dinas Komunikasi dan Informatika Pemerintah Provinsi Jawa Timur (29 April 2011). "Bus pemadu moda, PT AP I Juanda minta kaji ulang". kominfo.jatimprov.go.id. Diakses tanggal 23 Oktober 2022.
  62. ^ Angghraz Febri Samudr (2018). "Kontribusi kualitas layanan dan fasilitas kendaraan terhadap kepuasan pengguna jasa transportasi bus DAMRI trayek Bandara Juanda-Bungurasih". Jurnal Pendidikan Tata Niaga (JPTN). 1 (2): 29–36.
  63. ^ Septin Aukhaina Yuslika; Eva Hany Fanida (2016). "Efektivitas pelayanan transportasi di Djawatan Angkoetan Motor Repoeblik Indonesia (DAMRI) Surabaya (Studi kasus pada bus DAMRI angkutan pemadu moda rute Gresik – Bandara Juanda pulang pergi)". Kajian Manajemen Pelayanan Publik. 4 (4).
  64. ^ PT Angkasa Pura I (2022). "Transportasi Publik Bus DAMRI Bandar Udara Internasional Juanda". juanda-airport.com. Diakses tanggal 23 Oktober 2022.
  65. ^ Arif Gunawan Sulistyono; Berliana Elisabeth S.; Novita Sari Simamora (14 September 2012). "Angkutan Pemadu Moda: Laba DAMRI dipasok angkutan bandara". bisnis.com. Diakses tanggal 23 Oktober 2022.
  66. ^ Moch. Ihsan Hidayatullah; Misbahuddin Azzuhri (2013). "Perumusan strategi Perum DAMRI Unit Bus Kota Surabaya, dalam rangka menjaga kelangsungan usaha dan meningkatkan keunggulan kompetitif". Jurusan Manajemen, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Brawijaya.
  67. ^ Ambrosius Harto; Agnes Swetta Pandia (6 November 2021). "Embus hidup Suroboyo Bus". kompas.id. Diakses tanggal 9 November 2022.
  68. ^ Yanuar Riezqi Yovanda; Hendra Gunawan (30 September 2022). "PT INKA siapkan 53 bus listrik buat operasional DAMRI di dua kota". tribunnews.com. Diakses tanggal 24 Oktober 2022.
  69. ^ a b Heri Purnomo (30 September 2022). "Bus listrik INKA bakal wara-wiri di Surabaya dan Bandung". economy.okezone.com. Diakses tanggal 24 Oktober 2022.
  70. ^ Artika Rachmi Farmita; Juli Hantoro (7 April 2018). Juli Hantoro (ed.). "Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini Luncurkan Suroboyo Bus". Tempo.co. nasional.tempo.co. Diakses tanggal 9 November 2022.
  71. ^ Abdul Hakim; Slamet Hadi Purnomo (7 April 2018). "Risma resmi luncurkan Suroboyo Bus". jatim.antaranews.com. Diakses tanggal 9 November 2022.
  72. ^ "Dishub Surabaya Resmi Operasikan Bus Listrik, Layani Rute Purabaya - Kampus C Unair". Surya.co.id. Diakses tanggal 2024-12-10.
  73. ^ Puspa, Anitana Widya (2024-02-25). "Bus Listrik DAMRI Mengaspal di Surabaya, Ini Rute dan Tarifnya". Bisnis.com. Diakses tanggal 2024-12-10.
  74. ^ M. Taufik; Deddy Humana (19 Agustus 2022). "Layani Sidoarjo-Surabaya-Gresik, 20 armada bus Trans Jatim koridor 1 digratiskan di pekan pertama". surabaya.tribunnews.com. Diakses tanggal 9 November 2022.
  75. ^ M. Sholahuddin (22 Agustus 2022). "Gratis seminggu, warga beramai-ramai naik bus Trans Jatim". jawapos.com. Diakses tanggal 9 November 2022.
  76. ^ harian.disway.id. "Trans Jatim Cakraningrat Layani Rute Surabaya-Bangkalan Mulai Beroperasi, Ini Ongkos dan Rutenya!". harian.disway.id. Diakses tanggal 2024-12-10.
  77. ^ Friska Rahayu Ratnasari; Andi Syaiful; Samin (2016). "Studi evaluasi kinerja bus ekonomi bus Restu rute Malang - Surabaya". Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Muhammadiyah Malang.
  78. ^ Septian Deny (13 Mei 2019). "Lewat tol, waktu tempuh Surabaya ke Malang kini cuma 1 jam". liputan6.com. Diakses tanggal 25 Oktober 2022.
  79. ^ "Bus dengan trayek terjauh di Indonesia, jarak tempuh hampir 3.000 km". detik.com. 14 Juni 2022. Diakses tanggal 25 Oktober 2022.
  80. ^ Hisar Hasibuan (14 Juni 2022). "Ini bus AKAP dengan rute terjauh di Indonesia: Naik gak kenal, turun jadi saudara". mdn.biz.id. Diakses tanggal 25 Oktober 2022.
  81. ^ Ainul Gillang; Jermainne Tirta Dewa (25 September 2021). "Bus Mitra Titian Nusantara, bus lintas empat pulau dengan trayek Bima-Merak". bantenraya.com. Diakses tanggal 25 Oktober 2022.
  82. ^ Tangguh Yudha; Dani M. Dahwilani (17 Juni 2022). "Perusahaan bus dengan trayek terjauh di Indonesia, nomor 1 tempuh perjalanan 3.000 km selama seminggu". inews.id. Diakses tanggal 25 Oktober 2022.
  83. ^ Teguh Hartono (2021). "Daftar tujuan lokasi bus AKAP Surabaya-Jakarta". fastpay.co.id. Diakses tanggal 15 November 2022.
  84. ^ "Jadwal & tiket bus AKAP Terminal Mengwi Bali ke Pulau Jawa Senin (31/10), Lengkap!". msn.com. 31 Oktober 2022. Diakses tanggal 15 November 2022.
  85. ^ Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan Republik Indonesia (2020). "Keputusan Direktur Jenderal Perhubungan Darat Nomor: KP.478/PIR.301/DRJD/2020 tentang Penetapan Jaringan Trayek Angkutan Jalan pada Kawasan Strategis Pariwisata Nasional Tahun 2020". jdih.dephub.go.id. Diakses tanggal 22 Oktober 2022.
  86. ^ Dina Rahmawati (6 Juli 2022). "3 Rute DAMRI yang Menuju Wisata Gunung Bromo". detik.com. Diakses tanggal 22 Oktober 2022.
  87. ^ "Shuttle New DAMRI Menuju Bromo, mulai Rp39.000,-". mediacenterhpi.com. 2 September 2020. Diakses tanggal 22 Oktober 2022.
  88. ^ Farhan Firmansyah (31 Mei 2022). "Dukung program pariwisata nasional, DAMRI sediakan rute Gunung Bromo". terasberita.id. Diakses tanggal 22 Oktober 2022.
  89. ^ Muhammad Fathan Radityasani; Azwar Ferdian (27 Mei 2022). "DAMRI sediakan HiACe dari Malang ke Gunung Bromo, tarifnya Rp 30.000". amp.kompas.com. Diakses tanggal 22 Oktober 2022.
  90. ^ Muhammad Dhani Rahman; Wahyu Nurdiyanto (18 Oktober 2020). "Hari jadi Kota Batu, naik bus wisata Bromo atau Tuban gratis". amp.timesindonesia.co.id/. Diarsipkan dari asli tanggal 2022-06-23. Diakses tanggal 22 Oktober 2022.
  91. ^ M. Sholeh; Lizya Kristanti (14 Februari 2022). "Bus DAMRI rute Kota Batu-TNBTS berhenti beroperasi". tugumalang.id. Diakses tanggal 22 Oktober 2022.
  92. ^ Levardy (14 Juli 2020). "Tarif Rp46 ribuan, ternyata ada DAMRI rute Bandara Juanda-Bromo". juandaairport.com. Diakses tanggal 22 Oktober 2022.
  93. ^ Dinas Perhubungan Kota Surabaya; Badan Pusat Statistik Kota Surabaya (2014). "Arus kendaraan dan penumpang yang datang dan berangkat menurut jenis kendaraan melalui Terminal Purabaya 2008-2014". surabayakota.bps.go.id. Diakses tanggal 28 November 2022.
  94. ^ Pemerintah Kota Surabaya (13 November 2019). "Statistik Sektoral Kota Surabaya Tahun 2019: Arus kendaraan dan penumpang yang datang dan berangkat menurut jenis kendaraan melalui Terminal Purabaya tahun 2010- 2017". surabaya.go.id. hlm. 468–470. Diakses tanggal 28 November 2022.
  95. ^ "5 Terminal bus terluas di Indonesia". digitalototransport.com. 24 Maret 2022. Diakses tanggal 28 November 2022.
  96. ^ Pemerintah Kota Surabaya (7 Desember 2020). "Statistik Sektoral Kota Surabaya Tahun 2020: Bab 8 - Transportasi dan Wisata". surabaya.go.id. hlm. 38–47. Diakses tanggal 28 November 2022.
  97. ^ Pemerintah Kota Surabaya (9 September 2021). "Statistik Sektoral Kota Surabaya Tahun 2021: Bab 8 - Transportasi dan Pariwisata". surabaya.go.id. hlm. 409–414. Diakses tanggal 28 November 2022.
  98. ^ Moh. Ilham Fathoni; Widorismono; Eli Jumaeli (2021). "Pengembangan sistem informasi manajemen Terminal Purabaya-Surabaya, dalam menunjang pelayanan di era industri 4.0". Politeknik Transportasi Darat Indonesial.

Pranala luar

Content Disclaimer

Informasi ini disarikan dari Wikipedia dan disajikan kembali untuk tujuan edukasi. Konten tersedia di bawah lisensi CC BY-SA 3.0. Kami tidak bertanggung jawab atas ketidakakuratan data yang bersumber dari kontribusi publik tersebut.

  1. The information displayed on this website is sourced in part or in whole from Wikipedia and has been adapted for the purpose of restating it. We strive to provide accurate and relevant information, however:
  2. There is no guarantee of absolute accuracy. Wikipedia is an open, collaborative project that can be edited by anyone, so information is subject to change.
  3. It is not intended to constitute professional advice. The content displayed is for informational and educational purposes only. For important decisions (e.g., medical, legal, or financial), please consult a professional.
  4. Content copyright. Wikipedia is licensed under the Creative Commons Attribution-ShareAlike License (CC BY-SA). This means that content may be reused with appropriate attribution and shared under a similar license.
  5. Responsible use. Any risk arising from the use of information from this website is entirely the responsibility of the user.
Kembali kehalaman sebelumnya